KATEGORI : komunikasi

Bahaya Junk Food

05 October 2013 20:51:53 Dibaca : 10045

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Masalah

Dengan perkembangan zaman dan kemajuan teknologi yang pesat, sehingga semakin mudahnya manusia dalam melakukan sesuatu. Terjadi pula perubahan pola dan gaya hidup manusia pada saat ini.

Mungkin salah satunya kita bisa lihat dengan maraknya penyedia fast food (makanan cepat saji), dari namanya saja kita sudah bisa membayangkan bagaimana cara pembuatan makanan yang pasti cepat. Tanpa kita sadari, maraknya fast food selain memberikan keuntungan juga memberikan banyak kerugian untuk kesehatan anda tentunya.

Contohnya saja dengan kita banyak mengkonsumsi mi instan, maka lambat laun akan terjadi masalah dalam bagian pencernaan kita. Hal ini dibuktikan oleh para ilmuwan dari Universitas Glasgow yang melakukan percobaan pada sejenis unggas yang dibagi menjadi dua kelompok. Pertama diberi makanan yang kualitasnya tidak layak makan, semacam junk food. Sementara kelompok lainnya diberi makanan dengan takaran sesuai yang dibutuhkan.

Dari studi tersebut, para ilmuwan menemukan bahwa unggas yang diberi makanan sejenis junk food pada usia dua minggu pertama dalam hidupnya lebih cepat mati. Hal ini karena zat anti penuaan dan antioksidan yang diproduksi tubuhnya hanya bertambah sedikit.

Perlu diketahui bahwa makanan fast food ternyata mengandung garam, lemak & kalori yang tinggi, termasuk kolesterol yang mencapai 70% serta hanya sedikit mengandung serat yang justru sangat dibutuhkan oleh tubuh. Selain kandungan gizinya yang rendah, fast food juga mengandung zat pengawet dan zat adictif yang membuat kita ketagihan. Lemak tinggi yang banyak terdapat dalam makanan cepat saji juga berpengaruh untuk memperbesar risiko terkena kanker, terutama kanker payudara dan usus besar. Makanan cepat saji juga mengandung protein hewaninya yang cukup ‘kaya’, hal ini bisa menyebabkan terhambatnya penyerapan kalsium di dalam tubuh. Kondisi ini dapat merangsang cepatnya terjadi osteoporosis.

Fast food pun menjadi cara cepat bagi kita yang ingin terkena Obesitas. Hal ini dibuktikan oleh Morgan Spurlock yang membuat film berjudul “Super Size Me”. Dalam film tersebut digambarkan bagaimana ia mengkonsumsi fast food setiap hari baik itu saat sarapan, makan siang, dan makan malam dalam waktu 30 hari. Ternyata hasil yang didapat sangat mencengangkan. Morgan Spurlock mengalami kenaikan berat badan yang drastis, perut semakin membuncit, kenaikan kadar gula darah dan kolesterol, tekanan darah yang jauh di atas normal dan 2 kali lebih rentan terkena gagal jantung serta perubahan prilaku.

Makanan fast food memang tergolong banyak diminati sebagian besar orang karena sangat cepat dan mengenyangkan. Apalagi di sekitar lingkungan rumah pun banyak yang menawarkan fast food dengan harga yang sangat murah. Namun Anda juga patut curiga kenapa harga yang ditawarkan begitu murah? Apakah ayam yang dipakai masih fresh atau ayam sakit yang dijual murah ? Jawabannya kembali ke diri Anda masing-masing, mau sehat atau tidak.

1.2. Rumusan Masalah

Adapun rumusan masalahnya yakni:

Apa yang dimaksud dengan makanan dan minuman siap saji (fast food) ?Apa saja yang termasuk dalam makanan dan minuman siap saji ?Apa kandungan pada makanan dan minuman siap saji ?Apa kasus yang terjadi akibat mengkonsumsi makanan instant ?Apa hasil penelitian pada makanan instant ?Apa pengaruh zat additive bagi kesehatan ?Bagaimana cara meminimalisasi dampak negative ?Bagaimana tips menghindari bahaya makanan dan minuman siap saji ?

1.3. Tujuan

Adapun tujuan penulisan makalah ini yakni:

Untuk mengetahui pengertian makanan dan minuman siap saji.Untuk mengetahui macam-macam makanan dan minuman yang termasuk fast food.Untuk mengetahui kandungan dalam makanan dan minuman siap saji.Untuk mengetahui kasus yang terjadi akibat mengkonsumsi makanan instant.Untuk mengetahui hasil penelitian pada makanan instant.Untuk mengetahui pengaruh zat additive bagi kesehatan.Untuk mengetahui cara meminimalisasi dampak negative.Untuk mengetahui tips menghindari bahaya makanan dan minuman siap saji.

BAB II

PEMBAHASAN

2.1. Pengertian Makanan Siap Saji (fast food)

Makanan siap saji yang dimaksud adalah jenis makanan yang dikemas, mudah disajikan, praktis, atau diolah dengan cara sederhana. Makanan tersebut umumnya diproduksi oleh industri pengolahan pangan dengan teknologi tinggi dan memberikan berbagai zat aditif untuk mengawetkan dan memberikan cita rasa bagi produk tersebut. Makanan siap saji biasanya berupa lauk pauk dalam kemasan, mie instan, nugget, atau juga corn flakes sebagai makanan untuk sarapan.

2.2. Macam-Macam Makanan Siap Saji

a. Makanan gorengan

Golongan makanan ini pada umunya kandungan kalorinya tinggi, kandungan lemak/minyak dan oksidanya tinggi. Bila dikonsumsi secara regular dapat menyebabkan kegemukan, mengakibatkan hyperlipitdema dan sakit jantung korener. Dalam proses menggoreng sering terjadi banyak zat karsiogenik, hal mana telah dibuktikan kecenderungan kanker bagi mereka yang mengkonsumsi makanan gorengan jauh lebih tinggi dari yang tidak/sedikit mengkonsumsi makanan gorengan.

b. Makanan kalengan

Baik yang berupa buah kalengan atau daging kalengan, kandungan gizinya sudah banyak dirusak, terlebih kandungan vitaminnya hampir seluruhnya mengalami penurunan baik kualitas maupun kuantitas dari bahan asalnya. Terlebih dari itu kandungan proteinnya telah mengalami perubahan sifat hingga penyerapannya diperlambat. Nilai gizinya jauh berkurang. Selain itu banyak buah kalengan berkadar gula tinggi dan diasup ke tubuh dalam bentuk cair sehingga penyerapannya sangat cepat. Dalam waktu singkat dapat menyebabkan kadar gula darah meningkat, memberatkan beban pancreas. Bersamaan dengan tingginya kandungan kalori, juga dapat menyebabkan obesitas.

c. Makanan asinan

Dalam proses pengasinan dibutuhkan penambahan garam secara signifikan, hal mana dapat mengakibatkan kandungan garam makanan tersebut melewati batas, menambah beban ginjal. Bagi pengkonsumsi makanan asinan tersebut, bahaya hipertensi dihasilkan. Terlebih pada proses pengasinan sering ditambahkan amonium nitrit yang menyebabkan peningkatan bahaya kanker hidung dan tenggorokan. Kadar garam tinggi dapat merusak selaput lendir pada lambung dan usus. Bagi mereka yang secara kontinyu mengkonsumsi makanan asin dapat menyebabkan radang lambung dan usus.

d. Makanan daging yang diproses (ham, sosis, dll)

Dalam makanan golongan tersebut mengandung garam nitrit dapat menyebabkan kanker, juga mengandung pengawet/pewarna dll yang memberatkan beban hati/lever. Dalam ham dsb kadar natriumnya tinggi, mengkonsumsi dalam jumlah besar dapat mengguncangkan tekanan darah dan memberatkan kerja ginjal.

e. Makanan dari daging berlemak dan jerohan

Walaupun makan ini mengandung kadar protein yang baik serta vitamin dan mineral, tapi dalam daging berlemak dan jerohan mengandung lemak jenuh dan kolestrol yang sudah divonis sebagai pencetus penyakit jantung. Makan jerohan binatang dalam jumlah banyak dan waktu lama dapat menyebabkan pernyakit jantung koroner dan tumor ganas (kanker usus besar), kanker payudara dll.

f. Olahan Keju

Sering mengkonsumsi olahan keju dapat menyebabkan penambahan berat badan hingga gula darah meninggi. Mengkonsumsi cake/kue keju bertelur menyebabkan kurang gairah makan. Konsumsi makanan berkadar lemak dan gula tinggi sering mengakibatkan pengosongan perut. Banyak kasus terjadinya hyperakiditas dan rasa terbakar.

g. Mi Instant

Makanan ini tergolong makanan tinggi garam, miskin vitamin, mineral. Kadar garam tinggi menyebabkan beratnya beban ginjal, meningkatkan tekanan darah dan mengandung trans lipid, memberatkan beban pembuluh darah jantung.

h. Makanan yang dipanggang/dibakar

Mengandung zat penyebab kanker.

i. Sajian manis beku.

Termasuk golongan ini ice cream, cake beku dll. Golongan ini punya 3 masalah karena mengandung mentega tinggi yang menyebabkan obesitas karena kadar gula tinggi mengurangi nafsu makan juga karena temperature rendah sehingga mempengaruhi usus.

j. Manisan kering

Mengandung garam nitrat. Dalam tubuh bergabung dengan ammonium menghasilkan zat karsiogenik juga mengandung esen segai tambahan yang merusak fungsi hati dan organ lain, mengandung garam tinggi yang menyebabkan tekanan darah tinggi dan memberatkan kerja ginjal.

3. Kandungan Makanan Instan

World Health Organization (WHO) dan Food and Agricultural Organization (FAO) menyatakan bahwa ancaman potensial dari residu bahan makanan terhadap kesehatan manusia dibagi dalam 3 katagori yaitu aspek toksikologis (kategori residu bahan makanan yang dapat bersifat racun terhadap organ-organ tubuh), aspek mikrobiologis (mikroba dalam bahan makanan yang dapat mengganggu keseimbangan mikroba dalam saluran pencernaan), aspek imunopatologis (keberadaan residu yang dapat menurunkan kekebalan tubuh).

Apabila Anda cermati komposisi pada makanan cepat saji, pasti tidak lepas dari berbagai zat aditif, seperti MSG ( Mono Sodium Glutamat), berbagai jenis pewarna sintetis, juga pengawetseperti Natrium benzoat, dll

Penggunaan zat aditif yang berlebihan dan dikonsumsi secara terus menerus dapat menimbulkan dampak negatif yang nyata bagi kesehatan. Mungkin Anda tidak akan merasakan dampak negatif apapun meskipun Anda biasa mengkonsumsi makanan cepat saji, tapi waspadalah karena dampak negatif zat aditif yang terkandung dalam makanan cepat saji bisa terjadi sacara langsung maupun tidak langsung, bisa terjadi dalam jangka pendek maupun jangka panjang bahkan hingga puluhan tahun kemudian baru terasa akibatnya. Sebagai gambaran, kandungan zat aditif pada beberapa produk makanan adalah sebagai berikut :

ZAT ADDITIVE PADA BEBERAPA PRODUK MAKANAN

NO

NAMA PRODUK

JENIS MAKANAN

KANDUNGAN ZAT ADDITIVE

1

Chitato

Makanan Ringan

TBHQ,MSG, CaCO3, DG, DI, pewarna, NaB

2

Taro

Makanan Ringan

NB, FF, AS, CaCO3, KB, NaB, DG, DI, MSG

3

Indomie Goreng

Makanan Siap Saji

Fe, PK, P, pewarna, AF, MSG, KB, SB, Aas, NB

4

Kecap Bango

Bumbu dalam Botol

KB,CaB,NB,MSG,P

5

Kraft Singles

Makanan Pelengkap dalam Kemasan Kertas

KB,NB,Kn,Nn,Re,Pt,SB,An,G

6

Kopiko

Permen

Ga,F,Sl,pewarna,Sk,P

7

Oops

Biskuit

pewarna,Hp,NB,MSG

8

Okky

Jelly

I,Ks,Pe,pewarna

9

Mariza

Selai

AS,Ks,pewarna

10

Pocarri Sweat

Minuman dalam kaleng

AS,Ns,NaCl,CaCl,Kal,Mg,Prs

Menurut Majeed (1996) zat aditif dapat dibagi menjadi beberapa kelompok berdasarkan tujuan penggunaannya, yaitu:

1) Agen emulsi yaitu aditif yang berbahan lemak dan air contohnya lecithin

2) Agen penstabil dan pemekat contohnya alginat dan gliserin,

3) Agen penghalang kerak untuk mencegah penggumpalan,

4) Agen peningkatan nutrisi contohnya berbagai vitamin,

5) Agen pengawet contohnya garam nitrat dan nitrit,

6) Agen antioksidan contohnya vitamin C dan E ; BHT (Butylated Hydroxy-Toluen) dan BHA (Butylated Hydroxy-Anisol),

7) Agen pengembang untuk roti dan bolu, agen penyedap rasa contoh monosodium glutamat (MSG).

4. KASUS AKIBAT MENGKONSUMSI MAKANAN INSTAN

Situs berita Health DaysNews belum lama ini menyatakan tahun ini di Amerika Serikat (AS) saja sudah ada 57.000 orang meninggal akibat kanker usus besar. Mayoritas (97 persen) penderitanya adalah mereka yang berusia di atas 40 tahun. Di Indonesia pasiennya belum terdeteksi secara pasti. Namun Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta menyatakan setiap tahun menerima 50 pasien baru penderita kanker usus besar.

Kasus yang menimpa Hilal Al Jajira. Sejak balita, bocah berumur 6 tahun itu kerap mengkonsumsi mi instan, bahkan menjadi menu sehari-hari. Kemudian ditemukann kebocoran pada usus, yang dikibatkan kedua sisinya lengket satu sama lain. Untuk mengantisipasi hal itu, dokter terpaksa melakukan operasi dengan memotong usus yang lengket tersebut.

Disamping bahaya dari zat aditif makanan siap saji diatas, bahaya lain yang dihadapi oleh konsumen/pengguna makanan siap saji adalah efek samping bahan pengemas. Unsur-unsur bahan pengemas yang berbahaya bagi kesehatan konsumen karena terdapatnya zat plastik berbahaya seperti PVC yang dapat menghambat produksi hormon testosteron (Atterwill dan Flack, 1992) kemasan kaleng disinyalir mengandung timbal (Pb) dan VCM (Vinyl Chlorid Monomer) yang bersifat karsinogenik yaitu memacu sel kanker (Media Indonesia, 2003), dan styrofoam bersifat mutagenik (mengubah gen) dan karsinogenik (Kompas, 2003).

5. PENELITIAN MENGENAI MAKANAN INSTAN

Penelitian University of Bristol, Inggris ini menunjukkan, anak-anak yang makan lebih banyak chip, keripik, biskuit dan pizza sebelum usia tiga tahun memiliki IQ lebih rendah lima tahun kemudian. Mereka yang mengonsumsi makanan cepat saji, IQ-nya bisa lebih rendah lima poin IQ dibandingkan dengan anak-anak diberikan diet sehat dengan buah, sayur dan rumah-makanan yang dimasak.

Menurut penelitian di Kanada, kebiasaan makanan cepat saji dapat menyebabkan pikun lebih dini, seperti diutarakan laman Shine. Selain itu, mengonsumsi makanan cepat saji secara rutin juga meningkatkan risiko kerusakan memori otak dan mengancam terjadinya demensia. Lemak jenuh dan tingginya kadar gula yang terkandung dalam makanan cepat saji telah ditemukan sebagai biang keladi hilangnya memori itu.

6. Pengaruh Zat Additive Bagi Kesehatan

a) Bahan pewarna

Pewarna digunakan dalam makanan untuk menambah daya tarik dan meningkatkan selera makan. Zat pewarna makanan yang terbuat dari tumbuhan tidak berbahaya bagi kesehatan manusia, misalnya tomat, wortel, kunir, kunyit, daun pandan, dan lain-lain. Zat aditif yang berbahaya jika dikonsumsi manusia adalah zat warna sintetik. Jika digunakan secara berlebihan dan terus menerus, maka zat warna sintetik akan tertimbun dalam tubuh dan dapat merusak fungsi organ-organ tertentu, terutama hati dan ginjal. Hati akan dipaksa bekerja keras untuk merombak zat tersebut agar dapat dikeluarkan dari hati, padahal kemampuan hati dalam hal ini sangat terbatas.

Dari organ hati, bahan aditif pewarna masuk ke dalam sistem peredaran darah dan selanjutnya ke ginjal. Ginjal juga harus bekerja keras agar bahan pewarna tersebut dapat dikeluarkan dari dalam tubuh. Zat-zat warna sintetik tertentu juga diduga bersifat karsinogen atau bisa menyebabkan penyakit kanker. Zat Warna menimbulkan alergi,menimbulkan kanker hati,menyebabkan hypertrophy, hyperplasia, carcinomas kelenjar tiroid.

b) Bahan pengawet

Tujuan penggunaan bahan pengawet pada makanan adalah untuk mencegah atau kerusakan/pembusukan yang disebabkan oleh mikroorganisme, sehingga makanan lebih tahan lama atau tidak mudah basi. Bahan pengawet alami tidak berbahaya bagi kesehatan manusia, misalnya pemanfaatan garam dapur untuk mengawetkan ikan asin. Namun bahan penggunaan pengawet sintetik dapat membahayakan tubuh. Contoh bahan pengawet sintetik adalah natrium benzoat, BHT (butil hidroksi toluena), BHA (butil hidroksi anisol), kalium nitrat, asam sitrat, kalium nitrit, dan lain-lain. Bahan-bahan tersebut sering dipakai oleh industri makanan sebagai bahan pengawet dalam makanan kaleng.

BHA dan BHT bersama asam sitrat juga sering digunakan untuk mengawetkan minyak agar tidak tengik. Nitrit biasa dipakai manusia untuk mengawetkan daging, padahal zat aditif ini dapat bereaksi dengan gugus amino dalam daging dan membentuk nitrosamina yang bersifat racun dan karsinogen. BHT&BHA menyebabkan kelainan kromosom pada orang yang alergi terhadap aspirin

c) Pemanis Buatan

Macam – Macam Pemanis Buatan:

Siklamat, sudah lama diteliti tidak dianjurkan untuk anak, kerap dicampur dengan pemanis lain. Citarasanya, menyenangkan, karena bisa menutupi rasa pahit dan mempertajam rasa dari campuran. Di Amerika sudah lama dilarang karena secara signifikan meningkatkan kejadian tumor buli – buli setelah penggunaan siklamat dan sakarin sebanyak 2500mg /kg/hari.Sakarin; (sweet and low) sudah dikenal 100 tahun lalu, namun masih diselidiki apakah mengandung zat Karsinogenik. manisnya 700 kali gulaAspartame; Nutrasweet,Equal) mengandung berbagai toksin yang meyebabkan gejala sakit kepala, alergi, dan gejala penyakit autoimun (autoimmune disease) serta menyebabkan penumpukan formaldehide ang merusak syaraf otakSucralose; Klorinasi gula(sucrose), sudah bayak ditemukan efek samping seperti timbul rasa cemas, serangan panik, sakit kepala, gelisah, alergi dan diare.Xylitol; biasanya akan terasa dingin jika mencair dalam mulut, sering dipakai pada permen , tablet hisapSorbitol; sudah dipakai selama 50 tahun terakhir. Sebagai pemanis , rasanya lembut, memberi efek dingin pada mulut.

Dampak bagi tubuh :

Tingkatkan resiko Obesitas, Meskipun mengandung rendah kalori, pemanis buatan meningkatkan nafsu anak untuk mengkonsumsi makanan yang rasanya manis. Itu bisa terjadi karena tingginya proses metabolisme dalam tubuh. Jadi anak akan mencari makanan manis lain dan meningkatkan asupan kalori mereka sehingga, bisa terjadi kelebihan berat badan. Selain Obesitas pengaruh pemanis buatan ini bila sering dikonsumsi adalah:Karies gigiDiabetes MellitusPanyakit kardiovaskuler,asteroklerosisBehavioral disturbance(sakit kepala, ganguan belajar, emosi dan mental)

Pemanis menyebabkan kanker kantong kemih (saccarin),gangguan saraf dan tumor otak (aspartan),mutagenik.

d) Mono Sodium Glutamat (MSG)

Menurut Russell Blaylock, penulis buku Excitotoxins – The Taste That Kills, MSG adalah excitotoxin yaitu zat kimia yang merangsang dan dapat mematikan sel-sel otak. Blaylock menyatakan bahwa MSG dapat memperburuk gangguan saraf degeneratif seperti alzheimer, penyakit Parkinson, autisme serta ADD (attention deficit disorder).

MSG juga meningkatkan risiko dan kecepatan pertumbuhan sel-sel kanker. Ketika konsumsi glutamat ditingkatkan, kanker tumbuh dengan cepat, dan kemudian ketika glutamat diblokir, secara dramatis pertumbuhan kanker melambat. Para peneliti telah melakukan beberapa eksperimen di mana mereka menggunakan pemblokir glutamat yang dikombinasi dengan pengobatan konvensional, seperti kemoterapi, dan hasilnya sangat baik. Pemblokiran glutamat secara signifikan meningkatkan efektivitas obat-obat anti kanker. MSG kerusakan otak,kelainan hati, trauma, hipertensi, stress, demam tinggi, mempercepat proses penuaan, alergi kulit, mual, muntah, migren, asma, ketidakmampuan belajar, dan depresi.

Berikut adalah beberapa efek samping dan gangguan spesifik yang berhubungan dengan

MSG menurut Blaylock:

a) Kejang

b) Mual

c) Alergi

d) Ruam

e) Serangan asma

f) Sakit kepala

g) Mulut terasa kering

h) Hilang ingatan

Hal lain yang juga yang perlu diwaspadai dari makanan cepat saji adalah bahaya yang terdapat pada kemasan. Sampai saat ini menurut Ketua Federasi Pengemasan Indonesia Hengky Darmawan di Indonesia sistem pengemasannya baru 10% yang sesuai aturan SNI. Pemilihan jenis kemasan harus memperhatikan food grade dan food safety (Kompas, 2003). Umumnya produsen jarang mempertimbangkan faktor kesehatan. Produsen memilih kemasan dengan pertimbangan tampilan yang menarik, melindungi produk yang dikemas dan faktor ekonomis.

Bahan yang selama ini digunakan memiliki beberapa dempak negatif bagi kesehatan,diantaranya:

plastik atau styrofoam (pembungkus mie instant dan nugget) bersifat mutagenik (mengubah gen) dan karsinogenik,PVC (polyvinyl clorida untuk pembungkus kembang gula) yang dapat menghambat produksi hormon testosteron (Atterwill dan Flack, 1992) ,kaleng (makanan buah, susu, makanan lauk-pauk) disinyalir mengandung timbal (Pb) dan VCM (Vinyl Chlorid Monomer) yang bersifat karsinogenik yaitu memacu sel kanker (Media Indonesia, 2003).

Dampak positif mengkonsumsi makanan siap saji:

- Hemat waktu dan biaya

- Praktis

- Mudah dalam persiapan

- Mudah ditemukan/didapat

Dampak negative mengkonsumsi makanan siap saji:

- Kurang dalam kandungan gizi

- Banyak mengandung Bahan Tambahan Pangan

- Bisa menyebabkan gangguan kesehatan/efek dalam jangka panjang sebab :

a. Kandungan garam sodium dan karbohidratnya sangat tinggi

b. mengandung bahan penyedap buatan seperti Monosodium Glutamat (Vetsin) yang membuat makanan terlalu gurih. Juga mengandung sakarin dan gula bit, sehingga makanan menjadi terlalu manis, akibatnya sulit diserap oleh tubuh.

c. bahan penyedap dan pengawet buatan yang membuat jenis makanan berwarna-warni jika dikonsumsi terus menerus akan membahayakan tubuh, sebab zat pewarna ini berasal dari bahan kimia.

- Penghamburan uang, makanan ringan banyak disukai karena kemasannya bagus, menarik, iklannya terus menerus ditayangkan di televise. Akibatnya membuat orang penasaran dan tertarik untuk mencoba makanan tersebut.

- Dapat mengurangi selera makan seseorang, sehingga dapat menghambat pertumbuhan.

7. Upaya Meminimalisasi Dampak Negatif

Untuk mengurangi dan meminimalisasi dampak negatif zat aditif makanan dapat di upayakan dengan beberapa cara antara lain :

a. Secara Internal

Mengurangi konsumsi makanan siap saji, meningkatkan konsumsi sayur dan buah-buahan serta mengkonsumsi vitamin. Beberapa vitamin diduga mengandung zat antikarsinogen diantaranya adalah Vitamin A, C, E banyak terdapat dalam sayur dan buah; asam folat terdapat dalam brokoli, bayam dan asparagus: Betakaroten, Vitamin B3 (niasin), vitamin D dalam bentuk aktif (1.25-hidroksi) terdapat pada mentega, susu, kuning telur, hati, beras dan ikan.Memberi pengertian pada keluarga tentang bahaya zat aditif, mengawasi, mengontrol pemberian dan penggunaan uang jajan dan membiasakan membawa bekal makanan sehat dari rumah

b. Secara Eksternal

Produsen; diperlukan kesadaran dan tanggung jawab produsen terhadap penggunaan zat aditif pada bahan pangan yang diproduksikan, memberikan informasi yang jelas komposisi makanan termasuk zat aditif yang ditambahkanPemerintah; melakukan pengawasan dan menindak tegas produsen yang melanggar aturan yang berlaku. Meneruskan kegiatan PMT-AS (Program Makanan Tambahan-Anak Sekolah) dengan memanfaatkan sumber makanan lokal.Non-pemerintah (LSM); memfasilitasi terbentuknya kelompok konsumen, mendorong peran serta masyarakat sebagai pengawas kebijakan publik, mengantisipasi kebijakan global yang berdampak pada konsumen, melakukan pengawasan dan bertindak sebagai pembela konsumen.

8. Tips untuk Menghindari Bahaya makanan dan minuman instan

Tips sehat mengkonsumsi fried chicken. Fried chicken bukan hanya di gemari di dalam negeri tetapi juga di luar negeri. Biasanya ayam yang disajikan adalah ayam ras yang dikembangbiakan dengan suntikan hormon sehingga tidak baik untuk tubuh. Kandungan minyak dan lemaknya sangat tinggi karena ayam digoreng dengan suhu yang tinggi sehingga minyak yang terserap juga sangat banyak. Untuk meminimalisir bahaya fast food ini, anda bisa menyisihkan kulit ayam dan hanya mengkonsumsi bagian dari ayam. Kulit ayam mengandung banyak lemak. Pilih dada ayam ketimbang bagian paha karena kandungan lemaknya sedikit. Konsumsi ayam dengan menu pendamping yang sehat seperti salad sayur.Tips sehat mengkonsumi nugget dan sosis. Sosis dan nugget adalah fast food andalan ibu-ibu bila malas memasak karena anda tinggal menggorengnya di dalam minyak panas sebagai lauk pauk ataupun jajanan untuk keluarga di rumah. Sosis dan nugget mengandung banyak sekali bahan perwarna dan pengawet buatan yang bisa memperberat kerja ginjal. Bahan yang digunakan untuk membuat makanan ini juga tidak diketahui dengan pasti. Bisa saja yang dipakai itu adalah tulang rawan, jeroan dan kulit yang bila dikonsumsi berlebihan tidak baik untuk kesehatan tubuh. Alangkah lebih baik bila anda mengkonsumsi fast food dalam porsi kecil bila perlu berbagilah dengan teman. Jangan lupa konsumsi buah dan sayur untuk mengurangi bahaya fast food yang anda santap.Tips sehat mengkonsumsi bakso. Bakso merupakan fast food yang bisa anda jumpai di mana-mana mau itu di pinggir jalan hingga di restoran berkelas. Mengkonsumsi bakso juga tak boleh sembarangan bila anda tak ingin merasakan bahaya fast food terhadap kesehatan tubuh. Bakso kurang sehat untuk dikonsumsi harian karena daging yang digunakan biasanya mengandung banyak lemak yang bisa memicu penumpukan kolesterol di dalam tubuh. Bahkan ada juga penjual nakal yang mencampur bakso dengan formalin dan boraks. Bila anda membeli bakso, minta si penjual untuk tidak menambahkan MSG. Perhatikan saos yang digunakan oleh si penjual. Bila tergolong tidak sehat, lebih baik anda tidak menggunakan saos. Tak ada salahnya bila anda meminta si penjual memberi lebih banyak sayur seperti tauge dan sawi untuk memenuhi kebutuhan serat dalam tubuh.Ketahui dampak buruk dan resiko penyakit yang bisa di timbulkan dari makanan siap saji. Salah atu cara ampuh untuk menghentikan suatu kebiasaan buruk adalah dengan mengetahui dampak negative dan resiko yang biasa di timbulkan dari kebiasaan buruk tersebut. Mengkonsumsi makanan siap saji yang kurang nutrisi memberikan dampak yang sangat tidak baik bagi kesehatan. Mulai dari masalah kegemukan, ancaman resiko terkena berbagai macam penyakit berbahaya dan mematikan, menurunnya kondisi kesehatan tubuh, sangat berdampak pada kondisi psikis yaitu bisa menimbulkan depresi.Ketahui kandungan gizi yang anda makan. Dengan mengetahui kandungan gizi dari makanan yang anda makan, anda akan lebih mudah mengatur keinginan anda untuk membeli makanan siap saji.Bulatkan tekad untuk berhenti mengkonsumsi makanan siap saji. Setelah anda mengetahui kerugian-kerugian dan dampak negative fast food bagi tubuh anda, tentunya saat ini sudah muncul niat dalam diri anda untuk menghentikan atau mengurangi kebiasaan buruk tersebut. Selanjutnya, bulatkan tekat untuk berhenti mengkonsumsi makan fast food.Hindari restoran fast food. Anda harus bertekat dan berniat kuat untuk menghindari restoran-restoran yang menjual makanan fast food. Kuatkan tekad anda untuk tidak mudah tergoda dengan makanan fash food yang biasanya anda makan.Beralih ke makanan sehat. Perlahan-lahan beralihlah ke makanan yang sehat seperti buah dan sayuran. Terus tumbuhkan kecintaan anda pada makanan sehat.Belajar memasak dan mencintai memasak. Cobalah untuk belajar memasak, jika anda meniliki kecintaan yang besar terhadap dunia masak-memasak maka akan timbul dengan sendirinya akan timbul keinginan anda untuk memasak sendiri aneka makanan yang anda inginkan. Utamakan memasak makanan yang sehat.

BAB III

PENUTUP

3.1. Kesimpulan

Makanan dan minuman siap saji yang dimaksud adalah jenis makanan dan minuman yang dikemas, mudah disajikan, praktis, atau diolah dengan cara sederhana. Makanan tersebut umumnya diproduksi oleh industri pengolahan pangan dengan teknologi tinggi dan memberikan berbagai zat aditif untuk mengawetkan dan memberikan cita rasa bagi produk tersebut. Makanan siap saji biasanya berupa lauk pauk dalam kemasan, mie instan, nugget, atau juga corn flakes sebagai makanan untuk sarapan. Makanan siap saji mengandung bahan pengawet, bahan pewarna, pemanis buatan, dan MSG yang sangat berbahaya bagi kesehatan. Untuk menghindari bahaya tersebut ada beberapa tips yang bisa digunakan seperti mengetahui dampak buruk dan resiko penyakit yang bisa ditimbulkan, mengetahui kandungan gizi makanan yang anda makan, beralih ke makanan sehat, belajar dan mencintai memasak dll.

3.2. Saran

Mengingat bahaya yang bisa ditimbulkan oleh makanan siap saji maka ada baiknya hindarilah atau setidaknya kurangilah makanan fast food sejak dini. Perhatikanlah makanan yang Anda konsumsi mulai sekarang, Karena sehat itu mahal harganya!

DAFTAR PUSTAKA

edi-macammacamartikel.blogspot.com/2011/12/10-macam-makanan-junk-food.html

books.google.co.id/books?id=mJ29JfPJewcC&pg=PA27&dq=dampak+makanan+instan+bagi+kesehatan&client=firefoxa&hl=id&cd=2#v=onepage&q=dampak%20makanan%20instan%20bagi%20kesehatan&f=false

books.google.co.id/books?id=G3V0d0x0GkC&pg=PA29&dq=dampak+makanan+instan+bagi+kesehatan&client=firefoxa&hl=id&cd=6#v=onepage&q=dampak%20makanan%20instan%20bagi%20kesehatan&f=false

books.google.co.id/books?id=RNEUaWSE0AC&pg=PA6&dq=dampak+makanan+instan+bagi+kesehatan&client=firefoxa&hl=id&cd=9#v=onepage&q=dampak%20makanan%20instan%20bagi%20kesehatan&f=false

www.eurekaindonesia.org/fenomena-makanan-siap-saji-dan-dampaknya-terhadap-kesehatan-konsumen/

informasitips.com/tips-mengatasi-kecanduan-fast-food

starbetzone.com/tips-untuk-menghindari-bahaya-fast-food

xamthoneplus.acepsuherman.com/2011/11/jus-manggis/dampak-negatif-makanan-cepat-saji-bagi-kesehatan/