Gangguan jiwa (mental disorder) telah menjadi masalah kesehatan global bagi setiap negara saat ini, tidak hanya di Indonesia (Depkes RI, 2008). Gangguan skizofrenia adalah salah satu jenis gangguan jiwa berat yang bersifat kronis dengan ciri relaps dan remisi, membutuhkan penatalaksanaan jangka panjang, dan umumnya menyerang usia produktif yakni antara 15-44 tahun (Davison, 2006).

Keluarga merupakan unit yang paling dekat dan merupakan perawat utama (caregivers) bagi penderita skizofrenia. Keluarga mempunyai peranan yang penting di dalam pemeliharaan atau rehabilitasi anggota keluarga yang menderita gangguan skizofrenia (Keliat, 1996). Keluarga adalah perawat utama (caregiver). Sementara di sisi lain, merawat penderita Skizofrenia sering menjadi stresor bagi keluarga yang sering dikenal dengan beban keluarga (family burden). Beberapa faktor yang yang berperan adalah rasa malu akibat perilaku penderita, kronisitas penderita yang seringkali membutuhkan perawatan seumur hidup, ketidakmampuan klien dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari, stigma di masyarakat menyebabkan penderita sulit mendapatkan jodoh, pekerjaan, diasingkan oleh lingkungan dan memerlukan pembiayaan yang tidak sedikit (Walton-Moss, 2005).

Beban yang dialami keluarga mulai dari beban fisik, mental, hingga ekonomi. Kelelahan fisik seringkali dirasakan keluarga dalam merawat penderita skizofrenia. Gejala-gejala yang dimunculkan penderita skizofrenia cukup mengganggu, apalagi penderita terkadang juga melakukan kekerasan. Keluarga juga sering mengalami stres dalam mengatasi perilaku penderita yang cenderung tidak realistik. Adanya anggapan bahwa bila memiliki anggota keluarga yang menderita skizofrenia adalah aib bagi keluarga juga menjadi beban pikiran keluarga. Selain itu, dampak ekonomi yang dialami keluarga yang merawat penderita skizofrenia berupa hilangnya hari produktif untuk mencari nafkah serta tingginya biaya perawatan yang harus ditanggung (Ingkiriwang, 2010). Jika beban keluarga tinggi maka akan mempengaruhi perawatan penderita skizofrenia karena keluarga adalah caregivers utama yang akan meningkatkan risiko kekambuhan dan menyebabkan prognosis yang lebih buruk (Taylor et al., 2005, Lauriello et al., 2001; Sadock and Sadock, 2010).

Pengetahuan keluarga tentang skizofrenia sangat membantu keluarga dalam memberikan perawatan yang benar bagi penderita dan akan membantu penderita menuju pemulihan. Dengan demikian maka beban keluarga akan berkurang. Untuk itu selalu dibutuhkan upaya-upaya untuk meningkatkan pengetahuan bagi keluarga (caregiver) tentang perawatan penderita. Pengetahuan yang benar tentang skizofrenia dapat ditingkatkan melalui psikoedukasi. Berdasarkan evidance ba sed practice, psikoedukasi keluarga adalah terapi yang digunakan untuk memberikan informasi pada keluarga sehingga peningkatan pengetahuan keluarga tercapai (Goldenberg, 2008). Psikoedukasi keluarga bukan hanya memulihkan keadaan penderita melainkan juga bertujuan untuk mengembangkan dan meningkatkan kemampuan keluarga dalam merawat penderita dan mengatasi masalah kesehatan jiwa dalam keluarga sehingga kemungkinan kambuh dapat dicegah

Walaupun medikasi antipsikotik adalah inti dari pengobatan skizofrenia, hasil penelitian telah menunjukkan bahwa intenvensi psikososial dapat memperkuat perbaikan klinis. Modalitas psikososial harus diintegrasikan secara cermat ke dalam regimen terapi obat dan harus mendukung regimen tersebut. Sebagian besar pasien skizofnenia mendapatkan manfaat dan pemakaian kombinasi pengobatan antipsikotik dan psikososial (Affrica and Schwartz, 1995; Sadock and Sadock, 2003).

Anosmia

26 August 2021 12:52:22 Dibaca : 21

Pernahkah anda mengalami gangguan penciuman? ini menyebabkan anda mengalami kesulitan untuk membau sesuatu dan apakah anda mengalami masalah tersebut hanya sebentar atau cukup lama?, Mari kita simak penjelasan berikut ini.

Gangguan penciuman disebut dengan Anosmia, hilangnya indera penciuman ini bisa terjadi seluruhnya atau atau sebagian saja, kondisi umum yang membuat seseorang mengalami anosmia yaitu seperti adanya iritasi di lapisan hidung, misalnya seperti alergi atau flu. Namun kondisi ini membuat anda mengalami anosmia sementara, namun jika ansomia terjadi cukup parah dan berlangsung lebih lama ini bisa terjadi masalah pada otak atau syaraf, misalnya seperti tumor otak atau trauma kepala. Meski anosmia bukanlah merupakan kondisi yang serius namun hal ini juga memiliki efek mendalam terhadap kualtas hidup seseorang, orang yang mengalami anosmia juga tidak sepenuhnya mencicipi makanan hingga efek orang tersebut kehilangan selera untuk makan, dengan begitu seseorang bisa memiliki berat badan atau asupan makanan yang kurang setiap harinya. 

Apa penyebab seseorang mengalami anosmia?

Anosmia ini sering terjadi karena pembengkakan pembengkakan pada hidung, namun ada beberapa penyebab lain yang menyebabkan seseorang mengalami hal ini, diantaranya kerusakan otak atau syaraf, di dalam hidung ada reseptor yang mengirimkan informasi melalui syaraf ke otak, jika jalur ini mengalami masalah atau rusak maka seorang akan bisa mengalami anosmia. Kerusakan reseptor hidung ini juga bisa terjadi ada beberapa hal yaitu:

-Lanjut Usia

-Alzeimer

-Masalah hormonal

-Parkinson

-Epilepsi

-Therapi Radiasi dan bebrapa kondisi lain. 

Iritaasi pada selaput lendir yang melapisi hidung bisa terjadi akibat

-Influenza

-Sinus Rhinitsi alergi

-Masuk angin

-Merokok

Namun anosmia yang disebabkan oleh hal ini, akan hilang dengan sendirinya. 

Kapan harus kedokter?

Periksakan ke dokter jika muncul keluhan tidak bisa mencium bau, terutama bila Anda tidak menderita pilek atau flu dan keluhan tersebut berlangsung lama.      Segera ke dokter jika Anda tiba-tiba tidak bisa mencium bau, atau bila disertai gejala pusing, lemah otot dan bicara yang kurang jelas.

Cara Mengobati

Pengobatan anosmia bertujuan untuk mengatasi penyebab yang mendasarinya. Jika penyebab anosmia dapat disembuhkan, otomatis anosmia juga akan sembuh. Bahkan, pada kasus anosmia yang disebabkan oleh alergi, pengobatan tidak diperlukan, karena kondisi ini akan sembuh dengan sendirinya.

Metode pengobatan anosmia tergantung pada penyebabnya, antara lain:

1. Pembedahan untuk mengatasi anosmia yang disebabkan oleh kelainan tulang hidung, tumor hidung, atau polip hidung

2. Penghentian konsumsi obat-obatan pada anosmia yang disebabkan oleh efek samping obat

3.Pemberian dekongestan untuk anosmia yang disebabkan oleh hidung tersumbat

4.Pemberian antibiotik untuk anosmia yang disebabkan oleh infeksi bakteri, termasuk sinusitis.

 

Psikologi Remaja Dan Permasalahannya

25 August 2021 01:11:56 Dibaca : 25

  Seperti yang kita ketahui Fase remaja adalah fase peralihan dari fase anak-anak menuju masa dewasa. Karakteristik yang bisa dilihat adalah adanya banyak perubahan yang terjadi baik itu perubahan fisik maupun psikis. Perubahan fisik yang dapat dilihat adalah perubahan pada karakteristik seksual seperti pembesaran buah dada, perkembangan pinggang untuk anak perempuan sedangkan anak laki-laki tumbuhnya kumis, jenggot serta perubahan suara yang semakin dalam. Perubahan mentalpun mengalami perkembangan. Pada fase ini pencapaian identitas diri sangat menonjol, pemikiran semakin logis, abstrak, dan idealistis. Periode ini disebut fase pubertas (puberty) yaitu suatu periode dimana kematangan kerangka atau fisik tubuh seperti proporsi tubuh, berat dan tinggi badan mengalami perubahan serta kematanagan fungsi seksual yang terjadi secara pesat terutama pada awal masa remaja. Kebutuhan lain dari remaja adalah teman sebaya, dimana teman sebaya adalah sangat penting bagi remaja untuk mengenal dunia diluar keluarga. Namun dalam interaksinya, remaja sering mengalami tekanan untuk mengikuti teman sebaya atau yang disebut konformitas (conformity) yang sangat kuat. Konformitas ada yang positif dan negatif. Konformitas muncul ketika individu meniru sikap, atau tingkah laku orang lain dikarenakan ada tekanan nyata maupun yang tidak nyata. Perilaku remaja yang menyimpang seperti berbuat onar, mencuri dan lain lain perlu mendapat perhatian khusus bagi orangtua, guru dan pemerhati pendidikan. Pertentangan dan pemberontakan adalah bagian alamiah dari kebutuhan para remaja untuk menjadi dewasa yang mandiri dan peka secara emosional. 

  Berhadapan dengn remaja tentunya berbeda dengan nerhadapan dengan anak kecil. Anak-anak kecil haru diasuh dengan cara yang bersifat melindungi dan agak otoriter. Mengapa hal itu dilakukan? karena pengetahuan dan pengalaman mereka tentang dunia jauh lebh sedikit, demikian juga dengn ruang lingkup mereka. karena itu mereka harus dilindungi dan dibantu. Setiap fase usia memiliki karakteristik khusus yang membedakannya dari fase-fase pertumbuhan yang lain. Demikian pula dengan fase remaja, memiliki ciri-ciri yang berbeda dan karakteristik yang berbeda pula dari fase kanak-kanak, dewasa dan tua. Selain itu, setiap fase memiliki kondisi-kondisi dan tuntutan- tuntutan yang khas bagi masing-masing individu. Oleh karena itu, kemampuan individu untuk bersikap dan bertindak dalam menghadapi satu keadaan berbeda dari fase satu ke fase yang lain. Hal ini tampak jelas ketika seseorang mengekspresikan emosinya.

Persahabatan

  Sahabat bagi remaja sangatlah penting karena dengan sahabat remaja dapat bercerita kepadanya dan mengetahui segala rahasia-rahasia yang tidak mungkin diceritakan kepada teman yang lain. Mereka ingin berbagi persoalan, minat, informasi dan rahasia sesama mereka. Mereka juga saling menenggang perasaan dan tidak inigin saling menyakiti. Persahabatan memainkan peran penting dalam membentuk pemikiran dan sikap remaja, dan juga dapat mempengaruhi kesejahteraan moral dan spiritual. Persahabatan dapat membuat lebih berani (atau nekad, tergantung bagaimana melihatnya), atau lebih ramah, atau lebih egois dan agresif daripada sifat remaja biasanya. Dalam persahabatan memiliki enam fungsi: kawan, pendorong, dukungan fisik, dukungan ego, perbandingan sosial, dan keakrapan atau afeksi.260 A. Berkaitan dengan kawan, persahabatan memberi anak-anak seorang teman bermain yang akrab, seseorang yang mau meluangkan waktu bermain bersama mereka.B. Berkaitan denganpendorong, persahabatan memberi anak-anak informasi, kegembiraan, dan hiburan yang menarik. C. Berkaiatan dengan dukungan fisik, persahabatan memberi waktu, sumber-sumber dan bantuan. D. Berkaitan dengan dukungan ego, persahabatan memberi harapan dukungan, dorongan semangat, dan umpan balik yang menolong anak- anak mempertahankan suatu kesan yang tentang diri sendiri sebagai orang yang bekompeten, menarik dan berharga. E. Berkaitan dengan perbandingan sosial, persahabatan memberikan informasi tentang posisi seorang anak berhadapan dengan anak lain dan apakah anak melakukan sesuatu dengan baik.

Permasalaahan dengan Masalah Majemuk

  Setiap tahap usia remaja mempunyai tugas perkembangan yang harus dilalui. apabila seseorang gagal melaksanakan tugas perkembangan pada usia sebenarnya, perkembangan pada tahap berikutnya akan meengalami gangguan, lalu mencetuskan masalah pada diri remaja. Pada usia ini remaja mencoba mencari penyesuaian diri dengan kelompoksebayanga. Dia mulai memerhati pendapat orang lain, selain menginginkan kebebasan dan keyakinan diri. Secara psikologi, kenakalan remaja wujud daripada konflik yang tidak diselesaikan dengan baik pada masa kanak-kanak, sehingga fase remaja gagal dalam menjalani proses perkembangan jiwanya. Bisa juga terjadi masa kanak- kanak dan remaja berlangsung begitu singkat berbanding perkembangan fisikal, psikologi dan emosi yang begitu cepat.

  Pengalaman pada masa anak-anak ataü pada masa lampaunya yang menimbulkan traumatik seperti dikasari atau yang lainnya dapat menimbulkan gangguan pada fase pertumbuhannya. Begitu juga, mereka ada tekanan dengan lingkungan atau status sosial ekonomi lemah yang dapat menimbulkan perasaan minder. Hal itu dikarenakan remaja belum stabil dalam mengelola emosinya. Dalam masa peralihan remaja dihadapkan pada masalah-masalah penguasaan diri atau kontrol diri. Pertentangan dan pemberontakan adalah bagian alamiah dari kebutuhan para remaja untuk menjadi dewasa yang mandiri dan peka secara emosional.261 Remaja suka memberontak dan idealis kadang-kadang ketegangan-ketegangan sering terjadi dengan menantang orangtua, guru dan orang-orang yang ada di sekitar mereka, dengan gagasan-gagasannya yang kadang berbahaya dan kaku. Persoalan-persoalan lain remaja yang membuat kita prihatin yang terjadi dalam rutinitas sehari-hari adalah tidur larut malam, tidak betah tingal di rumah, mencuri, berbohong, merokok, bersumpah dengan bahasa yang tidak jelas.

Pencegahan dan Penanganan

  Selain memahami gejala-gejala yang berkurang, remaja yang terjerumus dalam kebiasaan bermasalah, seorang pendidik perlu mengembangkan program yang dapat mengurangi masalah masalah. Diantara program tersebut adalah."1. Memberikan Perhatian yang intensif secara individual. Pada program- program yang berhasil, remaja muda dipasangkan dengan seorang dewasa yang bertanggung jawab. 2. Pendekatan kolaboratif yang melibatkan banyak agensi di seluruh komunitas. Filosofis dari komunitas adalah penting menyediakan program dan layanan. 3. Identifikasi dan penanganan awal. Merangkul anak-anak dan keluarganya sebelum anak-anak mengembangkan berbagai masalah, atau masih berada di tahap awal dari masalahnya, adalah strategi yang berhasil. Dalam perkembangan remaja yang penuh gejolak, peranan keluarga, sekolah, masyarakat dan juga kebijakan pemerintah dalam dunia pendidikan ikut andil besar Peranan media massa seperti televisi, internet, tabloid, koran dan majalah juga memiliki kekuatan besar bagi kepentingan yang dominan dalam masyarakat.

Program Studi Kesehatan Masyarakat memiliki visi dan misi yang mengacu kepada visi dan misi Fakultas dan Universitas, meskipun kemudian direview kembali menyesuaikan trend nilai dan harapan stakeholders. Program studi Kesehatan Masyarakat telah memiliki struktur organisasi yang cukup lengkap. Sementara itu,tugas-tugas akademik Program Studi dilaksanakan oleh Ketua Program Studi yang dibantu oleh Sekretaris dan staf Program studi.

Proses pembelajaran didukung oleh tenaga dosen dengan kualifikasi S3 dan S2. Jumlah tenaga dosen tetap yang bidang keahliannya sesuai dengan program studi memiliki jenjang pendidikan S3 (Doktor) sebanyak 8 orang (47%) sedangkan jenjang pendidikan S2 sebanyak 9 orang (53 %) kemudian ada 7 dosen (41,1%) telah memiliki jabatan fungsional akademik dengan tingkat lektor kepala serta ditunjang oleh 13 dosen (76,5%) yang telah diakui sebagai dosen profesional atau telah tersertifikasi. Pada setiap tahun penerimaan mahasiswa, selalu menunjukkan peningkatan minat masyarakat terhadap program studi yang ditunjukkan dengan peserta atau calon mahasiswa melebihi kuota yang ditetapkan. Program studi Kesehatan Masyarakat Universitas Negeri Gorontalo memiliki Visi dan Misi sebagai berikut:

Visi : Menjadi Program Studi yang Unggul dan Profesional dalam Bidang Kesehatan Masyarakat di Kawasan Asia Tenggara Tahun 2035

Misi: Misi PS Kesehatan Masyarakat mencakup skala lokal, regional, nasional dan internasional yang secara spesifik adalah:

1. Menyelenggarakan pendidikan dan pembelajaran kesehatan masyarakat yang berkualitas dengan berbasis lapangan dan teknologi Informasi (IT).

2. Melakukan penelitian untuk mengembangkan Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Seni (IPTEKS) dalam bidang Kesehatan Masyarakat.

3. Melakukan pengabdian kepada masyarakat untuk meningkatkan derajat kesehatan dan kesejahteraan keluarga yang optimal berdasarkan aspek promotif dan preventif baik di tingkat lokal, regional dan nasional.

4. Meningkatkan kualitas kerjasama untuk pengembangan keilmuan dibidang kesehatan masyarakat baik regional, nasional maupun internasional.

Kompetesi Program Studi: 

Setiap Mahasiswa yang lulus dari Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Negeri Gorontalo wajib memiliki kompetensi seperti yang dituangkan dalam Standar Nasional Pendidikan Kesehatan Masyarakat yang telah ditetapkan oleh AIPTKMI dan IAKMI, 2012 yakni :

1. Mampu melakukan kajian dan analisis situasi (analitic/assessement skills)

Analisis situasi yang dilakukan di PS Kesehatan Masyarakat menekankan pada aspek promotif dan preventif khususnya analisis pangan dan permasalahan kesehatan lingkungan.

2. Mampu mengembangkan kebijakan dan Perencanaan Program (policy development/program planing skills)

Kebijakan dan perencanaan program dalam bidang gizi dan kesehatan lingkungan diantaranya yaitu berhasil dikeluarkan Peraturan Daerah Provinsi Gorontalo Nomor 3 Tahun 2015 tentang Pembelajaran Ilmu Gizi Berbasis Makanan Khas Daerah Gorontalo.

3. Mampu berkomunikasi secara efektif (communication skills)

Setiap lulusan Kesehatan Masyarakat memiliki kemampuan berkomunikasi baik secara lisan maupun tulisan dalam penyampaian pesan/informasi kesehatan.

4. Mampu memahami budaya setempat (cultural competency skills)

Setiap alumni dapat meninjau faktor budaya setempat yang dapat mempengaruhi status kesehatan individu maupun kelompok dalam kearifan lokal.

5. Mampu melaksanakan pemberdayaan masyarakat (community empowerment)

Setiap lulusan mampu melaksanakan kegiatan pemberdayaan masyarakat dalam hal mengenal penyakit dan dampaknya terutama untuk masalah gizi dan kesehatan lingkungan.

6. Memiliki penguasaan ilmu kesehatan masyarakat ( public health science skills)

Setiap lulusan mampu menguasai dan mengaplikasikan ilmu kesehatan masyarakat baik dalam permasalahan regional dan nasional.

7. Mampu dalam merencanakan keuangan dan terampil dalam bidang manajemen (financial planning and management skills)

Memiliki keterampilan manajerial dalam pengelolaan keuangan di Instansi kesehatan.

8. Memiliki kemampuan kepemimpinan dan berfikir sistem (leadership and system thinking skills)

Memiliki teknik-teknik kepemimpinan yang profesional dalam bidang kesehatan dengan melihat berbagai sudut pandang.

 

 

Program Merdeka Belajar

21 August 2021 23:40:39 Dibaca : 19

  Merdeka belajar episode 7 resmi diluncurkan dengan program sekolah penggerak, kali ini Kemendikbud menggandeng pemerintah daerah dalam mendukung program agar dapat mencapai tujuan nasional pendidikan. Kita tahu bahwa dalam mencapai tujuan perjalanan masih sangat panjang dan kta harus berani mengkoeksi kesalahan dimasa lalu, Program sekolah penggerak merupakan bagin dari proses transformasi sekolah Indonesia, yang dimulai akiba evaluasi menyeluruh terhadap sistem pendidikan Indonesia dan setelah menyikapi hasil PISA dan TIMM yang menempatkaan Indonesia berada diposisi bawah dari negara-negara lain. Tentulah Indonesia harus bereaksi dan mengevaluasi, karena masa depaan bagsa dipertaruhkan.  

  Mendikbud Nadiem Makrim seorang teknokrat muda, berani mengabil langkah transformasi (tidak menggunakan istilah reformasi) pendidikan, dengan slogan merdeka belajar yang diluncurkan secara berseri, bertujuan me-reposisi arah pendidikan tanpa menghancurkan bangunan lamanya. Maka kamipun ikut bertransformasi, lembaga penjaminan mutu pendidikan pun dilebur dngan kantor PAUD-Dkms disetiap Provinsi untuk membentuk balai besar penjaminan mutu pendidikan. Hal ini sejalan dengan peleburan direktorat jendral masing-masing di level kementrian, Mari kita menunggu hasil transformasi ini nanti setelah berjalan, harapannya adalah Indonesia dapat mencapai tujuan nasional pendidkan, sesua dengan yang kita rencanakan.