KATEGORI : kumpulan tugas kulia

Artikel hukuman Mati di Riyadh

20 February 2013 14:10:41 Dibaca : 469

NAMA : Meyske Ali

KELAS : F / MANAJEMEN

TUGAS : PKN

Artikel hukuman Mati di Riyadh

Riyadh, Otoritas Arab Saudi menghukum pancung 4 orang yang dinyatakan bersalah atas kasus perampokan dan pembunuhan. Keempat narapidana ini terdiri atas 3 warga negara Saudi dan seorang warga negara Palestina.

Menurut keterangan Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi, dua orang narapidana dieksekusi mati di suatu lokasi di wilayah Jizan, Selasa (11/9) waktu setempat. Kedua pria ini terbukti bersalah atas dakwaan perampokan bersenjata.

"Mohammed bin Ahmed Kharmi dan Musa bin Nohsen Kharmi memancing seorang pria dan kemudian menembakinya," demikian pernyataan Kementerian Dalam Negeri, seperti dikutip Saudi Press Agency (SPA) dan dilansir Asia One, Rabu (12/9/2102).

Keduanya kemudian mencuri uang yang dibawa korban, padahal uang tersebut milik perusahan tempat korban bekerja. Meski korban hanya luka-luka, namun keduanya tetap divonis mati karena hakim mempertimbangkan bahaya dan dampak dari kejahatan yang mereka lakukan.

Sementara itu, seorang pria Palestina yang bernama Wael Anbar dieksekusi mati di Jeddah, Laut Merah. Wael divonis mati karena menikam seorang pria berkebangsaan Yaman, Naser Haqqash, hingga tewas.

Siang harinya, seorang pria Saudi bernama Saad al-Mansuri dieksekusi mati di kota Buraida. Saad terbukti bersalah menembak mati seorang rekannya, Munif al-Mawati, dengan senapan otomatis setelah keduanya terlibat pertikaian.

sumber:http://www.google.com/search?q=hukuman+mati+di+riad&ie=utf-8&oe=utf-8&aq=t&rls=org.mozilla:id:official&client=firefox-a

A Strategis Guide to Personalized Medicine

20 February 2013 14:04:44 Dibaca : 395

Nama:Meyske Ali

Kelas:F Manajemen

NIM :931412187

tugas UTS: Bahasa Inggris

 

A Strategist’s Guide to Personalized Medicine

Breakthroughs in pharmaceutical innovation are poised to change the prevailing business model of the industry — with dramatic effects on healthcare costs and practice.

by Avi Kulkarni and Nelia Padilla McGreevy

Photo illustration by Pierre Doucin

One of the most innovative medications of recent years is Novartis’s imatinib, which is marketed as Gleevec. Introduced in 2001, it set a record for the fastest approval time by the U.S. Food and Drug Administration (FDA), and in 2011 had US$4.3 billion in sales. Imatinib was the first of a new class of drugs that act by inhibiting a specific enzyme — in this case, a receptor called tyrosine kinase — that is characteristic of particular cancer cells. Because only certain cancers will respond to imatinib, it is prescribed only for patients identified by specific diagnostic tests (for example, the Philadelphia chromosome abnormality test).

Imatinib is an example of the products emerging from a new pharmaceutical field known as personalized medicine, or PMx: the tailoring of drugs and other treatments to specific populations, based on their genetic profiles or other differentiating factors. (We use the abbreviation PMx to echo Rx for prescription medicine and Dx for diagnostic tests.) The underlying technology for PMx marries advances in diagnostic biotech, such as rapid gene sequencing, with a profound expansion of scientists’ understanding of molecular disease pathways. Another example is Genomic Health’s Oncotype DX breast cancer test, introduced in 2004, which uses an analysis of multiple genetic variations to determine which cancers are likely to recur for a particular individual. It also indicates which patients are likely to benefit from chemotherapy. The results of this test can help physicians avoid prescribing drugs with no medical value; because those drugs often have severe side effects, the test greatly benefits patients as well.

The concept of personalized medicine is only 15 years old, and it does not have a perfect track record; some of its medications have failed to get regulatory approval or to be profitable in the marketplace. But where it has proven successful, it is creating a fundamentally new value proposition for healthcare businesses. It represents a game-changing trend for healthcare providers (hospitals and individual physicians); payors, including Medicare and private insurance; and patients, who can have a far more participative role in their own care than they would without PMx. When physicians and patients can draw upon a wealth of genetic and biological data, personalized therapy will become the norm, not the relatively rare occurrence it is today.

The greatest impact of this new approach to individualized diagnosis and treatment will probably be felt in the pharmaceutical industry. Leading pharmaceutical companies have long relied on innovation to expand the frontiers of better health — and to financially sustain their businesses. But that capacity for launching new products is under severe strain today. Many pharmaceutical companies have recently seen their research and development productivity erode. Biotech startups have struggled to turn their scientific advances into viable drugs. Companies have resorted to alternatives such as vaccines, preventive care, and geographical outreach for profits, but no pharma industry breakthrough has come along recently to create a promising pipeline of new products. PMx offers the potential for just that sort of breakthrough.

Thus, despite the disruptive nature of personalized medicine, the pharmaceutical industry is emerging as a driving force in this field. The list of early PMx adopters includes some industry giants: Roche, Pfizer, Novartis, and Lilly. The field is also populated with upstart companies such as Genomic Health, XDx, and Prometheus Labs that offer specialized approaches to segmenting disease, as well as the recognized pioneers in personal genomics: 23andMe, deCODE Genetics, and DNA Direct. In adopting PMx, they are all embracing a new healthcare model that emphasizes segmentation of patients, and decisions and practices tailored to individuals or small groups. Although this approach might lead to smaller revenue pools for pharmaceutical producers, PMx can actually improve their profits. A business model based on differentiated products can reduce the system-wide costs and complications of one-size-fits-all medications, provide new opportunities for marketing, and establish new efficiencies in production and distribution.

Menulis akademik

20 February 2013 13:27:33 Dibaca : 494

Tugas bahsa Indonesia

LANGKAH-LANGKAH MENULIS AKADEMIK

A. Pengertian Menulis Akademik

Menulis akademik merupakan kegiatan yang bertujuan untuk menghasilkan tulisan akademik. Tulisan akademik ialah karya tulis yang disusun akademisi untuk memperoleh gelar akademik, misalnya disertasi untuk mencapai gelar doktor (S-3), tesis untuk mencapai gelar master (S-2), skripsi untuk mencapai gelar serjana (S-1).

Menulis akademik dibagi menjadi 2 yaitu:

1. Menulis makalah

2. Menulis laporan

Penulisan akademik adalah penulisan yang dijalankan secara ilmiah atau saintifik. Dengan mengkaji secara teratur dan teliti suatu persoalan. Dan penulisan akademik berbeda dari kaedah-kaedah penulisannya seperti, penulisan novel yang berasaskan khayalan atau rekaan dan generalisasi daripada pengalaman.

Kaedah saintisfik berasaskan kepercayaan bahwa dimana suatu fenomena memiliki keterangan-keterangan tertentu, yaitu tiap-tiap kesan mempunyai sebab. Kaedah ini berasaskan idea bahwa kesimpulan hanya boleh diterima bila diikuti dengan bukti.

Seorang penulis akademik harus mengumpulkan data secara objektif, tidak berat sebelah dalam mengumpulkan data yang disertai kebenaran hipotesis dan mengabaikan yang tidak mengikuti kehendak pribadi penyelidik. Untuk menjadikan pengetahuan biasa menjadi pengetahuan ilmiah (Sains), kita harus melalui jalan yang panjang.

Proses yang disebut sebagai kaedah ilmiah dapat disusun seperti berikut:

1. Pengumpulan data dan fakta

2. Pengamatan data dan fakta

3. Pemilihan data dan fakta

4. Penggolongan data dan fakta

5. Penafsiran data dan fakta

6. Kesimpulan umum

7. Perumusan hipotesis

8. Pengujian terhadap hipotesis melalui kajian dan percobaan empiris

9. Penilaian, menerima atau menolak atau menambah, ataupun merubah hipotesis

10. Perumusan teori ilmu pengetahuan

11. Perumusan dalil atau hukum ilmu pengetahuan

B. Ciri-Ciri Penulisan Akademik

Secara ringkas ciri-ciri penulisan akademik adalah sebagai berikut:

1. Menyampaikan fakta secara sistematik atau mengemukakan hukum alam kepada situasi yang spesifik

2. Penulisannya cermat, tepat, benar, dan tidak membuat andaian.

3. Tidak menulis untuk memenuhi kehendak golongan-golongan tertentu.

4. Penulis hanya menulis untuk memaklumkan tentang sesuatu dan tidak bersifat prejudis.

5. Penulisan akademik bersifat sistematik. Setiap langkah direncanakan secara sistematik, konseptual, dan mengikuti prosedur yang jelas.

6. Penulisan akademik tidak bersifat emosional. Ia menggunakan sebab-musabab dan pengertian sesuatu masalah atau persoalan. Kata-katanya mudah didefenisikan.

7. Setiap pandangan yang dikemukakan disertai dengan bukti.

8. Menulis dengan jujur dan hanya mengemukakan kebenaran. Tidak ada kenyataan-kenyataan yang boleh menimbulkan keraguan.

9. Penulisan akademik tidak bersifat argumentatif. Rumusan yang dibuat dalam penulisan akademik akan membiarkan fakta berbicara sendiri.

10. Penulisan akademik tidak bersifat persuasif. Jika penulisan berkenaan berjaya mengubah pandangan pembaca, itu bukan melalui kaedah persuasif, argumentasi, perselisihan pendapat dan protes, tetapi melalui fakta yang berdiri atau berbicara sendiri.

11. Penulisan akademik tidak akan memutar-belitkan fakta karena akan merusak tujuan penulisan akademik. Ia juga tidak akan melebih-lebihkan sesuatu karena ia akan menunjukkan motif penulis yang mementingkan dirinya sendiri.

C. Langkah-Langkah Menulis Akademik

Adapun langkah-langkah pada proses penulisan akademik adalah sebagai berikut:

1. Merencanakan

Sebagai kegiatan yang kompleks, menulis membutuhkan perencanaan yang memadai. Dalam proses perencanaan, kegiatan-kegiatan berikut sangat penting diperhatikan sebagai penulis.

a. Mengumpulkan bahan

Hampir semua penulis mengumpulkan segala sesuatu yang mereka perlukan berupa data, informasi, bacaan sebelum memulai menulis. Tahap seperti inilah yang pada hakikatnya sebagai tahap pengumpulan bahan untuk menulis.

b. Menentukan tujuan dan bentuk

Dalam penulisan ilmiah, tujuan dan bentuk yang dipilih sering ditentukan oleh situasi. Misalnya, dalam membuat laporan penelitian, format dan tujuan laporan mungkin sudah ditentukan oleh sponsor atau pemberi dana peneliti. Segala usaha lain untuk memperluas tujuan yang telah ditentukan itu pada umumnya cukup bermanfaat.

c. Menentukan pembaca

Pembaca yang berbeda akan memerlukan bacaan yang berbeda pula. Oleh karena itu, penulis perlu mengetahui keadaan pembaca sebaik-baiknya. Apakah pembaca tulisan kita nanti itu memiliki pengetahuan cukup banyak atau sedikit tentang bidang yang kita tulis dan apa yang diharapkan atau diinginkan pembaca dari informasi yang disampaikan oleh penulis. Penulis perlu mengetahui apa yang diinginkan, yang diperlukan, atau yang diharapkan oleh pembaca.

2. Menulis

Bagi kebanyakan penulis yang sudah profesional, biasanya situasi memaksa mereka untuk menulis sebelum benar-benar siap. Penulis yang belum berpengalaman sering kurang tepat dalam memperkirakan waktu yang diperlukan untuk mengembangkan ide menjadi kata-kata tidak diperhitungkan. Dalam penulisan ilmiah, karena kompleksnya isi dan adanya batas waktu yang sudah pasti, lebih baik menulis seawal mungkin, lebih-lebih penulis sudah mempersiapkan bahan sebagai bahan dasar penulisan, dan paling akhir sedikit menyusun draf untuk mencapai hasil akhir.

3. Merefleksikan

Teknik yang sering digunakan oleh penulis karangan ilmiah, sebelum merangkum karangannya mereka merefleksikan apa yang sudah mereka tulis. Kesempatan ini memungkinkan penulis memperoleh perspektif yang segar tentang kata-kata yang pada mulanya tampak sangat betul tetapi kemudian terasa salah.

4. Merevisi

Mengerjakan revisi merupakan langkah yang sangat penting untuk menghasilkan tulisan yang baik. Akan tetapi, hal ini seringkali kurang mendapat perhatian dibandingkan dengan langkah-langkah yang lainnya. Revisi, perbaikan, dan penyempurnaan tulisan yang dilaksanakan secara berhati-hati dan seksama dapat menghasilkan tulisan yang jelas, terarah, terfokus sesuai dengan keinginan penulis dan pembaca. Penulis perlu merasakan masalah yang mungkin muncul dan menuntut perbaikan dari penulisnya sendiri sehingga tulisan yang dihasilkan menjadi lebih baik dan layak baca.

Tulisan ilmiah selalu membawa nama penulisnya. Oleh karena itu, penulis sebaiknya tidak terlalu cepat puas dengan apa yang pernah ditulisnya. Upayakan jangan sampai para pembaca tidak dapat memahaminya, atau salah menginterpretasi serta menafsirkan tulisannya karena tidak jelas arah, fokus, dan tujuannya.

D. Kesalaham-Kesalahan Umum Saat Menulis Akademik

Pada saat menulis akademik mungkin ada beberapa kesalahan saat menulis yang dengan mudah diperiksa sementara merevisi. Kesalahan yang sering terjadi adalah sebagai berikut:

1. Kesalahan ejaan

Kesalahan ejaan disebabkan karena budaya mobile messaging, perubahan besar dalam ejaan kata-kata karena salah pengetikan.

Contoh:

Telah datang didepan “u” (salah)

Telah datang didepan “Anda” (benar)

Maka dari itu kita harus berhati-hati dalam mengeja kata-kata secara akurat saat menulis esai formal atau segala macam makalah akademik. Lebih baik jika anda tidak tergantung pada spell check perangkat lunak itu.

2. Kesalahan tata bahasa

Kita sering gagal untuk menjelaskan ide utama karena penggunaan tata bahasa yang salah. Alasan dibalik kesalahan itu adalah pandangan yang lebih luas dari topik. Sementara menyebutkan informasi ini, kita membuat pergeseran dalam tindakan yang membingungkan anda dalam memilih kata kerja tertentu. Untuk menghindari kesalahan tata bahasa tersebut, selalu menggunakan kata kerja dasar dan mengendalikan aliran kertas anda.

3. Kesalahan ketik

Jenis kesalahan yang sangat sulit ditemukan dalam penulisan akademik. Anda melakukan kesalahan seperti saat mengetik misalnya mengetik “lalu” bukan “than”. Bahkan perangkat lunak mengetik kadang-kadang tidak dapat menemukan kesalahan-kesalahan ini. Sehingga untuk menghindari kesalahan pengetikan, kita harus membiasakan diri untuk merevisi setiap ayat untuk menghindari kesalahan pengetikan.

4. Mengandalkan ejaan perangkat lunak

Seorang penulis akademis yang cerdas dan berkualitas tidak akan pernah mengandalkan perangkat lunak ejaan karena kadang-kadang perangkat lunak ini tidak dapat memeriksa segala macam kesalahan dengan baik dan benar. Hanya mata manusialah yang cukup efisien untuk memeriksa segala macam kesalahan dengan benar.

sumber:pendidikanmatematika2011.blogspot.com/.../langkah-langkah-menul

moderen market Vs traditional market

20 February 2013 13:20:58 Dibaca : 7863

makalah ekonomi mikro

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Maraknya pembangunan pasar modern seperti hypermarket dan supermarket telah menyudutkan pasar tradisional di kawasan perkotaan, karena menggunakan konsep penjualan produk yang lebih lengkap dan dikelola lebih profesional. Kemunculan pasar modern di Indonesia berawal dari pusat perbelanjaan modern Sarinah di Jakarta pada tahun 1966 dan selanjutnya diikuti pasar-pasar modern lain (1973 dimulai dari Sarinah Jaya, Gelael dan Hero; 1996 munculnya hypermarket Alfa, Super, Goro dan Makro; 1997 dimulai peritel asing besar seperti Carrefour dan Continent; 1998 munculnya minimarket secara besar-besaran oleh Alfamart dan Indomaret; 2000-an liberalisasi perdagangan besar kepada pemodal asing), serta melibatkan pihak swasta lokal maupun asing. Pesatnya perkembangan pasar yang bermodal kuat dan dikuasai oleh satu manajemen tersebut dipicu oleh kebijakan pemerintah untuk memperkuat kebijakan penanaman modal asing.hal ini menyebabkan eksistensi pasar tradisional semakin terdesak bahkan menyebabkan keterbatasan pasar tradisional untuk berkembang. Untuk mempertahankan eksistensi dan meningkatkan potensi pasar tradisional sebagai penggerak ekonomi rakyat kecil, diperlukan sebuah model pengembangan pasar tradisional, dimana pemerintah berperan sebagai pengatur alokasi peran para stakeholders dan penyusun regulasi. Regulasi mengenai pasar tradisional dan pasar modern harus mengatur tentang pembagian zona usaha, jam buka, harga barang, dan jenis retailer. Strategi yang dapat digunakan untuk mengatur harga barang yaitu dengan melakukan pembedaan produk dan harga, serta melalui peraturan perpajakan dan pengelolaan retribusi yang efisien. Disamping itu juga diperlukan sumber daya manusia pengelola pasar tradisional yang bermanajemen modern namun tetap mempertahankan cita rasa khas pasar tradisional.

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah di atas serta dengan menyesuaikan dengan judul yang di angkat,rumusan masalah sebagai berikut :

Perbedaan antara pasar tradisional dan pasar modernCirri – cirri pasar tradisional dan passer modernKeuntungan dan kelemahan pasar trdisional dan pasar moderenPengaruh pasar modern terhadap eksistensi pasar tradisionalMengapa pasar tradisional mengalami keterbatassan untuk berkembang..?Mengapa konsumen lebih memilih pasar modern dibandingkan pasar tradisional..?C. Tujuan

Adapun tujuan dari makalah ini yaitu menjelaskan tentang :

Menjelaskan perbedaan antara pasar tradisional dengan pasar modernMenjelaskan tentang cirri – cirri passer tradisional dan pasar modernMenjelaskan keuntungan dan kelemahan pasar tradisional dan pasar modernMenjelaskan pengaruh yang ditimbulkan oleh pasar modern terhadap eksistensi pasar tradisionalMenjelaskan mengapa pasar tradisional mengalami keterbatasan untuk berkembangMengapa konsumen lebih memilih passer modern dibandingkan dengan pasar tradisional…?

BAB II PEMBAHASAN

A.Ruang Lingkup Pasar Tradisional Dan Pasar Mederen

Pasar adalah salah satu dari berbagai sistem, institusi, prosedur, hubungan sosial dan infrastruktur dimana usaha menjual barang, jasa dan tenaga kerja untuk orang-orang dengan imbalan uang. Barang dan jasa yang dijual menggunakan alat pembayaran yang sah seperti uang fiat. Kegiatan ini merupakan bagian dari perekonomian. Ini adalah pengaturan yang memungkinkan pembeli dan penjual untuk item pertukaran. Persaingan sangat penting dalam pasar, dan memisahkan pasar dari perdagangan. Dua orang mungkin melakukan perdagangan, tetapi dibutuhkan setidaknya tiga orang untuk memiliki pasar, sehingga ada persaingan pada setidaknya satu dari dua belah pihak. Pasar bervariasi dalam ukuran, jangkauan, skala geografis, lokasi jenis dan berbagai komunitas manusia, serta jenis barang dan jasa yang diperdagangkan. Beberapa contoh termasuk pasar petani lokal yang diadakan di alun-alun kota atau tempat parkir, pusat perbelanjaan dan pusat perbelanjaan, mata uang internasional dan pasar komoditas, hukum menciptakan pasar seperti untuk izin polusi, dan pasar ilegal seperti pasar untuk obat-obatan terlarang.

Dalam ilmu ekonomi mainstream, konsep pasar adalah setiap struktur yang memungkinkan pembeli dan penjual untuk menukar jenis barang, jasa dan informasi. Pertukaran barang atau jasa untuk uang adalah transaksi. Pasar peserta terdiri dari semua pembeli dan penjual yang baik yang memengaruhi harga nya. Pengaruh ini merupakan studi utama ekonomi dan telah melahirkan beberapa teori dan model tentang kekuatan pasar dasar penawaran dan permintaan. Ada dua peran di pasar, pembeli dan penjual. Pasar memfasilitasi perdagangan dan memungkinkan distribusi dan alokasi sumber daya dalam masyarakat. Pasar mengizinkan semua item yang diperdagangkan untuk dievaluasi dan harga. Sebuah pasar muncul lebih atau kurang spontan atau sengaja dibangun oleh interaksi manusia untuk memungkinkan pertukaran hak (kepemilikan) jasa dan barang.dibawah ini merupakan dua jenis pasar yang saling ada intervensi antara satu dengan yang lainnya yaitu pasar tradisional dan pasar modern.

Perbedaan Pasar Tradisional dengan Pasar Moderen

Pasar tradisional merupakan tempat bertemunya penjual dan pembeli serta ditandai dengan adanya transaksi penjual pembeli secara langsung dan biasanya ada proses tawar-menawar, bangunan biasanya terdiri dari kios-kios atau gerai, los dan dasaran terbuka yang dibuka oleh penjual maupun suatu pengelola pasar. Kebanyakan menjual kebutuhan sehari-hari seperti bahan-bahan makanan berupa ikan, buah, sayur-sayuran, telur, daging, kain, pakaian barang elektronik, jasa dan lain-lain. Selain itu, ada pula yang menjual kue-kue dan barang-barang lainnya. Pasar seperti ini masih banyak ditemukan di Indonesia, dan umumnya terletak dekat kawasan perumahan agar memudahkan pembeli untuk mencapai pasar.

Dibawah ini merupakan contoh pasar tradisional

Sumber:http://www.google.com/search?hl=id&sclient=psy.

Pasar moderen tidak banyak berbeda dari pasar tradisional, namun pasar jenis ini penjual dan pembeli tidak bertransakasi secara langsung melainkan pembeli melihat label harga yang tercantum dalam barang (barcode), berada dalam bangunan dan pelayanannya dilakukan secara mandiri (swalayan) atau dilayani oleh pramuniaga. Barang-barang yang dijual, selain bahan makanan makanan seperti; buah, sayuran, daging; sebagian besar barang lainnya yang dijual adalah barang yang dapat bertahan lama. Contoh dari pasar modern adalah pasar swalayan dan hypermarket, supermarket, dan minimarket.berikut ini merupakan contoh passer modern,

Sumber:http://www.google.com/search?hl=id&sclient=psy.

Ciri – Ciri Pasar Tradisional dan Pasar Moderen

Ciri – ciri Pasar tradisional :

Kotor, tidak teratur, harga yang relatif lebih murah, berpapasan langsung dengan pemilik/penjual barang dagangan.

transaksinya melalui proses tawar menawar antara pembeli dan penjual.
Kalau di pasar modern, pembeli tinggal melihat label harganya saja.

Barang yang dijual didominasi oleh kebutuhan dapur, seperti sayur, ikan, buah, daging, dll.

Harganya pasti lebih murah

Ciri – ciri Pasar modern:

Bersih, rapi,

harganya lebih mahal, pelayanannya yang baik,

menempati sebuah bangunan yang besar, tidak berpapasan langsung dengan pemiliknya.

Perbandingan Harga Antara Pasar Tradisional dan Pasar Moderen

Harga yang ada di pasar tradisional dengan harga yang ada di pasar modern ( hypermart ), relative berbeda tipis, harga barang barang yang ada di pasar tradisional masih agak lebih murah dibandingkan dengan harga yang ada di pasar pasar modern. Berikut ini adalah table sederhana yang menunjukan antara harga yang ada di pasartradisional dengan harga yang berlaku dipasar modern,

NO.

NAMA BARANG

TRADISIONAL

MODERN

1

Kertas kado

Rp.1000

Rp.1500

2

Pasta gigi

Rp.2500

Rp.5000

3

Sapu lantai

Rp.20.000

Rp.22.500

4

Handuk

Rp.30.000

Rp.40.000

5

Payung

Rp.30.000

Rp.35.000

6.

Jepit pakaian

Rp.5000

Rp.12.700

7

Hand body

Rp.3000

Rp.6900

8

Katenbat

Rp.2000

Rp.2500

9

Celengan

Rp.10.000

Rp.12000

10

Ikat rambut

Rp.2000

Rp.5000

Keuntungan Dan Kelemahan Pasar tradisional dan Pasar modern

Keuntungann Pasar tradisional merupakan pasar yang memiliki keunggulan bersaing alamiah yang tidak miliki secara langsung oleh pasar modern. Lokasi yang strategis, area penjualan yang luas, keragaman barang yang lengkap, harga yang rendah, system tawar menawar yang menunjukkan sikap keakraban antara penjual dan pembeli merupakan keunggulan tersendiri yang dimiliki pasar tradisional. Selain keunggulan yang tadi, pasar tradisional juga merupakan salah satu pendongkrak perekonomian kalangan menengah ke bawah, dan itu jelas memberikan efek yang baik bagi negara. Dimana negara ini memang hidup dari perekonomian berskala mikro dibandingkan dengan skala makro Sisi kekeluargaan antara penjual dan pembeli menjadi salah satu pemandangan yang indah kala berada di pasar dan bahkan ada juag yang namanya langsung dan itu bisa menjadi hubungan baik dan tak dapat dipisahkan bagaikan persaudaraan yang erat sekali.
Kelemahan pasar tradisional, Pasar tradisional memiliki kelemahan yang sangat urgen ialah pada kumuh dan kotornya lokasi pasar. Bukan hanya itu saja, banyaknya produk yang mayoritas diperjualbelikan oleh oknum pedagang yang tak bertanggung jawab itu menggunakan bahan kimia yang tak seharusnya dipakai, dan praktek seperti itu marak sekali terjdai di pasar tradisional.
Bukan hanya itu saja, cara pengemasan di pasar tradisional juga membuatnya kurang dilirik konsumen, bahkan makin hari bukannya semakin bagus akan tetapi malah semakin memburuk kondisinya. Dan jelas hal seperti itu cukup membahayakan keberadaan pasar tradisional.

Kelebihan pasar modern dibanding pasar tradisional cukup jelas, mereka memiliki banyak keunggulan yakni; nyaman, bersih serta terjamin. Dan tiga hal tersebut yang membuat para konsumen mau membeli ke pasar modern.
AC, bersih, nyaman mempunyai peranan penting bagi pasar modern, dan ketiga komponen tadi menjadi andalan dari pasar modern dan hal tersebut tidak memiliki oleh pasar tradisional. Bahkan apabila kita melihat, tidak ada kelemahan dari pasar modern ini. Mungkin kelemahannya hanya di praktik jual belinya dimana konsumen tidak bisa menawar harga barang yang hendak dibelinya.

B.Pengaruh Pasar Moderen terhadap Eksistensi Pasar Tradisional

Memang tidak bisa dipungkiri bahwa keberadaan pasar modern dewasa ini sudah menjadi tuntutan dan konsekuensi dari gaya hidup modern yang berkembang di masyarakat kita. Tidak hanya di kota metropolitan tetapi sudah merambah sampai kota kecil di tanah air.Sangat mudah menjumpai minimarket, supermarket bahkan hipermarket di sekitar tempat tinggal kita. Tempat-tempat tersebut menjanjikan tempat belanja yang nyaman dengan harga yang tidak kala menarik.

Namun demikian, pasar tradisional ternyata masih mampu untuk bertahan dan bersaing di tengah serbuan pasar modern dalam berbagai bentuknya.
1.Karakter/Budaya Konsumen. Meskipun informasi tentang gaya hidup modern dengan mudah diperoleh, tetapi tampaknya masyarakat masih memiliki budaya untuk tetap berkunjung dan berbelanja ke pasar tradisional. Perbedaan itulah adalah di pasar tradisional masih terjadi proses tawar-menawar harga, sedangkan di pasar modern harga sudah pasti ditandai dengan label harga.

2.Revitalisasi Pasar Tradisional. Pemerintah seharusnya serius dalam menata dan mempertahankan eksistensi pasar tradisional. Pemerintah menyadari bahwa keberadaan pasar tradisional sebagai pusat kegiatan ekonomi masih sangat dibutuhkan oleh masyarakat luas. Selama ini pasar tradisional selalu identik dengan tempat belanja yang kumuh, becek serta bau, dan karenanya hanya didatangi oleh kelompok masyarakat kelas bawah. Gambaran pasar seperti di atas harus diubah menjadi tempat yang bersih dan nyaman bagi pengunjung. Dengan demikian masyarakat dari semua kalangan akan tertarik untuk datang dan melakukan transaksi di pasar tradisional.

3.Regulasi. Pemerintah memang mempunyai hak untuk mengatur keberadaan pasar tradisional dan pasar modern. Tetapi aturan yang dibuat pemerintah itu tidak boleh diskriminatif dan seharusnya justru tidak membuat dunia usaha mandek. Pedagang kecil, menengah, besar, bahkan perantara ataupun pedagang toko harus mempunyai kesempatan yang sama dalam berusaha.Selain itu,Ancaman nyata Pasar Modern Terhadap Pasar Tradisional yaitu Eksistensi pasar modern di Indonesia mengalami perkembangan yang sangat pesat. Menurut data yang diperoleh dari Euromonitor (2004) hypermarket meru-pakan peritel dengan tingkat pertumbuhan paling tinggi (25%), koperasi (14.2%), minimarket / convenience stores (12.5%), independent grocers (8.5%), dan su-permarket (3.5%).Selain mengalami pertumbuhan dari sisi jumlah dan angka penjualan, peritel modern mengalami pertumbuhan pangsa pasar sebesar 2.4% pertahun terhadap pasar tradisional. Berdasarkan survey AC Nielsen (2006) menunjukkan bahwa pangsa pasar dari pasar modern meningkat sebesar 11.8% selama lima tahun terakhir. tiga tahun terakhir.Jika pangsa pasar dari pasar modern pada tahun 2001 adalah 24.8% maka pangsa pasar tersebut menjadi 32.4% tahun 2005. Hal ini berarti bahwa dalam periode 2001 – 2006, sebanyak 11.8% konsumen ritel Indonesia telah meninggalkan pasar tradisional dan beralih ke pasar modern.Sebagai bahan pertimbangan, berikut ini Media Perempuan memberikan sejumlah perbandingan untung-rugi berbelanja di pasar tradisional versus pasar modern:
1.harga barang
Barang-barang yang dijual di pasar tradisional dan pasar modern memiliki perbedaan harga yang cukup signifikan. Harga suatu barang di pasar tradisional bahkan bisa sepertiga dari harga barang yang sama yang dijual di supermarket, terutama untuk produk-produk segar seperti sayur-mayur serta bumbu-bumbu dapur seperti bawang merah, bawang putih, jahe, lengkuas, merica, cabai merah, cabai rawit, dan lain sebagainya.

2.Tawar Menawar
Berbelanja di pasar tradisional memungkinkan pembeli untuk menawar harga barang-barang hingga mencapai kesepakatan dengan pedagang. Jika cukup pintar menawar, Anda bisa mendapatkan barang dengan harga yang jauh lebih murah. Sedangkan di pasar modern, pembeli tidak mungkin melakukan tawar menawar karena semua barang telah dipatok dengan harga pas.

3.Diskon
Untuk urusan diskon, sejumlah supermarket memang sering memberikan berbagai penawaran yang menggiurkan. Akan tetapi, perlu diperhatikan apakah hal tersebut merupakan rayuan terselubung (gimmick) agar pembeli bersikap lebih konsumtif. Tak jarang, orang menjadi lapar mata ketika berbelanja di supermarket dan tergoda membeli barang-barang yang tidak mereka butuhkan.

4. Kenyamanan berbelanja
Untuk urusan kenyamanan, berbelanja di pasar modern memang jauh lebih nyaman ketimbang berbelanja di pasar tradisional. Berbagai supermarket memiliki area yang lebih luas, bersih, rapi, dan dilengkapi dengan pendingin ruangan. Sedangkan pasar tradisional menempati area yang lebih sempit, sumpek, sesak, dan tak jarang menguarkan bau kurang sedap.

5. Kesegaran produk
Untuk produk-produk segar seperti daging, ikan, sayur-mayur, telur, dan lain sebagainya, pasar tradisional biasanya menyajikan produk yang jauh lebih segar ketimbang supermarket, karena belum ditambahkan zat pengawet. Logikanya, pedagang di pasar tradisional memiliki dana yang cukup terbatas sehingga hanya mampu membeli pasokan barang dengan jumlah tidak terlalu banyak. Dengan demikian, produk-produk yang dijual pun lebih terjaga kesegarannya.

C.Keterbatasan Pasar Tradisional untuk berkembang

Ruang bersaing pedagang pasar tradisional kini juga mulai terbatas. Kalau selama ini pasar tradisional dianggap unggul dalam memberikan harga relatif lebih rendah untuk banyak komoditas, dengan fasilitas berbelanja yang jauh lebih baik. Skala ekonomis pengecer modern yang cukup luas dan akses langsung mereka terhadap produsen dapat menurunkan harga pokok penjualan mereka sehingga mereka mampu menawarkan harga yang lebih rendah.Sebaliknya para pedagang pasar tradisional, mereka umumnya mempunyai skala yang kecil dan menghadapi rantai pemasaran yang cukup panjang untuk membeli barang yang akan dijualnya. Keunggulan biaya rendah pedagang tradisional kini mulai terkikis.

D.Mengapa konsumen lebih memilih pasar modern ddari pada pasar tradisional..?

Keberadaan pasar modern ternyata memberikan ancaman terhadap eksistensi pasar tradisional,banyak konsumen lebih memilih untuk berbelanja di pasar modern dibandingkan di pasar tradisional,sebab keadaan atau suasana yang ada di pasar modern lebih nyaman,lebih bersih,dan pelayanannya juga otomatis sangat memuaskan,akan tetapi tidak semua konsumen berbelanja di pasar modern,sebab pada ummunya harga yang ada dipasar modern itu relative mahal dibandingkan dengan harga yang ada di pasar tradisional,oleh sebab itu hanya orang – orang yang berduit ynag mau berbelanja di pasar mederen (hypermart).

BAB III PENUTUP

A. KESIMPULAN

Berdasarkan pembahasan materi sebelumnya,dapat di simpulkan bahwa pasar tradisional merupakan tempat bertemunya penjual dan pembeli serta ditandai dengan adanya transaksi penjual pembeli secara langsung dan biasanya ada proses tawar-menawar, bangunan biasanya terdiri dari kios-kios atau gerai, los dan dasaran terbuka yang dibuka oleh penjual maupun suatu pengelola pasar.Sedangkan pasar modern adalah pasar yang penjual dan pembeli tidak bertransakasi secara langsung melainkan pembeli melihat label harga yang tercantum dalam barang (barcode), berada dalam bangunan dan pelayanannya dilakukan secara mandiri (swalayan) atau dilayani oleh pramuniaga.

Keberadaan pasar modern ternyata memberikan ancaman terhadap eksistensi pasar tradisional,banyak konsumen lebih memilih untuk berbelanja di pasar modern dibandingkan di pasar tradisional,sebab keadaan atau suasana yang ada di pasar modern lebih nyaman,lebih bersih,dan pelayanannya juga otomatis sangat memuaskan,akan tetapi tidak semua konsumen berbelanja di pasar modern,sebab pada ummunya harga yang ada dipasar modern itu relative mahal dibandingkan dengan harga yang ada di pasar tradisional,oleh sebab itu hanya orang – orang yang berduit ynag mau berbelanja di pasar mederen (hypermart).

B. SARAN

Bagi Pemerintah :Perlu Adanya regulasi akan memberikan angin segar bagi pasar tradisional yang kini kian terpuruk.

Bagi Masyarakat:Memberikan gambaran yang lebih kritis mengenai modernisasi tanpa meninggalkan budaya dan karakteristik Indonesia serta tetap memihak rakyat kecil.

DAFTAR PUSTAKA

Nielsen,AC.(2009). Persaingan pasar tradisional vs Pasar Modern,

http://pristality.wordpress.com/2011/01/02/pasar-tradisional-vs-pasar-modern/

http://id.wikipedia.org/wiki/Pasar#Pasar_modern

http://id.wikipedia.org/wiki/Pasar

http://www.slideshare.net (diakses 15 oktober 2012)

http://beritaindonesia.co.id . (diakses 14,15 oktober 2012)

http://jurnaluia.gte/?p=92. (diakses 16 oktober 2012)

http://cetak.kompas.com/read/xml/2010/03/15/03185351/pasar.tradisional.terjepit

http://www.jakarta.go.id/en/pemerintahan/perusahaan_pemda/pasar_jaya/pasar3a.htm

http://hilmiarifin.com/pasar-tradisional-vs-pasar-modern/pasar.

 

Masyarakat Madani dalam islam

20 February 2013 13:17:37 Dibaca : 355

Nama : Meyske Ali                                                                            Senin, 26 November 2012

Kelas : F_S1 Manajemen

NIM : 931 412 187

Tugas : Resume agama 11

“Masyarakat Madani dalam islam”

Masyarakat madani dalam islam merupakan masyarakat yang beradab,menjunjung tinggi nilai – nilai kemanusiaan,masyarakat yang selalu maju dan berkembang seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.masyarakat madani mempunyai karakteristik yang tentunya merupakan ciri – ciri dari masyarakat madani itu sendiri,karakter masyarakat madani diantaranya “terintegerasi oleh individu-individu dan kelompok yang ekslusif kedalam masyarakat melalui interaksi social,masyarakat madani dikenal juga dengan masyarakat yang mandiri,tolong menolong tanpa mencampuri urusan internal individu lain yang dapat menguarangi kebebasannya.

Untuk mewujudkan masyarakat madani serta untuk terciptanya kesejatraan umat,maka kita sebagai generasi peneruskiranya dapat membuat suau perubahan yan signifikan.kesimpulannya untuk mewujudkan masyarakat madani kita sebagai generasi muda hendaknya selalu bertindak berdasarkan pada Al-Qur’aan dan As-sunnah,sebagai mana yang diamanatkan oleh rasulullah kepada kita sebagai umat akhir zaman.