ARSIP BULANAN : April 2014

gender

25 April 2014 12:15:16 Dibaca : 109

GENDER

maksud dari pernyataan gender adalah perbedaan laki-laki dan perempuan yang di kontruksi secara sosial adalah Gender merupakan suatu istilah yang digunakan untuk menggambarkan pembedaan antara laki-laki dan perempuan secara sosial, maka dari perbedaan tersebut, gender di susun secara sosial,bentuk-bentuk ketidakadilan gender yang disampaikan oleh mansur fakih

v stereotype – stereotype

v subordinasi – subordination

v marginalisasi – marginalization

v beban ganda – double burden

v kekerasan – violence

3. maksud dari konsep setara tapi berbeda yaitu antara laki dan perempuan perbedaanya dapat dilihat dari perbedaan jenis kelamin. Jenis kelamin (seks) adalah pembagian jenis kelamin yang ditentukan secara biologis dan melekat pada jenis kelamin tertentu, akan tetapi tingkat Pembedaan fungsi dan peran antara laki-laki dan perempuan itu tidak ditentukan karena keduanya terdapat perbedaan biologis atau kodrat, maka dari itu tingkat kedudukan antara laki- laki dan perempuan pula sama baik dalam pekerjaan dan bidang lainya sebagaimana menurut pandangan islam tentang kedudukan antara perempuan dan laki-laki dapat dilihat dari firman Allah QS. Al-Hujarat: 13 yang artinya Hai manusia, Sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa - bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha Mengenal.
Ayat ini menegaskan bahwa standar kemuliaan seorang hamba adalah nilai ketakwaannya, jadi, laki-laki dan perempuan memiliki derajat yang setara dimata Allah

4. Ketidakadilan terhadap perempuan dapat disebabkan oleh pandangan masyarakat yang terkadang menganggap kaum perempuan sebagai warga kelas dua sehingga secara tidak langsung memberikan dampak negatif terhadap kaum perempuan. Pandangan tersebut dapat berasal dari budaya patriarki, yaitu budaya yang menyatakan bahwa kaum laki-laki dapat mengontrol kaum perempuan. Pada umumnya, masyarakat asia menganut budaya patriarki sehingga terjadilah pertentangan antara kaum laki-laki dan kaum perempuan dalam berbagai aspek kehidupan

5. Feminisme adalah sebuah gerakan perempuan yang menuntut emansipasi atau kesamaan dan keadilan hak dengan pria.

6. akar penindasan perempuan menurut feminisme

v menurut feminisme liberal Akar ketertindasan dan keterbelakngan pada perempuan ialah karena disebabkan oleh kesalahan perempuan itu sendiri. Perempuan harus mempersiapkan diri agar mereka bisa bersaing di dunia dalam kerangka "persaingan bebas" dan punya kedudukan setara dengan lelaki.

v Menurut feminisme Marxist sumber penindasan perempuan berasal dari eksploitasi kelas dan cara produksi

v Menurut feminisme radikal adalah pandangan bahwa penindasan terhadap perempuan terjadi akibat sistem patriarki

7. yang diperjuangkann oleh feminisme

v Hal yang di perjuangkan oleh feminisme adalah liberal tuntutan agar perempuan mendapat pendidikan yang sama dengan laki-laki

v Hal yang di perjuangkan olehg femisme Marxist adalah pertama feminisme Marxist adalah anti kapitalisme jadi hal yang di perjuangkan adalah mendapatkan pekerjaan yang sama dengan laki-laki dan membagi kerjaan domestic dan publik dengan laki-laki.

v Hal yang di perjuangkan oleh feminisme radikal adalah mengedepankan hak-hak individu untuk memilih. Memilih apa yang kaum perempuan yakini untuk dilakukan

DAFTAR PUSTAKA

1. http://id.wikipedia.org/wiki/Feminisme

2. http://kamisundal.blogspot.com/2013/03/marxisme-feminisme-dan-pembebasan.html

 

etika dan filsafat komunikasi

13 April 2014 22:51:16 Dibaca : 1015

NAMA : ADE HELMI KALAPATI

NIM : 291413027

MATA KULIAH : Etika dan Filsafat

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG

Buku “Filsafat Ilmu Komunikasi” ini ibarat ushul fiqh yang menawarkan pencarian makna dibalik defenisi-defenisi komunikasi sehingga kita bisa mendapatkan alasan yang kuat untuk mempercayai suatu defenisi komunikasi. Bahkan lebih jauh lagi, buku ini memperluas mindset kita hingga kita merasa bisa menciptakan dan mengembangkan defenisi kita sendiri tentang Ilmu Komunikasi

Pada komunikasi manusia merupakan masalah perspektif ;yang di pakai untuk memahaminya. Perspektif adalah sudut pandang dan cara pandang kita terhadap sesuatu. Selain itu APA ITU KOMUNIKASI ? Paradigma positivisme mendefinisikan komunikasi sebagai suatu proses linier atau proses sebab akibat, yang mencerminkan pengirim pesan (komunikator, encoder) untuk mengubah pengetahuan (sikap atau perilaku) penerima pesan (komunikan / decoder) yang pasif

BAB II

PEMBAHASAN

PERSPEKTIF TEORI-TEORI KOMUNIKASI APA ITU PERSPEKTIF?

Pada perspektif – perspektif ilmu komunikasi terdapat Realisme, Nominalis, Konstruksionis. Realisme beranggapan bahwa benda – benda atau objek yang diamati sebagai apa adanya, telah berdiri di sana secara benar, tanpa campur tangan ide dari pengamat ( mengarahkan cara pandang yang menafikan peran subjek pengamat dalam penelitian ). Nominalis menganggap bahwa dunia social adalah eksternal pada persepsi individu, tersusun tidak lebih dari sekedar nama, konsep dan label yang digunakan untuk membuat struktur realitas. Konstruktivisme mengatakan bahwa kita tidak pernah dapat mengerti realitas yang sesungguhnya secara ontologis. Yang kita mengerti adalah struktur konstruksi kita akan suatu objek.

1. Perspektif Positivisme

Perspektif ini mendefinisikan bahwa suatu proses yang mencerminkan komunikator untuk mengubah sikap atau perilaku komunikan yang pasif. Maksudnya seorang yang menyampaikan pesan berusaha mengubah atau memperbaiki pengetahuan seorang menerima pesan secara benar

Sejarah Positivisme

Gagasan dasar Comte dapat dikenali dari pemikirannya mengenai tiga tahap perkembangan manusia, yaitu teologis, metafisis, dan positivis.

Pertama, tahap teologis, manusia memahami gejala-gejala alam sebagai hasil campur tangan langsung kekuatan Ilahi. Kedua, tahap metafisik, pada tahap ini gejala alam diyakini berjalan berdasarkan prinsip-prinsip metafisika. Prinsip-prinsip ini dihasilkan melalui pemikiran spekulatif. Tahap ini disebut sebagai tahap remaja. Ketiga, tahap positivis ilmiah yaitu cara memahami kehidupan dan semesta dengan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Positivisme logis adalah aliran positivisme yang lebih memfokuskan diri pada logika dan bahasa ilmiah.

Gagasan Positivisme

Positif berarti benar (apa yang berdasarkan fakta/kenyataan). Secara tegas, yang positif berarti yang pasti, yang tepat, yang berguna. Serta memiliki kesahihan mutlak. Kebalikan dari yang positif adalah yang khayal, yang meragukan, yang kabur, yang sia-sia, dan yang mengklaim memiliki kesahihan relatif. Bahwa yang satu adalah benar dan yang lainnya adalah salah bila dibaca dalam kerangka biner.

Positivisme Logis

Berikut ini dikemukakan beberapa prinsip dasar positifisme logis :

Menolak perbedaan ilmu-ilmu alam dan sosialMenganggap pernyataan-pernyataan yang tidak dapat diverifikasikan secara empiris (seperti etika, estetika, agama, metafisika) sebagai nonsense.Berusaha menyatukan semua ilmu pengetahuan di dalam satu bahasa ilmiah yang universalMemandang tugas filsafat sebagau analisis atas kata-kata atau pernyataan-pernyataan.

2. Perspektif Post Positivisme: Kritik Terhadap Positivisme

Post-Positivisme

Post-Positivisme merupakan pemikiran yang menggugat asumsi dan kebenaran-kebenaran positivisme. Pemikiran ini muncul dengan sejumlah tokoh seperti Kari R. Popper, Thomas Kuhn, para filsuf Frankfurt School (Mazhab Frankfurt), Feyerabend, dan Richard Rotry.

Berikut ini dikemukakan beberapa asumsi dasar post-positivisme. Pertama, fakta tidak bebas melainkan bermuatan teori. Kedua, falibilitas teori. Tidak satu teori pun yang dapat sepenuhnya dijelaskan dengan bukti-bukti empiris, bukti empiris memiliki kemungkinan untuk menunjukkan fakta anomali. Ketiga, fakta tidak bebas melainkan tidak penuh dengan nilai. Keempat, interaksi antara subjek dan objek penelitian

ü Post-Positivisme Dalam Penelitian Sosial dan Komunikasi

Beberapa penelitian sosial berargumen bahwa kekurangan-kekurangan dari pemikiran positivisme pada dasarnya membutuhkan dasar filsafat ilmu yang berbeda, salah satunya adalah menolak dan mengganti prinsip-prinsip positivisme (seperti ontologi realisme, epistimologi objektif, dan aksiologi bebas-nilai) dengan bentuk pemikiran yang menghargai prinsip nominalisme, subjektifisme, dan nilai-nilai yang hadir dengan sendirinya.

Ontologi Post-Positivisme

Perspektif post-positivisme merupakan aliran yang ingin memperbaiki kelemahan-kelemahan positivisme yang hanya mengandalkan kemampuan pengamatan langsung terhadap objek yang diteliti.

Epistimologi dan Aksiologi

Post-Positivisme bagaimanapun terlihat sama dengan positivisme, walaupun ada beberapa perbedaan yang khas. Seperti pada basis ontologi, sementara positivisme menekankan realisme mutlak, post-positivisme memilih realisme kritis.

ü Struktur dan Fungsi Teori Dalam Perspektif Post-Positivisme

Bila post-positivisme adalah perspektif pemikiran yang seperti dan sekaligus juga berbeda dengan positivisme.

Struktur Teori Perspektif Post-Positivisme

Teori pada dasarnya merupakan sebuah abtraksi. Kualitas abstrak sebuah teori secara partikular berhubungan erat, dalam pendekatan post-positivisme, dengan keberadaan teori itu sendiri.

Fungsi Teori Perspektif Post-Positivisme

Fungsi teori dalam kebanyakan pemikiran kalangan post-positivisme adalah untuk menentukan beberapa keteraturan atas pengalaman yang tak teratur.

Kriteria Evaluasi dan Perbandingan Teori

Ada beberapa cara umum untuk mengevaluasi kualitas sebuah teori, termasuk tingkat kesuksesan sebuah teori dalam memecahkan persoalan empiris. Konseptual dan praktis, atau untuk mengontrol sejauh mana solusi sebuah teori memadai daripada solusi yang lainnya, dan sejauh mana teori tersebut dapat memajukan sebuah cara dalam memecahkan masalah baru.

Proses Perkembangan Teori

Faktor utama dalam pengembangan teori dan pertumbuhan ilmu pengetahuan dalam tradisi post-positivisme adalah keterusterangan. Kalangan post-positivisme mengembangkan teori dan mengakumulasi pengetahuan tentang dunia lewat proses pengujian teori secara empirik. Ketika suatu teori yang abstrak tentang komunikasi dikembangkan, ia mesti diuji lewat observasi atas tindakan komunikatif.

3. Perspektif Interpretif

Menurut WILBUR SCHRAMM bahwa manusia itu “tidak mungkin tidak berkomunikasi”. Kendati berada di tengah keramaian besar, dan seolah merasa kesepian dikota itu.

Sejarah Perspektif Interpretif

Descartes memublikasikan buku The Principles of Philosophy. Ia berpendapat bahwa semua penjelasan dapat didasarkan pada observasi terhadap benda dan gerak. Pada titik ini kerja filosofis Descartes telah membangun sebuah landasan pendekatan terhadap pengetahuan yang dijadikan sebagai dasar bagi positivisme sekaligus juga post-positivisme yang telah dibicarakan pada bab sebelumnya dan juga sebuah perbedaan yang jelas adanya dunia eksternal objek dan dunia internal subjek.

üPandangan Dasar Perspektif Interpretif

Fenomenologi

Prinsip paling dasar dari fenomenologi yang secara jelas dihubungkan dengan idealisme Jerman, dalam bab ini adalah bahwa pengetahuan tidak dapat ditemukan dalam pengalaman eksternal tetapi dalam diri kesadaran ndividu. Jadi, fenomenologi lebih mengitari penelitian untuk pemahaman subjektif ketimbang mencari objektivitas sebab akibat dan penjelasan universal.

Hermeuneutika

Hermeuneutika dalam bahasan ini dikemukakan demi untuk menjelaskan bagaimana pencarian metode ilmu sosial (dalam hal ini komunikasi) yang berbeda dengan ilmu alam. Pada bagian fenomenologi kita telah menemukan istilah dunia-kehidupan dengan metode ilmu sosial, kita dapat mulai dari batasan apa yang menjadi objek ilmu-ilmu sosial, yaitu segala bentuk objek-objek simbolis yang kita hasilkan dalam percakapan dan tindakan.

Interaksionisme Simbolik

yang menarik dari perspektif ini adalah orang yang didentifikasi sebagai Bapak Teori Interaksionisme Simbolik, yaitu George Herbert Mead tak pernah menggunakan term ini. Bagaimanapun, usahanya telah memengaruhi banyak sarjana yang menekankan sebuah pemahaman dunia sosial berdasarkan pentingnya makna yang diproduksi dan diinterpretasikan melalui simbol-simbol dalam interaksi sosial. Para pemikir dalam tradisi teori interaksionisme simbolik dibagi menjadi dua aliran: aliran lowa dan Chicago.

ü Teori Interpretif Dalam Komunikasi

Meski beragam pengaruh telah mewarnai teori interpretif dalam komunikasi (misalnya teori etnometodologi dari linguistik sosial), hermeuuneutika, fenomenologi, dan interaksionisme simbolik juga mempunyai banyak sudut pandang yang memengaruhi para teoretisi interpretif sekarang.

Ontologi Teori Interpretif

Pada bagian sebelumnya kita telah membahas sejumlah pandangan ontologis mengenai sifat dasar dunia sosial mulai dari realisme mulai dan nominalisme, termasuk juga konstruksionisme sosial. Kalangan teoretisi interpretif dalam komunikasi menolak penafsiran seorang realis terhadap dunia sosial, bahkan mendukung nominalisme, atau lebih sering kepada konstruksionisme sosial.

Epistimologi Teori Interpretif

Dasar epistimologis dari riset interpretif berdasarkan pada keyakinan tentang realitas (ontologi kalangan nominalis dan kontruksionis sosial) dan pada kekurangan-kekurangan yang dirasa pada metode riset yang sudah mendominasi riset sosial pada abad ke-20.

Aksiologi Teori Interpretif

Sebagaimana bisa diambil kesimpulan dari pembahasan terdahulu mengenai epistemologi, teoretisi interpretif menjauhkan diri dari dugaan bahwa realitas sosial bisa benar-benar dipisahkan dari nilai-nilai subjek peneliti, komunitas penelitian, dan masyarakat.

Teori Interpretif Umum (General Interpretive Theories)

Inti dari ontologi interpretif adalah kepercayaan bahwa kita mengonstruksi dunia kita secara sosial lewat interaksi komunikatif (yaitu tindakan untuk mencapai pemahaman timbal balik)

Grounded Theory

Penafsiran ilmiah menolak keunggulan dari struktur sosial yang terdahulu dan percaya bahwa makna yang sebenarnya muncul dari interaksi.

Kriteria untuk Evaluasi

Pendekatan teori ini sangat berkaitan dengan cara-cara penelitian dan perkembangan. Karena evaluasinya pun sangat memperhatikan proses itu sendiri.

Komunikasi Dalam Perspektif Interpretif

Perspektif secara keseluruhan menyumbangkan pentingnya teori yang digunakan secara bersama dan sistemik dalam memahami fenomena komunikasi. Masing-masing pembangun perspektif ini juga memberi pengaruh pada perkembangan ilmu komunikasi.

Etnografi Komunikasi

Hermeneutika, misalnya, dengan lingkaran hermeneutikanya memberikan sumbangan metode penelitian komunikasi etnografis. Hermeneutika, seperti telah dibicarakan, memberikan penekanan pada pemahaman bukan pengukuran pengalaman atau perilaku manusia diruang sosial.

Dramatisme dan Narasi

Teori Dramatisme dan Narasi merupakan teori komunikasi yang dipengaruhi oleh interaksionalisme simbolik. Teori dramatisme dan narasi memusatkan diri pada peristiwa penggunaan simbol komunikasi.

4. Perspektif Konstruktivisme

Konstrutivisme menolak pandangan positivisme yang memisahkan subjek dan objek komunikasi. Dalam pandangan konstruktivisme, bahasa tidak lagi hanya dilihat sebagai alat untuk memahami realitas objektif belaka dan dipisahkan dari subjek sebagai penyampaian pesan.

ü Sejarah Perspektif Konstruktivisme

Bila dirunut ke belakang, konstruktivisme yang menyakini bahwa makna atau realitas bergantung pada konstruksi pikiran dapat dirunut pada teori popper. Kita tahu popper membedakan tiga pengertian tentang alam semesta: 1. Dunia fisik atau keadaan fisik. 2. Dunia kesadaran atau mental atau disposisi tingkah laku. 3. Dunia dari sisi objektif pemikiran manusia, khususnya pengetahuan ilmiah, puitis dan seni.

Konstruktivisme Dalam Ilmu Komunikasi

Teori konstruktivisme menyatakan bahwa individu menginterpretasikan dan beraksi menurut kategori konseptual dari pikiran. Realitas tidak menggambarkan dari individu namun harus disaring melalui cara pandang orang terhadap realitas tersebut.

Komunikasi Berbasis “Diri”

Fokus perspektif post-positivisme adalah proses produksi suatu pesan. Fokus ini dapat kita temukan pada komunikasi antarpersona. Untuk dapat meninjau komunikasi antarpersona kita dapat merujuk pada teori Sosiolinguistik Bernstein.

Konstruk Hubungan Dalam Komunikasi

Seperti kita ketahui, konstruktivisme menyakini bahwa segala sesuatu ada karena konstruksi tertentu. Pada komunikasi berbasis diri, kita sudah melihat bagaimana suatu pesan tidaklah netral melainkan dikonstruksi oleh sistem kognitif tertentu.

Model Desain Pesan

Konsep tentang tujuan ini berimplikasi pada adanya desain pesan, dalam peristiwa komunikasi berbasis diri. Desain pesan didasarkan pada kecenderungan seseorang dalam memanajemen tujuannya untuk kepentingan sampainya tujuan melalui pesan yang dipilihnya.

5. Perspektif Teori Kritis

Teori Kritis lahir sebagai koreksi dari pandangan konstruktivisme yang kurang sensitif pada proses produksi dan reproduksi makna yang terjadi secara historis maupun intitusional.

Sejarah Perspektif Kritis

Kritik merupakan konsep kunci untuk memahami teori kritis. Teori ini dikembangkan oleh Mazhab Frankfurt, konsep kritik yang dipergunakannya memiliki kaitan sejarah dengan konsep kritik yang berkembang pada masa-masa setelah Renaissance.

Pengaruh Marxisme

Karl Marx merupakan filsuf yang memiliki pengaruh yang mendalam dalam perkembangan ilmu pengetahuan sosial. Walaupun terdapat banyak kritik dan keberatan terhadap teori-teori Marx. Namun sampai saat ini beberapa teori Marx terus memberikan inspirasi bagi ilmu sosial, juga ilmu komunikasi.

Mazhab Frankfurt

Teori kritis dipengaruhi oleh Marxisme, namun dalam beberapa hal dianggap berbeda dengan Marxisme. Teori ini disebut juga Mazhab Frankfurt. Penyebutan ini didasarkan pada lembaga pertama yang mengembangkan teori kritis, yaitu Institute fur Sozialforchung di frankfurt, Main di Jerman.

Pendekatan Teori Kritis Pada Komunikasi

Cultural Studies (Studi-studi Budaya)

Awal kemunculannya didasari oleh beberapa karya tulis para penggagas pertama, yaitu Richard Honggart, Raymond Wiliams, dsb.

Studi-studi Feminis

Pencarian muatan ideologi di balik apa yang dianggapt biasa atau wajar adalah pola utama perspektif kritis. Kehidupan ini dipenuhi oleh apa yang dianggap wajar atau lazim, bahkan kebenaran pun bertumpu pada kelaziman. Apa yang sudah biasa terjadi dan dipercayai sekian lama dianggap sebagai kebenaran

PENUTUP

1.4 kesimpulan

Komunikasi telah mengalami perkembangan yang luas biasa pesat, dari sekadar studi retorika atau publisistik kini telah berkembang ke wilanyah terdalam kehidupan manusia. Perkembangan ini di dasari oleh pergeseran epistemologik yang juga dibarengi dengan perubahan sosial yang terjadi di seluruh dunia.

DARTAR PUSTAKA

Adrianto Elvinano dan Anees Q.Bambang.2007.Filsafat Ilmu Komunikasi.Simbiosa Rekatama Media,Bandung

jenis dan tekhnik pemotretan

07 April 2014 11:26:21 Dibaca : 144

Makalah :

JENIS DAN TEKHNIK PEMOTRETAN

NAMA : ADE HELMI KALAPATI

NIM : 291413027

ILMU KOMUNIKASI

FAKULTAS ILMU SOSIAL

UNIVERSITAS NEGERI GORONTALO

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG

Dalam mempelajari ilmu fotografi ada hal-hal yang harus kita pelajari dahulu sebelum kita melakukan pemotretan agar kita tidak keliru dalam melakukan pemotretan salah satu ilmu yang harus kita pelajari yaitu jenis dan tekhnik pemotretan suatu gambar agar dalam melakukan pemotretan kita hendak bisa dapat membedakan dan tahu bagaimana cara pengambilan gambar

Dalam teknik pemotretan terdapat berbagai jenis-jenis foto yang di dalamnya adalah foto manusia, foto alam, foto jurnalistik. setiap jenis-jenis foto ini memiliki perbedaan cara pengambilan gambarnya, namun di sisi yang sama tetap dari pengambilannya akan mengahasilkan gambar yang bagus dan menarik untuk dijadikan karya buat para pecinta foto pada umumnya

1.2 TUJUAN

Adapun tujuan dari pembuatan makalah ini yaitu :

Agar mahasiswa dapat mengetahui jenis dan tekhnik dalam pemotretanAgar mahasiswa dapa membedakan jenis foto

BAB II

1.3 PEMBAHASAN

JENIS DAN TEKHNIK PEMOTRETAN

Jenis-jenis foto pada umumnya terbagi atas beberapa bagian yaitu: foto manusia, foto alam, foto jurnalistik. dan tujuan dari jenis-jenis foto ini yaitu untuk memperdalam pengetahuan dunia fotografi.

Berikut penjelasan tentang jenis dan tekhnik pemotretan :

Foto manusia.

Foto manusia adalah obyek dari semua aktivitas manusia yang di dalamnya terdapat anak-anak sampai orang tua, muda maupun tua.dan foto ini lebih fokus pada manusia. foto ini dibagi menjadi berapa bagian yaitu :

Potrait.

Foto yang menampilkan ekspresi dan karakter dari manusia dalam kesehariannya. dan di dalam foto potrait ini ada syarat sebuah foto portrait yang baik.apabila dalam hasil foto itu dapat menangkap karakter,emosi,sifat,atau pekerjaan/pengalaman/perjalanan hidup dari seseorang yang di potret.

Teknik pemotretan potrait.

Teknik foto potrait bisa mengandalkan beberapa lensa non-zoom jarak pendek seperti 50 mm atau lensa zoom dengan jarak rentang zoom menengah seperti 18-55 mm. Besaran diafragma lensa juga mempengaruhi foto portrait. Jika lensa yang digunakan memiliki diafragma hingga f/2.0 atau lebih besar, gunakan lensa tersebut pada bukaan diafragma terbesar.

disamping merupakan contoh potrait yang merupakan

dokumen pribadi

Human interest.

Human interest lebih mengarah pada kehidupan manusia sehari-hari yang dapat terjadi dari interaksi. yang di dalamnya terdapat ekspresi emosional yang dapat memperlihatkan kehidupan manusia dan masalah kehidupannya.

Teknik pengambilan foto human interest.

Teknik human interest menggunakan lensa normal 50 mm atau sudut lebar 24-28 mm yang dapat menciptakan foto-foto yang lebih akrab membawa kita ke tengah mereka. Dengan lensa sudut lebar kita dapat merekam mereka dikelilingi dunianya dengan mana dapat memberikan identitas tentang dirinya.

Contoh foto human interest.

Gambar di samping merupakan

Gambar human interest yang kami

Unduh dari www.google.com

Fotografi panggung.

Fotografi panggung adalah yang menampilkan aktivitas/ gaya hidup manusia dari budaya dan dunia entertainment.

Teknik pengambilan fotografi panggung.

Teknik fotografi panggung lebih menggunakan ISO minimal 400, dan lensa yang cepat fokus. Sebaiknya bukaan terbesar (f, diafragma) minimal f2,8. Diafragma 2,8 bukan berarti harus memakai 2,8. Namun bukaan yang besar memudahkan kita membidik dalam suasana remang. Just for your info, saat kita melihat di jendela

bidik (view finder), itu kita melihat dengan lensa yang terbuka pada bukaan terbesarnya.

Contoh fotografi panggung.

Gambar disamping gambar yang kami

Unduh dari www.google.com

Sport.

Foto sport atau olahraga adalah jenis foto yang menangkap aksi menarik dan spektakuler dalam event dan pertandingan olahraga. jenis foto ini membutuhkan kecermatan dan kecepatan seorang fotografer dalam menangkap momen terbaik.

Teknik pengambilan foto sport.

Atur settingan aperture selebar mungkin untuk mendapatkan shutter speed yang cepat jika punya lensa berdiafragma f/2.8 atau f/4 maka kamu bisa dengan mudah mengatur kecepatan rana tinggi.dan gunakan continuos shoot agar bisa mengambil gambar secara banyak dan terus menerus dan juga menggunakan mode auto focus continuous AF-C atau Al Servo, membuat kamu bisa mendapatkan moment yang sangat bagus.

Contoh foto sport :

Gambar di samping adalah gambar yang

Di unduh dari www.google.com

Foto Alam.

Dalam foto alam ini jenis foto alam obyek utamanya adalah benda dan makhluk hidup alami (natural) seperti hewan, tumbuhan, gunung, hutan dan lain-lain.

Flora.

Jenis foto dengan obyek utama tanaman dan tumbuhan dikenal dengan jenis foto flora. Berbagai jenis tumbuhan dengan segala keanekaragamannya menawarkan nilai keindahan dan daya tarik untuk direkam dengan kamera.

Teknik pengambilan foto flora.

Teknik foto flora yaitu jangan memotret bunga dari atas,basahi bunga atau potretlah setelah hujan,aturlah agar background nyambung dan seirama,potretlah secara close-up,untuk foto super close-up lakukan di dalam ruangan,

Contoh foto flora.

Gambar disamping adalah gambar

Yang di unduh dari google.com

Fauna.

Jenis foto fauna Foto fauna adalah jenis foto dengan berbagai jenis binatang sebagai obyek utama.foto ini menampilkan daya tarik dunia binatang dalam aktifitas dan interaksinya

Teknik pengambilan foto fauna.

Teknik dari foto fauna yaitu gunakan pencahayaan alami untuk keuntungan,isi frame dengan subyek,fokus pada mata,shoot dari berbagai sudut,tangkap kepribadian

Contoh foto fauna.

Gambar di samping merupakan gambar

Yang kami unduh dari www.google.com

Foto lansekap.

Foto lansekap adalah foto bentangan alam yang terdiri dari unsur langit,daratan dan air, sedangkan manusia,hewan,dan tumbuhan hanya sebagai unsur pendukung dalam foto ini.

Teknik pengambilan foto lansekap.

Teknik foto lansekap Gunakan Slow Speed,gunakan air sebagai refleksi,jadwalkan foto pada saat sunset,gantilah sudut pandang anda,tambahkan foreground yang menarik,jadikan format panorama.

Contoh foto lansekap

Gambar di samping adalah gambar

Yang di unduh dari www.google.com

Foto arsitektur.

Foto arsitektur adalah foto yangmenampilkan keindahan suatu bangunan baik dari segi sejarah,budaya,desain dan konstruksinya.

Teknik pengambilan foto arsitektur.

Teknik foto arsitektur, pada kamera compact gunakan mode landscape, jangan mode auto/P, Pada kamera SLR gunakan bukaan kecil, seperti f/8-36, Pemilihan object yang mudahdikenali, jangan terlalu abstract, Perhatikan distorsi perspektif, pemotretan dari depan bangunan dengan mendongakkan kamera akan dihadapi garis-garis pararel gedung tidak lagi sejajar, ini adalah hal normal, Jika memungkinkan berusahalah menjauh dari bangunan untuk menguragi efek distorsi perspektif (dapat juga dengan ediiting)

Contoh foto arsitektur.

Gamar disamping merupakan gambar

Gambar yang di unduh

www.google.com

Foto still life.

Foto still life adalah menciptakan sebuah gambar dari benda atau obyek mati. Membuat gambar dari benda mati menjadi hal yang menarik dan tampak “hidup”, komunikatif, ekspresif dan mengandung pesan yang akan disampaikan merupakan bagian yang paling penting dalam penciptaan karya foto ini.

Teknik pengambilan foto still life.

Teknik foto still life dengan cara memilih objek,pencahayaan,tripod dan sudut pemotretan,gunakan backdrop yang benar,mengatur komposisi,

Contoh foto still life.

Gambar di samping merupakan

Gambar yang di unduh dari www.google.com

Foto jurnalistik.

Foto jurnalistik adalahfoto yang digunakan untuk kepentingan pers atau kepentingan informasi. Dalam penyampaian pesannya, harus terdapat caption (tulisan yang menerangkan isi foto) sebagai bagian dari penyajian jenis foto ini. Jenis foto ini sering kita jumpai dalam media massa (Koran, majalah, bulletin, dll).

Teknik pengambilan foto jurnalistik.

Membuat foto jurnalistik dituntut untuk tidak hanya sekedar memotret (taking picture) akan tetapi hendaknya kita harus dapat membuat gambar (making picture ). Adapun teknik dari foto jurnalistik yaitu : perencanaan,menguasai kamera dan cahaya,detil gambar,melakukan pemotretan,

Contoh foto jurnalistik.

Gambar di samping merupakan gambar

Yang di unggah dari www.google.com

BAB III

PENUTUP

1.4 kesimpulan

. Setelah kami berusaha untuk menguraikan pembahasan mengenai jenis dan tekhnik fotograpy kami dapat menyimpulkan bahwa jenis fotograpy terdapat atau terbagi dalam beberapa yaitu foto manusia, foto alam, foto jurnalistik. setiap jenis-jenis foto ini memiliki perbedaan cara pengambilan gambarnya

1.5 SARAN

Dalam makalah ini penulis berkeinginan memberikan saran kepada pembaca dalam pembuatan makalah ini penulis menyadari bahwa masih banyak terdapat kekurangan – kekurangan baik dari bentuk maupun isinya
- kami menyarankan kepada pembaca agar ikut peduli dalam mengetahui sejauh mana pembaca mempelajari tentang dasar foto grapi

- Semoga dengan makalah ini para pembaca dapat menambah cakrawala ilmu pengetahuan khusunya dalam bidang ilmu fotography

DAFTAR PUSTAKA

1. http://hajingfai.blogspot.com/2012/03/9-tips-fotografi-panggung.html#ixzz2xnGNdl69http://muda.kompasiana.com/2010/11/21/jenis-jenis-foto-dan-tekniknya/