Penantianku terhadap Rusunawa

03 February 2013 10:57:20 Dibaca : 76

Tinggal menunggu hitungan hari Saya akan memasuki Rusunawa(Asrama Putri Bidik misi). Semua hal sedih sudah terpikirkan dibenak ini. Mulai dari harus berpisah dengan orang tua,makan tanpa masakan Mama. Ingat semua itu jadi pengen nangis. Tapi ini memang sudah menjadi persyaratan mutlak yang harus Saya patuhi sebagai anak Bidik misi patuh aturan. Semua hal sedih sudah Saya pikirkan terlebih dahulu agar waktu tiba di asrama,Saya sudah tidak sedih lagi karena terhibur dengan teman-teman bidikmisi lainnya. Hhmmmp ‘’seraya menghelakan nafas’ bukan sebuah nafas pengeluhan,namun nafas lega karena Saya sudah menyelesaikan Smester Ganjil ini dengan baik. IPK yang saya raih cukup membanggakan meskipun belum memuaskan. Karena Saya ingat kata-kata bijak ”Jika ingin jadi orang sukses,jangan pernah merasa puas dengan apa yang telah diraih” karena ini belum sampai puncak yang sebenarnya. Masih banyak onak dan duru didepan sana yang Saya harus Bisa dan mampu menempuhnya. Atas restu kedua orang tua Saya berusaha menjalani kuliah ini dengan sebaik-baiknya. Karena jika kedua orang tua ridho Insya Allah,Allah juga ridho atas aktivitas yang kita lakukan.

Masa Lalu,Masa Kini bersamamu

03 February 2013 10:56:25 Dibaca : 55

 

Awalnya ku mengenal sebagai Cinta Monyet,Cinta yang hadir dan kemudian pergi lagi. Namun lama kelamaan Kau terasa begitu indah dalam hidup ini,Aku tak tau mengapa,mungkin rayuan gombalmu yang membuatKu terjatuh dalam Cinta Monyet ini.hingga tiba saat hati ini benar-benar ingin memilihmu Kau malah menyakitiku,memilih yang Dia,Dia yang seharusnya tidak Kau cinta,Dia yang jadi sahabatku. Begitu kejam kau padaku,kau sakitiku,lalu kau tinggalkanku demi Dia. Saat itulah Aku memutuskan untuk melupakanmu dan berusaha bangkit dari keterpurukan. Sungguh masa lalu itu pedih,hingga takdir yang mempertemukan yang Kita saat ini dan merajut cinta kembali. Kau yang dulu pernah ku cinta,Kau yang dulu pernah ku benci,sekarang Kau adalah orang yang ku sayang. Bodohkah Aku,Aku yang memaafkanmu dengan mudah. Mungkin ini yang dinamakan ‘aaaaaaaaaarrggh Aku pun bingung menamainya apa’. Kesimpulannya Aku bersamamu sekarang,Aku Cinta ataupun tidak,Aku sayang ataupun tidak,itu bukan perasaan patut dipertanyakan. Karena sesungguhnya pertanyaan itu sudah terjawabkan oleh waktu dan keadaan.

Kini Kita sudah saling memahami satu sama lain,menerima setiap kekurangan diantara kita,mengerti akan setiap kesederhanaan yang tercipta begitu saja. Sebuah perjalanan Cinta yang begitu panjang,aktivitas Kita pun kini sama,Kita 1 fakultas dan 1 jurusan. Saat pagi tiba,kita mengatur agenda perjalanan setiap hari.

Accesoris Unik

03 February 2013 10:52:34 Dibaca : 58

Zaman sekarang sudah sangat berkembang pesat berbeda dengan zaman-zaman sebelumnya. Semuanya sudah sangat berbeda,mulai dari pakaian tradisional yang menjadi pakaian modern. Apalagi pakaian saat ini sudah harus sesuai mode,kalau tidak,kita bisa dikatakan ketinggalan zaman. Accesoris menjadi salah satu penambah kecantikan setiap insan,bukan hanya wanita tapi pria sudah banyak yang mengenakan Accesoris,seperti jam tangan,kalung dan lain-lain. Saya ingin membahas mengenai Accesoris kalung,kalung sudah menjadi Accesoris yang biasa digunakan oleh setiap Wanita maupun pria. Namun seperti yang Saya lihat saat ini,kalung yang sering digunakan saat ini,kalung-kalung mewah yang tidak butuh sedikit uang untuk mendapatkannya. Apalagi orang Indonesia banyak yang menyukai produk luar. Saya berpikir jika orang Indonesia hanya menyukaiproduk luar,secara otomatis negara kita ini,akan merasa terabaikan,merasa tidak dihargai karyanya,bahkan banyak menguntungkan negara lain. Saya berinisiatif,membuat sebuah produk yang sebenarnya mudah didapatkan yang berasal dari Indonesia. Saya ingin membuat kalung yang bahan dasarnya adalah pecahan gelas ataupun pecahan botol. Kedengaranya memang mengerikan,karena kita akan bermain yang bisa dikatakann berbahaya. Tapi jika pecahan-pacahan tersebut diolah menjadi sebuah buah kalung,mungkin nilai estetikanya akan lebih terpancar.

Langkah-langkah pembuatan :

Ambil pecahan gelas dan botol,agar lebih indah pecahan tersebut diberi warna yang bervariatif. Pecahan gelas tersebut dibentuk sesuai keinginan masing-masing,bisa berbentuk love,bintang atau terserah anda saja.Pecahan gelas yang sudah dibentuk dan diberi warna diletakan di air laut sekitar 1 minggu. Setelah 1 minggu berlalu kita ambil pecahan tersebut lalu di buat jadi buah kalung. Sedangkan untuk tali kalungnya bisa menggunakan tali kalung ataupun gelang yang sudah jadi,yang dijual /meter.

Proses pembuatan kalung ini memang sangat praktis,dan mudah. Selain dapat membuka lapangan pekerjaan bagi orang-orang pinggiran laut ataupun pantai,kalung sederhana ini juga dapat memberikan sesuatu yang baru didunia Accesoris Indonesia,utamanya membawa nama Universitas Negeri Gorontalo. Jika ide Saya ini dapat diapresiasikan dengan baik,dan membawa keuntungan yang besar. Saya rasa bukan haya Saya seorang yang senang,tapi orang-orang yang terlibatdalam pembuatan kalung in juga dapat merasakan kebahagiaan itu.

Kegelisahan Malam

02 February 2013 12:29:57 Dibaca : 70

 

Setiap malam aku terbangun dari mimpi-mimpi ini,tepat pukul 03.00 waktu yang sering membuatku terbangun,ketika aku terbangun,aku slalu merasa ketakutan,rasa takut akan ajal yang akan menjemputku,rasa takut kepada Allah,bahkan aku takut untuk tidur kembali dan tak terbangun lagi di esok hari. Aku bingung akan rasa itu,aku tak tahu apa maksud dari semua kejadian itu,atau mungkin ini cara Allah menegurku,tanya hati pun terbesik dalam kalbu.

Hingga terbayangkan akan dosa hari ini ataupun kemarin yang telah ku perbuat. Mungkin ini teguran,mungkin juga ini hukuman,di hantui rasa takut yang sebenarnya Aku pun tidak menginginkan hal ini. Satu-satunya cara yang kulakukan untuk melawan semua rasa takut itu hanyalah menyebut nama Allah,mengucapkan 2 kalimat syahadat,cara itu kulakukan sampai aku terlelap kembali.

Ketika bangun pagi,tekad untuk sebuah kebaikan hari ini terencanakan,hanya saja kala waktu mulai mengantarkanku pada saat dimana akupun tak menginginkannya,aku tak bisa menolak bahkan berkutip sedikitpun,meski hati ini sebenarnya ingin sekali menolaknya,menjauhi semua hal-hal yang seharusnya belum saatnya hadir dihidup ini.

Senam Pagi anak-anak Bidik Misi'12'

02 February 2013 12:07:52 Dibaca : 56

Pagi ini mentari masih bersinar menyinari kami anak-anak bidikmisi yang berkumpul di lapangan olahraga Indor. Panasnya terik matahari sudah menjadi hal lumrah yang tidak dapat mengurangi rasa persaudaraan diantara kami.Meski terkadang rasa penat menggerogoti hati namun semua itu terobati atas nama sebuah kebersamaan antar Saya dan anak-anak bidik misi lainnya.

Pagi ini lebih banyak anak-anak bidik misi dari hari-hari sebelumnya  yang mengikuti senam pagi,sebenarnya bukan sebuah kebetulan tapi semua Kami memang sudah dijodohkan oleh Tuhan untuk hadir bersama-sama di lapangan Basket UNG. Kami anak-anak bidikmisi yang mempunyai sesuatu yang patut dicontoh,meski dengan keterbatasan ekonomi,kami tidak patah semangat untuk menjadi anak bangsa yang cerdas dan jujur,Kami tetap mau berusaha untuk menjadi yang terbaik diantara yang lainnya. Saya adalah 1 diantara ribuan anak bidik misi yang mempunyai begitu banyak mimpi indah bersama orang-orang terkasih. Saya adalah anak yang terkadang merasa sangat tersisih diantara anak-anak lainnya,tersisih dari sebuah pergaulan yang tidak biasa hadir dalam hari-hari ini,yaitu sebuah Kemewahan. Kemewahan memang hanya milik mereka,mereka yang mempunyai orang tua dengan pekerjaan tetap,mereka yang terbiasa hidup dengan serba ada. Sedangkan Saya,Saya hanyalah seorang gadis yang terlahir dari sebuah keluarga sederhana,dengan kedeshanaan itu kami bahkan memiliki bahagia yang luar biasa. Kami memang tidak memilki kemewahan harta tapi kami punya kemegahan hati yang tidak semua orang bisa memilikinya.

Salam prestasi dari Saya anak bidik misi