Agroekosistem

08 March 2015 08:43:10 Dibaca : 445 Kategori : COURSE

KATA PENGANTAR


Segala puji hanya kepunyaan ALLAH SWT dan hanya dengan izin dan kuasa-Nya, maka penulisan makalah yang berjudul “ Hubungan antara Suhu,Radiasi Surya,Tanaman dan Hewan “ tepat pada waktunya. Makalah ini merupakan tugas mata kuliah “ DASAR AGROEKOSISTEM “. Makalah ini merupakan inovasi pembelajaran untuk memahami secara mendalam, semoga makalah ini dapat berguna untuk Mahasiswa pada umumnya.
Kami mengucapkan terima kasih kepada rekan-rekan seperjuangan yang telah membantu kami dalam menyelesaikan makalah ini untuk itu kami tidak dapat membalasnya. Hanya dengan iringan doa semoga ALLAH SWT dapat membalasnya.
Kami menyadari bahwa dalam penyusunan makalah ini masih terdapat banyak kekurangan, untuk itu kami mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun demi untuk kesempurnaan makalah ini.
Akhirnya kami mengucapkan terima kasih dan semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi rekan-rekan sekalian.




                                         






DAFTAR ISI


Kata Pengantar    i
Daftar isi    ii   

BAB 1 Pendahuluan
1.2    Latar Belakang    1   
1.3    Rumusan Masalah    2
1.4    Tujuan    2
1.5    Manfaat    2

BAB 2 Pembahasan
2.1 Hubungan suhu dan pertumbuhan tanaman    3
       2.1.1 Pengaruh Suhu    4
2.2 Hubungan suhu dan kehidupan hewan    5
2.3 Hubungan radiasi surya dan pertumbuhan tanaman    6   
2.4 Hubungan radiasi surya dan hewan    7
2.5 Hubungan Radiasi Surya dan Suhu    7
2.6 Hubungan Hewan dan Tanaman    8

BAB 3 Penutup
3.1    Kesimpulan    9
3.2    Saran    9

Daftar Pustaka    10   

   






BAB 1
PENDAHULUAN


1.1    Latar  Belakang   

Pembahasan ekologi tidak lepas dari pembahasan ekosistem dengan berbagai komponen penyusunnya. Salah satunya adalah faktor abiotik. Faktor abiotik adalah faktor tak hidup yang meliputi faktor fisik dan kimia. Faktor abiotik antara lain suhu, air, kelembapan, cahaya, dan topografi. Pada prisipnya  ditinjau dari biologi mahkluk hidup sangat bergantung kepada faktor – faktor yang ada diluar dirinya baik itu secara langsung maupun tidak langsung. Dengan kata lain tidak ada satu mahkluk hidup pun di dunia ini yang dapat berdiri sendiri tanpa bergantung dengan faktor lain
Cahaya matahari adalah sumber energi utama bagi kehidupan seluruh makhluk hidup di dunia. Bagi manusia dan hewan cahaya matahari adalah penerang dunia ini. Selain itu , bagi tumbuhan khususnya yang berklorofil cahaya matahari sangat menentukan proses fotosintesis. Fotosintesis adalah proses dasar pada tumbuhan untuk menghasilkan makanan.  Makanan yang dihasilkan akan menentukan ketersediaan energi untuk pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan. Cahaya dibutuhkan oleh tanaman mulai dari proses perkecambahan biji sampai tanaman dewasa. Dengan demikian cahaya dapat menjadi faktor pembatas utama di dalam semua ekosistem.
Suhu juga merupakan salah satu faktor lingkungan yang sangat berpengaruh terhadap kehidupan makhluk hidup, termasuk tumbuhan. Suhu dapat memberikan pengaruh baik secara langsung maupun tidak langsung.suhu dapat berperan langsung hampir pada setiap fungsi dari tumbuhan dengan mengontrol laju proses-proses kimia dalam tumbuhan tersebut, sedangkan berperan tidak langsung dengan mempengaruhi faktor-faktor lainnya terutama suplai air. Suhu akan mempengaruhi laju evaporasi dan menyebabkan tidak saja keefektifan hujan tetapi juga laju kehilangan air dari organisme.

1.2     Rumusan Masalah

•    Bagaimana hubungan suhu dan pertumbuhan tanaman?
•    Bagaimana hubungan suhu dan kehidupan hewan?
•    Bagaimana hubungan radiasi surya dan pertumbuhan tanaman?
•    Bagaimana hubungan radiasi surya dan hewan?


1.3    Tujuan
 
•    Untuk mengetahui hubungan suhu dan pertumbuhan tanaman
•    Untuk mengetahui hubungan suhu dan kehidupan hewan
•    Untuk mengetahui hubungan radiasi surya dan pertumbuhan tanaman
•    Untuk mengetahui hubungan radiasi surya dan hewan

1.4     Manfaat

•    Agar dapat mengetahui hubungan suhu dan pertumbuhan tanaman
•    Agar dapat mengetahui hubungan suhu dan kehidupan hewan
•    Agar dapat hubungan radiasi surya dan pertumbuhan tanaman
•    Agar dapat mengetahui hubungan radiasi surya dan hewan



















BAB 2
PEMBAHASAN


2.1 Hubungan suhu dan kehidupan tanaman

   Suhu merupakan faktor lingkungan yang berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Suhu berkorelasi positif dengan radiasi mata hari,Suhu: tanah maupun udara disekitar tajuk tanaman.Tinggi rendahnya suhu disekitar tanaman ditentukan oleh radiasi matahari, kerapatan tanaman, distribusi cahaya dalam tajuk tanaman, kandungan lengas tanah.Suhu mempengaruhi beberapa proses fisiologis penting: bukaan stomata, laju transpirasi, laju penyerapan air dan nutrisi, fotosintesis, dan respirasi.

Pengaruh suhu sangat besar. Beberapa tumbuhan, tumbuh dengan baik pada suhu yang lembab, dan beberapa lainnya tumbuh hanya pada suhu yang baik. Suhu mempengaruhi daya tahan, fungsi, bahkan bentuk tumbuhan, sebagai contoh. Tumbuhan padang pasir memiliki duri sebagai ganti daun, sehingga mengurangi penguapan yang terjadi pada tumbuhan tersebut. Cobalah Anda membelah kaktus, maka akan Anda dapati banyak air di batangnya. Contoh lain adalah lumut. Lumut tumbuh dan berkemang dengan baik pada tempat yang lembab, sehingga dapat di pastikan bahwa pertumbuhan lumut di topang oleh kelembapan suhu. Peningkatan suhu sampai titik optimum akan diikuti oleh peningkatan proses di atas.Setelah melewati titik optimum, proses tersebut mulai dihambat: baik secara fisik maupun kimia, menurunnya aktifitas enzim (enzim terdegradasi).Peningkatan suhu disekitar iklim mikro tanaman akan menyebabkan cepat hilangnya kandungan lengas tanah.

Peranan suhu kaitannya dengan kehilangan lengas tanah melewati mekanisme transpirasi dan evaporasi.Peningkatan suhu terutama suhu tanah dan iklim mikro di sekitar tajuk tanaman akan mempercepat kehilangan lengas tanah terutama pada musim kemarau. Pada musim kemarau, peningkatan suhu iklim mikro tanaman berpengaruh negatif terhadap pertumbuhan dan perkembangan tanaman terutama pada daerah yang lengas tanahnya terbatas Pengaruh negatif suhu terhadap lengas tanah dapat diatasi melalui perlakuan pemulsaan (mengurangi evaporasi dan transpirasi.


 2.1.1 Pengaruh Suhu

Tumbuhan umumnya tumbuh pada kisaran suhu 1 sampai 40 OC, kebanyakan jenis    tumbuhan tumbuh sangat baik antara 15 dan 30 OC. Tumbuhan berbeda kemampuan bertahannya terhadap suhu ekstrim pada tingkat prtumbuhan yang berbeda. Misalnya, tumbuhan yang lebih tua, dan lebih keras akan lebih tahan terhadap suhu rendah dibanding kecambah muda. Jaringan atau organ berbeda dari tumbuhan yang sama mungkin sangat bervariasi kesensitifannya (kepekaannya) terhadap suhu rendah yang sama. Tunas jauh lebih sensitif (peka) dibanding daun dan sebagainya.


•    Pengaruh Suhu Tinggi
Pada umunya tumbuhan lebih cepat rusak dan lebih cepat meluas kerusakannya apabila suhu lebih tinggi dari suhu maksimum untuk pertumbuhannya dibanding apabila suhu lebih rendah dari suhu minimum. Pengaruh suhu tinggi pada pertumbuhan berhubungan dengan pengaruh faktor lingkungan yang lain, terutama kelebihan cahaya, kekeringan, kekurangan oksigen, atau angin kencang bersamaan dengan kelembaban relatif yang rendah. Suhu tinggi biasanya berperan dalam kerusakan sunsclad yang tampak pada bagian terkena sinar matahari pada buah berdaging dan sayuran, seperti cabe, apel, tomat, umbi lapis bawang dan umbi kentang. Hari dengan sinar matahari terik dan panas maka suhu jaringan buah yang terdapat di bawah sinar matahari langsung mungkin jauh lebih tinggi disbanding dengan jaringan buah dari sisi yang terlindung dan dikelilingi udara. Hal tersebut menghasilkan perubahan warna, kelihatan basah berair, melepuh, dan keringnya jaringan di bawah kulit, yang menyebabkan permukaan buah lekuk. Suhu tinggi juga terlibat dalam kekacauan air biji (water core) pada apel dan penurunan oksigen yang menyebabkan terjadinya blacheart pada kentang.

•    Pengaruh Suhu Rendah
Kerusakan tumbuhan yang disebabkan oleh suhu rendah lebih besar dibanding dengan suhu tinggi. Suhu di bawah tiitik beku menyebabkan berbagai kerusakan terhadap tumbuhan. Kerusakan tersebut meliputi kerusakan yang disebabkan oleh late frost (embun upas) terhadap titik meristematik muda atau keseluruhan bagian tumbuhan herba, embun upas yang membunuh tunas pada persik, cherry, dan pepohonan lain, dan membunuh bunga, buah muda dan kadangkadang ranting sukulen sebagian pepohonan.

2.2     Hubungan suhu dan kehidupan hewan
Suhu adalah parameter yang menggambarkan derajat panas suatu benda. Semakin tinggi panas suatu benda, maka semakin tinggi pula suhunya. Panas yang dipancarkan atau dirambatkan oleh suatu benda merupakan bentuk energi yang dibebaskan oleh suatu benda melalui proses tranformasi energi. Dengan demikian secara tidak langsung suhu dapat dipakai sebagai indikator tentang besarnya energi yang dibebaskan oleh suatu benda.
Dalam suatu ekosistem, suhu dapat mengatur pertumbuhan dan penyebaran hewan yang hidup didalamnya. Proses ini terjadi karena suhu mempengaruhi unsur fisik dan fisologis tubuh hewan. Suhu yang terlalu tinggi dapat merusak enzim, sel, jaringan, organ, permiabilitas membran, hormon serta menguapkan cairan tubuh. Sedangkan suhu yang terlalu rendah dapat menghambat kerja enzim, hormon metabolisme dan pembekuan protoplasma.
Berdasarkan daya toleransi terhadap suhu, hewan dapat dikelompokan menjadi hewan eurythermal dan hewan stenothermal. Hewan eurytermal adalah hewan yang mampu hidup pada suhu lingkungan dalam kisaran yang luas. Ini artinya selisih antara suhu maksimum dan minimum sangat luas. Hewan stenothermal adalah hewan yang mampu hidup pada suhu lingkungan dalam kisaran yang sempit. Ini artinya selisih suhu maksimum dan minimum sempit.

Setiap hewan (organisme) memiliki titik kardinal suhu yang berbeda dengan hewan lainnya. Titik kardinal adalah titik-titik yang menunjukkan  batas suhu maksimum, suhu optimum dan suhu minimum yang masih bisa diterima oleh hewan.
Suhu maksimum adalah suhu tertinggi yang masih memungkinkan hanya 50% anggota populasi suatu hewan bertahan hidup. Suhu minimum adalah  titik suhu terendah yang memungkinkan hanya 50% anggota populasi suatu hewan bertahan hidup. Suhu optimum adalah nilai suhu yang memungkinkan populasi suatu hewan menjalani hidup paling baik dan menghasilkan  keturunan paling banyak.


2.3     Hubungan radiasi surya dan kehidupan tanaman
Cahaya matahari adalah sumber energi utama bagi kehidupan seluruh makhluk hidup didunia. Bagi tumbuhan khususnya yang berklorofil, cahaya matahari sangat menentukan proses fotosintesis. Fotosintesis adalah proses dasar pada tumbuhan untuk menghasilkan makanan.  Makanan yang dihasilkan akan menentukan ketersediaan energi untuk pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan. Cahaya merupakan faktor penting terhadap berlangsungnya fotosintesis, sementara fotosintesis merupakan proses yang menjadi kunci dapat berlangsungnya proses metabolisme yang lain di dalam tanaman.
 Pengaruh cahaya juga berbeda pada setiap jenis tanaman. Tanaman C4, C3, dan CAM memiliki reaksi fisiologi yang berbeda terhadap pengaruh intensitas, kualitas, dan lama penyinaran oleh cahaya matahari. Selain itu, setiap jenis tanaman memiliki sifat yang berbeda dalam hal fotoperiodisme, yaitu lamanya penyinaran dalam satu hari yang diterima tanaman. Perbedaan respon tumbuhan terhadap lama penyinaran atau disebut juga fotoperiodisme, menjadikan tanaman dikelompokkan menjadi tanaman hari netral, tanaman hari panjang, dan tanaman hari pendek.
 Kekurangan cahaya matahari akan mengganggu proses fotosintesis dan pertumbuhan, meskipun kebutuhan cahaya tergantung pada jenis tumbuhan. Selain itu, kekurangan cahaya saat perkembangan berlangsung akan menimbulkan gejala etiolasi, dimana batang kecambah akan tumbuh lebih cepat namun lemah dan daunnya berukuran kecil, tipis dan berwarna pucat ( tidak hijau ). Gejala etiolasi tersebut disebabkan oleh kurangnya cahaya atau tanaman berada di tempat yang gelap. Cahaya juga dapat bersifat sebagai penghambat (inhibitor) pada proses pertumbuhan, hal ini terjadi karena dapat memacu difusi auksin ke bagian yang tidak terkena cahaya. Cahaya yang bersifat sebagai inhibitor tersebut disebabkan oleh tidak adanya cahaya sehingga dapat memaksimalkan fungsi auksin untuk penunjang sel – sel tumbuhan sebaliknya, tumbuhan yang tumbuh ditempat terang menyebabkan tumbuhan – tumbuhan tumbuh lebih lambat dengan kondisi relative pendek, lebih lebar, lebih hijau, tampak lebih segar dan batang kecambah lebih kokoh.


2.4     Hubungan radiasi surya dan hewan
Matahari merupakan sumber energi terbesar di alam semesta. Energi matahari diradiasikan kesegala arah dan hanya sebagian kecil saya yang diterima oleh bumi. Energi matahari yang dipancarkan ke bumi berupa energi radiasi. Disebut radiasi dikarenakan aliran energi matahari menuju ke bumi tidak membutuhkan medium untuk mentransmisikannya. Energi matahari yang jatuh ke permukaan bumi berbentuk gelombang elektromagentik yang menjalar dengan kecepatan cahaya. Panjang gelombang radiasi matahari sangat pendek dan biasanya dinyatakan dalam mikron.
Bagi manusia dan hewan cahaya matahari berfungsi sebagai penerang. Sedangkan bagi tumbuhan dan organisme berklorofil, cahaya matahari dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku dalam proses fotosintesis. Dalam proses ini energi cahaya diperlukan untuk berlangsungnya penyatuan COâ‚‚ dan air untuk membentuk karbohidrat.
Lebih lanjut, adanya sinar matahari merupakan sumber dari energi yang menyebabkan tanaman dapat membentuk gula. Tanpa bantuan dari sinar matahari, tanaman tidak dapat memasak makanan yang diserap oleh tanah, yang mengakibatkan tanaman menjadi lemah atau mati.

2.5     Hubungan radiasi surya dan Suhu
•    Radiasi surya (surya = matahari) sumber energi utama untuk proses-proses fisika atmosfer yang menentukan keadaan cuaca dan iklim di atmosfer bumi.
•    Permukaan matahari bersuhu 6000 K, dengan jarak dari bumi 150 juta Km
•    Radiasi yang sampai di puncak atmosfer 1360 Wm2, yang sampai ke permukaan bumi setengah dari yang diterima di puncak atmosfer.
•    Rata-rata 30% radiasi yang sampai dipermukaan bumi dipantulkan kembali ke angkasa luar.
•    Panjang gelombang semakin pendek bila suhu permukaan yang memancarkan radiasi tersebut lebih tinggi
•    Matahari (suhu 6000 K) mempunyai kisaran panjang gelombang antara 0.3 – 4.0 μm
•    Bumi suhu 300 K (27oC) memancarkan radiasi dengan panjang gelombang 4 – 120 μm,
•    Karena panjang gelombang radiasi surya relatif pendek dibandingkan benda-benda alam lainnya maka disebut radiasi gelombang pendek.

2.6     Hubungan Hewan Dan Tanaman
Banyak hewan makan hanya bahan tanaman. Energi yang berasal dari tanaman masuk ke dalam bangunan tubuh hewan-hewan, dan ditransfer ke tubuh hewan yang memangsa mereka. Ada beberapa tanaman yang menangkap dan mencerna serangga. Beberapa hewan-seperti kutu daun dan cacing gelang tertentu --- hidup di dalam atau di jaringan tanaman hidup.
Dalam proses pembuatan makanan, tanaman melepaskan gratis (uncombined) oksigen, tanpa mana hewan tidak bisa hidup. Dalam proses respirasi, hewan karbon dioksida gilirannya rilis, yang tanaman digunakan dalam membuat makanan. Ketika tumbuhan dan hewan mati, berbagai senyawa kimia yang tubuh mereka terdiri menjadi bagian dari tanah yang memelihara tanaman baru dan, pada akhirnya, binatang lain. Banyak hewan dapat hidup di daerah lain tidak menguntungkan karena kelembaban dan naungan yang disediakan oleh pohon-pohon dan tanaman lainnya. Banyak serangga berkembang biak di bawah kulit pohon dan semak-semak.
Beberapa hewan membantu tanaman untuk mereproduksi. Serangga tertentu, burung, dan mamalia (lebah, Kolibri, dan beberapa kelelawar, misalnya) yang mengunjungi tanaman untuk makanan atau tempat berlindung membawa serbuk sari dari satu bunga ke bunga lainnya, membawa tentang pembuahan. Benih tanaman sering luas karena dibawa dalam atau pada tubuh hewan.











BAB  3
PENUTUP


3.1     Kesimpulan
Dari makalah di atas dapat di tarik  kesimpulan bahwa suhu,radiasi surya, tanaman dan hewan memiliki hubungan yang tidak dapat di putuskan atau memiliki matarantai yang sangat erat,jika salah satun-Nya terputus,maka kinerjan-nya tidak berfungsi dengan baik.Misalnya hubungan tanaman dengan rdiasi surya,disini tanaman sangat membutuhkan radiasi surya untuk melakukan proses fotosintesis.

3.2     SARAN
Dengan disusunnya makalah ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi kita khususnya mahasiswa agar dapat kita jadikan pedoman suatu saat nanti. Dalam penyusunan makalah ini masih terdapat banyak kesalahan sehingga penyusun mengharapakan kritik dan saran yang sifatnya membangun agar dalam penyusunan makalah yang berikutnya dapat lebih baik.





DAFTAR PUSTAKA

http://edukasi.kompasiana.com/2009/12/17/ekologi-tumbuhan-cahaya-suhu-dan-air/
https://www.google.co.id/search?q=hubungan+cahaya%2C+suhu%2C+tanaman%2C+dan+hewan&ie=utf-8&oe=utf-8&aq=t&rls=org.mozilla:en-US:official&client=fire
http://imamfauzirohman.blogspot.com/2012/01/pengaruh-cahaya-matahari-dan-suhu.html
http://pujhyfitriaz.blogspot.com/2012/06/makalah-fisiologi-tumbuhan-lanjut.html
http://myrealact.blogspot.com/2012/03/faktor-lingkungan-yang-mempengaruhi.html
http://edukasi.kompasiana.com/2009/12/17/ekologi-tumbuhan-cahaya-suhu-dan-air/