KATEGORI : SPORTS

Rio Finish di Posisi 9 pada Race 1 GP2 Bahrain

15 March 2013 13:40:36 Dibaca : 238

Manama - Rio Haryanto meraih hasil cukup positif di Race 1 GP2 Bahrain. Pebalap Tim Marussia Carlin ini menuntaskan lomba di posisi kesembilan dan kembali mendapatkan tambahan poin.

Dalam feature race di Sirkuit Sakhir, Sabtu (21/4/2012) malam WIB, Rio yangstart dari posisi kesepuluh berhasil finis di posisi kesembilan. Dia menyelesaikan balapan sepanjang 32 lap dalam waktu 1 jam 3,961 detik.

Pebalap DAMS yang menguasai pole position, Davide Valsecchi, tampil sebagai pemenang lomba. Valsecchi finis 32,846 detik di depan Rio.

Dengan hasil ini, Rio mendapatkan tambahan dua poin. Dia kini mengumpulkan empat poin dan berada di posisi ke-12 klasemen pebalap. Valsecchi ada di peringkat teratas dengan koleksi 55 poin.

Hari ini, Minggu (22/4/2012), Rio akan mengikuti Race 2 (sprint race). Dia akan start sesuai dengan posisi finisnya di feature race, posisi sembilan.

Hasil Feature Race GP2 Bahrain:
No-Pebalap-Tim- Waktu

1. Davide Valsecchi DAMS 59m31.115s
2. Luiz Razia Arden + 7.770s
3. Esteban Gutierrez Lotus + 13.528s
4. Max Chilton Carlin + 14.088s
5. James Calado Lotus + 16.278s
6. Tom Dillmann Rapax + 16.559s
7. Fabio Leimer Racing Engineering + 17.243s
8. Fabio Onidi Coloni + 28.109s
9. Rio Haryanto Carlin + 32.846s
10. Brendon Hartley Ocean + 36.093s
11. Stephane Richelmi Trident + 37.377s
12. Julian Leal Trident + 38.677s
13. Marcus Ericsson iSport + 40.627s
14. Fabrizio Crestani Lazarus + 41.009s
15. Rodolfo Gonzalez Caterham + 44.028s
16. Simon Trummer Arden + 44.552s
17. Ricardo Teixeira Rapax + 47.776s
18. Giancarlo Serenelli Lazarus + 52.464s

Tidak finis:
Dani Clos Addax 30 laps
Nigel Melker Ocean 30 laps
Nathanael Berthon Racing Engineering 29 laps
Johnny Cecotto Addax 16 laps
Felipe Nasr DAMS 16 laps
Giedo van der Garde Caterham 16 laps
Stefano Coletti Coloni 2 laps
Jolyon Palmer iSport 0 laps

Barcelona 1-3 Real Madrid

27 February 2013 09:21:05 Dibaca : 195

Caretaker Barcelona Jordi Roura menghimbau anak asuhnya untuk segera melupakan kekalahan yang diterima atas Real Madrid di ajang Copa del Rey.


Setelah ditumbangkan Real Madrid di semi-final leg kedua Copa del Rey, Rabu (27/2) dini hari WIB, caretaker Barcelona Jordi Roura meminta tim yang ia pimpin untuk segera move on.

Seperti diketahui, Blaugrana kalah di kandang sendiri setelah dua gol Cristiano Ronaldo dan Raphael Varane hanya mampu dibalas sekali oleh Jordi Alba, di mana laga yang dilangsungkan di Camp Nou itu berakhir dengan skor 3-1.

“Kami harus segera melupakan [kekalahan ini] dan fokus pada perburuan juara yang kami ikuti,” ujar Roura kepada Marca.

“Madrid tampil sangat efektif saat melawan kita. Saya tidak berpikir mereka superior, perbedaannya hanya terletak pada detil kecil.

“Kami memiliki mimpi untuk tampil di final lainnya, dan sudah pasti kekalahan ini merupakan sebuah kekecewaan, namun hikmahnya kita harus menjadi optimistis.

“Tak perlu untuk mencela tim ini. Kita harus memiliki keyakinan mutlak bahwa tim ini bisa bangkit dari kegagalan ini.

“Kami telah kehilangan sebuah gelar, tapi di liga, kami adalah favorit juara. Dan kami masih punya pertandingan leg kedua dengan Milan dan kami akan coba untuk lolos.

“Kami memiliki tantangan yang luar biasa dalam dua kompetisi spesial, dan kami akan berjuang hingga akhir.”

Dinilai Mampu Gantikan Pirlo, Montolivo Dapat Pujian

23 February 2013 14:25:55 Dibaca : 236
Riccardo Montolivo ketika mengawal pergerakan Lionel Messi (Foto: Reuters)
Riccardo Montolivo ketika mengawal pergerakan Lionel Messi (Foto: Reuters)

MILAN - Kemenangan 2-0 AC Milan atas Barcelona pada leg pertama babak 16 besar Liga Champions, membuat para punggawa Rossoneri banyak dapat pujian. Salah satu yang menuai pujian adalah Riccardo Montolivo.

Gelandang 28 tahun ini mendapat pujian dari pemain legendaris I Rossoneri, Paolo Maldini. Mantan bek andalan Milan ini menilai Montolivo bermain dengan sangat apik dan mampu menyeimbangkan permainan Milan.

Ya, dalam laga kontra Barca di San Siro, Kamis dini hari kemarin, Montolivo memang tampil cukup gemilang. Pemain yang didatangkan dari Fiorentina secara gratis pada awal musim ini, mampu menjalankan tugasnya sebagai jenderal lini tengah yang mampu mengakomodir serangan dan sekaligus mematikan serangan lawan.

Bahkan, dua gol Milan secara tak langsung berkat andil dirinya. Pada gol pertama yang dicetak Kevin Prince Boateng, Montolivo merupakan orang yang melepaskan sepakan lalu kemudian membentur Cristian Zapata sehingga sukses dikonversi menjadi gol oleh Boateng.

Sementara pada gol kedua yang dicetak Muntari, Montolivo jugalah orang pertama yang mengirimkan umpan manis ke M’Baye Niang, lalu diteruskan ke Stephan El Shaarawy dan dituntaskan dengan baik oleh Muntari.

“Montolivo membuat saya terkejut.  Penampilannya konsisten, dia juga punya kualitas dan membuktikan bahwa dia mampu beradaptasi dengan baik di tiap posisi yang dimainkannya,” ujar Maldini yang kebetulan hadir menyaksikan pertandingan secara langsung.

“Dia pemain yang menentukan, salah satu orang yang mampu menutup lubang yang ditinggalkan Andrea Pirlo. Dia punya fisik yang kuat, mampu memenangi bola dan punya visi yang luar biasa. Dia memiliki segalanya,” puji sang ikon sebagaimana dikutip Football-Italia.

Selain memuji peran Montolivo, Maldini juga memberikan kredit khusus kepada Kevin Constant. Pemain kelahiran Prancis yang membela Timnas Guinea ini dipujinya karena mampu memainkan peran sebagai bek kiri dengan baik, kendati sejatinya posisi yang biasa dimainkannya adalah gelandang.

“Dia (Constant) cepat, memiliki teknik bagus dan juga personalisasi yang bagus,” pungkas Maldini yang semasa bermain juga berposisi sebagai bek kiri.

Di akhir kata, Maldini berharap Milan mampu mempertahankan performa apiknya saat gantian melawat ke markas Barcelona di Camp Nou, 12 Maret mendatang. Pria yang belum lama ini datang ke Indonesia bersama skuad Milan Glorie ini menilai keunggulan 2-0 belum jaminan Milan lolos ke babak perempatfinal

Di Eropa, Ramos Lantang Dukung Barca

23 February 2013 14:25:17 Dibaca : 213

Browser anda tidak mendukung iFrame

Sergio Ramos Garcia (Foto: Reuters)
Sergio Ramos Garcia (Foto: Reuters)

MADRID – Tak semua jugador Real Madrid, menyimpan kesumat menahun terhadap sang seteru, Barcelona. Sergio Ramos salah satunya. Defensor Madrid itu mengaku selalu punya keinginan kuat mendukung Barca.
 
Apa pun opini yang bermunculan tentang pernyataannya itu, Ramos hanya mengikuti kata hati di mana rasa nasionalismenya masih tinggi. Ramos mengaku bahwa meski di pentas domestik selalu menjadi saingan berat, tapi dukungannya tetap mengalir jika Barca tampil di kompetisi paling elite Eropa, Champions League.
 
“Kami rival Barcelona, tapi ketika sebuah tim Spanyol bermain melawan tim dari negara lain, saya selalu ingin tim Spanyol yang menang,” beber Ramos kepada ElHormiguero, Sabtu (23/2/2013).
 
Berbicara soal Champions League di atas, Ramos pun teringat momen pahitnya musim lalu, tatkala gagal mengeksekusi penalti di leg kedua semifinal. Seperti yang diketahui, Los Merengues pun gugur dan Bayern yang melaju ke final menghadapi Chelsea.
 
“Saat saya tak ingin mengambil penalti, saya takkan melakukannya. Jika Anda tak mengambilnya, maka Anda takkan takkan gagal, bukan? Kegugupan kala itu melanda saya dan ketika gagal, saya pun gusar,” lanjutnya.
 
“Saya pun melihat bagaimana Ibu dan Adik saya kecewa. Tapi pengalaman akan membuat Anda lebih kuat. Jika Anda tak melewati hal semacam itu dan mampu menghadapinya, Anda takkan menjadi seorang profesional. Saat anda melakukan kesalahan, Anda tak boleh down dan harus tetap berkembang,” tukas Ramos.

Kemenangan Milan seperti Final LC 1994

23 February 2013 14:24:24 Dibaca : 195

Browser anda tidak mendukung iFrame

Duet Kevin Prince Boateng dan Sulley Muntari (foto: Reuters)
Duet Kevin Prince Boateng dan Sulley Muntari (foto: Reuters)

PARIS – Kemenangan 2-0 AC Milan atas Barcelona Kamis (21/2/2013) dini hari tadi memberikan cerita tersendiri bagi mantan pemain Rossoneri, Marcel Desailly. Menurutnya, kemenangan tersebut mengingatkannya pada final Liga Champions 1994.

Milan memang tampil mengesankan dalam menjamu Barca, di mana dua gol yang dicetak oleh Kevin Prince Boateng dan Sulley Muntari menegaskan keperkasaan I Diavolo Rosso di San Siro.

Desailly pun langsung terngiang akan masa-masa saat dia masih membela Milan pada periode 1993 hingga 1998. Tepatnya pada final Liga Champions1994, mantan pemain internasional Prancis tersebut ikut menyumbangkan sebuah gol dari total empat gol yang masuk ke gawang Blaugrana pada waktu itu.

“Saya harus berterima kasih dengan pelatih Massimiliano Allegri yang telah melakukan pekerjaan yang luar biasa. Para pemain menunjukkan karakter, dan ini mengingatkan saya pada kemenangan 4-0 menghadapi Barcelona di 1994,” ucap Desailly, seperti disitat Football-Italia, Kamis (21/2/2013).

“Taktik dan dalam hal disiplin, tim bermain sempurna dengan pertahanan tinggi. Mereka menekan pemain lawan saat memegang bola dengan begitu perhatian,” tegas pemain berdarah Ghana tersebut.