Peramalan Hama penggerek batang

04 December 2015 09:34:39 Dibaca : 1120

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar belakang
Dalam ilmu budidaya tentunya kita mengenal aspek-aspek pembudidayaan diantaranya yaitu pemeliharaan. Pada dasarnya pembudidayaan dilakukan agar tanaman dapat terpelihara. Pemeliharaan tersebut bertujuan untuk mengendalikan suatu serangan baik dari serangan hama, maupun penyakit.
Kegagalan dalam usaha dibidang pertanian diantaranya disebabkan oleh adanya organisme pengganggu tanaman. Dalam budidaya tanaman pelaksanaan perlindungan hama sangat berpengaruh, agar mampu menghasilkan produksi yang maksimal, menguntungkan, dan berkualitas. Pengamatan hama dan penyakit tanaman merupakan kegiatan utama. Data pengamatan hama dan penyakit dapat digunakan untuk menyusun suatu program peramalan hama dan penyakit tanaman.
Organisme pengganggu tanaman merupakan salah satu kendala dalam budidaya Ntanaman. Serangan organisme pengganggu tanaman (OPT) baik hama maupun penyakit setiap tahun selalu muncul. Gangguan tersebut belum dapat dikendalikan secara optimal sehingga masih menimbulkan kerugian hasil. Salah satu yang berpengaruh terhadap pola musim atau cuaca lokal yang sangat erat kaitannya dengan perkembangan OPT adalah perubahan dan fenomena iklim global. Perlu pengelolaan yang sedemikian rupa dalam upaya meminimalkan resiko berproduksi, antara lain dengan meramalkan serangan OPT.
1.2 Tujuan
Adapun tujuan pembuatan makalah yaitu untuk mengetahui peramalan Luasan serangan OPT (penggerek batang) padi.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

Peramalan adalah kegiatan yang diarahkan untuk mendeteksi dan memprediksi populasi/serangan OPT serta kemungkinan penyebaran dan akibat yang ditimbulkan dalam ruang dan waktu tertentu. Peramalan OPT merupakan bagian penting dalam program dan kegiatan penerapan PHT dalam kegiatan perencanaan ekosistem yang tahan terhadap gangguan.
Peramalah hama sasarannya adalah untuk menduga kemungkinan timbulnya OPT, mendeteksi dan memprediksi populasi/serangan dan kerusakan yang ditimbulkan OPT berdasarkan hasil pengamatan terhadap komponen-komponen yang berpengaruh di lapang dan menduga kerugian atau kehilangan hasil akibat gangguan OPT.
Peramalan hama bertujuan untuk memberikan informasi tentang populasi, intensitas serangan, luas serangan, penyebaran OPT pada ruang dan waktu yang akan datang. Informasi tersebut sebagai dasar untuk menyusun perencanaan, saran tindak pengelolaan atau penanggulangan OPT sesuai dengan prinsip, strategi dan teknik PHT. Dengan demikian diharapkan dapat memperkecil resiko berusaha tani, populasi/serangan OPT dapat ditekan, tingkat produktivitas tanaman pada taraf tinggi, menguntungkan dan aman terhadap lingkungan. (Marwoto,1992).

BAB III
PEMBAHASAN
3.1 Botani dan Klasifikasi Tanaman Padi
3.1.1 Botani Tanaman Padi
Tumbuhan padi termasuk golongan tumbuhan Graminae dengan batang yang tersusun dari beberapa ruas. Tanaman padi membentuk rumpun dengan anakannya, biasanya anakan akan tumbuh pada dasar batang. Pembentukan anakan terjadi secara tersusun yaitu pada batang pokok atau batang batang utama akan tumbuh anakan pertama, anakan kedua tumbuh pada batang bawah anakan pertama, anakan ketiga tumbuh pada buku pertama pada batang anakan kedua dan seterusnya. Semua anakan memiliki bentuk yang serupa dan membentuk perakaran sendiri (Luh, 1991).
3.1.2 Klasifikasi Tanaman Padi
Kingdom : Plantae
Subkingdom : Tracheobionta
Super Divisi : Spermatophyta
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Liliopsida
Sub Kelas : Commelinidae
Ordo : Poales
Famili : (suku rumput-rumputan)
Spesies : Oryza sativa L.

3. 2 Hama Penggerek Batang Tanaman Padi

Gambar 1. (a) jenis penggerek batang padi (b)Gejala Serangan Penggerek Batang Padi

Penggerek batang/sundep beluk (Triporiza sp.) adalah hama yang menimbulkan kerusakan dan menurunkan hasil panen. penggerek batang terdiri atas penggerek batang putih (Tryporhiza innotata) kuning (T.incertulas) , bergaris (chilo supressalis), dan merah jambu ( sesamia inferensi) menyerang batang dan pelepah daun, serangan terjadi pada fase vegetatif dan generatif.
Gejala serangannya yaitu pada fase vegetatif pucuk-pucuk tanaman menjadi kering dan mati karena digerek oleh larva. sedangkan pada fase generatif malai akan mati, berwarna abu-abu, bulirnya kosong/hampa, malai mudah dicabut dan pangkal batang terdapat gerekan larva.
Penggerek batang padi dapat menyerang semua stadium pertumbuhan tanaman padi. Serangan pada stadium vegetatif menyebabkan kematian anakan (tiller) muda yang disebut sundep (deadhearts). Berdasarkan simulasi pada stadium vegetatif, tanaman masih sanggup mengkompensasi akibat kerusakan oleh penggerek batang padi. Serangan pada stadium generatif menyebabkan malai tampak putih dan hampa yang disebut beluk (whiteheads). Tanaman inang utama adalah padi dan tanaman padi liar. Penyebarannya luas dari daerah tropis sampai subtropis. Perubahan kepadatan populasi penggerek batang padi kuning di lapangan sangat dipengaruhi oleh keadaan iklim (curah hujan, suhu, kelembaban), varietas padi yang ditanam, dan musuh alami yaitu parasitoid, predator, dan patogen.

3.3 Data Hasil Peramalan Luas Serangan OPT Padi Di Provinsi Sumatera
Barat
3.3.1 Tabel Peramalan Luas Serangan Penggerek Batang Padi Di Provinsi
Sumatera Barat
No Kabupaten/kota Luas serangan opt (ha) Penggerek batang
1.
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18 A g a m
Pasaman
Pasaman Barat
Lima Puluh Kota
Pd. Pariaman
Pesisir Selatan
Sijunjung
Dharmasraya
Tanah Datar
Solok
Solok Selatan
Ko. Padang
Ko. Bukittinggi
Ko. Payakumbuh
Ko. Pariaman
Ko. Sawahlunto
Ko. Pd. Panjang
Ko. Solok 0.85
2.70
1.18
0.36
0.36
53.14
0.12
1.43
1.72
2.75
0.36
4.90
0.12
0.00
0.12
0.12
0.00
2.25
Sumatera Barat 72.48

Serangan penggerek batang yang disebabkan oleh Scirpophaga incertulas (Walker),diramalkan terjadi pada sebagian wilayah pengamatan di Sumatera Barat. Luas serangan penggerek batang diramalkan seluas 72.48 ha dengan kriteria ringan sampai berat. Serangan dengan kriteria berat terkonsentrasi hanya di Kabupaten Pesisir Selatan.

3.3.2 Grafik Luasan Serangan Penggerek Batang Padi Di Provinsi
Sumatera Barat

Pada periode Juli - Desember 2014 telah dilaksanakan peramalan OPT di Sumatera Barat. Peramalan OPT di beberapa kecamatan di provinsi Sumatera Barat Periode Juli - Desember 2014. dalam menghadapi musim tanam berikutnya. (Anonim. 2013)
Peramalan serangan OPT merupakan salah satu subsistem dalam sistem perlindungan tanaman. Peramalan ini bertujuan untuk memprediksi serangan OPT untuk musim tanam yang akan datang. Disamping itu sebagai bahan untuk menentukan kebijakan dan strategi menghadapi pertanaman berikutnya. Peramalan ini perlu dikomunikasikan kepada berbagai pihak dan instansi terkait sehingga resiko akibat serangan OPT tersebut dapat diminimalkan. Analisis peramalan serangan OPT pada tanaman pangan dilaksanakan secara kualitas dan kuantitas dan untuk tanaman hortikultura dilaksanakan secara kuantitas. Peramalan ini berdasarkan data dan fakta yang tersedia serta gerakan pengendalian pada musim tanam sebelumnya.
3.4 Strategi Pengendalian
Beberapa cara pengendalian Penggerek batang telah dilaksanakan di tingkat petani, diantaranya mulai dari pengolahan tanah, penangkapan ngengat, pengumpulan kelompok telur, konservasi dan pemanfaatan musuh alami, pembakaran jerami, tanam serempak, penggunaan insektisida dan lain-lain. Namun demikian dibeberapa lokasi masih saja ditemukan ledakan serangan yang cukup luas dan parah, hal ini dapat terjadi selain karena adanya kendala dan hambatan juga kurang padunya penerapan cara-cara pengendalian yang seharusnya diterapkan dilokasi tersebut.
Perkembangan penggerek batang padi di mana awal perkembangan populasinya dimulai dari awal musim penghujan yang sebenarnya merupakan sisa populasi dari musim tanam sebelumnya. Dari uraian singkat tersebut di atas maka strategi pengendalian penggerek batang padi, sebaiknya dimulai dari awal musim penghujan.
Berdasarkan uraian diatas maka langkah – langkah untuk menyusun strategi pengendalian dapat
Dibuat sebagai berikut:
1. Masa Bera
Bila kondisi dan situasi memungkinkan maka penanaman palawija/hortikultura dianjurkan apabila tidak memungkinkan survey populasi larva pada tunggul padi perlu dilakukan.
2. Pengolahan Tanah dan Pesemaian
Pengolahan tanah dilakukan dengan maksud untuk membasmi larva dan melakukan pengumpulan telur larva penggerek batang saat di persemaian.
3. Pengendalian Di Pertanaman
Strategi pengendaliannya menggunakan lampu perangkap. Hal khusus yang perlu diperhatikan adalah perlu adanya peningkatan pengawasan terhadap peredaran dan penggunaan pestisida karena berdasarkan pemantauan di lapangan masih banyak terdapat pestisida yang tidak diperbolehkan untuk tanaman padi, masih banyak tersedia di kios pengecer dan digunakan oleh petani untuk padi.
Untuk daerah banjir yang biasanya pengadaan bibitnya didatangkan dari daerah lain perlu diadakan pengawasan terhadap mutu bibit padi yang diperjual belikan, dengan demikian penyebaran penggerek yang berasal dari bibit yang sudah terinfeksi larva dapat dihindari.(Firdau, 1990)

BAB IV
PENUTUP
4.1 Kesimpulan
1) Penggerek batang/sundep beluk (Triporiza sp.) adalah hama yang menimbulkan kerusakan dan menurunkan hasil panen.
penggerek batang terdiri atas:
a) penggerek batang putih (Tryporhiza innotata)
b) kuning (T.incertulas)
c) bergaris (chilo supressalis) dan
d) merah jambu ( sesamia inferensi)
2) Peramalan yaitu kegiatan mendeteksi atau meramalkan serangan OPT untuk musim tanam yang akan datang.
3) Strategi pengendalian OPT penggerek batang antara lain:
a) Masa bera
b) Pengolahan Tanah dan Pesemaian
c) Pengndalian dipertanaman.

DAFTAR PUSTAKA
Anonim. 2013. Balai Besar Peramalan Organisme Pengganggu Tanaman. Prakiraan Serangan 7 OPT Padi. bbpopt.info.id. Diakses pada tanggal 18 November 2015.
Departemen Pertanian, 1983. Pedoman Bercocok Tanam Padi Palawija Sayur – sayuran. Departemen Pertanian Satuan Pengendali BIMAS. Jakarta.
Firdau.N.1990. Identifikasi, Pengendalain dan Peramalan Hama Penggerek
Batang padi. Balai Besar peranalan Organisme Pengganggu Tumbuhan. Sumatera barat.

Luh, B.S., 1991. Rice Production, Volume I. Published by Van Nostrand
Reinhold, New York..