laporan mikrobiologi 6

28 July 2016 10:29:42 Dibaca : 404

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Mikroba memerlukan nutrisi untuk pertumbuhan. Organisme ini sangat bergantung pada lingkungan sekitar. Mikroorganisme ini tidak dapat sepenuhnya menguasai faktor-faktor lingkungan, sehingga untuk hidupnya sangat bergantung kepada lingkungan sekitar. Beberapa faktor lingkungan yang mempengaruhi kehidupan mikroorganisme meliputi faktor-faktor abiotik dan faktor biotik.
Pertumbuhan mikroba diartikan sebagai pembelahan sel atau semakin banyaknya organisme yang terbentuk. Pengetahuan akan nutrisi pertumbuhan ini akan membantu di dalam mengkultivasi, mengisolasi, dan mengidentifikasi mikroba. Mikroba memiliki karakteristik dan ciri yang berbeda-beda di dalam persyaratan pertumbuhannya. Ada mikroba yang bisa hidup hanya pada media yang mengandung sulfur dan ada pula yang tidak mampu hidup dan seterusnya. Karakteristik persyaratan pertumbuhan mikroba inilah yang menyebabkan bermacam-macamnya media penunjang pertumbuhan mikroba.
Mikroba akan semakin cepat pertumbuhannya apabila diinkubasi dalam suasana yang disukai oleh mikroba. Kondisi pertumbuhan suatu mikroba tidak akan lepas dari faktor fisika-kimia, seperti pH, suhu, tekanan, salinitas, kandungan nutrisi media, sterilitas media, kontaminan dan paparan radiasi yang bersifat inhibitor.

1.2 Tujuan
Adapun tujuan dari praktikum adalah untuk mengetahui pengaruh lingkungan terhadap pertumbuhan mikroba.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

Pertumbuhan mikroba pada umumnya tergantung pada faktor lingkungan. Perubahan faktor lingkungan dapat mengakibatkan perubahan sifat morfologi, fisologi pada mikroba. Hal ini dikarenakan mikroba, selain menyediakan nutrient yang sesuai untuk kultivasinya, juga diperlukan faktor lingkungan yang memungkinkan pertumbuhan mikroba yang optimum. Mikroba tidak hanya bervariasi dalam persyaratan nutrisinya, tetapi menunjukan respon yang berbeda-beda untuk berhasilnya kultivasi berbagai tipe mikroba diperlukan suatu kombinasi antara nutrien dan faktor lingkungan yang sesuai (Pelczar et al, 1986).
Kehidupan mikroba tidak hanya dipengaruhi faktor lingkungan akan tetapi juga keaadan lingkungan. Bakteri dapat mengubah pH dari medium tempat ia hidup, perubahan ini disebut perubahan kimia. (Hadioetomo,1993)
Selain untuk menyediakan nutrien yang sesuai dengan kultivitas, mikroba juga perlu disediakan kondisi fisik yang memungkinkan pertumbuhan optimum mikroba khususnya bakteri yang sangat bervariasi dalam persyaratan nutrisinya, tetapi juga menunjukkan respon yang berbeda-beda terhadap kondisi fisik di dalam lingkungannya. Untuk berhasilnya kultivitas berbagai variasi mikroorganisme, dibutuhkan suatu kombinasi nutrien serta lingkungan fisik yang sesuai. Selain itu suhu juga mempengaruhi laju pertumbuhan dan jumlah total pertumbuhan organisme.
Keragaman suhu dapat juga mempengaruhi atau merubah proses metabolik tertentu serta morfologi sel. Suhu inkubasi yang memungkinkan pertumbuhan tersepat selama periode waktu yang singkat (12sampai 24 jam) yang dikenal sebagai suhu pertumbuhan yang optimum. PH optimum pertumbuhan kebanyakan bakteri terletak 6,5 sampai 7,5. Namun, beberapa yang dapat tumbuh dalam keadaan yang sangat masam atau yang sangat alkalin. Kebanyakan yang mempunyai nilai PH minimum dan maksimum ialah 4 dan 9 (Pelczar, dkk., 1986).
BAB III
METODE PRAKTIKUM

3.1 Waktu dan Tempat
Praktikum pengaruh lingkungan terhadap pertumbuhan mikroba dilaksanakan pada hari Senin, tanggal 16 Mei 2016. Bertempat di Laboratorium kantor BPTPH Provinsi Gorontalo.
3.2 Alat dan Bahan
Adapun alat dan bahan yang digunakan adalah Tabung reaksi, Gelas ukur, Pipet ukur, Kertas millimeter, Lampu spritus, Jarum ose, medium NA dan PDA, Alkohol, Aquades, detol dan soklin lantai.
3.3 Prosedur keja
1. Sterilkan tangan dengan cara menyemprotkan alkohol
2. Siapkan suspensi biakan miroba dengan kosentrasi 10 ml dan cawan petri sebanyak 4 buah
3. Ambil 0.1 ml suspensi untuk tiap-tiap pengenceran. Masukan pada cawan petri yang berbeda. Kemudian tambahkan 10 ml medium PDA kedalam masing-masing cawan.
4. Campur secara merata cara menggoyangkan cawan petri diatas meja diamkan sampai padat.
5. Ambil lembaran kertas cakram kemudian celupkan dalam alkohol, angkat, kemudian letakkan ditengah-tengah cawan petri yang telah berisi antiseptic (detol)
6. Inkubasikan pada suhu ruang selama 1-2 hari.
7. Amati pertumbuhan mikroba.

BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 Hasil
PERLAKUAN PENGAMATAN
Suhu :
a) Kulkas
b) Ruang
c) Oven Kuantitas (banyak/sedang/sedikit)

Diameter zona hambat (mm)
Logam berat -
Antiseptic Detol (Tidak Berpengaruh )
Desinfektan Soklin lantai (Diameter 1,5 mm)

4.2 Pembahasan
Berdasarkan hasil pengamatan pengaruh lingkungan terhadap mikroba di dapat hasil yaitu:
Pada percobaan menggunakan antiseptic (detol) tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan mikroba. Karena detol merupakan antiseptic cair yang digunakan untuk mencuci atau mandi. Detol tersebut mengandung bahan kloroxilenol yang dapat merusak protein bakteri yang ada.
Pada desinfektan (soklin lantai) terlihat pertumbuhan mikroba. Pertumbuhan mikroba dapat dilihat dari diamterr zona hambat (lihat pada tabel pengamatan diatas).Zona hambat itu sendiri adalah daerah disekitar zat kimia yang tidak terdapat mikroba. Karena mikroba (bakteri) menjauhi daerah tersebut.
Desinfektan tidak memiliki daya penetrasi sehingga tidak mampu membunuh mikroorganisme yang terdapat di dalam celah atau cemaran mineral. Selain itu disinfektan tidak dapat membunuh spora bakteri sehingga dibutuhkan metode lain seperti sterilisasi dengan autoklaf.
Faktor-faktor yang mempengaruhi daya tahan bakteri adalah umur bakteri. Bakteri yang muda daya tahannya terhadap desinfektan lebih kurang daripada bakteri tua. Pekat encernya konsentrasi, lamanya berada di bawah pengaruh desinfektan, merupakan faktor-faktor yang diperhitungkan. Kenaikan temperatur menambah daya desinfektan.
Pertumbuhan Mikroba pada umumnya sangat tergantung dan dipengaruhi oleh faktor lingkungan. Perubahan faktor lingkungan dapat mengakibatkan perubahan sifat morfologi dan fisiologi. Banyak faktor yang mempengaruhi pertumbuhan mikroorganisme yaitu faktor abiotik, meliputi pengaruh suhu, pH dan pengaruh daya desinfektan. Selain itu juga pengaruh biotik yaitu antibiose.
Adapun pengaruh pH pada pertumbuhan mikroorganisme yaitu suatu mikroorganisme dapat tumbuh dengan baik pada pH yang tidak terlalu asam dan tidak terlalu basa. Hanya beberapa jenis bakteri tertentu yang dapat bertahan dalam suasana asam ataupun basa. Suatu mikroorganisme memerlukan kondisi lingkungan yang cocok untuk melakukan metabolisme.

BAB V
PENUTUP
5.1 Kesimpulan
Dari uraian sebelumnya maka dapat disimpulkan bahwa:
1. Faktor lingkungan (abiotik) yang digunakan adalah antiseptic (detol) dan desinfektan (soklin lantai)
2. Antiseptic (detol) tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan mikroba karena detol hanya digunakan untuk pencuci tangan atau untuk mandi
3. Soklin lantai mempengaruhi pertumbuhan mikroba, dilihat dari hasil pengamatannya memiliki zona hambat sebesar 1,5 mm.
5.2 Saran
Pada saat melakukan praktikum harus teliti dan steril karena mempengaruhi hasil praktikum.

DAFTAR PUSTAKA

Pleczar, M.J dan Chan, E.C.S. 1986. Dasar-Dasar Mikrobiologi
Hadioetomo, R.S . 1993. Teknik Dan Prosedur Dasar Mikrobiologi. Gramedia. Jakarta