ARSIP BULANAN : December 2013

NetWork Hacking Hacking Secara umum

12 December 2013 13:18:38 Dibaca : 797

NetWork Hacking

Hacking Secara umum

Pengertian hacking secara umum telah banyak di jelaskan di internet maupun oleh saya sendiri pada beberapa pertemuan . Hacking merupakan tindakan meng oprek komputer , baik secara hardware maupun secara software . Jadi orang yang suka mengutak- atik komputer baik software maupun hardware (over Clock) bisa di bilang adalah seorang hacker. Tetapi kemudian med...ia ,baik cetak maupun elektronik, selalu mengaitkan hacker dengan tindakan kejahatan. Seperti pencurian kartu kredit, pencurian akun maupun tindakan destruktif semacam deface website. Namun pada dasarnya, seorang hacker adalah orang yang berusaha memahami sebuah system secara mendalam.

Untuk pertemuan kali ini saya akan membedakan antara webhacking dan network hacking, meskipun kemudian perbedaan keduanya menjadi semakin tipis dengan banyaknya perkembangan di dunia digital.

Hacker dan hacking identik dengan pengrusakan web atau data dalam komputer target. Namun pada kenyataanya hacking sendiri mempunyai cakupan yang lebih luas daripada itu. Hacking menggabungkan pengetahuan programming dan networking untuk mencapai tujuan

Hacker sendiri menurut pandangan public dan media adalah orang/individu yang mempunyai kemampuan sedemikian sehingga dapat menembus system pertahanan sebuah system dan menguasai system tersebut untuk di gunakan sebagai kesenangan ataupun untuk keuntungan si hacker.

Namun pada kenyataanya dengan kemampuan hacker yang sedemikian, hacker mampu menemukan lubang/hole/bug pada sebuah system operasi maupun aplikasi di dalamnya, sehingga hacker tersebut juga mampu menutup kelemahan ini agar system tersebut dapat menjadi lebih aman. Jadi apakah hacker itu ibliz??ataukah malaikat?? Terlepas dari definisi hacker , yang pasti hacker mempunyai kemampuan teknis jaringan, programming dan system operasi dan mampu memadukannya untuk mencapai tujuan hacker tersebut.

Menurut beberapa ahli IT hacker di bagi menjadi 3 bagian besar yaitu:

Hacker Whitehat (topi putih/real hacker)
Hacker ini merupakan hacker yang baik, dimana jika dia menemukan suatu kelemahan/lubang/bug pada sebuah system maupun aplikasi dengan segera hacker ini segera memberi kabar kepada pemilik system atau pembuat aplikasi yang bersangkutan dan dengan kemampuannya, hacker tersebut mencoba memperbaiki lubang yang di temukannya. Developer/ pembuat aplikasi yang banyak dipakai oleh public juga di golongkan sebagai whitehat. Salah satu contoh orang yang di akui dunia sebagai whitehat hacker adalah Linus torvalds pencipta system operasi Linux.

Hacker Blackhat(topi hitam/cracker/hacker jahat)
Hacker type ini merupakan hacker vandals atau dalam arti hacker ini mencoba masuk ke sebuah system secara illegal. Dimana jika hacker ini menemukan sebuah kelemahan/bug maka dengan segera hacker tersebut memanfaatkannya untuk kepentingan dirinya baik untuk di gunakan untuk kejahatan maupun untuk kepentingan lainnnya.

Hacker greyhat(topi abu-abu)

Hacker type ini merupakan orang yang mencoba memberitahukan kelemahan yang di temukkannya pada pemilik system ataupun developer software yang terkena bug, namun selain itu hacker type ini juga memanfaatkan kelemahan ini untuk keuntungan dirinya sendiri.

Saya sendiri tidak pernah membeda-bedakan hacker-hacker ini, karna pada kenyataannya hacker-hacker ini baik yang di anggap jahat maupun baik, semuanya mampu memberikan sumbangan bagi perkembangan di dunia IT. Melalui tool-tool maupun software-software buatan mereka, dan menurut saya sendiri hacker sejati itu bukan di nilai dari tindakannya tetapi lebih kepada kemampuannya seperti kemampuan programming, networking maupun pengetahuannya tentang system operasi. Dan hacker yang hanya bisa memakai tool dan banyak omong itulah yang saya sebut “hacker-hacker an”

Beberapa kemampuan yang mampu di lakukan oleh orang-orang seperti ini antara lain:

Hacker
Hacker secara umum yang mempunyai pengetahuan mendasar tentang sebuah system operasi, networking dan programming secara umum. Kemampuan ini dapat di manfaatkannya untuk menemukan kelemahan di dalam sebuah system komputer baik kelemahan di aplikasi(web maupun desktop) atau di dalam system operasi nya itu sendiri, dan dengan kelemahan yang di temukannya , hacker dapat memanfaatkannya untuk menembus system pertahanan sebuah system komputer.

Reverser
Orang yang bekerja mencari kelemahan algoritma di dalam software-software komersial untuk kemudian membuat software “versi dirinya” agar software itu bisa di gunakan secara gratis. Kemampuan dasar reverser adalah programming bahasa tingkat rendah semacam C dan ASM sehingga memungkinkan dirinya memahami algoritma “Product key” di dalam sebuah software komersial, setelah dapat memahami algoritma “Product key” maka dengan kemampuannya reverser mampu membuat sebuah KeyGen, dimana KeyGen ini sering kita pake (sebagai pengguna aktif windows, tentu saja agar kita tidak perlu membayar sebuah aplikasi komersial . KeyGen adalah produk para reverser dengan kemampuan yang menakjubkan

Phreaker
Phreaker adalah orang yang mencari kelemahan di dalam system telekomunikasi baik device/alat telekomunikasi ataupun system perusahaan telekomunikasi itu sendiri(TELKOM??) dimana dengan kemampuannya ini, phreaker berusaha memakai layanan telekomunikasi secara gratis . Jika anda tahu bluebox, maka bluebox adalah salah satu produk para phreaker ini.

VXer(virus maker)
VXer atau VirusMaker adalah orang yang mempunyai kemampuan mendasar tentang system operasi dan pemrogramman, dimana ilmu-ilmu ini di manfaatkannya untuk membuat sebuah program komputer yang dapat mengubah jalannya suatu system ataupun merusakannya. Salah satu contoh virus yang terkenal adalah brontok,Sasser,Beagle,Sality, Alman. Selain virus juga banyak type malware lain yang mampu di buat oleh VXer ini seperti worm,Trojan,spyware,botnet dll.

Carder
Carder adalah orang yang mempunyai kemampuan untuk mengambil data kartu kredit orang secvara illegal dan menggunakannya untuk kepentingan pribadinya, seperti membelanjakannya untuk membeli software ataupun barang-barang kesukaannya.

Webhacking pernah saya bahas pada seminar sebelumnya, jadi kali ini saya akan membahas network hacking , tetapi tentu saja step-step nya masih sama dengan web hacking

2.Fasa-fasa hacking

Sebelum hacker mampu menembus dan menguasai suatu system maka hacker tersebut perlu mengenali system target terlebih dahulu, artinya ada tahapan-tahapan khusus yang di lakukan oleh hacker sebelum melakukan hacking ke dalam system target.

Menurut saya berikut adalah tahapan-tahapan hacking yang di lakukan sebelum hacker menguasai sebuah target:

1. Reconnaissance (footprinting)
2. Vulnerability Exploitation and Access.
3. Privilege Escalation & owning the box.
4. Erase tracks.
5. Maintaining access.
6. DDOS

Tentu saja tahapan-tahapan ini tidak harus kita ikuti,karna hacking sendiri adalah sebuah seni. Kapan kita memulai apa dalam tahap-tahap itu,bisa kita lakukan untuk mendapatkan akses ke system target

Reconnaissance (footprinting).

FootPrinting merupakan tahap dimana hacker mencoba mengumpulkan informasi sebanyak mungkin.Port target, service yang di jalankan oleh target,
OS target, nama pemilik system , IP target, DNS zone transfer, whois, search engine, juga di perlukan dalam tahap ini.Dalam tahap ini juga ada beberap teknik menarik yang “NON teknis” semacam:

- Dumpster diving:
Mengorek sampah guna mencari data-data yang berguna untuk masuk ke system target
- Social Engineering
Menipu user sah system agar di peroleh iinformasi sebanyak mungkin
- Shoulder sniffing
Mengintip password dari user yang sah

Dalam teknik Reconaisance ini hacker bisa menggunakan tool scanner yang sangat terkenal yaitu nmap, dimana dengan nmap kita bia mengetahui port-port yang terbuka pada system target. Beberapa service yang berjalan pada system , default nya memakai port-port:

Port | Service
---------------------------------------------------------------------
21 FTP (File transfer protocol)
22 SSH(Secure Shell)
23 Telnet
80 Webserver
3306 MySQL

 

Sumber Refrensi : https://www.facebook.com/permalink.php?id=313830918660505&story_fbid=423412257702370

 

MACAM-MACAM BAHASA PEMROGRAMAN

12 December 2013 13:16:26 Dibaca : 571

Bahasa pemrograman merupakan suatu teknik instruksi standar untuk memerintah komputer. Berikut adalah penjelasan tentang bahasa pemrograman yang biasa digunakan untuk membuat suatu website:

1. HTML: HyperText Markup Language (HTML) adalah sebuah bahasa markup yang digunakan untuk membuat sebuah halaman web dan menampilkan berbagai informasi di dalam sebuah browser Internet. HTML saat ini merupakan standar Internet yang didefinisikan dan dikendalikan penggunaannya oleh World Wide Web Consortium (W3C). HTML berupa kode-kode tag yang menginstruksikan browser untuk menghasilkan tampilan sesuai dengan yang diinginkan. Sebuah file yang merupakan file HTML dapat dibuka dengan menggunakan browser web seperti Mozilla Firefox, Microsoft Internet Explorer, dan lain sebagainya.

2. PHP: Hypertext Preprocessor (PHP) adalah bahasa pemrograman script yang paling banyak dipakai saat ini. PHP pertama kali dibuat oleh Rasmus Lerdorf pada tahun 1995. Pada waktu itu PHP masih bernama FI (Form Interpreted), yang wujudnya berupa sekumpulan script yang digunakan untuk mengolah data form dari web. PHP banyak dipakai untuk membuat situs web yang dinamis, walaupun tidak tertutup kemungkinan digunakan untuk pemakaian lain. PHP biasanya berjalan pada sistem operasi Linux (PHP juga bisa dijalankan dengan hosting windows).

3. ASP: ASP adalah singkatan dari Active Server Pages yang merupakan salah satu bahasa pemograman web untuk menciptakan halaman web yang dinamis. ASP merupakan salah satu produk teknologi yang disediakan oleh Microsoft. ASP bekerja pada web server dan merupakan server side scripting.

4. XML: Extensible Markup Language (XML) adalah bahasa markup serbaguna yang direkomendasikan W3C untuk mendeskripsikan berbagai macam data. XML menggunakan markup tags seperti halnya HTML namun penggunaannya tidak terbatas pada tampilan halaman web saja. XML merupakan suatu metode dalam membuat penanda/markup pada sebuah dokumen.

5. WML: WML adalah kepanjangan dari Wireless Markup Language, yaitu bahasa pemrograman yang digunakan dalam aplikasi berbasis XML (Extensible Markup Langauge). WML adalah bahasa pemrograman yang digunakan dalam aplikasi wireless. WML merupakan analogi dari HTML yang berjalan pada protocol nirkabel.

6. PERL: adalah bahasa pemrograman untuk mesin dengan sistem operasi Unix (SunOS, Linux, BSD, HP-UX), juga tersedia untuk sistem operasi seperti DOS, Windows, BeOS, VMS, EBCDIC, dan PocketPC. PERL merupakan bahasa pemograman yang mirip bahasa pemrograman C.

7. CFM: CFM dibuat menggunakan tag ColdFusion dengan software Adobe ColdFusion / BlueDragon / Coldfusion Studio. Syntax coldfusion berbasis html.

8. Javascript: Javascript adalah bahasa scripting yang handal yang berjalan pada sisi client. JavaScript merupakan sebuah bahasa scripting yang dikembangkan oleh Netscape. Untuk menjalankan script yang ditulis dengan JavaScript kita membutuhkan JavaScript-enabled browser yaitu browser yang mampu menjalankan JavaScript.

9. CSS: Cascading Style Sheets (CSS) adalah suatu bahasa stylesheet yang digunakan untuk mengatur tampilan suatu dokumen yang ditulis dalam bahasa markup. Penggunaan yang paling umum dari CSS adalah untuk memformat halaman web yang ditulis dengan HTML dan XHTML. Walaupun demikian, bahasanya sendiri dapat dipergunakan untuk semua jenis dokumen XML termasuk SVG dan XUL. Spesifikasi CSS diatur oleh World Wide Web Consortium (W3C).

 

Sumber Refrensi : http://lpk-unigama.com/berita-185-macammacam-bahasa-pemrograman.html

Teknik dan Pendekatan Kontrol Robot

12 December 2013 13:11:01 Dibaca : 659

Terdapat dua teori utama berkaitan dengan teknik dan pendekatan yang diperlukan untuk mengendalikan robot :

- Deliberatif

Merupakan pendekatan Artificial Intelligent (AI) klasik yang menuntut robot mengetahui lingkungannya, mengembangkan model dunia internal, membuat peta dan membuat kepututsan berdasarkan informasi-informasi yang tersedia. Robot akan bergerak dan melakukan tugas dengan tenang.

- Reaktif

Pendekatan (behaviour based/new AI) yang menjadikan robot bereaksi terhadap lingkungannya dengan sensing yang kuat. Robot ini tidak memiliki rencana atau peta. Robot ini menjelajah dunianya dan bereaksi terhadap lingkungannya saat mereka berhadapan dengan lingkungannya, sehingga bersifat reaktif.

Deliberative Approach

Yang pertama kali mendominasi AI adalah pendekatan deliberatif, terkadang dikenal dengan AI klasik. Pendekatan ini menuntut robot memiliki model yang lengkap tentang dunianya. Robot menggunakan sensor untuk membangun model dunianya. Robot membangun representasi lengkap dari lingkungan tempat operasinya. Dari informasi-informasi ini, robot membuat keputusan. Robot menggunakan software planing dan arsitektur hierarki untuk melakukan ini. Arsitekturnya kompleks dan sering membutuhkan waktu proses yang lama untuk melaksanakan suatu tugas.

Namun, robot-robot ini efisien ketika terikat dengan lingkungan statis yang bersahabat. Robot-robot ini paling baik digunakan ketika robot diberikan perta lengkap tentang lingkungannya yang benda-benda dan objek lain berada pada posisi yang tetap. Robot tipe ini juga menunjukkan kinerja yang baik ketika ada tugas yang jelas yang harus dilakukan.

Sayangnya, robot-robot ini tidak bekerja dengan baik pada lingkungan yang penuh nois dan sangat dinamis, yang tidak dapat diperkirakan sebelumnya. Mengapa demikian ? Untuk membuat sebuah keputusan kita memerlukan informasi yang tepat untuk membuat sebuah asumsi. Jika informasi tersebut berubah dalam hitungan detik saja, menyebabkan asumsi dan keputusan yang diambil bisa salah. Pada lingkungan yang dinamis dan tak terstruktur, adalah berbahaya untuk percaya sepenuhnya pada informasi awal yang kita punyai. Pada kondisi lingkungan yang demikian, robot harus beraksi dengan cepat.

Satu kekurangan yang mungkin pada robot deliberatif, kita tak dapat menguji bagian-bagian dari teori kita saat sistem berlangsung. Arsitektur tidak dapat dibangun dalam tahap-tahap kecil dan tiap tahap diuji. Kita memerlukan sistem lengkap untuk dapat menguji robot.

Reactive Approach (Behavior Based)

Reactive robot menjadi terkenal belakanga ini. Pendekatan ini menuntut algoritma pemrograman robot untuk beraksi dengan cepat terhadap lingkungannya. Robot harus bereaksi terhadap halangan dan objek yang ditemuinya. Robot tidak membangun model dunianya, dia bereaksi dengan merespon berbagai hal yang ditemuinya.

Perwujudan paradigma ini memerlukan pengembangan behavior bagi robot untuk melakukan eksekusi. Behavior-behavior dibangun sampai dapat bekerja pada lingkunganny misalnya “menghindari obyek”,”bergeraka maju”,”bergerak mundur”. Robot bentuk ini telah terbukti berhasil pada lingkungan yang tidak diketahui oleh robot, lingkungan yang sibuk atau ramai seperti tempat-tempat berkeliarannya manusia.

Bagian terpenting dari teori behavior based adalah “embodiment/(realisasi pada dunia nyata)”. Ini artinya robot harus diwujudkan, ia ada dan berwujud. Agar dapat bereaski, robot harus dikelilingi oleh lingkunga yang sebenarnya. Jika robot tidak diwujudkan, setiap simulasi robot yang dilakukan akan menjadi halusinasi saja, tidak pernah diketahui apa yang terjadi degan robot di dunia nyata.

Robot harus bekerja tidak hanya pada simbol atau model yang mewakili dunia nyata seperti AI klaisik, tapi harus benar-benar bekerja pada dunia nyata sebagaimana Alan Turing yang menemukan Turing test pada papernya tahun 1940 yang berjudul “Intellgent Machines”, dia menyarankan bagi mesin yang melakukan beberapa tingkat intelgensi, mesin tersebut harus benar-benar diwujudkan dalam dunia nyata.

Pengujian sistem behavior based berbeda dari sistem deliberatif. Kita dapat menguji bagian-bagian sistem secara terpisah, kita dapat merancang behavior-behavior dari robot dan kemudian menguji tiap behavior untuk memperoleh kesempurnaan. Hal ini memungkinkan untuk mengemangkan dan memeriksa behavior “gerak maju” sebelum mengembangkan behavior “gerak mundur”. Pendekan modular ini memberikan keuntungan lain. Jika satu behavior rusak, tidak berarti seluruh sistem rusak. Keuntungan tambahan ini menghasilkan kekokohan sistem yang diperlukan untuk beroperasi di lingkungan yang tidak menentu.

Beberapa tipe behavior yang mungkin pada behavior based adalah :

- gerak maju/mundur

- mengembara

- Menghindar halangan

- Mengikuti dinding

- Mencari cahaya

- Mengkuti garis

Behavior- Behavior ini membantu robot untuk melakukan navigasi pada lingkungan dunia nyata. Sekali mereka digabungkan, kita dapat memiliki robot yang dapat mengikuti jalur tetapi juga dapat menghindari obyek yang tidak terprediksi (menghindari halangan) yang ditemui di jalan.

Disadur dari http://www.tamie.org/bbr.html

Peran Teknologi Informasi dan Komunikasi

12 December 2013 13:09:33 Dibaca : 603

Peran teknologi mempunyai kaitan yang erat dalam bidang informasi dan komunikasi. Dalam teknologi informasi yang banyak digunakan adalah komputer. Dalam makalah ini tidak dibahas tentang pengertian teknologi informasi dan komunikasi serta kemampuan komputer. Dan akan pula dibahas tentang teknologi internet yang banyak mempermudah manusia dalam mencari sumber informasi dan berkomunikasi dengan orang lain. Melalui sarana – sarana yang ada dalam internet kita dapat memperoleh informasi dengan mudah, praktis dan cepat sehingga tidak membuang waktu.Peranan teknologi informasi dalam bidang komunikasi sangatlah besar, karena dalam adanya informasi yang mendukung, akan terciptalahkomunikasi yang efektif, dan dengan adanya kemajuan dari kedua bidang tersebut maka akan majulah suatu pembangunan.

Memperoleh berita dan menyampaikan pesan adalah hal yang tidak mudah, berita dan pesan seringkali tidak dapat disampaikan ataupun diterima dalam keadaan basi. Dahulu sulit sekali untuk mengumpulkan dan memperoleh atau mengetahui hasil penelitian, walaupun kita mempunyai uang dan mempunyai biaya untuk keperluan itu. Kini jurnal penelitian dalam berbagai ilmu sudah tersedia, jadi sekarang informasi yang diperlukan dapat tersedia dan dapat diperoleh dengan mudah, asal memiliki syarat – syarat yang diperlukan, orang akan dapat membacanya. Terlepas dari persoalan tentang syarat itu, sekarang informasi yang bersangkutan ada, tersedia dan dapat kita peroleh dengan mudah, ini dapat kita rasakan apabila kita masuk toko buku, misalnya Gunung Agung dan Gramedia. Apakah yang tidak dapat kita peroleh dari situ ? andaipun tidak tersedia, mereka akan bersedia mencarikannya walaupun harus dipesan dari luar negeri. Bahkan kini juga ada lembaga internasional yang menyajikan jasa informasi keilmuan dan pengetahuan, misalnya ERIC.

Kemudahan dan kecepatan memperoleh, serta menyebarkan informasi bukan hanya berlangsung dalam dunia ilmu melainkan juga dalam segi – segi lain dari kehidupan. Berita gempa yang terjadi di suatu tempat di dunia dapat tersebar ke seluruh dunia hanya beberapa menit setelah peristiwa yang bersangkutan itu terjadi. Demikian juga berita tentang peran, pembunuhan, perundingan, penolakkan visa, perbandingan nilai mata uang, dan sebagainya. Lembaga internasional yang menyajikan informasi yang bukan bersifat keilmuan juga ada, misalnya The World Trade Centre yang menyajikan data dalam bidang perdagangan.

Kini suatu revolusi yang mempengaruhi berbagai kegiatan manusia sedang berlangsung. Revolusi ini berkenaan dengan berita dan pesan yang berhubungan dengan teknologi informasi dan komunikasi. Cirri revolusi ini adalah kemudahan, kecepatan dan ketepatan untuk memperoleh serta menyebarkan berita dan pesan serta menyusun, menciptakan dan menggunakan berita dan pesan untuk berbagai macam kepentingan termasuk untuk mempengaruhi keadaan.

Konsep Teknologi Informasi

Ada perubahan berkenaan dengan berita dan pesan sebagai revolusi informasi. Ada yang menyebutnya Revolusi Teknologi Informasi, ada pula yang menyebutnya Revolusi Teknologi Komunikasi, mereka yang lebih tertarik pada teknologi dari pada informasinya pada umumnya telah menyukai istilah Revolusi Teknologi Komunikasi, tetapi teknologi komunikasi dapat mengandung dua dua pengertian.

Pertama, pengertian yang menunjuk kepada hal – hal seperti telepon, telegram telex, faximile, dan sebagainya, dengan lain perkataan menunjuk kepada alat – alat pemindah berita. Kedua, pengertian yang menunjuk kepada hal–hal seperti mobil, pesawat terbang, kereta api, dan sebagainya, dengan lain perkataan menunjuk kepada alat–alat pemindah manusia atau barang, bukan pemindah berita.Karena teknologi komunikasi dapat mengandung dua pengertian semacam itu, maka mereka yang perhatiannya memusat kapada teknologi yang berkenaan dengan pemindahan berita, pada umumnya lebih menyukai istilah revolusi informasi, sedangkan mereka yang tertarik pada teknologi pemindahan pada umumnya, baik yang dipindahkan itu adalah manusia ataupun barang, atau berita akan lebih menyukai istilah teknologi komunikasi.

Kedua pengertian tersebut tidak terpisah sama sekali antara satu dengan lainnya. Antara keduanya terdapat tumpang tindih walaupun keduanya berbeda. Pesawat terbang misalnya, dapat berfungsi sebagai alat untuk memindahkan manusia dari satu tempat ke tempat lain dan dapat pula berfungsi sebagai alat untuk memindahkan berita dari satu tempat ke tempat lain (menggunakan pesawat terbang untuk mengirimkan surat kabar). Nampaklah letak perbedaan adalah sudut pandang.

Teknologi Informasi dan Komunikasi Menduduki Peran Strategis

Sebagian besar dari sejarah industri berisi catatan tentang perkembangan teknis, perubahan alat–alat atau mesin–mesin yang dipergunakan dan sebagainya yang lebih ganyak dari perkembangan teknologi informasi. Alat–alat atau mesin–mesin baru yang bersangkutan hanya menimbulkan dampak pada unsure fisik dari kegiatan perusahan. Penemuan dan pemakaian mesin–mesin baru dalam zaman revolusi–revolusi ini todak mempunyai pengaruh yang besar pada pengolahan manusia, pengolahan informasi masih informasi masih tetap hanya dilakukan oleh manusia.Sekarang perimbangan kecepatan kemajuan teknologi telah berubah. Kini teknologi untuk mengolah informasi lebih cepat perkembangannya dari perkembangan teknologi untuk kegiatan fisik dan biayanya semakin murah. Biaya untuk menyimpan data, mengolah data dan untuk menyebarkan hasil–hasilnya terus menurun dengan cepat.

Revolusi teknologi informasi menyebabkan orang dengan cepat mengetahui berita dan dengan cepat pula mengirimkan berita, jadi terciptalah komunikasi yang efektif. Orang berusaha menanggapinya, memperbaiki apa yang ada, meningkatkannya dan menciptakan hal yang baru. Dan terjadilah perkembangan yang berantai. Revolusi informasi tidak hanya merubah proses memperoleh berita, dan sulit menjadi mudah melainkan melahirkan alat, teknik – teknik dan mesin yang dibuat di tempat lain yang diketahui serta dimengertinya dengan jelas dari informasi (dari uraian dan lukisan di majalah, TV, selebaran dan sebagainya).Dalam revolusi industri, kereta api memperpendek waktu yang diperlukan untuk melalukan perjalanan, termasuk perjalanan berita dari beberapa hari menjadi beberapa jam. Kini revolusi teknologi informasi memperpendek waktu itu secara lebih drastis. Suatu berita dapat mencapai keseluruh dunia dalam waktu beberapa menit lewat berita yang cepat dari berbagai penemuan. Demikianlah revolusi teknologi informasi mempengaruhi berbagai segi kehidupan.

Dalam rangka ini, terciptalah misalnya mesin pencatat kehadiran pegawai di tempat kerja, karena itu dikatakan bahwa revolusi teknologi informasi mempunyai peran yang strategis. Apabila pemakaian teknologi baru yang lain (yang bukan teknologi informasi) hanya bersifat penggantian alat tanpa menimbulkan perubahan yang berarti pada berbagai segi penting dari perusahaan, termasuk prosedur, maka pemakaian teknologi informasi dan komunikasi menimbulkan perubahan yang banyak pada berbagai segi dari kegiatan perusahaan, termasuk prosedur.

Teknologi informasi dan komunikasi banyak mempengaruhi setiap unsur rantai nilai, mengubah cara melaksanakan kegiatan bernilai, serta mengubah hubungan antar kegiatan tersebut.Teknolgi informasi menyebabkan komunikasi jarak jauh dapat dilakukan dengan mudah. Dan juga menyebabkan informasi tentang keadaan konsumen, harga bahan mentah dan keadaan pasar di semua negara dapat diketahui dengan mudah dan cepat. Hal ini membantu pembukaan cabang perusahaan menjadi mudah, bukan hanya di dalam negeri tetapi juga luar negeri. Demikianlah teknologi informasi dan komunikasi menimbulkan perubahan bekerja, memperluas daerah kompetisi dan pada cara membuat suatu produk. Tehnologi informasi yang menunjang adanya komunikasi. Contohnya yaitu Telepon, Telegram, Telex, Faximile, Surat Kabar, Majalah, dan sebagainya. Suatu teknologi komunikasi yang banyak dipergunakan dan besar dukungannya terhadap revolusi teknologi informasi adalah komputer dapat digunakan sebagai mesin ketik yang istimewa yang dapat digunakan untuk mengolah kata, membentu berpikir, termasuk simulasi, selain itu komputer juga dapat digunakan untuk merancang informasi, termasuk desain dan lukisannya.

Fungsi Internet Dalam Dunia Informasi dan Komunikasi

Internet adalah satu teknologi yang mutakhir di zaman ini yang terdapat pada computer. Dengan adanya internet, sekarang kita dapat memperoleh informasi dan berkomunikasi dengan mudah dan cepat. Banyak sarana di dalam memperoleh informasi dan berkomunikasi dengan mudah dan cepat. Banyak sarana di dalam internet yang memudahkan kita dalam melakukan kegiatan komunikasi. Contohnya adalah E-Mail. E-Mail atau electronic mail adalah sara yang paling banyak digunakan, pengiriman pesan dapat melalui SMTP (Simple Mail Transfer Protocol). Semua pengguna jaringan dalam internet mempunyai E-Mail.

Etiket dalam berkomunikasi di internet disebut dengan Niquette Gordon Eubanks Rule (President of Symantec) mengatakan don’t write a message that contains informasi you don’t want to become public knowledge. POP adalah Post Office Protocol seperti kotak pos pribadi yang akan menyimpan semua mail kita dari internet selam kita online. Pemerintah lainnya WHOIS yang mengandung informasi pada seseorang berupa alamat IP, alamat, nomor telepon, dll. Data base WHOIS disimpan dalam interNIC.

Referensi:

Sudrajat, Sugito, “Sistem Informasi Manajemen”, Semarang. 1998. Tung, Khoe

Yao Tung Khoe, “Pemasaran dan Bisnis di Internet“, Jakarta. 1996. Gramedia