Dari Ikhwan

09 February 2018 22:20:26 Dibaca : 560 Kategori : karya tulis

Seuntai Goresan Hati

Bila tak kunyatakan keindahan-Mu dalam kata, Kusimpan kasih-Mu dalam dada. Bila kucium harum mawar tanpa cinta-Mu,dengan segera aku kan tertusuk oleh duri-duri kerinduan yang akan terus mencekam dalam jiwa ini.. Meskipun aku diam tenang bagai ikan, Tapi aku gelisah pula bagai ombak dalam lautan Kau yang telah menutup rapat bibirku hingga ku tak dapat berucap kata ketika aku berada didekatmu.

Assalamu ‘alaikum

sahabat…
Semoga saat engkau membaca surat ini, engkau dalam keadaan tersenyum. Kerana Allah telah menghadirkan kembali rasa sayang serta KasihNya padamu. rasa yang sama saat kita bersama dulu, menjalani hari – hari penuh lelah, merangkai senyum dalam keletihan. Namun, kita menghimpunnya dalam suasana penuh cinta.

Sahabatku.
Sekali lagi aku menyapamu, untuk sebuah rasa rinduku padamu. Apa kabarmu hari ini? Dari tempat aku menulis sepucuk surat ini, aku selalu berdoa dalam segenap hatiku, agar engkau di sana tetap teguh dalam keimanan, dan Allah tak pernah hentinya mencurahkan RahmatNya padamu.

Sahabat…
Pernahkah kau berpikir mengapa Allah mempertemukan kita? Adakah semua kenangan indah yang kita alami terjadi begitu saja. Aku tak kuasa membendung butiran cinta bila merenungi semua ini. Disetiap do'aku ku curahkan segenap rinduku pada Sang Pemberi Cinta, kerana aku tahu padaNya lah bermula rasa rinduku padamu. dan tak lupa ku lantunkan dalam do'aku itu, agar kau selalu dalam naungan-Nya.

Sahabat….
Terakhir kali sebelum hubungan kita renggang, sebenarnya ada sesuatu yang ingin aku katakan padamu namun semuanya terbendung oleh rasa takut ,rasa takut setelah kau tau semuanya kau akan pergi menjauh dariku.Selalu terngiang didalam pikiran kenangan - kenangan manis yang pernah kulalui bersamamu, rasanya terlalu erat untuk diuraikan. Tapi senyummu mengisyaratkan agar aku berhenti dan menjauh dariku. Hingga kini bila jiwaku terasa sunyi wajah ceriamu selalu hadir. Seolah engkau benar – benar ada di sampingku. Menghiburku dengan cerita – cerita indah dari syurga, cerita tentang orang – orang yang selalu dikasihi Allah kerana saling mencintai keranaNya.

Sahabat…
Suatu kali saat cahaya senja menaungiku di bibir pantai, aku termenung sambil menatap riak–riak air laut yang tenang. membiarkan angin dengan lembutnya menerpa wajahku. Mengusikku, yang kala itu sedang terkenang akan dirimu. Dan butiran beningpun kembali mengalir, sesekali riak – riak air laut menggodaku, menyentuh kakiku yang tak beralas.ketika hari mulai gelap cahaya rembulan yang indah mulaimenyinari dan menemaniku dalam sepinya suasana hati yang tak tau siapa yang akan mengusirnya.

Sahabatku yang jiwamu selalu terpancar cahaya keimanan.
Bila bisa memilih, aku ingin selalu bersamamu, mendengarkan cerita – cerita indahmu, atau menghiburmu kala kau sedang berduka. Tapi, aku mengerti bahwa sang Khaliq telah menyiapkan skenario terindahnya untuk kita, sehingga Tak ku risaukan lagi apapun takdir Tuhan tentang kita nantinya, bisa mengenalmu saja aku sudah sangat bersyukur. Aku bersyukur kerana Allah telah menghadirkan dirimu pada sepotong mozaik hidupku yang singkat ini. Sepotong kenangan indah bersamamu, mampu mencerahkan setiap langkahku.

Sahabat….
Sepucuk Surat yang engkau genggam ini, ku tulis dengan hati yang bergetar. Setiap untaian katanya adalah kuntum – kuntum rinduku padamu. aku menulisnya dengan perasaan yang tak mampu ku tuturkan dengan lisanku,karena setiap kali aku ingin mengutarakannya aku terpaku oleh pesona wajahmu yang dibalut oleh senyuman yang membuat bibirku seketika membeku.Ku berharap kita akan bertemu kembali di tempat terindah-Nya, syurga firdaus. Kini, saat kita tak bersama lagi. Hanya snyuman dan bayangan dirimu serta kata motivasi yang kau katakan dulu ketika aku terjebak oleh sandiwara dunia hingga aku terpuruk. Itulah yang membuat aku terus kuat menjalani kisah hidupku, mengiringi langkahku dalam merangkai cita –cita.

Sahabatku…
Semenjak kita renggang, aku telah mengenal banyak orang, bertemu bermacam rupa manusia. Namun, tak kutemukan satupun perasaan yang sama saat bersamamu. Ada kehangatan jiwa yang ku rasakan, saat kita menertawakan kebodohan kita sendiri, kau telah mengajari aku bagaimana cara agar kita tetap tersenyum, meski takdir terasa pahit.

Sahabatku…
Ku harap engkau selalu dalam kebaikan, jagalah selalu shalatmu, tilawahmu, serta lisanmu. Sehingga para malaikat menyaksikan engkau sebagai hambaNya yang sempurna dalam keimanan. Sahabatku, ku harap pula agar engkau selalu menjaga akhlakmu di manapun engkau berada, serta kepada siapapun, kepada orang yang muda ataupun tua, bahkan kepada orang – orang yang membencimu sekalipun.
Begitu juga diriku, ku mohon agar engkau selalu mendoakanku. Agar kita bisa menjadi pribadi yang menawan kerana akhlak dan ilmu.

Sahabatku..
Seterjal apapun perjalan yang kau tempuh, sepahit apapun kisah yang kau rasa. Ku mohon padamu, janganlah pernah berpaling dari cahaya-Nya. Yakinlah, bahwa engkau tak pernah sendiri,Allah dengan segala kemurahanNya akan selalu membimbingmu,asal dirimu selalu menjaga waktu untuk selalu dekat pada-Nya.
Sahabatku yang hatinya selalu terpancar cahaya Illahi, selalu ada ruang dihatiku untukmu, kerana kau telah terlebih dahulu membesarkan hatiku. Dan aku berharap semoga kita bertemu kembali walau di tempat dan waktu yang berbeda,namun masih dengan pribadi yang sama

Sahabatku, yang kerana Allah aku merindukanmu.
Inilah sepucuk surat yang ku tulis untukmu,ku tulis dengan hati yang ikhlas, dengan jiwa yang basah.Semoga setelah engkau membacanya, semakin terjalinlah rasa persahabatan kita. Dan semakin semangat pula ikhtiar kita menuju jalan-Nya.Semoga Allah menghimpun kita di taman surga-Nya, seperti yang pernah kau ajarkan kepadaku dulu dikala aku terperangkap sandiwara dunia.
Ku menulis surat ini dengan alasan aku tak mampu mengucapkannya dengan lisannku…

 

“CINTAILAH CINTA SEBELUM CINTA MENCINTAI CINTANYA CINTA”

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Ikhwan Misterius