Pada semester 4 kali ini, saya memiliki satu mata kuliah dengan judul Pengendalian Penjaminan Mutu. Mata kuliah ini memiliki inti yaitu bagaimana seseorang atau  perusahaan dapat membuat produk dengan mengedepankan kualitas serta mutu yang baik dari barang yang diproduksi. Pada mata kuliah ini juga kami diberikan suatu projek yaitu mengindentifikasi permasalahan yang ada di UMKM di Gorontalo. Saat itu kami dibagi menjadi beberapa kelompok, yang 1 kelompok berisi 3 orang. Kami turun lapangan ke UMKM, saat itu saya bersama kelompok saya turun lapangan di UMKM Pia Putra Kusuma Gorontalo, setelah melakukan wawancara ternyata UMKM tersebut memiliki permasalahan pada turunnya produtifitas parapekerja serta upaya yang dapat dilakukan untuk  meningkatkan kualitas pelayanan di UMKM Pia Kusuma. Nah setelah mengetahui permasalahan yang ada di UMKM tersebut, kami perlu menggunakan metode penyelesaian untuk membantu UMKM agar dapat memperbaiki permasalahan yang ada. Kami menggunakan metode Fishbone sebagai analisis penyebab dan 5R TQM sebagai upaya penyelesaiannya. 

Lantas, apa itu metode Fishbone dan 5R TQM?

Fishbone atau digaram sebab akibat adalah alat yang membantu mengidentifikasi, memilah, dan menampilkan berbagai penyebab yang mungkin dari suatu masalah atau karateristik kualitas tertentu yang ditemukan oleh Kaoru Ishikawa. Pada kasus yang ada di UMKM Pia Putra Kusuma kami mengindentifikasi terlebih dahulu yang menjadi penyebab permasalahan di UMKM tersebut yang dibagi menjadi berikut :

1. Material

  • Gudang menyimpan bahan baku terlalu banyak : material yang akan digunakan terlalu banyak disimpan di gudang yang disebabkan oleh banyaknya permintaan dari konsumen (permintaan over)

2. Environment

  • Luas Bangunan UMKM sempit : faktor lingkungan yang mempengaruhi adalah luas bangunan UMKM yang sempit, sehingga berakibat pada kurangnya spcae untuk melakukan aktifitas produksi

3. Machine

  • Kerja mesin terlalu over  : karena banyaknya permintaan, kerja mesin menjadi    over sehingga berpengaruh pada kualitas mesin  yang menurun

4. Man

  • Pekerja dituntut bekerja setara kemampuan mesin
  • Pekerja sulit beraktifitas

Total Quality Management didefinisikan sebagai strategi usaha dan berorientasi pada kepuasan pelanggan dengan melibatkan seluruh anggota organisasi (Santosa dalam Tjiptono, 2003:4).

Menurut Ishikawa dalam Tjiptono (2003:4), Total Quality Management di artikan sebagai: “perpaduan semua fungsi manajemen, semua bagian dari suatu perusahaan dan semua orang ke dalam falsafah holistic yang dibangun berdasarkan konsep kualitas, teamwork, produktivitas, dan kepuasan pelanggan.”

Salah satu dari metode TQM adalah 5R TQM. 5R TQM adalah suatu metode penataan dan pemeliharaan wilayah kerja secara intensif yang digunakan oleh manajemen dalam usaha memelihara ketertiban, efisiensi, dan disiplin di area kerja sekaligus meningkatkan kinerja perusahaan secara menyeluruh. Dalam konteks Total Quality Management (TQM), 5R berarti: Ringkas (Seiri), Rapi (Seiton), Resik (Seiso), Rawat (Seiketsu), dan Rajin (Shitsuke).

Dari hasil uraian diagram Fishbone diatas, maka diketahui bahwa penyebab dari permasalahan di UMKM Pia Kusuma disebabkan oleh beberapa faktor seperti environment, material, machine, dan man. Maka perbaikan permasalahan dapat menggunakan 5R TQM yang berisi dari :

  1. Ringkas ( Seiri)

Dengan mengurangi barang yang tidak diperlukan dan mengorganisir area kerja untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas, memisahkan barang yang rusak dengan barang yang baik . Hal ini dapat membantu mengurangi rasa malas dan meningkatkan kualitas pekerjaan.

      b.  Rapi (Seiton)

Dapat mengatur dan memelihara peralatan serta material, beri label, nama atau tanda pada penempatan barang, diberi batas antara barang yang satu dengan barang yang lain, serta memprioritaskan posisi barang di tempat kerja dengan berdasarkan pada frekuensi pemakaian. Barang yang selalu dipakai diletakkan paling dekat dengan tempat kerja, disusul kemudian barang yang sering dipakai dan yang terakhir adalah barang yang kadang-kadang dipakai. Untuk barang yang tidak terpakai buang saja dari tempat kerja. Hal ini dapat membantu meningkatkan kualitas pelayanan dan penjualan.

      c.  Resik (Seiso)

Membersihkan area kerja dengan memeriksa dan memastikan bahwa semua barang-barang dan peralatan dalam keadaan baik. Hal ini dapat membantu mengurangi keterlambatan proses kerja dan meningkatkan kualitas pelayanan.

      d. Rawat (Seiketsu)

Menjaga atau merawat alat, material dan lingkungan agar selalu berfungsi sebagaimana mestinya, menjaga keadaan yang ringkas, rapi, resik dan teratur di area kerja. Hal ini dapat membantu meningkatkan kualitas pelayanan dan penjualan.

      e. Rajin ( Shitsuke)

Membuat kebiasaan yang diperlukan untuk melaksanakan pekerjaan dengan baik dan memastikan bahwa karyawan memelihara kebersihan dan keselamatan di tempat kerja. Hal ini dapat membantu meningkatkan kualitas pelayanan dan penjualan.

 

Sekian dari tulisan saya di blog ini, semoga teman-teman semua bisa memahami tulisan saya. 

Naik Gunung turun gunungDi tengah jalan ketemu nyonyaTerimakasih sudah berkunjungSampai jumpa diposting berikutnya

Have a nice day, everyone 

Nama   : Prima Al Fatikhah

NIM      : 561422021

Kelas   : A

Prodi   : S1- Teknik Industri

Tugas : Pengendalian dan Penjaminan Mutu 

 

Pernahkah kalian mendengar kata Manajemen?, kata ini tentunya tidak asing ya di telinga kita. Tapi apakah kalian sudah tahu, apa itu Manajemen ?

Manajemen adalah ilmu yang mempelajari tentang cara merencanakan, mengkoordinasikan, mengorganisasikan, serta memanfaatkan sumber daya yang tersedia secara efisien dan efektiktif guna mencapai tujuan tertentu.

Manajemen telah ditemukan dan digunakan sejak lama, bahkan para ahli sepakat bahwa manajemen telah digunakan oleh manusia sejak zaman dahulu. Ilmu manajemen juga mengalami perkembangan yang pesat dan terjadi perubahan secara terus-menerus, dan manajemen telah menjadi bagian dari suatu Organisasi. Lantas, bagaimanakah perkembangan manajemen mempengaruhi organisasi? Mari kita bahas perkembangan manajemen yang berpengaruh pada Organisasi yang terbagi menjadi beberapa generasi, yaitu :

1. Generasi I (Jungle Management) 

Pada generasi I, pekerjaan lebih banyak dikerjakan sendiri tidak ada kegiatan catat mencatat tentang apa yang telah, sedang, dan akan dikerjakan semua kegiatan dicatat dalam ingatan orang-orang yang menjalankan manajemen, pekerjaan dijalankan secara naluriah serta mengalir bersama-sama orang yang saling bekerjasama atau yang dapat kita sebut dengan prinsip "Doing Thing by Oursel". 

2. Generasi II (Management by direction)

Di generasi II, Manajemen mulai dikenal sebagai sebuah ilmu, pelopornya adalah Frederick Winslow Taylor (1856-1915) atau yang kita kenal sebagai "Bapak Manajemen Ilmiah" . Lewat karyanya yang berjudul " The Principles of Scientific Management" , Frederick menyatakan dengan membuat seseorang bekerja sekeras mungkin yang ia bisa, tidak lantas dapat mengoptimalkan kinerja yang telah dilakukan. Hasil penelitian dan analisanya ditetapkan beberapa prinsip yang menggantikan prinsip lama yaitu sistem coba-coba atau yang lebih dikenal dengan nama sistem trial and error. Hakekat pertama daripada manajemen ilmiah yaitu A great mental revolution, karena hal ini menyangkut manajer dan karyawan. Hakekat yang ke dua yaitu penerapan ilmu pengetahuan untuk menghilangkan sistem coba-coba dalam setiap unsur pekerjaan. Taylor mengemukakan empat prinsip Scientific Management, yaitu :

  1. Menghilangkan sistem coba-coba dan menerapkan metode-metode ilmu pengetahuan disetiap unsur-unsur kegiatan
  2. Memilih pekerjaan terbaik untuk setiap tugas tertentu, selanjutnya memberikan latihan dan pendidikan kepada pekerja
  3. Setiap petugas harus menerapkan hasil-hasil ilmu pengetahuan di dalam menjalankan tugasnya
  4. Harus dijalin kerja sama yang baik antara pimpinan dengan pekerja

Frederick Winslow Taylor

Frederick W. Taylor dikenal dengan manajemen ilmiahnya dalam upaya meningkatkan produktivitas. Gerakannya yang terkenal adalah gerakan efisiensi kerja. Taylor membuat prinsip-prinsip yang menjadi intinya manajemen ilmiah yang  terkenal dengan rencana pengupahan yang menghasilkan turunnya biaya dan meningkatkan produktivitas, mutu, pendapatan pekerjaan dan semangat kerja karyawan. Menurut Taylor , jika seorang pekerja memahami scientific management maka pekerja tersebut akan bekerja dengan optimal serta tidak akan banyak melakukan kritik terkait atasan dan pekerjaanya.

Selain Frederick. W. Taylor ada tokoh lain di Generasi II Perkembangan Manajemen yaitu Henry L. Gantt (1861-1919) Henry L. Gantt merupakan asisten dari Taylor, dia berdiri sendiri sebagai seorang konsultan, dimana titik perhatiannya pada unsur manusia dalam menaikkan produktivitas kerjanya. Adapun gagasan yang dicetuskannya yaitu :

  1. Kerja sama yang saling menguntungkan antara manajer dan tenaga kerja untuk mencapai tujuan bersama
  2. Mengadakan seleksi ilmiah terhadap tenaga kerja
  3. Pembayar upah pegawai dengan menggunakan sistem bonus
  4. Penggunaan instruksi kerja yang terperinci

Berusaha mengimplementasikan konsep dan pemikiran Taylor melalui system intensif gaji dan bonus untuk pekerja di perusahannya. Insentif system dari Gantt ini mengembangkan system bonus bagi pekerja yang menyelesaikan pekerjaan mereka dalam waktu yang lebih pendek. Hanry Gantt mengembangkan sebuah Chart atau grafik untuk lebih mendukung sisitemnya. Grafik ini sampai saat ini dikenal dengan “Gantt Chart”.

Tokoh berikutnya adalah, sepasang suami istri yaitu Frank Gilberth (1868-1924) dan Lilian Gilberth (1878-1972) 

Mereka mengembangkan apa yang dikenal dengan “Time and Motions Study”. Frank dan Lilian mengemukakan peta dasar gerakan manusia yang dikenal dengan sebutan Therbliegh. Studi mereka banyak menggabungkan apek teknis yang telah dikembangkan Taylor dengan prespektif sosiologi dan prespektif psikologi menghasilkan gabungan antara aspek teknis dan aspek perilaku manusia yang mampu menghasilkan kegiatan operasi yang secara social mampu merangsang para pekerjanya untuk berkontribusi dengan produktif.

3. Generasi III (Management by Targetting/Management by Objective)

Di masa ini, anggota organisasi diberi kebebasan untuk memiliki daya inovasi dan kreativitas , kebebasan diimbangi dengan pemenuhan target-target pekerjaan yang ditetapkan secara kuantitatif untuk mencapai tujuan organisasi. Tetapi dalam kenyataannya target pekerjaan terlampau berat akhirnya menyebebkan anggota organisasi kemudian menderita stress, pelopor dari perkembangan manajemen ini adalah Peter F. Drucker yang mengutamakan nilai produktivitas. Melalui karya buku yang berjudul "The Practice Of Management" , Peter menjelaskan bahwa inovasi dan kreatifitas adalah kunci keberhasilan dari organisasi. Menurut Peter Drucker, ada delapan unsur manajemen untuk menentukan tujuan usaha yaitu :

  1. Posisi pasar
  2. Produktivitas
  3. Sumber daya fisik dan keuangan
  4. Profitabilitas, inovasi, prestasi, dan
  5. Pengembangan manajemen dengan memperhatikan kualitas manajemen
  6. Prestasi dan sikap
  7. Serta tanggung jawab solusi dan public

Peter F. Drucker

Tokoh selanjutnya adalah Abraham Maslow (1908-1970)

Abraham Maslow dikenal sebagai bapak motivasi. Menerangkan konsep tentang lima tingkat kebutuhan yang menjadi motivasi seseorang. Atau biasa di sebut hirarki kebutuhan individu, yaitu tingkatan kebutuhan dari individu. Dikemukakan oleh Abraham Maslow, ia menghipotesiskan bahwa di dalam diri semua manusia ada lima jenjang kebutuhan berikut :

1. Psikologis; rasa lapar, haus, perlindungan, pakaian

2. Keamanan ; keselamatan, perlindungan terhadap kerugian fisik dan emosional

3. Social ; kasih saying, rasa dimiliki, diterima dengan baik, persahabatan

4. Penghargaan; harga diri, otonomi dan peraepsi, status, pengakuan dan perhatian

5. Aktualisasi diri ; pertumbuhan, mencapai potensialnya, pemenuhan

Selanjutnya yaitu, Stacy J. Adam beliau mencetuskan equity theory (teori equitqs) .  Dalam teori ini dijelaskan bahwa  ekuitas ini mengacu kepada persepsi pekerja terhadap keadaan mereka dan keadilan perlakuan bagi mereka jika dibandingkan dengan orang lain. Menurut Adam persepsi seorang pekerja akan berpengaruh besar pada performa mereka. Ekuitas eksternal terkait pembandingan dengan pekerja lain di perusahaan yang lain. Ekuitas internal terkait pembandingan dengan pekerja di dalam perusahaan sendiri.

4. Generasi IV (Value Creative Management)

Tokoh dari generasi ini adalah Brian L. Joiner,  memadukan antara kualitas, pendekatan ilmiah serta kerja tim dalam suatu segitiga yang dimanakan "Joiner Triangle", berfokus pada kualitas produk yang dihasilkan dalam rangka memberikan kepuasan pada pelanggan (customer satisfaction) disertai kepuasan dari para anggota organisasi. Kualitas yang dimaksud adalah sebagaimana yang didefenisikan oleh para pelanggan, pencapai kualitas dilakukan melalui berbagai pendekatan ilmiah yang berbasis pada penelitian, pendekatan ilmiah merupakan suatu proses pelajar mengajar mengelola organisasi sebagai suatu sistem, pengembangan proses berpikir serta mengambil keputusan berdasarkan data, berangkat dari rasa percaya pada setiap orang dengan meperlakukan manusia berdasarkan harga dirinya, kepercayaan dan rasa hormat serta bekerja atas dasar pendekatan menang-menang (win-win approach) termasuk manajemen kualitas total (total quality management atau TQM).

 

Brian L. Joiner

Tokoh selanjutnya, adalah Von Neumann yang dikenal dengan  teorinya yaitu "The Game Theory", dalam teori ini menkaji tentang tingkat outcome yang bias diprediksi dari perhitungan akitivitas secara kolektif dari perilaku dan perhitungan dampak dari berbagai kesempatan yang ada. 

 

5. Generasi V (Knowledge and Human Networking Management) 

Charles M. Savage merupakan tokoh dalam generasi kelima perkembangan manajemen organisasi lewat bukunya yang berjudul "Fith Generation Management  Integrating Enterprises Through Human Networking" menerangkan bahwa mengutamakan kualitas melalui kepuasan individu (pelanggan maupun anggota organisasi), ciri utamanya adalah bagaimana mengintegrasikan perusahaan melalui jaringan manusia, unsur manusia di dalam organisasi dihargai sangat tinggi sebagai individu yang memiliki keahlian-keahlian tertentu, individu anggota organisasi bukan hanya sekedar alat produksi.

Charles M. Savage

 

Nama            : Prima Al Fatikhah

NIM               : 561422021

Kelas             : A (Teknik Industri)

Prodi              : S1-Teknik Industri

Mata Kuliah   : Menggambar Teknik

Proyeksi Aksonometri, Proyeksi Miring, Proyeksi Perspektif serta Ilustrasi Industri

A.    Proyeksi Aksonometri

Proyeksi Aksonometri adalah proyeksi menggambar benda dengan ketentuan sudut proyeksi dan skala pemendekan yang telah ditetapkan melalui proyeksi isometri, dimetri dan trimetri. Dalam penggambaran ini garis-garis pemroyeksi ditarik tegak lurus terhadap bidang proyeksi. 3 dimensi, terukur dan berskala.

Ciri gambar dari Proyeksi Aksonometri adalah sebagai berikut :

1) Garis yang dalam kenyataannya memang sejajar, tetapi digambar dengan sejajar pula

2) Garis yang vertikal secara alamiah, digambar dengan vertikal dan sejajar

Ada tiga bentuk proyeksi aksonometri yaitu isometri, dimetri dan trimetri

1)  Proyeksi Isometri

Sebagai contoh diambil sebuah kubus seperti pada Gambar berikut. Kemudian kubus ini dimiringkan sehingga diagonal bendanya berdiri tegak lurus pada bidang vertikal, atau bidang proyeksi. Sudut antara bidang bawah kubus dan bidang horizontal menjadi 35 derajat 16 . Jika kubus ini diproyeksikan pada bidang proyeksi P proyeksinya akan menunjukkan ketiga bidang dari kubus. Dalam gambar proyeksi ini sisi-sisi AB, AD dan AE ketiga-tiganya sama panjang, dan saling berpotongan pada sudut yang sama pula, yaitu 120 derajat. Proyeksi demikian disebut proyeksi isometri. Ketiga garis lurus AB, AD dan AE adalah sumbu-sumbu isometri. Panjang masing-masing sisi lebih pendek dari pada panjang sisi sebenarnya. Panjang garis-garis dapat diukur pada sumbu-sumbu ini dengan skala yang sama.

2)  Proyeksi Dimetri

Proyeksi Dimetri adalah kemiringan gambar dengan dua sudut yang sama. Proyeksi pada Gambar berikut di mana skala perpendekan dari dua sisi dan dua sudut dengan garis horizontal sama, disebut proyeksi dimetri.

3) Proyeksi Trimetri

Proyeksi Trimetri adalah kemiringan gambar dengan tiga sudut yang berbeda. Proyeksi pada Gambar berikut di mana skala perpendekan dari tiga sisi dan tiga sudut tidak sama, disebut proyeksi trimetri.

 

B.  Proyeksi Miring

Proyeksi miring adalah proyeksi gambar dimana garis pada proyeksi tidak tegak lurus terhadap bidang proyeksi namun membentuk sudut miring. Permukaan depan objek pada gambar ditempatkan dengan bidang kerja proyeksi sehingga bentuk permukaan depan objek tergambar seperti sebenarnya. Apabila panjang objek pada proyeksi sama dengan panjang sebenarnya maka disebut proyeksi miring cavalier, sedangkan untuk panjang objek pada proyeksi yang diperpendek disebut dengan proyeksi miring cabinet. Gambar pada proyeksi miring memiliki basis sumbu 0, 45 dan 90 derajat.

Proyeksi miring adalah semacam proyeksi sejajar, tetapi dengan garis-garis proyeksinya miring terhadap bidang proyeksi. Gambar yang dihasilkan oleh cara proyeksi ini disebut gambar proyeksi miring. Pada proyeksi ini bendanya dapat diletakkan sesukanya, tetapi biasanya permukaan depan dari benda diletakkan sejajar dengan bidang proyeksi vertikal. Dengan demikian bentuk permukaan depan tergambar seperti sebenarnya, yang juga terdapat pada gambar proyeksi ortogonal.

Sudut yang menggambarkan kedalamannya biasanya 30°, 45° atau 60° terhadap sumbu horizontal. Sudut-sudut ini disesuaikan dengan segi tiga yang dipakai mem- punyai sudut-sudut 30°, 45° dan 60°.

Dalamnya dapat ditentukan sembarang, seperti tampak pada Gambar. Jika panjang ke dalam sama dengan panjang sebenarnya, gambar demikian disebut gambar Cavalier. Pada proyeksi ini skala yang sama dapat dipergunakan pada sumbu-sumbu yang lain. Oleh karena itu sering kali dipergunakan skala perpendekan pada sumbu ke dalam, misalnya 3/4, 1/2, atau 1/3. Skala perpendekan 1/2 memberikan gambar yang tidak berobah, dan penggambarannya agak mudah. Gambar demikian disebut gambar Cabinet. Gambar Cabinet dengan sudut 45° banyak dipakai di beberapa negara.

 

Ciri-ciri proyeksi miring :

1) Sumbu

Dalam proyeksi miring, sumbu membentuk banyak sudut. Pada proyeksi miring, sudut yang terbentuk antara sumbu x dan garis horizontal adalah 0 derajat (alfa= 0 derajat). Sedangkan sudut yang terbentuk antara sumbu y dan garis horizontal adalah 45 derajat (beta= 45 derajat)

2) Panjang Garis Sumbu

Pada proyeksi miring memiliki perbandingan garis sumbu x, y, dan z adalah 1:1/2:1. Artinya sama seperti proyeksi dimetri terdapat skala pemendekan pada sumbu y sementara untuk sumbu lain sesuai dengan ukuran yang terdapat pada obyek gambar.

 Sebagai contoh pada obyek gambar ukuran sumbu x, y, dan z adalah 2:6:8maka ukuran pada gambar yaitu 2:3:8. Namun untuk tipe lain terdapat variasi perbandingan garis sumbu. Hal ini disesuaikan dengan sudut yang dibentuk pada sumbu y dengan garis horisontal serta kebutuhan dari pembuat gambar teknik. 

C. Proyeksi Perspektif

Proyeksi perspektif adalah penggambaran pengubahan objek tiga dimensi menjadi objek dua dimensi, di mana setiap garis proyeksi menggambarkan lokasi yang jauh dan ukuran objek. Dalam tampilan perspektif, proyeksi diatur menurut panjang, lebar, dan kedalaman.

 

 

 Proyeksi perspektif ini dibuat karena kesalahan mata manusia saat memproyeksikan gambar. Gambar atau objek yang berukuran lebih besar perlu divisualisasikan ke dalam bentuk yang lebih kecil agar terlihat seperti gambar aslinya.

Jika antara benda dan titik penglihatan tetap diletakkan sebuah bidang vertikal atau bidang gambar, maka pada bidang gambar ini akan terbentuk bayangan dari benda. (Gambar dibawah ini). Bayangan ini disebut gambar perspektif. Gambar perspektif adalah gambar yang serupa dengan gambar benda yang dilihat dengan mata biasa, dan banyak dipergunakan dalam bidang arsitektur. Ini merupakan gambar pandangan tunggal yang terbaik, tetapi cara penggambarannya sangat sulit dan rumit dari pada cara-cara gambar yang lain. Untuk gambar teknik dengan bagian-bagian yang rumit dan kecil tidak menguntungkan, oleh karenanya jarang sekali dipakai dalam gambar teknik mesin.

Dalam gambar perspektif garis-garis sejajar pada benda bertemu di satu titik dalam ruang, yang dinamakan titik hilang. Ada tiga macam gambar perspektif, seperti perspektif satu titik (perspektif sejajar), perspektif dua titik (perspektif sudut) dan perspektif tiga titik (perspektif miring), sesuai dengan jumlah titik hilang yang dipakai.

 

D.Ilustrasi Industri

Ilustrasi sebagai seni aplikasi adalah sebuah bidang yang tidak berdiri sendiri, selalu terkait dengan industri lain yang membutuhkannya. Ketika ia mencoba untuk berdiri sendiri, ia akan masuk ke ranah seni rupa murni (fine art). Dan seni rupa murni memiliki dunianya sendiri, dengan distribusi dan pasar yang berlangsung di dalam galeri-galeri seni. 

Hal ini sepertinya agak kurang disadari oleh para pelakunya sendiri. Dalam konteks ini, pada dasarnya ada dua garis besar tipe artis. Pertama, hasil yang sangat lihai dalam merespon sebuah project brief sebagai titik mulai dan mencari solusi visual yang tak terduga. Inilah yang disebut sebagai Ilustrator. Kedua, artis yang cenderung merasa kebebasannya terkekang jika diberikan brief dan merasa lebih nyaman untuk bisa memulai sebuah karya dari titik mulai manapun yang ia pilih sendiri mereka ini biasanya disebut sebagai seniman murni (fine artist). Berkarya untuk seni itu sendiri (for the sake of art) dan bukan untuk hal lain.

Maka dari itu, Ilustrasi Industri digambarkan sebagai suatu gagasan atau konsep yang akan dibuat untuk melaksanakan suatu Industri. Sehingga, Ilustrasi Industri sangat penting sebagai gambaran kasar sehingga mampu dengan tepat mendirikan suatu Industri agar efisien.

Tugas Menggambar Teknik(Potongan dan Proyeksi)

05 October 2022 20:43:48 Dibaca : 2960

Nama                     :  Prima Al Fatikhah

Kelas                      :  A(Teknik Industri)

NIM                        :  561422021

Prodi                      : S1 Teknik Industri

Mata Kuliah           : Menggambar Teknik

 

A.      POTONGAN PADA GAMBAR TEKNIK

1)      Pengertian

Potongan dalam gambar teknik merupakan sebuah cara untuk memperjelas tampilan suatu obyek gambar. Dengan fungsi untuk melihat spesifikasi di dalam isi tubuh gambar. Sehingga mampu di baca dari sisi bagian gambar yang sulit kita lihat.

1)      JENIS- JENIS POTONGAN

            i. Potongan Dalam Satu Bidang

                 -  Potongan yang melalui garis sumbu utama

Pada gambar potongan dengan potongan yang melalui garis sumbu utamanya maka gambar potongannya tidak perlu diberikan simbol atau penjelasan pada garis potongannya

 

             -   Potongan yang tidak melalui garis sumbu utama

Pada gambar potongan yang tidak melalui garis sumbu utama, maka letak garis potongannya dinyatakan dengan simbol potongan yang terdapat pada garis potongnya

 

              ii.   Potongan Meloncat

Potongan meloncat adalah jenis potongan yang difungsikan untuk menyederhanakan gambar dalam bentuk potongan, dimana potongan tersebut terdiri dari dua bidang

 

                iii.  Potongan Setempat

Dalam menggambar potongan seringkali hanya memerlukan bagian kecil dari benda atau tersembunyi maka dapat menggunakan potongan setempat. Untuk menampakan pada bagian kecil yang tersembunyi, dibutuhkan suatu potongan yang hanya menunjukan bagian kecil yang diinginkan tersebut

 

 

 

                 iv. Potongan Penuh

Potongan yang digunakan untuk menampilkan obyek dengan membagi bidang potongan seutuhnya, agar obyek akan tampak lebih detail dan efektif untuk dibaca

 

v. Potongan Sobekan

Potongan sobekan (broken-out section) berfungsi untuk menampilkan gambar dengan beberapa bagian saja yang dipotong sehingga gambar tampak detail bagian dalam obyek gambar tersebut. Pada umumnya garis yang digunakan dalam potongan ini berupa garis tidak beraturan

 

B.    PROYEKSI GAMBAR TEKNIK

1) Pengertian

Proyeksi merupakan implementasi gambar rancangan dari sebuah obyek nyata, proyeksi ini dibuat dengan garis pada bidang datar. Secara fungsi proyeksi ini digunakan untuk menampilkan sebuah obyek gambar nyata ke dalam bentuk gambar yang di sesuaikan dengan tujuan gambar tersebut.Garis proyeksi terdiri dari berbagai tipe, hal tersebut tergantung pada jenis garis dari proyeksi tersebut. Berikut adalah tipe garis proyeksi :

A)      Tipe Amerika

Proyeksi Amerika disebut juga proyeksi proyeksi kwadran III atau proyeksi sudut ketiga, perbedaan istilah bergantung dari pemahaman setiap orang. Proyeksi Amerika merupakan proyeksi yang letak bidangnya sama dengan arah pandangannya.

Ini artinya :

-    Pandangan terhadap benda dari Atas diletakan di Atas

-    Pandangan terhadap benda dari Depan diletakan di Bawah

-    Pandangan terhadap benda dari Kanan diletakan di Kanan

B)     Tipe Eropa

Proyeksi Eropa disebut juga proyeksi sudut pertama atau proyeksi kwadran I. Proyeksi Eropa merupakan proyeksi yang letaknya terbalik dengan arah pandangnya. Coba kita perhatikan kembali gambar dibawah ini, dengan model yang sama kita proyeksikan gambar tersebut kedalam proyeksi eropa.

 

 

 

2)     JENIS-JENIS PROYEKSI

     i.  Proyeksi Piktorial

Proyeksi Piktorial merupakan gambar yang semula dua dimensi dibuat dalam bentuk tampilan gambar dibuat secara tiga dimensi. Jenis proyeksi ini bisa dilakukan dengan berbagai macam cara di antaranya sebagai berikut :

a. Proyeksi Piktorial Isometris

b. Proyeksi Piktorial Dimetris

c. Proyeksi Piktorial Miring

d. Gambar Perspektif atau pandangan

 

 ii. Proyeksi Orthogonal

Proyeksi Orthodal merupakan jenis proyeksi yang menampilkan gambar secara dua dimensi. Fungsi dari proyeksi ini adalah menjelaskan gambar detail dari masing-masing sudut pandang.

Proyeksi orthogonal dibagi menjadi dua jenis di antaranya sebagai berikut :

a. Proyeksi kuadran I (proyeksi Eropa)

b. Proyeksi kuadran III (Proyeksi Amerika)

 

3)  PROYEKSI EROPA DAN PROYEKSI AMERIKA

Perbedaan proyeksi orthodal yang dikelompokkan dalam dua standart proyeksi tersebut adalah dalam bentuk penyajian pada gambar

1. Proyeksi standart Eropa

    Proyeksi eropa (proyeksi kuadran I), peletakan view sisi kiri gambar sebagai view utama

2. Proyeksi standart Amerika

     Proyeksi eropa (proyeksi kuadran I), peletakan view sisi kanan gambar sebagai view utama 

 

 

Berikut adalah contoh gambar proyeksi standart Eropa dan Amerika

 

Perbedaan yang umum dari kedua standar proyeksi tersebut adalah jenis lambang atau simbol. Di bawah ini adalah contoh lambang dan symbol dari ke dua standar tersebut

 

4) DESKRIPSI ARSIRAN PADA GAMBAR TEKNIKArsiran (Hatching) adalah teknik dalam lukisan dan karya grafis yang digunakan untuk memberikan efek warna maupun bayangan dengan membuat garis-garis paralel. Jika garis-garis paralel ini ditimpa dengan garis-garis paralel lain yang saling berpotongan, maka teknik ini menjadi cross hatching.Fungsi arsiran pada gambar teknik ini adalah untuk memperlihatkan bidang potongan gambar, pemakaian arsiran pada umumnya menggunakan garis tipis kontinu yang di gambar secara sejajar dengan tingkat kemiringan 45 derajat terhadap obyek utama gambar

 

 

My History at PKKMB UNG 2022

20 August 2022 14:30:23 Dibaca : 22

Hai perkenalkan saya Prima Al Fatikhah, saya dari Jakarta. Saya akan menceritakan pengalaman atau cerita saya selama mengikuti PKKMB UNG 2022.

Perjalanan lembar kehidupan baru saya sebagai Mahasiswa Baru dimulai dari keberangkatan saya dari Jakarta, di pagi hari yang gelap gulita diiringi tangis dari orang sekitar untuk melepas kepergian saya. Dan meninggalkan orang yang saya sayangi demi menuntut ilmu dan menjadi lebih dewasa lewat sebuah perjalanan baru.

Di hari sabtu sore, saya tiba di Gorontalo disambut dengan derasnya hujan yang turun. Disinilah lembar baru kehidupan saya dimulai sebagai Mahasiswa Baru tentunya.

PKKMB UNG 2022, dimulai pada Kamis 11 Agustus 2022 sampai Sabtu 13 Agustus 2022 tingkat Universitas. Sebagai orang baru, saya memiliki kendala dalam berkomunikasi atau berbahasa. Tetapi lewat kendala itulah saya lebih menghargai arti keberagaman bahasa yang ada. Dari PPKMB di tingkat Universitas saya memiliki banyak teman yang berasal dari berbagai Fakultas dan daerah tentunya. Selama PKKMB di tingkat Universitas, saya merasa senang dan bangga karna bisa masuk dalam Universitas Negeri karna itu salah satu mimpi saya dan saya berhasil untuk mewujudkannya.

Kemudian PKKMB 2022 berlanjut pada tingkat Fakultas dan Jurusan, di sini saya belajar untuk menjadi pribadi yang mandiri,bertanggung jawab,serta lebih menghargai arti dari beretika. Dengan pengalaman yang saya dapatkan, saya merasa dilahirkan dengan kepribadian yang lebih baik tentunya. Terima kasih untuk pengalaman dan pelajaran yang diberikan.

 

Akhir kata

You can do anything if you set goals, and you needs to push yourself for your future

 

Kategori

  • Masih Kosong

Blogroll

  • Masih Kosong