Mental Juara : Menjadi pemenang itu hak anda

02 February 2013 21:20:46 Dibaca : 711

 

Sebagaimana hal ihwal penciptaan diri kita, sejak semula kita ini adalah pemenang sejati yang telah bersaing dengan jutaan sel sperma yang lain untuk membuahi sel telur sang ibu. Dari semula kita adalah pemenang yang luar biasa. Tidak bisa dibantah lagi, kita ini sang juara sejati.

Pertanyaannya sekarang, mengapa sekarang kita menjadi manusia yang sering pesimis, baru menghadapi kegagalan sekali sudah putus asa? Mengapa kebanyakan dari kita berpikir seperti seorang pecundang?

Banyak sekali faktor yang mempengaruhi hal tersebut, tapi menurut saya faktor yang dominan adalah faktor mental. Kebanyakan dari kita hidup dan dibesarkan di lingkungan yang pesimis, dan di sekolah pun kita tidak pernah diajarkan bagaimana cara memiliki atau menumbuhkan mental positif. Di sekolah, jika kita tidak bisa menjawab soal/pertanyaan dengan jawaban benar (menurut guru) maka kita akan dicap sebagai anak bodoh. Dan ngerinya jika kita menyetujui atau mempercayai cap tersebut secara mental maka akan benar-benar jadi bodohlah kita.

Demikian juga bila kita hidup di keluarga yang serba kekurangan, biasanya orang tua kita akan berkata, “Kita tidak bisa ini, kita tidak punya itu, kita ini orang miskin yang tidak punya apa-apa.” Atau, “Jangan mimpi yang tidak-tidak, bisa makan saja sudah untung.” Demikian seterusnya, kata-kata negatif semacam itu selalu kita dengar hampir sepanjang hari sehingga lambat laun hal itu kita percaya sebagai sebuah kebenaran atau sebuah takdir yang tidak bisa dirubah.

Oleh sebab itu, anak-anak yang lahir dan dibesarkan di tengah-tengah keluarga orang sukses akan lebih mudah meraih sukses yang mereka impikan karena kata-kata dan sugesti positif selalu ia dapatkan dari lingkungannya. Namun, anak-anak yang lahir dan tumbuh di tengah-tengah keluarga yang serba kekurangan akan lebih sulit untuk sukses karena kalimat dominan yang sering mereka dengar adalah kalimat negatif yang menyugesti diri sendiri kepada ketidakberdayaan. Kepercayaan orang tua mereka juga rata-rata adalah kepercayaan para pesimis yang secara tidak mereka sadari mengabaikan potensi alami manusia yang sebenarnya luar biasa sebagai anugerah Tuhan Yang Maha Adil. Kalau kita mengikuti kepercayaan mereka yang kurang tepat tersebut tentu saja sampai mati pun kita tidak akan mungkin mampu menemukan dan menggali potensi diri kita yang sesungguhnya luar biasa.

Maka untuk menjadi sang Juara Sejati, langkah pertama yang harus kita ambil adalah merubah mental kita menjadi mental juara. Apapun hambatan yang menghadang, kita harus bisa menyugesti diri sendiri bahwa kita mampu melewatinya. Bagaimana pun keadaan kita saat ini—memperihatinkan atau mengenaskan–kita harus bisa meyakinkan diri bahwa kita adalah Pemenang Sejati. Dengan begitu, akan ada motivasi dari dalam yang akan membangkitkan semangat agar kita bisa bangkit dan keluar dari belenggu diri.

Membebaskan pikiran dari belenggu ketidakmampuan bukanlah hal yang mudah, tapi jika kita melakukannya dengan sungguh-sungguh, pasti kita bisa dan memang bisa. “Jangan mau seumur-umur dibodohi diri sendiri”, begitu kata Drs. Waidi, MBA. Ed dalam bukunya, “Self Empowerment by NLP”.

Memang tidak ada manusia yang sempurna di dunia ini. Setiap diri kita pasti punya kekurangan atau kelemahan. Tapi bukan berarti kita harus bersedih atau putus asa karena kelemahan tersebut. Kabar baiknya adalah bahwa Tuhan itu Maha Adil; selain kelemahan, ternyata kita juga dikaruniai kelebihan atau keunikan yang melekat pada diri kita. Satu-satunya jalan adalah kita harus memfokuskan perhatian pada kelebihan dan keunikan diri kita tersebut sehingga hal itu bisa menjadi sumber kekuatan untuk menggali potensi agar kita menjadi manusia yang luar biasa. Dari sini kita bisa memahami bagaimana pentingnya memiliki mental juara.

Mental juara itu selalu berkata, “Anda unik, Anda punya kelebihan, Anda bukan manusia sembarangan!” Mental juara juga akan berkata, “Anda pasti bisa kalau mau mencoba, selalu ada jalan untuk mewujudkannya, jangan pernah putus asa!” Mental juara akan membawa kita menjadi juara yang sesungguhnya karena selalu ada kekuatan di balik sebuah kepercayaan. Semakin kita meyakini, semakin dekat dengan kenyataan. Demikian juga dengan sikap mental juara, ia akan membuat kita semakin percaya diri dalam melangkahkan kaki menyusuri kehidupan ini ke arah tujuan hidup kita.

Sebagaimana proses awal penciptaan diri kita; kita adalah seorang pemenang dan memang “dilahirkan untuk menang” maka menjadi seorang pemenang adalah hak saya, hak Anda, hak kita semua. Mulailah dengan memiliki mental juara dan yakinkan diri kita bahwa menjadi pemenang adalah hak kita. Kita tidak hanya bisa menjadi penonton para juara, tapi kita juga bisa menjadi sang Juara sejati–seperti mereka yang mungkin menjadi idola kita—dalam kehidupan nyata. Akhirnya, ucapkanlah “selamat jalan/selamat tinggal” kepada para pecundang atau para pesimis yang bersemayam dalam diri kita, “Daaa…! Bye-bye…!”

Percayalah, menjadi seorang pemenang adalah hak Anda! Anda adalah sang juara sejati…!

Sekarang, beranikah Anda mengubah mental dan pikiran Anda…?

Sumber : http://agusriyanto.wordpress.com/2007/11/10/mental-juara-menjadi-pemenang-adalah-hak-anda/

Sinar Biru Ancaman Mata Anak

02 February 2013 11:24:15 Dibaca : 632

Sinar Biru Ancaman Mata Anak

Keterbatasan pengetahuan orang tua terhadap bahaya sinar biru membuat anak –anak rentan mengalami gangguan mata.Bagaimana tidak.aktivitas sehari-hari sang buah hati sangat dekat dengan sinar biru,salah satunya dari layar televisi.

Bukan perkara sulit menemui seorang anak yang tengah menonton tv.Aktivitas inilah yang paling banyak dilakukan oleh anak-anak saat ini.tidak aneh jika kalangan pendidik memberikan peringatan terhadap pengaruh buruk terlalu banyak menonton televisi terhadap perkembangan seorang anak.

Bukan hanya itu Perkembangan kesehatan mata anak pun ikut terancam.Pancaran sinar dari layar televisi merupakan salah satu sumber sinar biru,selain pancaran sinar matahari,lampu neon dan layar monitor komputer.Sinar dengan panjang gelombang cahaya 400-500 mm pada spektrum sinar yang masih dapat diterima mata dapat menyebabkan kerusakan dan menimbulkan luka fotokimia pada retina mata anak.Dalam rangka waktu pendek,dampak sinar biru dapat menggangu kerja retina sehinga menghambat proses pembelajaran melalui mata.

Sinar biru merupakan sinar yang masuk melaui mata dengan sifat paling merusak dan dapat mencapai retina.Bayi dilahirkan dengan lensa yang relatif jernih atau bening.Secara bertahap dan alami berubah menjadi kuning sejalan dengan pertambahan usia.resiko terbesar kerusakan akibat sinar biiru, yaiitu sekitar 70%-80%sinar biru dapat mencapai retina pada usia 0-2 tahun dan 60%-70% pada usia 2 hingga 10 tahun.Adaun sinar biru yang mencapai retina pada usia 60 hingga 90 tahun hanya mencapai 20%.

Perlindungan terhadap bahaya sinar biru harus dilakukan sedini mungkin.Salah satunya dengan asupan lutein.Lutein dapat membantu melindungi mata terutama retina,dari kerusakan dengan cara menyaring sinar biru dan juga berperan sebagai antioksidan dengan cara menetralisasikan radikal-radikal bebas.Bagian luar fotoreseptor di dalam retina adalah bagian yang cenderung mudah terkena peroksidasi karena tingginya asam lemak.

Bagian luar fotoreseptor inilah yang tinggi akan lutein.Lutein berperan sebagai antioksidan dan memberi perlindungan pada mata.Tubuhh tidak dapat mensintesakan litein.Oleh karena itulah,kebutuhan litein harus disuplai dari luar tubuh.Salah satunya dari makanan seperti sayuran,buah,supemen dan terutama ASI.Namun,bahan makanan yang mengandung lutein biasanya tidak disukai serta jarang dikonsumsi oleh bayi dan balita.Kecukupan lutein pada makanan dapat membantu menjamin perkembangan mata yang sehat pada bayi dan anak.

Sumber www.seputar-indonesia.com

Pendidikan dan Kebudayaan

02 February 2013 11:20:59 Dibaca : 535

 Pendidikan dan Kebudayaan

Masalah–masalah yang dihadapi dibidang pendidikan saat akan dimulainya pelaksanaan repelita I adalah sangat berat dan mendesak.Di bidang kurikulum terasa sekali kebutuhan akan pembaharuan agar sistem pendidikan dapat memenuhi kebutuhan tuntutan pembangunan dan kemajuan.Di samping itu terdapat ketidakseimbangan baik di antara berbagai tingkat pendidikan(vertikal) maupun di antara berbagai jenis pendidikan (horisontal).Selanjutnya jumlah anak yang berusia sekolah yang tidak tertampung di sekolah jauh lebih besar dari jumlah anak yang bersekolah.Demikian pula jumlah anak yang putus sekolah (drop out) adalah jauh lebih besar dari pada mereka yang berhasil menyelesaikan suatu tahap pendidikan.

Sementara itu,tenaga-tenaga yang bekerja di bidang pendidikan baik teknis maupun administrasif sangat kurang jumlahnya.Di samping itu,mutu keahlian tenaga-tenaga tersebut perlu di tingkatkan.Prasarana pendidikan seperti gedung dan ruang sekolah sangat tidak mencukupi.Buku-buku sangat sedikit jumlahnya.Dan sedikit sekali sekolah-sekolah yang mempunyai pepustakaan,alat-alat peraga ataupun raboratorium dan tempat parkir.Akhirnya organisasi dan pengololaaan pendidikan dan kebudayaan baik di pusat maupun di daerah belum mencerminkan kerja sama yang serasi .Demikian pula belum ada sistem informasi pendidikan untuk keprluan perencanaan yang terarah.(pidato kenegaraan,Dep.Penerangan,1974).

Sumber : di kutip dari keraf ,1993: 270

Memaksimalkan Standar Keselamatan Penerbangan

02 February 2013 11:18:03 Dibaca : 1180

 

Presepsi bahwa tingkat keselamatan penerbangan nasional telah memasuki kategori mmenakutkan mendapat pembenaran.Kali ini,legitimasi itu datang langsung dari pemerintah.

Pekan ini,depertemen perhubungan merilis daftar peringkat terbaru perusahaan penerbanagan dan standar keselamatan mereka.Dari 21 perusahaan yang dinilai,hanya satu yang masuk kategori 1 atau bekerja berkinerjanya baik.Sisanya hanya masuk karegori II atau sedang bahkan III alias buruk.

Hasil pemeringkatan itu,ironisnya,tidak mengejutkan.Hal itu tidak mengejutkan karena semua pahami bahwa standar keselamatan penerbangan di negara ini memang renadah.Tidak mengejutkan karena kecelakaan pesawat yang menelan korban jiwa bukan satu-dua kal terjadi,ia amat sering terjadi.

Sebuah lembaga audit penerbangan internasional sebelumnya telah menetapkan bahwa tidak ada satu pun maskapai penerbangan indonesia yang kategori I.Beberapa negara,terutama Amerikan Serikat (AS),bahkan mngeluarkan peringatan kepada warganya agar tidak menggunakan jasa penerbangan indonesia.Tentu itu menjadi sebuah pukulan telak bagi kredibilitas penerbangan sipil negeri ini.

Adapun yang sangat disesalkan adalah upaya untuk meningkatkan standar keselamatan itu jauh lebih lambat dari pada yang di harapkan.Setelah sekian lama,hanya satu dari 21 maskapai yang berhasil masuk ke kategori I,Maskapai yang masuk kategori I pun belum diakui IATA Organization Safety Audit (IOSA).Hal ini terjadi karena tidak juga memiliki sertifikasi IOSA.

Posisi ini lagi-lagi membuat reputasi penerbangan nasional berada dalam bahaya.Karena itu,harus ada upaya yang lebih dari sekadarnya untuk memulihkan citra buruk yang terlanjur telah terbentuk.

Pemerintah harus menetapkan kebijakan yang memaksa agar upaya-upaya peningkatan standar keselamatan penerbangan dilakukan secepat –cepatnya dan secermat-cermatnya.Pemerintah ditantang untuk lebih tegas lagi dalam menerapkan sanksi.

Pecabutan izin operasi kepada maskapai penerbangan yang masuk kategori III atau buruk harus dilakukan tanpa diskriminisi.Maskapai mana pun yang sejatinya masih berada di kategori III harus dicabut izinya.

Ke depan,kriteria terhadap pemberian izin baru perlu diperketat.Maskapai baru yang ingin masuk pasar penerbangan nasional,misalnya haruslah maskapai yang mampu memenuhi kategori I.Bila tidak,izin operasi tidak boleh diterbitkan.

Sebaliknaya bagi maskapai yang sudah ada,dalam kurun waktu tertentu misalnya,diharuskan memenuhi standar kategori I.Bila tidak,izin operasinya dapat dicabut.Dengan sistem itu,pengguna jasa mendaptkan jaminan standar keamanan terbaik.Upaya seperti itu mestinya menjadi sebuah keniscayaan.

Pengguna jasa penerbangan tentu berharap semua maskapai mencapai standar keselamatan excellent.Berbeda dengan Bus kota yang boleh mogok di tengah jalan,bagi transportasi udara,kerusakan mesin dan kekacauan sistem pascalepas landas adalah dosa terbesar.

Maskapai penerbangan juga tidak bleh terjebak dalam perang tarif.Liberalisasi dalam pasar bebas tidak berarti kebebasan dalam mematikan pesaing dengan menerapkan tarif serendah-rendahnya.Karena kalau itu terjadi,dan standar keselamatan dikorbankan,maskapai penerbangan sejatinya tengah mematikan pengguna jasa dalam arti harfiah.Itu jelas sebuah kejahatan kemanusiaan.

Sungguh menyeramkan jika sejatinya itu yang terus berlangsung selama ini.

Sumber.Media indonesia ,28 juni 2007

karya ilmiah tentang pupuk organik

01 February 2013 22:29:01 Dibaca : 12111

KATA PENGANTAR

Segala puji hanya kepunyaan ALLAH SWT dan hanya dengan izin dan kuasa-Nya, maka penulisan laporan yang berjudul “karya imiah tentang Pupuk Organik “ tepat pada waktunya. Laporan ini merupakan tugas mata kuliah “ Metode Ilmiah “.laporan ini merupakan inovasi pembelajaran untuk memahami secara mendalam, semoga makalah ini dapat berguna untuk Mahasiswa pada umumnya.

Saya mengucapkan terima kasih kepada Dosen mata kuliah “Metode Ilmiah“Bapak Nelson Pomalingo serta rekan-rekan seperjuangan yang telah membantu saya dalam menyelesaikan laporan ini untuk itu saya tidak dapat membalasnya. Hanya dengan iringan doa semoga ALLAH SWT dapat membalasnya.

Saya menyadari bahwa dalam penyusunan laporan ini masih terdapat banyak kekurangan, untuk itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun demi untuk kesempurnaan makalah ini.

Akhirnya saya mengucapkan terima kasih dan semoga laporan ini dapat bermanfaat bagi rekan-rekan sekalian.

Penyusun

Ricin T.Ahmad

DAFTAR ISI

Kata Pengantar....................................................................................................

Daftar Isi.............................................................................................................

BAB I Pendahuluan

Latar Belakang..................................................................................

Rumusan Masalah.............................................................................

Tujuan Penelitian..............................................................................

BAB II Kerangka Teoritis

Landasan Teori..................................................................................

KerangkaPemikiran...........................................................................

Hipotesis.............................................................................................

Pengumpulan Data.............................................................................

BAB III Pembahasan

Jenis-Jenis Pupuk................................................................................

Manfaat Pupuk...................................................................................

Pelestarian Lingkungan.....................................................................

BAB IV Penutup

Kesimpulan........................................................................................

Daftar Pustaka......................................................................................................

BAB 1

PENDAHULUAN

Latar Belakang Masalah

Pupuk organik sudah lama dikenal para petani, jauh sebelum revolusi Hijau berlangsung di Indonesia pada tahun 1960-an. Sedangkan pupuk hayati dikenal para petani sejak proyek intensifikasi kedelai pada tahun 1980-an. Namun sejak Revolusi Hijau petani mulai banyak menggunakan pupuk buatan karena praktis penggunaannya dan sebagian besar varietas unggul memang membutuhkan hara makro (NPK) yang tinggi dan harus cepat tersedia. Bangkitnya kesadaran sebagian masyarakat akhir-akhir ini akan dampak penggunaan pupuk buatan terhadap lingkungan dan terjadinya penurunan kesuburan tanah mendorong dan mengharuskan penggunaan pupuk organik.

Kondisi ini membuat saya tertarik untuk meneliti tentang penggunaan pupuk organik tanaman padi khususnya. Oleh karena itu saya akan membahas masalah tentang penggunaan pupuk organic pada masyarakat pedesaan.Penggunaan pupuk sangat penting untuk meningkatkan hasil panen. Penggunaan pupuk yang tetap akan menghasilkan panen yang baik.

B. Rumusan Masalah

1. Mengapa harus menggunakan pupuk organik?

2. Bagaimana manfaat pupuk organik pada tanaman padi?

3. Bagaimana perkembangan pupuk organik pada saat ini?

C. Tujuan Penulisan

1. Menerangkan tentang pengertian dan keunggulan pupuk organik pada masyarakat.

2. Mengetahui manfaat dari penggunaan pupuk organik.

3. Mengetahui perkembngan pupuk organik pada masa sekarang ini.

BAB II

KERANGKA TEORITIS

A.Landasan Teori

Sejarah penggunaan pupuk pada dasarnya merupakan bagian daripada sejarah pertanian itu sendiri. Penggunaan pupuk diperkirakan sudah mulai pada permulaan dari manusia mengenal bercocok tanam >5.000 tahun yang lalu. Bentuk primitif dari pemupukan untuk memperbaiki kesuburan tanah terdapat pada kebudayaan tua manusia di negeri-negeri yang terletak di daerah aliran sungai-sungai Nil, Euphrat, Indus, di Cina, Amerika Latin, dan sebagainya (Honcamp, 1931).

Dalam buku yang diterbitkan oleh Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Lahan Pertanian Pupuk organik adalah nama kolektif untuk semua jenis bahan organik asal tanaman dan hewan yang dapat dirombak menjadi hara tersedia bagi tanaman.

Dalam permentan No.2/pert/hk.060/2/2006, tentang pupuk organik dan pembenah tanah, dikemukakan bahwa produk organik adalah pupuk yang sebagian besar atau seluruhnya terdiri atas bahan organik yang berasal dari tanaman atau hewan yang telah melalui preses rekayasa, dapat berbentuk padat atau cair yang digunakan mensuplai bahan organic untuk memperbaiki sifat kimia dan biologi tanah.

Jadi secara umum pupuk organik adalah suatu bahan yang digunakan untuk memperbaiki kesuburan tanah dengan cara menambah bahan itu ke dalam tanah agar menjadi subur.

B.Kerangka Pemikiran

Proses budidaya tanaman harus ditunjang dengan adanya teknologi sarana produksi yang maju sehingga akan didapatkan pertumbuhan dan hasil tanaman yang optimal.Ketersediaan unsur hara yang dapat diserap oleh tanaman merupakan salah satu faktoo yang dapat mempengaruhi tingkat produksi suatu tanaman,oleh karena itu,macam dan jumlah unsur hara yang tersedia disertai dengan tata air dan udara baik di dalam tanah bagi pertumbuhan tanaman harus berbeda dalam keadaan yang cukup dan seimbang.

Pelepasan unsur hara secara bertahap kedalam tanah dari pupuk majenuk,terutama unsur – unsur makro seperti N,P dan K,sangat menunjang pertumbuhan tanaman,karena akan memenuhi kebutuhan seluruh tahapan pertumbuhan tanaman,sehingga tanamn dapat tumbuh dengan baik.

Kebutuhan tanaman akan unsur hara dapat dilakukan melalui pemberian pupuk organik.Karena di samping dapat memenuhi unsur hara yang dibutuhkan juga dapat memperbaiki kerusakan akibat fisik,kimia,biologi tanah.Pupuk organik merupakan pupuk yang berasal dari kotoran ternak,urine dan alas tidur.Pada umumnya pupuk organik yang digunakan meliputi kotoran domba dan ayam.

Pemberian pupuk organik secara kontinju dilaksanakn tidak akan menyebabkan kelebihan dosis,tapi malah menjadi gembur bagi tanah.Bahan organik yang diberikan ke dalam tanah akan diproses oleh mikroorganisme.

C..Hipotesis

Karena pupuk organik memiliki peranan yang cukup besar terhadap perbaikan sifat fisika, kimia biologi tanah serta lingkungan Pupuk organik sangat bermanfaat bagi peningkatan produksi padi baik kualitas maupun kuantitas, mengurangi pencemaran lingkungan, dan meningkatkan kualitas lahan secara berkelanjutan.Penggunaan pupuk organik dalam jangka panjang dapat meningkatkan produktivitas lahan dan dapat mencegah degradasi.

D . Penyajian Data

Dalam penelitian ini diperoleh Selain melalui wawancara dan observasi, informasi juga bisa diperoleh lewat fakta yang tersimpan dalam bentuk surat, catatan harian, dan sebagainya. Data berupa dokumen seperti ini bisa dipakai untuk menggali infromasi yang terjadi di masa silam. Peneliti perlu memiliki kepekaan teoretik untuk memaknai semua dokumen tersebut sehingga tidak sekadar barang yang tidak bermakna.

BAB III

PEMBAHASAN

Sumber bahan organik dapat berupa pupuk kandang, pupuk hijau, kompos, sisa panen (jerami, brangkasan, tongkol jagung, bagas tebu, dan sabut kelapa), limbah ternak, limbah industri yang menggunakan bahan pertanian, dan limbah kota.

A.Jenis- jenis Pupuk

v Pupuk kandang

Pupuk kandang adalah pupuk yang berasal dari kotoran hewan. Hewan yang kotorannya sering digunakan untuk pupuk kandang adalah hewan yang bisa dipelihara oleh masyarakat, seperti kotoran kambing, sapi, domba, dan ayam. Selain berbentuk padat, pupuk kandang juga bisa berupa cair yang berasal dari air kencing (urine) hewan.

Pupuk kandang mengandung unsur hara makro dan mikro. Pupuk kandang padat (makro) banyak mengandung unsur fosfor, nitrogen, dan kalium. Unsur hara mikro yang terkandung dalam pupuk kandang di antaranya kalsium, magnesium, belerang, natrium, besi, tembaga, dan molibdenum. Kandungan nitrogen dalam urine hewan ternak tiga kali lebih besar dibandingkan dengan kandungan nitrogen dalam kotoran padat. Pupuk kandang terdiri dari dua bagian, yaitu:

Pupuk dingin adalah pupuk yang berasal dari kotoran hewan yang diuraikan secara perlahan oleh mikroorganime sehingga tidak menimbulkan panas, contohnya pupuk yang berasal dari kotoran sapi, kerbau, dan babi.Pupuk panas adalah pupuk yang berasal dari kotoran hewan yang diuraikan mikroorganisme secara cepat sehingga menimbulkan panas, contohnya pupuk yang berasal dari kotoran kambing, kuda, dan ayam. Pupuk kandang bermanfaat untuk menyediakan unsur hara makro dan mikro dan mempunyai daya ikat ion yang tinggi sehingga akan mengefektifkan bahan - bahan anorganik di dalam tanah, termasuk pupuk anorganik. Selain itu, pupuk kandang bisa memperbaiki struktur tanah, sehingga pertumbuhan tanaman bia optomal. Pupuk kandang yang telah siap diaplikasikan memiliki ciri dingin, remah, wujud aslinya tidak tampak, dan baunya telah berkurang. Jika belum memiliki ciri-ciri tersebut, pupuk kandang belum siap digunakan. Penggunaan pupuk yang belum matang akan menghambat pertumbuhan tanaman, bahkan bisa mematikan tanaman. Penggunaan pupuk kandang yang baik adalah dengan cara dibenamkan, sehingga penguapan unsur hara akibat prose kimia dalam tanah dapat dikurangi. Penggunaan pupuk kandang yang berbentuk cair paling bauk dilakukan setelah tanaman tumbuh, sehingga unsur hara yang terdapat dalam pupuk kandang cair ini akan cepat diserap oleh tanaman.

v Pupuk hijau

Pupuk hijau adalah pupuk organik yang berasal dari tanaman atau berupa sisa panen. Bahan tanaman ini dapat dibenamkan pada waktu masih hijau atau setelah dikomposkan. Sumber pupuk hijau dapat berupa sisa-sisa tanaman (sisa panen) atau tanaman yang ditanam secara khusus sebagai penghasil pupuk hijau, seperti sisa–sisa tanaman, kacang-kacangan, dan tanaman paku air (Azolla). Jenis tanaman yang dijadikan sumber pupuk hijau diutamakan dari jenis legume, karena tanaman ini mengandung hara yang relatif tinggi, terutama nitrogen dibandingkan dengan jenis tanaman lainnya. Tanaman legume juga relatif mudah terdekomposisi sehingga penyediaan haranya menjadi lebih cepat. Pupuk hijau bermanfaat untuk meningkatkan kandungan bahan organik dan unsur hara di dalam tanah, sehingga terjadi perbaikan sifat fisika, kimia, dan biologi tanah, yang selanjutnya berdampak pada peningkatan produktivitas tanah dan ketahanan tanah terhadap erosi. Pupuk hijau digunakan dalam:

Penggunaan tanaman pagar, yaitu dengan mengembangkan sistem pertanaman lorong, dimana tanaman pupuk hijau ditanam sebagai tanaman pagar berseling dengan tanaman utama.Penggunaan tanaman penutup tanah, yaitu dengan mengembangkan tanaman yang ditanam sendiri, pada saat tanah tidak ditanami tanaman utama atau tanaman yang ditanam bersamaan dengan tanaman pokok bila tanaman pokok berupa tanaman tahunan.

v Kompos

Kompos merupakan sisa bahan organik yang berasal dari tanaman, hewan, dan limbah organik yang telah mengalami proses dekomposisi atau fermentasi. Jenis tanaman yang sering digunakan untuk kompos di antaranya jerami, sekam padi, tanaman pisang, gulma, sayuran yang busuk, sisa tanaman jagung, dan sabut kelapa. Bahan dari ternak yang sering digunakan untuk kompos di antaranya kotoran ternak, urine, pakan ternak yang terbuang, dan cairan biogas. Tanaman air yang sering digunakan untuk kompos di antaranya ganggang biru, gulma air, eceng gondok, dan azola. Beberapa kegunaan kompos adalah:

Memperbaiki struktur tanah.Memperkuat daya ikat agregat (zat hara) tanah berpasir.Meningkatkan daya tahan dan daya serap air.Memperbaiki drainase dan pori - pori dalam tanah.Menambah dan mengaktifkan unsur hara.

Kompos digunakan dengan cara menyebarkannya di sekeliling tanaman. Kompos yang layak digunakan adalah yang sudah matang, ditandai dengan menurunnya temperatur kompos (di bawah 400 c).

v Humus

Humus adalah material organik yang berasal dari degradasi ataupun pelapukan daun-daunan dan ranting-ranting tanaman yang membusuk (mengalami dekomposisi) yang akhirnya merubah humus menjadi (bunga tanah), dan kemudian menjadi tanah. Bahan baku untuk humus adalah dari daun ataupun ranting pohon yang berjatuhan, limbah pertanian dan peternakan, industri makanan, agro industri, kulit kayu, serbuk gergaji (abu kayu), kepingan kayu, endapan kotoran, sampah rumah tangga, dan limbah-limbah padat perkotaan. Humus merupakan sumber makanan bagi tanaman, serta berperan baik bagi pembentukan dan menjaga struktur tanah. Senyawa humus juga berperan dalam pengikatan bahan kimia toksik dalam tanah dan air. Selain itu, humus dapat meningkatkan kapasitas kandungan air tanah, membantu dalam menahan pupuk anorganik larut-air, mencegah penggerusan tanah, menaikan aerasi tanah, dan juga dapat menaikkan fotokimia dekomposisi pestisida atau senyawa-senyawa organik toksik. Kandungan utama dari kompos adalah humus. Humus merupakan penentu akhir dari kualitas kesuburan tanah, jadi penggunaan humus sama halnya dengan penggunaan kompos.

Pupuk organik buatan

Pupuk organik buatan adalah pupuk organik yang diproduksi di pabrik dengan menggunakan peralatan yang modern. Beberapa manfaat pupuk organik buatan, yaitu:

Meningkatkan kandungan unsur hara yang dibutuhkan tanaman.Meningkatkan produktivitas tanaman.Merangsang pertumbuhan akar, batang, dan daun.Menggemburkan dan menyuburkan tanah.

Pada umumnya, pupuk organik buatan digunakan dengan cara menyebarkannya di sekeliling tanaman, sehingga terjadi peningkatan kandungan unsur hara secara efektif dan efisien bagi tanaman yang diberi pupuk organik tersebut.

B.Manfaat Pupuk Organik

Berbagai hasil penelitian mengindikasikan bahwa sebagian besar lahan pertanian intensif menurun produktivitasnya dan telah mengalami degradasi lahan, terutama terkait dengan sangat rendahnya kandungan karbon organik dalam tanah, yaitu 2%.Padahal untuk memperoleh produktivitas optimal dibutuhkan karbon organik sekitar 2,5%. Pupuk organik sangat bermanfaat bagi peningkatan produksi padi baik kualitas maupun kuantitas, mengurangi pencemaran lingkungan, dan meningkatkan kualitas lahan secara berkelanjutan. Penggunaan pupuk organik dalam jangka panjang dapat meningkatkan produktivitas lahan dan dapat mencegah degradasi lahan. Sumber bahan untuk pupuk organik sangat beranekaragam, dengan karakteristik fisik dan kandungan kimia yang sangat beragam sehingga pengaruh dari penggunaan pupuk organik terhadap lahan dan tanaman dapat bervariasi.

Selain itu, peranannya cukup besar terhadap perbaikan sifat fisika, kimia biologi tanah serta lingkungan. Pupuk organik yang ditambahkan ke dalam tanah akan mengalami beberapa kali fase perombakan oleh mikroorganisme tanah untuk menjadi humus. Bahan organik juga berperan sebagai sumber energi dan makanan mikroba tanah sehingga dapat meningkatkan aktivitas mikroba tersebut dalam penyediaan hara tanaman. Penambahan bahan organik di samping sebagai sumber hara bagi tanaman, juga sebagai sumber energi dan hara bagi mikroba. Bahan dasar pupuk organik yang berasal dari sisa tanaman sedikit mengandung bahan berbahaya. Penggunaan pupuk kandang, limbah industri dan limbah kota sebagai bahan dasar kompos berbahaya karena banyak mengandung logam berat dan asam-asam organik yang dapat mencemari lingkungan. Selama proses pengomposan, beberapa bahan berbahaya ini akan terkonsentrasi dalam produk akhir pupuk. Untuk itu diperlukan seleksi bahan dasar kompos yang mengandung bahan-bahan berbahaya dan beracun (B3).

Pupuk organik dapat berperan sebagai pengikat butiran primer menjadi butir sekunder tanah dalam pembentukan pupuk. Keadaan ini mempengaruhi penyimpanan, penyediaan air, aerasi tanah, dan suhu tanah. Bahan organik dengan karbon dan nitrogen yang banyak, seperti jerami atau sekam lebih besar pengaruhnya pada perbaikan sifat-sifat fisik tanah dibanding dengan bahan organik yang terdekomposisi seperti kompos. Pupuk organik memiliki fungsi kimia yang penting seperti:

Penyediaan hara makro (nitrogen, fosfor, kalium, kalsium, magnesium, dan sulfur) dan mikro seperti zink, tembaga, kobalt, barium, mangan, dan besi, meskipun jumlahnya relatif sedikit.Meningkatkan kapasitas tukar kation (KTK) tanah.Membentuk senyawa kompleks dengan ion logam yang meracuni tanaman seperti aluminium, besi, dan mangan.

C.Pelestarian lingkungan

Tanaman penutup tanah (cover crop) dapat digunakan sebagai pupuk organik.

Penggunaan pupuk organik saja, tidak dapat meningkatkan produktivitas tanaman dan ketahanan pangan. Oleh karena itu sistem pengelolaan hara terpadu yang memadukan pemberian pupuk organik dan pupuk anorganik perlu digalakkan. Sistem pertanian yang disebut sebagai LEISA (Low External Input and Sustainable Agriculture) menggunakan kombinasi pupuk organik dan anorganik yang berlandaskan konsep good agricultural practices perlu dilakukan agar degredasi lahan dapat dikurangi dalam rangka memelihara kelestarian lingkungan.

Pemanfaatan pupuk organik dan pupuk anorganik untuk meningkatkan produktivitas lahan dan produksi pertanian perlu dipromosikan dan digalakkan. Program-program pengembangan pertanian yang mengintegrasikan ternak dan tanaman (crop-livestock) serta penggunaan tanaman legum baik berupa tanaman lorong (alley cropping) maupun tanaman penutup tanah (cover crop) sebagai pupuk hijau maupun kompos perlu diintensifkan.

BAB IV

PENUTUP

A. Kesimpulan

Berdasrkan dari uraian – uraian di atas, dapat kita ketahui bahwa penggunaan pupuk organik pada tanaman padi dapat eningkatkan kesejahteraan petani karena dengan menggunakan pupuk organik dapat meningkatkan hasil panen padi dan harga beras organik juga lebih mahal dibandingkan dengan beras non-organik. Tentunya diikuti dengan cara pengolahan tanaman yang benar. Dan jika menggunakan pupuk organik juga tidak akan merusak lingkungan karena pupuk organik ramah lingkungan.

Oleh karena itu, sudah saatnya masyarkat beralih menggunakan pupuk organik. Dengan menggunakan pupuk organik yang tentunya lebih memberikan untung lebih banyak dibandingkan jika mereka menggunakan pupuk non-organik. Kita juga sudah dimudahkan dengan adanya produksi pupuk organik oleh para produsen pupuk besar di Indonesia yang mulai giat untuk memproduksi pupuk organik. Hal itu tentunya bisa dijadikan alasan untuk beralih ke pupuk organik.

Kategori

  • Masih Kosong

Blogroll

  • Masih Kosong