URGEN PERENCANAAN MEDIA

26 March 2017 12:18:18 Dibaca : 53

URGEN PERENCANAAN MEDIA

 Ani Irmawati, Haria Wartabone, Wira Darmawan Prasca Thian, dan Arif Karim


       Menurut Georgen dan Michael Belch (2001) dalam (Velda Ardia:2014), perencaan media (media planning) adalah the series of decision involved in delivering the promotional message to the prospective and or of the product or brand. (Serangkaian keputusan yang terlibat dalam menyampaikan pesan promosi kepada calon pembeli dan atau pengguna produk atau merek).dengan demikian,menurut definisi tersebut perencanaan media adalah suatu proses untuk mengambil sejumlah keputusan. Perencaan media menjadi panduan bagi seleksi media. Sebelum membuat perencanaan media maka diperlukan terlebih dahulu perencanaan tujuan (media objectives) yang spesifik dan strategi media (rencana tindakan) yang spesifik pula yang dirancang untuk mencapai tujuan.jika tujuan dan strategi media telah dirumuskan,maka informasi ini dapat digunakan dalam perencaan media.
Proses perencanaan media bukanlah suatu hal mudah. Dalam hal ini terdapat sejumlah pemilihan media,seperti televisi,surat kabar,radio,majalah termasuk media ruang seperti poster,spanduk,billboard dan sebagainnya. Berbagai macam bentuk media pendukung lainnya seperti pemasaran langsung,media interaktif,media peraga (display) juga harus dipertimbangkan dalam perencaan media.


     Jadi, ketika kita akan membuat sebuah iklan maka kita perlu menentukan media yang benar-benar cocok akan kita gunakan dalam sebuah iklan . Contohnya seperti iklan shampoo kita akan menampilkan bagaimana manfaat dari shampo yang diiklankan, manfaatnya itu misalnya seperti menghilangkan ketombe, rambut rontok, melembabkan, meluruskan, dan lain-lain. Untuk meyakinkan khalayak kita perlu menggunakan media elektronik televisi, karena dengan menggunakan media tersebut, kita dapat menampilkan dalam bentuk audio dan visual agar dapat menarik minat khalayak yang melihat iklan tersebut. Perencanaan media yang dipersiapkan dengan baik akan menghasilkan komunikasi yang efektif sehingga pesan yang disampaikan akan mendapat perhatian besar dari target audiens. Jenis produk (barang atau jasa) yang diiklankan juga mmepengaruhi pemilihan media. Produk tertentu lebih cocok diiklankan melalui televisi namun produk lainnya lebih sesuai jika menggunakan media cetak atau media jasa lainnya.


    Tujuan periklanan bagi seorang klien yang mengiklankan produknya harus mengacu pada tujuan akhir (end objective) yang ingin dicapai oleh pengiklan seperti apa, apakah ingin agar konsumen selaku target audience cukup aware dengan produknya, atau lebih dari itu pengiklan ingin agar target audience tertarik atau bahkan muncul minat untuk membeli produknya. Semua itu sebetulnya berkaitan dengan efek seperti apakah yang ingin dimunculkan dalam diri target audience. Dengan end objective yang ingin dicapai, hal ini akan menimbulkan efek komunikasi (Efek yang timbul dalam diri target audience akibat dari terpaan iklan), seperti :


Efek Kognitif


Efek kognitif adalah akibat yang timbul pada diri komunikan yang sifatnya informatif bagi dirinya. Dalam efek kognitif ini akan dibahas tentang bagaimana media massa dapat membantu khalayak dalam mempelajari informasi yang bermanfaat dan mengembangkan keterampilan kognitif. Melalui media massa, kita memperoleh informasi tentang benda, orang atau tempat yang belum pernah kita kunjungi secara langsung.
Seseorang mendapatkan informasi dari televisi, bahwa berita Basuki Tjahja Purnama atau yang kita kenal sebagai Ahok yang telah menghina Al-Qur’an atau penistaan agama yang membuat umat islam menuntut Ahok. Penonton televisi, yang asalnya tidak tahu menjadi tahu tentang peristiwa tersebut. Di sini pesan yang disampaikan oleh komunikator ditujukan kepada pikiran komunikan. Dengan kata lain, tujuan komunikator hanya berkisar pada upaya untuk memberitahu saja.


Efek Afektif


Efek Efektif ini kadarnya lebih tinggi daripada Efek Kognitif. Tujuan dari komunikasi massa bukan hanya sekedar memberitahu kepada khalayak agar menjadi tahu tentang sesuatu, tetapi lebih dari itu, setelah mengetahui informasi yang diterimanya, khalayak diharapkan dapat merasakannya. Sebagai contoh, setelah kita mendengar atau membaca informasi artis kawakan Roy Marten dipenjara karena kasus penyalah-gunaan narkoba, maka dalam diri kita akan muncul perasaan jengkel, iba, kasihan, atau bisa jadi, senang. Perasaan sebel, jengkel atau marah dapat diartikan sebagai perasaan kesal terhadap perbuatan Roy Marten. Sedangkan perasaan senang adalah perasaan lega dari para pembenci artis dan kehidupan hura-hura yang senang atas tertangkapnya para public figure yang cenderung hidup hura-hura. Adapun rasa iba atau kasihan dapat juga diartikan sebagai keheranan khalayak mengapa dia melakukan perbuatan tersebut.


Efek Konatif


Efek konatif atau yang biasa dikenal dengan efek behavioral merupakan efek yang berhubungan dengan niat, tekad, upaya, dan usaha yang cenderung menjadi suatu tindakan atau kegiatan. Efek konatif tidak langsung timbul sebagai akibat terpaan media massa, melainkan didahului oleh efek kognitif dan efek afektif. Dengan kata lain, timbulnya efek konatif setelah muncul efek kognitif dan efek afektif.


Efek dalam tujuan periklanan sangat penting dalam upaya mewujudkan tujuan komunikasi, karena untuk mengetahui berhasil atau tidaknya pesan yang sampai kepada khalayak tepat sasaran yang dituju. Terdapat beberapa cara atau tujuan perusahaan mengiklankan produknya, diantaranya sebagai berikut:
Menciptakan kesadaran pada suatu merek di benak konsumen.
Mengkomunikasikan informasi kepada konsumen mengenai atribut dan manfaat suatu merek.
Mengembangkan atau mengubah citra atau personalitas sebuah merek.
Mengasosiasikan suatu merek dengan perasaan serta emosi.
Menciptakan norma-norma kelompok
Mengarahkan konsumen untuk membeli produknya dan pertahankan market power perusahaan.
Menarik calon konsumen menjadi konsumen yang loyal dalam jangka waktu tertentu.

LANGKAH PERENCANAAN MEDIA


Tujuan Media


Sebagai langkah pertama adalah menentukan tujuan media. Tujuan media adalah suatu keadaan yang kita inginkan sehubungan dengan program media yang kita jalankan. Contoh: untuk memperkenalkan sebuah produk baru, meningkatkan kesadaran masyarakat tentang sebuah merk, melampaui gerakan pesaing, reminding dan sebagainya.

Strategi Media


Selanjutnya kita tentukan siapa sasaran dari perencanaan media kita. Dalam memilih media, kita harus memperhatikan sasaran kampanye periklanan yang bisa kita bagi menjadi Segmentasi Demografi, Segmentasi Geografi, Segmentasi Psikografi:
Segmentasi Demografi
Segmentasi Demografi Adalah segmentasi berdasarkan peta kependudukan: usia, jenis kelamin atau gender, ukuran keluarga, family life cycle, tingkat pendidikan, jenis pekerjaan, tingkat penghasilan, agama, suku dan sebagainya. Tentukan sasaran berdasarkan unsur-unsur demografis seperti di atas. Misalnya: usia 16 – 35 tahun, pria/wanita, lajang/keluarga muda dan sebagainya.


Segmentasi Geografi


Adalah segmentasi berdasarkan tempat tinggal sasaran: kota (Kota metropolitan, ibu kota propinsi, kota besar, kota kabupaten, kota kecamatan), desa, wilayah pesisir, pegunungan dan sebagainya. Tentukan lokasi geografis dari sasaran jika memiliki sasaran geografis yang spesifik.
Segmentasi Psikografi
Adalah segmentasi berdasarkan gaya hidup (life style). Sedangkan gaya hidup sendiri pada prinsipnya adalah bagaimana seseorang menghabiskan waktu dan uangnya. Tentukan secara spesifik segmentasi psikografis sasaran. Bagaimana sifat-sifat mereka secara khusus.

Program Media


Media Mix
Media mix merupakan gabungan dari beberapa media dalam sebuah kampanye periklanan. Pemilihan media-media tersebut berdasarkan kepentingan dari tujuan media. Seperti membuat daftar dari gabungan media-media periklanan yang akan kita pakai dalam kampanye periklanan. Tentukan apa media utamanya dan apa media pendukungnya.
Jadwal Media
Jadwal media adalah penyusunan kemunculan media-media berdasarkan tujuan media. Selanjutnya menyusum jadwal kemunculan dari media-media tersebut. Buatlah tabel bulanan yang bisa dilihat secara keseluruhan dalam bentuk kolom-kolom mingguan.


Biaya Media
Biaya media adalah biaya yang dikeluarkan untuk keperluan produksi dan placement media-media yang terhimpun dalam media mix dalam kampanye periklanan. Contoh: untuk brosur maka kita menghitung biaya cetak (jenis kertas, jumlah eksemplar, teknik cetak, teknik finishing, dan sebagainya), untuk surat kabar kita hitung biaya placement (permilimeter kolom x Rp x jumlah tayang).

 

 Velda Ardia , 2014,” Perencanaan Media” https://veldaardia.wordpress.com/2014/09/23/media-planner/, diakses 28 Februari 2017.

Gogor, 2010, “Perencanaan Media”, https://gogorbangsa.wordpress.com/2010/10/11/perencanaan-media/, Diakses 28 Februari 20

 

JENIS-JENIS BAHASA GAUL DI INDONESIA YANG TELAH MENYEBAR DIKALANGAN REMAJA

        Bahasa gaul bisa dibilang bahasa percakapan tidak resmi yang digunakan oleh anak-anak muda. Dimanapun tempat atau daerah selalu mengikuti perkembangan zaman terutama perkembangan bahasa gaul yang ada diindonesia. Dan mereka yang kurang mengikuti perekembangan zaman akan sulit memahami bahasa yang digunakan oleh orang yang selalu mengikuti perkembangan zaman tersebut. Kita biasanya menemukan bahasa gaul tersebut mulai dari media social maupun dilingkungan dimana kita berada yang bisa kita dengar secara langsung saat mereka berbicara menggunakan bahasa gaul. Adapun beberapa jenis-jenis bahasa gaul yang cukup popular diindonesai adalah sebagai berikut yakni yang saya kutip dari situs (Kompasiana.Com) mengenai bahasa gaul:


1. Bahasa Prokem

       Beberapa kata yang berasal dari Bahasa Prokem adalah Lo (Anda / Kamu), Gue (Saya). Bokap (Ayah), Nyokap (Ibu), Emang Beneran (Benarkah?), Nggak (Tidak), Bodo (Tidak Perduli), Gebleg lo (Bodoh), dan lain sebagainya. Bisa dilihat dari penjelasan diatas bahwa kalimat tersebut biasa kita dengar pada orang-orang yang bekomunikasi dengan orang lain. Misalnya ketika seseorang mengatakan sebutan ibu sebagai (nyokap). Nyokap disini adalah bahasa gaul yang dimaksud,  kemudian sebutan ayah dibahasakan menjadi (Bokap), Untuk mengatakan diri kita sendiri dan orang lain yakni sebagai (Gue dan Lo) sedangkan sebutan tidak dibahasakan sebagai (Nggak). Salah satu contoh dari beberapa bahasa gaul diatas misalnya: "Nyokap Lo nyuruh Gue bantuin Lo masak".


2. Bahasa Alay

        Beberapa contoh kata-kata dari Bahasa Alay adalah :
4lay = Alay, 5i4p4 = Siapa, Homz = Rumah, Iank = Sayang , Krenz = keren , Taw = Tahu, Krank = Kurang, Lebay = Berlebihan, Putu = foto, Akko / Saia = Aku, Ciyus = Serius, Miapah = Demi Apa, Onlendh = On Line, Cumendh = Comment.
Seperti yang dijelaskan diatas, biasanya kalimat-kalimat tersebut sering digunakan dalam mengirim pesan kepada seseorang. Teman-teman pasti sering menemukan gaya penulisan pesan seperti diatas pada teman-teman disekitar kalian. Jika cara penulisan pesannya yang seperti ini berarti seseorang itu telah menggunakan bahasa gaul namun pada jenis bahasa alay. contoh: "Ciyus kamu suka sama dia?" atau "Miapah kamu suka sama dia?" atau saia krank taw homz Nadia".


3. Bahasa Vikinisasi

       Sebenarnya ungkapan Vikinisasi merupakan cibiran bagi orang-orang yang sok intelek dan menggunakan bahasa tinggi namun tidak bermakna. Namun, walaupun semula bahasa yang Vicky gunakan ini hanya sebagai bahan olo-olok akhirnya dipakai dalam bahasa sehari-hari walaupun hanya sebagai bahan bercanda.. Beberapa contoh kata Bahasa Vikinisasi yang cukup populer adalah : Konspirasi Kemakmuran, Statusisasi, Labil Ekonomi, Kontroversi Hati, Kudeta Cinta, Harmonisasi.  Berdasarkan bahasa-bahasa gaul yang telah digunakan kaum remaja diatas, bahwa semua hanya dijadikan sebagai kesenangan bersama teman-teman semata. Karena seiring berkembangnya zaman maka pengetahuan remajapun semakin luas. Sehingga tidak heran lagi jika banyak kalimat-kalimat yang mereka dapat dari berbagai sumber informasi dan informasi yang didapat mereka gunakan dalam kehidupan sehari-hari termasuk bahasa gaul sebagai topik dalam pembahasan ini.

SUMBER
http://www.kompasiana.com/mulyady1688/6-bahasa-gaul-paling-populer-di-indonesia_54f933e4a333112c048b49e4

 

       Pekan Raya Gorontalo (PRG) atau Pekan Raya Hulonthalo (PRH) adalah pameran tahunan yang dilaksanakan oleh BPM-PTSP Provinsi Gorontalo setiap Bulan Februari yang selalu dirangkaikan dengan HUT Provinsi Gorontalo. Namun PRG 2016 berbeda pelaksanaannya dengan tahun-tahun sebelumnya karena pelaksanaannya kali ini pada bulan Desember sebagaimana PERDA Nomor 9 Tahun 2015 bahwa hari jadi Provinsi Gorontalo tepat tanggal 5 Desember.

        Pekan Raya Gorontalo yang dikemas pada kegiatan Gelar Potensi Investasi Daerah (GPID) pertama kali dilaksanakan pada bulan Februari tahun 2013 pada masa pemerintahan NKRI hingga sekarang, dimana kegiatan tersebut telah melibatkan Kab/Kota, SKPD, Instansi Pemerintah, BUMN, BUMD, Perbankan, UKM, dan Pihak Swasta untuk menampilkan hasil pembangunan dan potensi daerah serta produk unggulan yang ada di Provinsi Gorontalo, bahkan setiap daerah menampilkan ciri khas masing-masing melalui atraksi kesenian, budaya, dan kuliner.

        Kegiatan PRG kembali diadakan dalam rangka memeriahkan HUT Provinsi Gorontalo ke-16. Dalam kegiatan pameran PRG ini yang diikuti oleh 114 stand terdiri dari Instansi pemerintah, BUMN, BUMD, perbankan, UKM dan swasta itu, menampilkan berbagai kreasi dan inovasi program yang telah dilaksanakan setiap instansi. Mulai dari memarken alat-alat teknologi komunikasi, furniture, asesoris, pakaian, hasil kreatifitas sampah yang didaur ulang, pakaian adat gorontalo, atraksi kesenian, budaya, kuliner, hasil-hasil karya mahasiswa, bahan-bahan pertanian, hingga hasil-hasil pertanian dan masih banyak lagi yang di pemerkan di Stand-stand tertentu dan Stand-stand tersebut memiliki nama masing-masing.

         Disini saya mengunjungi stand yang bernama “Gaya Baru” yakni Stand yang menjual berbagai macam furniture. mulai dari kulkas, TV, kasur, kursi, mesin cuci, lemari, sound, dan masih banyak lagi. Berdasarkan hasil wawancara dengan Bapak Erwin pemilik Stand, produk-produk tersebut semua adalah produk produk terbaru sehingga sesuai dengan nama Stand mereka yakni Stand “Gaya Baru”. Di Stand ini juga melayani kredit maupun kes. Dan barangnya bisa dijemput ditempat berlangsungnya kegiatan pameran. Sedangkan berdasarkan hasil wawancara, dalam sehari persentase jumlah pengunjung potensial untuk keseluruhan pameran yang mengunjungi Stand ini mencakup kurang lebih 50 orang. Sedangkan berdasarkan hasil observasi saya selama 2 jam presentasi jumlah pengunjung yang berhenti namun tidak mengunjung Stand ini kurang lebih 20 orang.

        Berdasarkan hasil observasi tingkat keefektifan kinerja staf penunggu Stand, cukup baik. Sebab, jika ada pengunjung yang datang, penunggu Stand tersebut langsung memperkenalkan produk-produknya kepada para pengunjung untuk menarik perhatian pengunjung tersebut. Kemudin, dalam sehari 2-3 orang yang membeli produk-produk yang dijual (berdasarkan hasil wawancara).

      Sedangkan cara untuk memperkuat hubungan baik dengan konsumen, yakni melayani konsumen dengan ramah, melayani jika konsumen bertanya mengenai informasi produk dengan terus memberikan informasi positif seperti memperkenalkan produk baru serta keunggulan produk-produk yang dijual.

 

 

TUGAS PERKEMBANGAN TEKNOLOGI KOMUNIKASI

21 January 2016 19:08:23 Dibaca : 176

NAMA  : HARIA WARTABONE

NIM     : 291414042

A. SATELIT KOMUNIKASI
        Hampir satu abad sebelum satelit komunikasi dibuat dan difungsikan pada orbitnya, beberapa orang sudah membicarakan ide tentang penggunaan satelit seperti itu untuk kepentingan manusia. Meskipun pada awalnya hanya berupa penuangan fantasi dalam bentuk fiksi. Misalnya cerita pendek yang dibuat oleh Edward Everett Hale pada tahun 1869, The Brick Moon. Lalu sebuah cerita dengan tema yang sama juga sudah dikarang oleh si raja fiksi ilmiah, Jules Verne, dalam novelnya yang berjudul Begum’s Juta yang diterbitkan pada tahun 1879. Dan pada tahun 1945, Arthur C. Clark sudah menulis artikel ilmiah yang pertama kali tentang teori penggunaan satelit buatan sebagai sarana telekomunikasi. Artikel yang ditulisnya itu berjudul Extra-Terrestrial Relay.

Sebelum Clark menulis Extra-Terrestrial Relay, sebenarnya sudah ada orang yang juga membahas tentang ide penggunaan sebuah wahana angkasa sebagai sarana telekomunikasi. Dia adalah Herman Potocnik yang pada tahun 1928 menerbitkan bukunya Das Problem der Befahrung des Weltraums - der Raketen-Motor. Malah pria kelahiran Slovenia inilah yang pertama kali mengungkapkan istilah orbit geostasioner melalui bukunya itu. Dan dia menggambarkan komunikasi jarak jauh yang berlangsung antara bumi dengan wahana tersebut melalui gelombang radio. Tapi Potocnik tidak menyebutkan ide tentang fungsi wahana tersebut sebagai relay atau perantara dalam proses komunikasi jarak jauh. Ini membuatnya tidak bisa disebut sebagai orang yang pertama kali berbicara tentang satelit komunikasi sebagai gagasan ilmiah.

Lebih dari satu tahun setelah Uni Sovyet berhasil meluncurkan Sputnik-1, pada tanggal 18 Desember 1958 Amerika meluncurkan satelit komunikasi yang pertama kali di dunia dalam proyek SCORE. Satelit itu mengorbit bumi hanya dalam 12 hari. Dan dengan perantara satelit tersebut, presiden Eisenhower sempat menyampaikan sebuah pesan natal yang disiarkan secara luas. Dikarenakan teknologi roket pada masa itu belum mampu melontarkan beban peralatan yang harus diangkut oleh sebuah satelit komunikasi ke orbitnya, maka posisi satelit seperti itu dilanjutkan oleh sebuah balon raksasa berdiameter 30 meter, namanya Echo-1. Bagian luar balon ini dilapisi dengan aluminium tipis yang berfungsi untuk memantulkan gelombang radio dari stasiun bumi. Fungsinya benar-benar sebagai cermin pemantul. Echo-1 diluncurkan pada tanggal 12 Agustus 1960 dan menempati ketinggian sekitar 1.600 kilo meter dari Bumi. Berhubung fungsinya hanya memantulkan gelombang radio dengan menggunakan kulit aluminium-nya, gelombang pantul yang diterima kembali oleh stasiun bumi menjadi sangat lemah. Meskipun demikian, dengan perantara Echo-1, komunikasi radio dapat dilakukan hingga pada jarak 4.000 kilo meter (menghubungkan pantai timur Amerika Serikat dengan California).

Untuk mengatasi kelemahan yang dimiliki Echo-1 maka diluncurkanlah Telstar, satelit komunikasi yang telah dilengkapi dengan teknologi paling canggih pada jamannya. Telstar memiliki bobot 64 kilogram. Dilengkapi dengan 3.600 sel matahari yang berfungsi untuk membuat arus listrik dan mengisi battery Nikel Cadmium pada satelit itu. Selain itu memiliki tidak kurang dari seribu transistor dan sebuah tabung penguat yang mampu memperkuat signal yang diterima dari Bumi hingga 10.000 kali lipat. Beberapa jam setelah Telstar diluncurkan pada tanggal 10 Juli 1962, siaran TV langsung yang pertama kali di dunia dari sebuah stasiun bumi di Andover berhasil melintasi samudera Atlantik. Maka sejak saat itulah manusia mulai memasuki era satelit komunikasi. Dan kini, penggunaan satelit sebagai sarana perantara telekomunikasi sudah menjadi hal yang biasa bagi hampir semua orang.

Berdasarkan tahapan yang dilaluinya, satelit mengalami enam tahap pengembangan. Pada tahap pertama, satelit dilontarkan menggunakan roket sejauh mungkin di ruang angkasa sehingga satelit bisa mengelilingi Bumi tepat dalam satu hari untuk satu putaran. Seperti diketahui, Bumi berputar dalam waktu 24 jam pada porosnya untuk satu kali putaran (rotasi). Oleh sebab itu, pada ketinggian sekitar 36.000 kilo meter dari Bumi, satelit komunikasi praktis dalam posisi diam meskipun sebenar sedang mengorbit mengelilingi Bumi. Pada setiap jam, satelit menempuh jarak sejauh 15 derajat dari pada jalur orbit.

B.VIDEO TECH
       VidéoTech adalah proyek yang bertujuan untuk mengembangkan kegiatan multimedia menggunakan video digital otentik yang terkandung dalam konteks bahasa kedua Perancis di Kanada. Proyek ini bertujuan untuk menciptakan tidak hanya isi pendidikan dan pembelajaran, tetapi juga komunitas praktek di mana pengguna dapat berkontribusi konten dan menyarankan jalur pembangunan alternatif.

PROSES PRODUKSI VIDEOA. PENDAHULUAN
Penemuan format pita berbahan dasar magnetik di tahun 1970-anmerupakan awal mula pemicu perkembangan industri video di dunia. Pitamagnetik tersebut kemudian digunakan di dalam kaset video sebagai alatperekam gambar dan suara untuk keperluan professional maupunkepentingan individu. Penemuan kaset video ini pada akhirnya bisaberkembang dengan cepat karena dahulu pita film hanya bisa digunakanuntuk merekam gambar. Keberadaan pita magnetik yang digunakan di dalamkaset video ini berdampak positif terhadap perkembangan teknologi kameravideo. Perkembangan industri teknologi di bidang video menghasilkanberbagai macam peralatan video dengan berbagai macam format. Format-format kamera video itu antara lain mulai dari kamera video analog hinggakamera video berformat digital.Di Indonesia perkembangan industri di bidang video mulai berkembangsejak TVRI berdiri di tahun 1962. Pada era tahun 1990-an, industri ini menjadisangat berkembang seiring dengan perkembangan industri pertelevisianIndonesia. Kemajuan teknologi video saat itu digunakan industri televisi diIndonesia sebagai keperluan produksi program acara untuk siaran televisi.Teknologi digital video kamera yang mulai membanjir di tahun 1995,mendorong industri video ini tidak hanya digunakan oleh stasiun-stasiuntelevisi di Indonesia, akan tetapi mendorong bermunculannya industri-industrivideo komersial berskala lokal ataupun nasional. Produksi video ini kemudiandigunakan sebagai media berkomunikasi baik untuk kepentingan komersialataupun individu.Video itu sendiri berasal dari kata bahasa inggris yang berarti vi dandeo yang ketika dijabarkan menjadi visual dan audio. Viisual yang berartigambar dan audio yang berarti suara. Dari penjelasan visual dan audiotersebut dapat disimpulkan bahwa video berarti sebuah media yang bisamenampilkan gambar dan suara dalam waktu yang bersamaan. Video dalamsystem penggunaannya merupakan sekumpulan komponen berfungsisebagai pengiriman suara serta gambar yang bergerak. Selain sebagai mediapengiriman suara dan gambar yang bergerak, video juga dapat diartikansebagai sebuah peralatan pemutar ulang dari hasil rekaman suara dangambar yang bergerak. Sebagai sebuah media komunikasi, video berfungsiuntuk menyajikan informasi dari sebuah peristiwa yang terjadi baik itu ter-setting ataupun tidak, dimana informasi tersebut dapat membuat stimulusseseorang untuk dapat menyimak lebih dalam.Proses pembuatan video secara sederhana bisa dilakukan hanyadengan menggunakan sebuah alat perekam yang bernama video camera.Menggunakan Alat perekam ini sebuah individu sudah dapat merekamsebuah peristiwa yang ada di depan individu tersebut. Bahkan saat inimerekam sebuah gambar tidak hanya bisa dilakukan oleh video camera, akantetapi dengan menggunakan smartphone berteknologi canggih pun sekarangseseorang bisa merekam gambar yang dia inginkan.Jika dilihat dari prosesnya merekam video itu sangatlah mudah. Video-video yang direkam seseorang tanpa melewati beberapa proses pelaksanaan produksi video, hasilnya dapat digolongkan menjadi video amatir. Akan tetapi,untuk melakukan sebuah produksi video secara professional ada beberapatahap yang harus dilewati sebelum hasil video itu bisa ditayangkan ataudinikmati oleh penonton yang akan melihatnya. Beberapa tahapan prosespelaksanaan pembuatan video itu dapat dibagi menjadi 3 bagia, yaitu:a.Tahap pra-produksi;b.Tahap produksi; danc.Tahap pasca produksiTahapan-tahapan dalam produksi video tersebut mencakup dari pencarianide hingga pengemasan video sebelum video itu dapat ditonton olehpenontonnya.Video dapat digolongkan menjadi beberapa jenis jika dilihat dari hasilproduksinya. Jenis-jenis tersebut mulai dari dokumenter hingga yangdigunakan untuk kepentingan umum, baik untuk kepentingan komersialmaupun kepentingan kelompok-kelompok tertentu. Meskipun memilikibeberapa jenis jika digolongkan dari hasil produksinya, akan tetapi jika dilihatdari proses pelaksanaan pembuatannya semuanya memiliki cara yang sama.Hanya saja perbedaannya hanya terletak pada ide cerita dan besar kecilnyapendanaan untuk pembuatan videonya.


C.TELETECH
       TELETECH Holdings , Inc ( NASDAQ : TTEC ) adalah perusahaan outsourcing proses bisnis global yang berkantor pusat di Englewood , Colorado.Founded oleh Kenneth D. Tuchman pada tahun 1982 , perusahaan menyediakan strategi pelanggan , analisis - driven dan solusi manajemen keterlibatan pelanggan teknologi –enabled.
Perusahaan ini melayani lebih dari 250 klien global di berbagai industri , termasuk otomotif , komunikasi , jasa keuangan , pemerintah , kesehatan , logistik , media dan hiburan , ritel , teknologi , wisata dan transportasi industri . Pada tahun 2015, TELETECH memiliki 46.000 karyawan memberikan layanan di 80 negara .
Perusahaan ini didirikan pada tahun 1982 oleh ketua saat ini dan CEO, Ken Tuchman. [3] Pada tahun 1986, perusahaan ini memindahkan operasi ke sebuah bangunan kecil di Sherman Oaks, California. Pada tahun 1995, itu telah menambahkan call center di negara-negara lain. Pada tahun 1996 itu menyelesaikan IPO. Pada tahun yang sama, tenaga kerja globalnya tumbuh lebih dari 300 persen.
Perusahaan telah terus berkembang, dan pada 2013, itu beroperasi di 14 negara di lima benua. Sembilan dari negara-negara ini menyediakan layanan untuk klien darat termasuk Amerika Serikat, Australia, Brasil, Jerman, Ghana, Irlandia, Selandia Baru, Afrika Selatan dan Inggris. Lima negara lainnya memberikan layanan, sebagian atau seluruhnya, untuk nasabah di luar negeri termasuk Argentina, Kanada, Kosta Rika, Meksiko, dan Filipina.
Pada tahun 2010, TELETECH mengakuisisi 80 persen saham di Peppers & Rogers Group, pengalaman pelanggan berpikir kepemimpinan dan konsultasi manajemen perusahaan. Pada tahun 2011, mengakuisisi unit solusi kontak bisnis terpadu eLoyalty Corporation. Pada tahun 2012, TELETECH diperoleh iKnowtion, perusahaan analisis pemasaran, dan mengakuisisi Guidon Solusi Kinerja dan anak perusahaan yang sepenuhnya dimiliki Synovation Kesehatan Collaborative. Pada 2013, mengakuisisi Technology Solutions Group, Inc. dan WebMetro, sebuah perusahaan pemasaran Internet. Pada tahun 2014, TELETECH diperoleh Sofica, perusahaan jasa manajemen terkemuka pelanggan yang berbasis di Bulgaria, dan mengakuisisi rogenSi, penyedia global penjualan dan pelatihan kinerja kepemimpinan dan jasa konsultasi kepemimpinan diterapkan.

D. INTERACTIVE CABLE TELEVISION
       Televisi interaktif (juga dikenal sebagai ITV atau iTV) adalah bentuk konvergensi media, menambahkan layanan data dengan teknologi televisi tradisional. Sepanjang sejarahnya, ini telah termasuk pengiriman on-demand konten, serta penggunaan baru seperti belanja online, perbankan, dan sebagainya. TV interaktif adalah contoh konkret bagaimana baru teknologi informasi dapat diintegrasikan secara vertikal (ke dalam teknologi yang didirikan dan struktur komersial) daripada lateral (menciptakan peluang produksi baru di luar struktur komersial yang ada, misalnya world wide web).
Televisi interaktif merupakan kontinum dari rendah (TV on / off, volume, mengubah saluran) untuk interaktivitas sedang (film sederhana pada permintaan tanpa kontrol pemutar) dan interaktivitas tinggi di mana, misalnya, anggota audiens mempengaruhi program diawasi. Contoh paling jelas dari ini akan menjadi jenis real-time voting di layar, di mana orang penonton membuat keputusan yang tercermin dalam bagaimana acara terus. Sebuah jalan kembali ke penyedia program tidak perlu memiliki pengalaman program interaktif. Setelah film download misalnya, kontrol semua menjadi lokal. Link yang dibutuhkan untuk men-download program ini, tetapi teks dan perangkat lunak yang dapat dijalankan secara lokal pada set-top box atau IRD (Integrated Receiver Decoder) dapat terjadi secara otomatis, setelah penonton memasuki saluran.

SejarahPaten pertama interaktif terhubung TV telah didaftarkan pada tahun 1994, dilakukan pada tahun 1995 di Amerika Serikat. [2] [3] Ini jelas mengekspos teknologi interaktif baru ini dengan makan konten dan umpan balik melalui jaringan global. Identifikasi pengguna memungkinkan berinteraksi dan pembelian.Jalur kembali Pemirsa harus mampu mengubah pengalaman menonton (misalnya memilih sudut untuk menonton pertandingan sepak bola), atau informasi kembali ke penyiar. Ini "jalan kembali," saluran kembali atau "channel kembali" bisa melalui telepon, SMS mobile (pesan teks), radio, digital subscriber lines (ADSL) atau kabel.
Pemirsa TV kabel menerima program mereka melalui kabel, dan kabel jalur kembali diaktifkan platform terintegrasi, mereka menggunakan kabel yang sama sebagai jalur kembali.
Pemirsa satelit (kebanyakan) kembali informasi kepada penyiar melalui saluran telepon reguler mereka. Mereka dikenakan biaya untuk layanan ini pada tagihan telepon biasa mereka. Koneksi internet melalui ADSL, atau lainnya, teknologi komunikasi data, juga semakin banyak digunakan.
Interaktif TV juga dapat disampaikan melalui udara darat (Digital Terrestrial TV seperti 'Freeview' di Inggris). Dalam hal ini, seringkali tidak ada 'jalur kembali' seperti - sehingga data tidak dapat dikirim kembali ke penyiar (sehingga Anda tidak bisa, misalnya, suara di acara TV, atau memesan sampel produk). Namun, interaktivitas masih mungkin karena masih ada kesempatan untuk berinteraksi dengan aplikasi yang disiarkan dan di-download ke kotak set-top (sehingga Anda masih bisa memilih sudut kamera, bermain game dll).
Semakin jalur kembali menjadi koneksi broadband IP, dan beberapa penerima hybrid sekarang mampu menampilkan video baik dari koneksi IP atau dari tuner tradisional. Beberapa perangkat sekarang didedikasikan untuk menampilkan video hanya dari saluran IP, yang telah melahirkan IPTV - Internet Protocol Television. Munculnya "broadband jalur kembali" telah memberikan relevansi baru untuk Interaktif TV, karena membuka kebutuhan untuk berinteraksi dengan Video on Demand server, pengiklan, dan operator situs web.

E. TELECONVERENCING
       Telekonferensi, dalam telekomunikasi, merupakan pertemuan berbasis elektronik secara langsung (live) di antara dua atau lebih partisipan manusia atau mesin yang dihubungkan dengan suatu sistem telekomunikasi yang biasanya berupa saluran telepon. Penggunaan telekonferensi memiliki kelebihan efektivitas biaya dan waktu. Telekonferensi dapat berbentuk konferensi audio atau konferensi video.Konferensi audio merupakan salah satu jenis telekonferensi dimana seseorang dapat melakukan percakapan interaktif didalamnya. Dengan audio-konferensi ini, seseorang dapat berbicara dengan lebih dari satu orang melalui speaker. Dalam konferensi video, para partisipannya dapat saling melihat gambar (video) dan saling mendengar, melalui peralatan kamera, monitor, atau pengeras suara masing masing.
ESENSI terpenting dalam perkembangan teknologi komunikasi informasi saat ini adalah menjadikan berbagai perangkat teknologi, baik perangkat keras maupun lunak, ini memiliki berbagai indera seperti halnya indera yang terdapat pada tubuh manusia. Artinya, perkembangan teknologi komunikasi informasi sekarang ini benar-benar mengikuti kondisi alami manusia, memiliki indera pendengaran, penciuman, penglihatan, dan sebagainya.
perkembangan teknologi informasi pun memiliki wataknya sendiri, bisa ganas dan menghancurkan seperti virus Worm Blaster yang menyusup ke berbagai sistem komputer melalui jaringan Internet. Bisa juga bersahabat dan mendorong produktivitas seperti e-mail atau aplikasi Microsoft Office yang memudahkan proses baca tulis di mana saja.
Salah satu komponen paling penting dalam perkembangan teknologi di masa yang tidak terlalu lama lagi adalah dikembangkannya kemampuan untuk melihat dalam konvergensi berbagai kemajuan teknologi yang sekarang ada. Pada awalnya, berbagai perangkat seperti suara dan penglihatan berdiri sendiri sebagai perangkat keras yang tidak bisa berkomunikasi satu sama lain.
Digitalisasi penglihatan dimulai dengan dikembangkannya berbagai alat pemindai (scanner), dimulai dengan resolusi yang paling rendah sampai resolusi paling tinggi yang ada di pasaran sebagai sarana untuk memindahkan berbagai dokumen untuk bisa disebar secara cepat dan murah dalam bentuk digitalisasi. Kemudian berkembang berbagai ragam kamera digital dengan resolusi yang semakin membaik dan terus berkembang sampai saat ini mencari bentuk akhirnya yang entah seperti apa.
Bersamaan dengan perkembangan kamera digital, bermunculan perangkat lain yang disebut sebagai digital webcam yang berfungsi sekaligus sebagai kamera digital dan video digital yang digunakan untuk terkoneksi ke jaringan Internet. Kemampuan perangkat digital webcam ini memiliki resolusi yang rendah dengan tampilan dimensi gambar sebesar 320 x 240 piksel beresolusi 100 dpi.
Ini adalah sebuah kemajuan penting, karena dengan kehadiran perangkat digital webcam ini, indera penglihatan pengguna teknologi komunikasi informasi pun menjadi lebih utuh. Sebab tidak lagi hanya memiliki suara yang dikeluarkan oleh sound card yang juga memiliki kemampuan berbicara bila disambungkan dengan sebuah mikrofon, tetapi juga bisa melihat.
Kemajuan ini membawa kita seolah-olah hanya terpisah oleh sebuah monitor dengan lawan bicara kita yang entah berada ratusan maupun ribuan kilometer.


F. COMPUTERIZED NETWORK
    Jaringan komputer (jaringan) adalah jaringan telekomunikasi yang memungkinkan antar komputer untuk saling bertukar data. Tujuan dari jaringan komputer adalah[1] agar dapat mencapai tujuannya, setiap bagian dari jaringan komputer dapat meminta dan memberikan layanan (service). Pihak yang meminta/menerima layanan disebut klien (client) dan yang memberikan/mengirim layanan disebut peladen (server). Desain ini disebut dengan sistem client-server, dan digunakan pada hampir seluruh aplikasi jaringan komputer.
Dua buah komputer yang masing-masing memiliki sebuah kartu jaringan, kemudian dihubungkan melalui kabel maupun nirkabel sebagai medium transmisi data, dan terdapat perangkat lunak sistem operasi jaringan akan membentuk sebuah jaringan komputer yang sederhana. Apabila ingin membuat jaringan komputer yang lebih luas lagi jangkauannya, maka diperlukan peralatan tambahan seperti Hub, Bridge, Switch, Router, Gateway sebagai peralatan interkoneksinya.

Sejarah
Sejarah jaringan komputer bermula dari lahirnya konsep jaringan komputer pada tahun 1940-an di Amerika yang digagas oleh sebuah proyek pengembangan komputer MODEL I di laboratorium Bell dan group riset Universitas Harvard yang dipimpin profesor Howard Aiken.Pada mulanya proyek tersebut hanyalah ingin memanfaatkan sebuah perangkat komputer yang harus dipakai bersama.Untuk mengerjakan beberapa proses tanpa banyak membuang waktu kosong dibuatlah proses beruntun (Batch Processing), sehingga beberapa program bisa dijalankan dalam sebuah komputer dengan kaidah antrian.
Kemudian pada tahun 1950-an ketika jenis komputer mulai berkembang sampai terciptanya super komputer, maka sebuah komputer harus melayani beberapa tempat yang tersedia (terminal), untuk itu ditemukan konsep distribusi proses berdasarkan waktu yang dikenal dengan nama TSS (Time Sharing System).[4] Maka untuk pertama kalinya bentuk jaringan (network) komputer diaplikasikan.[4] Pada sistem TSS beberapa terminal terhubung secara seri ke sebuah komputer atau perangkat lainnya yang terhubung dalam suatu jaringan (host) komputer.[4] Dalam proses TSS mulai terlihat perpaduan teknologi komputer dan teknologi telekomunikasi yang pada awalnya berkembang sendiri-sendiri.[4] Departemen Pertahanan Amerika, U.S. Defense Advanced Research Projects Agency (DARPA) memutuskan untuk mengadakan riset yang bertujuan untuk menghubungkan sejumlah komputer sehingga membentuk jaringan organik pada tahun 1969. Program riset ini dikenal dengan nama ARPANET. Pada tahun 1970, sudah lebih dari 10 komputer yang berhasil dihubungkan satu sama lain sehingga mereka bisa saling berkomunikasi dan membentuk sebuah jaringan. Dan pada tahun 1970 itu juga setelah beban pekerjaan bertambah banyak dan harga perangkat komputer besar mulai terasa sangat mahal, maka mulailah digunakan konsep proses distribusi (Distributed Processing). Dalam proses ini beberapa host komputer mengerjakan sebuah pekerjaan besar secara paralel untuk melayani beberapa terminal yang tersambung secara seri disetiap host komputer. Dalam proses distribusi sudah mutlak diperlukan perpaduan yang mendalam antara teknologi komputer dan telekomunikasi, karena selain proses yang harus didistribusikan, semua host komputer wajib melayani terminal-terminalnya dalam satu perintah dari komputer pusat.
Pada tahun 1972, Roy Tomlinson berhasil menyempurnakan program surat elektonik (email) yang dibuatnya setahun yang lalu untuk ARPANET. Program tersebut begitu mudah untuk digunakan, sehingga langsung menjadi populer.[5] Pada tahun yang sama yaitu tahun 1972, ikon at (@) juga diperkenalkan sebagai lambang penting yang menunjukan “at” atau “pada”. Tahun 1973, jaringan komputer ARPANET mulai dikembangkan meluas ke luar Amerika Serikat.[5] Komputer University College di London merupakan komputer pertama yang ada di luar Amerika yang menjadi anggota jaringan Arpanet. Pada tahun yang sama yaitu tahun 1973, dua orang ahli komputer yakni Vinton Cerf dan Bob Kahn mempresentasikan sebuah gagasan yang lebih besar, yang menjadi cikal bakal pemikiran International Network (Internet). Ide ini dipresentasikan untuk pertama kalinya di Universitas Sussex. Hari bersejarah berikutnya adalah tanggal 26 Maret 1976, ketika Ratu Inggris berhasil mengirimkan surat elektronik dari Royal Signals and Radar Establishment di Malvern. Setahun kemudian, sudah lebih dari 100 komputer yang bergabung di ARPANET membentuk sebuah jaringan atau network.


Contoh Jurnal :
PERKEMBANGAN TEKNOLOGI KOMUNIKASI
PANDANGAN ISLAM TERHADAP PERKEMBANGAN TEKNOLOGI KOMUNIKASI

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Tolak ukur era modern ini adalah komunikasi dan informasi. Perkembangan Teknologi Komunikasi begitu pesat bagi dalam kehidupan manusia. Oleh karena itu, apabila ada suatu bangsa atau negara yang tidak mengikuti perkembangan teknologi komunikasi, maka bangsa atau negara itu dapat dikatakan negara yang tidak maju dan terbelakang.
Perkembangan dalam dunia komunikasi dan informasi telah membawa kita ke dunia global dan menjadikan masyarakat secara terus menerus diterpa (exposure) oleh media sehingga terciptalah masyarakat informasi (information society). Islam tidak pernah mengekang umatnya untuk maju dan modern. Justru Islam sangat mendukung umatnya untuk melakukan research dan bereksperimen dalam hal apapun, termasuk teknologi komunikasi.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan sebelumnya, maka penulis dapat mengambil kesimpulan sebagai berikut:
1. Mengetahui apa yang dimaksud dengan perkembangan teknologi komunikasi ?
2. Pandangan islam terhadap perkembangan teknologi komunikasi?

C. Tujuan dan Manfaat
Adapun tujuan dan manfaat dari penyusunan makalah ini, antara lain:
1. Diharapkan makalah ini dijadikan sebagai bahan kajian lebih lanjut.
2. Dengan makalah ini dimaksudkan untuk dapat memberi pemahaman tentang perkembangan teknologi komunikasi, beserta pandangan islam terhadap perkembangan teknologi komunikasi itu sendiri.

PEMBAHASAN

A. Pekembangan Teknologi Komunikasi
Hakikat teknologi adalah the systemaric application of scientific or other kowledge to pratical task (Galbraith). Selanjutnya perkembangan teknologi komunikasi secara langsung telah memberikan efek terhadap perkembangan masyarakat. Sardar mengatakan bahwa dulu bangsa-bangsa berjuang menguasai wilayah atau berjuang untuk kemerdekaan wilayahnya, sekarang orang mulai berjuang untuk menguasai “bidang baru” yaitu informasi agar tidak dikendalikan oleh yang menguasai informasi. Penguasaan informasi harus dimulai dengan penguasaan dan pengendalian terhadap perkembangan teknologi komunikasi dan informasi itu sendiri. Ciri-ciri dari perkembangan teknologi komunikasi dan informasi (ICT, information and commnication technogy) dewasa ini ditandai dengan 1) The Rise of Internet, munculnya Web dengan information super high way. 2) Convergencing Industries, munculnya industri digital yang mengglobal. dan 3). Convergecing Technologies, seperti CD digital, TV transmitte in digital format, telpon seluler dll. (Kemunculan TV digital di Indonesia yang diresmikan oleh Presiden RI pada hari kebangkitan Nasional 20 Mei 2009, oleh presiden dinyatakan sebagai revolusi ketiga di bidang informasi di Indonesia. Revolusi pertama ditandai dengan munculnya TV RI yang diresmikan oleh Presiden Soekarno tahun 1964, dan revolusi ke dua ditandai dengan peluncuran Satelit Palapa tahun 1976 oleh Presiden Soeharto). Satelit Komunikasi yang ditahun 1945 baru merupakan gagasan yang ditulis oleh Athur C. Clark.
Dalam majalah Wireless World edisi Oktober 1945 dapat diwujudkan oleh Jhon R Piere dari Bell Laboratories dengan didemontrasikannya kelayakan komunikasi ruang angkasa dengan satelit ECHO dan Telstar. Bahkan Satelit Komunikasi, digital recording dan Internet adalah contoh dari Revolusi Ketiga Informasi di dunia.
Kemunculan internet telah mempermudah komunikasi dan penyaluran informasi ke seluruh dunia, teknologi Wolrd Wide Web sebagai multimedia portions, dengan HTMLnya dapat membuat halaman-halaman web. Teknologi Satelit (dimana Indonesia, 1976 adalah negara kedua waktu itu setelah Canada yang memiliki satelit komunikasi) telah melahirkan siaran TV-DBS (direct broadcating system) dan dilengkapi dengan kemunculan kabel optik yang bisa menyalurkan informasi dalam jumlah besar dan cepat, information super highway.
Perkembangan ICT tersebut diatas tidak saja mempengaruhi media Internet dan TV, tetapi juga memasuki dunia industri media,seperti media cetak, radio dan munculnya New Multimedia:
• Media cetak seperti buku, majalah dan surat kabar. Trend teknologi di bidang media cetak ditandai dengan penggunaan bahasa digital (digitizing, making an image computer readable as with scaner), deskop publishing is the composition, seperti tata letak (lay out) dan mencetak dengan menggunakan dikendalikan oleh PC (Personal Computer), juga publishing (penyebaran dan pendistribuasian informasi melalui internet dan CD, serta teknologi komputer telah merubah cara mempublish (menerbitakan) buku, majalah dan surat kabar, bahkan mempercepat proses cetak, seperti cetak jarak jauh dengan biaya yang lebih murah. Surat Kabar yang terbit di Jakarta seperti Republika, Kompas dll. Juga dicetak di Makassar dan Medan dengan teknologi cetak jarak jauh, sehingga masyarakat di dua kota tersebut sudah dapat membaca surat kabar di pagi hari seperti orang Jakarta.
• Radio, yang sejak tahun 1940an telah menjadi kekuatan budaya dan politik, menjadi lebih signifikan perkembangannya dengan ditemukannya gelombang FM oleh Edwin Amstrong. Dewasa ini media radio audiensnya telah tersegmentasi seperti media lain. Siaran radio digital dan radio satelit telah menawarkan pilihan-pilihan bagi pendengar. Dengan demikian persaingan industri radio semakin ketat dan telah meningkatkan perkembangan dunia industri radio dewasa ini.
• Munculnya New Multimedia, suatu konvergensi dari televisi, telepon, computer, data base dan delevery system. Misalnya, sebuah Note Book yang tersambung dengan internet dengan ukuran layan 8 inch Anda dapat menikmati siaran TV manca negara sambil menunggu pesawat di airport, dapat mengirim dan menerima email dan telepon, melihat data perkembangan perusahaan dan mengevaluasi serta dapat mengambil keputusan di mana dan kapan saja, dengan kemunculan New Multimedia hambatan waktu dan tempat tidak lagi menjadi masalah.
Dampak dari perkembangan teknologi komunikasi atau globalisasi. Terdapat tiga ketimpangan yg mencolok :
a. Porsi pengeluaran Negara-negara2 berkembang sekitar 3 % dan hanya memiliki 13 % dari seluruh ilmuan yg ada di dunia dan bertumpuk di India, Brazil, Argentina dan Mexico
b. Negara-negara berkembang harus meningkatkan porsi untuk pengeluaran bidang industry dari 7 % menjadi 25 %. Tahun 1980 hanya 9 %.
c. Nilai peralatan pengolahan data, diperkirakan AS, Jepang dan Eropa Barat mencapai 83 % dari seluruhan dunia (1978). 17 % dimiliki bersama dan th 1988 meningkat 20 %.
Di samping itu otomasi besar-besaran akan menyebabkan pengangguran, contoh sebuah computer bisa menyebabkan ribuan orang tak lagi dibutuhkan, dan juga menimbulkan dilemma-dilemma moral lainnya[9]. Dari sini disadari betapa besarnya peranan pendidikan dan ilmu pengetahuan, sebab “the knowledge gap hypothesis posits that the “information-rich” benefit more from exposure to communications media than the “information-poor” Hal tersebut akibat dari perbedaan tingkat pendididkan, akses terhadap sumber informasi seperti perpustakaan dan computer rumah yang tersambung dengan internet merupakan suatu keniscayaan di era informasi.
Dalam menghadapi informasi melalui media massa yang perlu mendapatkan perhatian adalah di mana sementara orang kurang nyaman untuk mencari penyelesaian konflik, dan membicarakan berita-berita yang kurang baik (bad news) melalui teknologi komunikasi. Hal-hal negatif lainnya dari media massa adalah kekerasan yang seringkali dituduhkan masyarakat kepada siaran televisi, akan tetapi sebenarnya televisi hanya salah satu penyebab dari kekerasan dan bukan satu-satunya penyebab, seperti kemukakan Sherly Biagy,(1995) “several sub sequent studies have suggested that TV violence causes aggression among children. Researchers caution, however, that TV violence is not the cause of aggressiveness, but a cause of aggressiveness”.
Selain dampak negatif tentu saja banyak hal-hal yang positif yang dapat dipetik dari perkembangan teknologi komunikasi dan informasi, dengan perubahan institusi seperti perubahan lembaga-lembaga pendidikan, munculnya system pendidikan Jarak Jauh atau terbuka, seperti Universitas Terbuka, SMP Terbuka, Open University di London, India, Pakistan dan lain-lain.
Dalam bidang ekonomi dan perdagangangan, ditandai dengan munculnya e- Banking, e-comers, e-money, dan resesvasi tiket pesawat dan hotel melalui internet. Dibidang kesehatan munculnya e-medicin dan yang tak kalah pentingnya adalah sistem kependudukan di mana diharapakan setiap KTP atau IC harus memiliki chips, seperti di negara tatangga, pendataan kependudukan sudah computerize dan dapat diakses melalui internet sehingga perpindahan penduduk dapat dilacak dan diketahui dengan mudah. Dengan demikian masalah daftar pemilih tetap dalam Pemilu dapat diatasi dengan mudah dan dengan data kependudukan yang akurat. Wujud sistem komunikasi yang dihasilkan oleh kemajuan teknologi menurut Bell (1979):
Pertama, jaringan pengelolaan data yang memungkinkan orang berbelanja cukup dengan menekan tombol-tombol komputer di rumah masing-masing, pesanan akan dikirimkan langsung ke rumah.
Kedua, bank informasi dan sistem penyelusuran yang memungkinkan pemakainya menelusuri informasi yang diperlukan serta memperoleh copy cetaknya dalam waktu cepat.
Ketiga, sistem teleks yang menyediakan informasi mengenai segala rupa kebutuhan, seperti cuaca, informasi finansial, iklan terklasifikasi, katalog segala macam produk lewat layar televisi di rumah masing-masing.
Keempat, sistem faksimili yang memungkinkan pengiriman dokumen secara electronik.
Kelima, jaringan komputer interaktif yang memungkinkan pihak-pihak yang berkomunikasi mendiskusikan informasi melalui komputer.
Dengan semakin berkembangnya pekerjaan di bidang informasi dan semakin banyaknya sarana komunikasi, menurut F. Latham (dalam Toffler, 1992) maka jumlah orang yang dapat bekerja di rumah atau di pusat-pusat kerja setempat juga semakin banyak. Hal tersebut disebabkan berbagai kekuatan yang ampuh sedang bertemu membentuk suatu kekuatan yang hebat untuk menciptakan “pondok elektronik”. Indikasinya adalah pergantian yang menguntungkan antara transportasi dengan telekomunikasi.

B. Pandangan islam terhadap perkembangan teknologi komunikasi
Tidak ada yang dapat menahan lajunya perkembangan teknologi komunikasi. Hal ini tidak terlepas dari perkembangan teknologi yang terus berkembang dengan pesat. Seperti yang sudah kita ketahui bahwa riwayat perkembangan komunikasi antarmanusia adalah sama dengan sejarah kehidupan manusia. Terdapat empat titik penentu utama dalam sejarah komunikasi manusia yang dikemukakan oleh Nordenstreng dan Varis (1973) dalam (Nasution, 1989:15), yaitu :
1. Ditemukannya bahasa sebagai alat interaksi tercanggih manusia.
2. Berkembangnya seni tulisan dan berkembangnya kemampuan bicara manusia menggunakan bahasa.
3. Berkembangnya kemampuan reproduksi kata-kata tertulis dengan menggunakan alat pencetak.
4. Lahirnya komunikasi elektronik, mulai dari telegraf hingga satelit.
Dalam sejarahnya, manusia menandakan penggunaan komunikasi oleh manusia untuk mengatasi jarak yang lebih jauh satu dengan yang lainnya, yang tidak mungkin dicapai dengan berbicara dalam jarak yang normal. Menurut O’Brien, 1996 dalam Kadir (2003:8) mengatakan bahwa, Perilaku manusia dan teknologi memiliki interaksi di dalam lingkungan sosioteknologi. Everett M. Rogers (1986) dalam bukunya Communication Technology ; The New Media in Society, mengatakan bahwa dalam hubungan komunikasi di masyarakat terdapat empat era komunikasi, yaitu : era tulis, era media cetak, era media telekomunikasi, dan era media komunikasi interaktif. Sementara itu Sayling Wen melihat media dalam konteks yang lebih luas, tidak hanya melihat media dalam konsep komunikasi antar pribadi, namun ia melihat media sebagai medium penyimpanan. Manusia hidup tidak terlepas dari ajaran agama. Seperti yang sudah kita ketahui, menyampaikan pesan kepada sesama umat sangat dianjurkan bahkan diwajibkan dalam ajaran Agama Islam.
Sardar mengemukakan thesisnya tentang konsep Islam dalam penciptaan dan penyebaran informasi dalam bukunya Information and Muslim World : A Strategy for 21’st Century, (1998), sebagai berikut :
a. Tauhid, kemerdekaan dalam informasi adalah criteria ethical pertama dan umat Islam tidak dalam kedudukan terpaksa tunduk kepada kekuatan luar, apakah itu Neo Lib, Konglomerasi, MNC, atau negara Super Power selain tunduk kepada kekuatan Tuhan Yang Maha Esa, Allah SWT.
b. Ilm, informasi diupayakan dalam kerangka ilmu pengetahuan untuk kemaslahatan masyarakat.
c. Hikmah, (kebijaksanaan), informasi harus merefleksikan karakteristik tertinggi Sang Maha Pencipta, dengan memandang sesuatu peradaban Muslim yang dinamis dan berkembang dengan kecakapan dan ketajaman serta kecermatan pikiran.
d. Adl, penciptaan dan penyebaran informasi harus diarahkan untuk memajukan keadilan. Informasi harus diupayakan melalui cara-cara yang adil dan didistribusikan secara adil pula.
e. Ijma’ dan Syura (Konsensus dan musyawarah), Sebelum masayarakat diajak bermusyawarah, mereka sudah harus menerima informasi secara merata dan relevan. Konsesus hanya bisa dicapai apabila semua fakta tentang sebuah kebijakan tertentu sudah mereka ketahui, artinya tidak hanya diketahui oleh segelintir orang, atau elit organisasi atau politik.
f. Istishlah (Kepentingan Umum), semua informasi yang diciptakan dan didistribusikan adalah untuk kepentingan umum (kemaslahatan masyarakat)
g. Ummah (Muslim sejagat), Informasi seyogyanya di samping kepentingan umum secara lokal adalah untuk kepentingan Ummat Islam se dunia (masyarakat Islam global).

Perkembangan teknologi ini mampuh mengancam dunia Islam, jika kita tidak turut masuk ke dalamnya. Hal ini dapat menyebabkan kita sebagai muslim akan menjadi masyarakat pasif yang hanya menerima perkembangan teknologi, namun tidak turut membuat dan mengembangkannya. Ini dapat menghambat perkembangan daya piker Muslim dunia.
Karena walaupun perkembangan tekhnologi memiliki aspek positif, namun ada beberapa perangkap yang harus diwaspadai, yaitu
Aspek pertama Mengendalikan, keutungan teknologi komunikasi akan dipetik oleh mereka yang berhasil mengendalikan teknologi tersebut. Dengan demikian, tidak banyak manfaatnya memiliki program-program canggih untuk membangun jaringan komunikasi untuk menghubungkan desa-desa terpencil, jika tergantung kepada Negara industri, maka kebijakan hanya berpengaruh kepada ketergantungan.
Aspek kedua Ketidaklayakan. Teknologi yang lahir di barat cenderung mengarah kepeningkatan elemen desktruktif dan elemen pengendalian atau secara spesifikasi sesuai untuk digunakan oleh konsumen barat. Inilah alasan penting,mengapa dunia muslim harus mengembangkan kemampuan sendiri di dalam bidangteknologi“mikro-elektronik”. Negara-negara industri bukan hanya mempertahankan dominasi ekonomi dan politik, tetapi mereka juga akan merongrong dan menaklukan dunia muslim.
Ada tiga kesadaran yang dapat diambil dari sudut pandang penerapan teknologi komunikasi, yaitu
1. Kita menyadari bahwa kita adalah penerima yang berkomunikasi
2. Kita menyadari bahwa kita selalu bisa memahami bentuk
3. Kita menyadari bahwa kita hanya bisa memahami dalam bataspengalaman kita
sendiri.
Dari ketiga poin diatas menjelaskan bahwa, komunikasi menuntut penerimanya. Ia menuntutnya untuk terlibat, untuk melakukan sesuatu, untuk menjadi sesuatu, dan untuk mempercayai sesuatu. Selain itu komunikasi menimbulkan motivasi, jika komunikasi sesuai dengan harapan dan aspirasi, etika, nilai, maksud dan tujuan penerimanya.

PENUTUP

Simpulan
Perkembangan teknologi yang ditandai dengan berkembangnya berbagai macam hardware, misal TV, radio dan Internet. Dunia Islam jika tidak mengikuti perkembangan ini maka akan menjadi terpuruk dan makin tertinggal.
Perkembangan teknologi ini mampu mengancam dunia Islam, jika kita tidak turut masuk ke dalamnya. Hal ini dapat menyebabkan kita sebagai muslim akan menjadi masyarakat pasif yang hanya menerima perkembangan teknologi, namun tidak turut membuat dan mengembangkannya. Ini dapat menghambat perkembangan daya piker Muslim dunia.
Penyiaran Islam sebagai saranan mengembangkan dan mendistribusikan informasi mengenai Islam kepada dunia barat sangat tergantung kepada sejauh mana penguasaan para cendikiawan muslim terhadap perkembangan teknologi.

DAFTAR PUSTAKA
Alvin Toffler, Gelombang Ketiga, PT Pantja Simpati, Jakarta, 1992
Joseph Straubhar & Robert La Rose, Media Now, Communication Media in the Information Age, Wadsworth, USA, 2000.
Shiley Biagy, Media Impact An Introduction to Mass Media, Third Edition, Wadsworth Publishing Company, Belmont, California, 1995.
Zulkarimen Nasution, Perkembangan Teknologi Komunikasi, Universitas Terbuka, Jakarta, 2005.
Ziauddin Sadar. Tantangan Dunia Islam Abad 21. Bandung: Penerbit Mizan. 1992.
www.syafiiakrom.wordpress.com
Sutiadi. (2009). Pendidikan Nilai Moral Ditinjau dari Prespektif Global. Hal. 10. Yogyakarta: UNY – FBS.

Kemajuan teknologi adalah sesuatu yang tidak bisa kita hindari dalam kehidupan ini, karena kemajuan teknologi akan berjalan sesuai dengan kemajuanm ilmu pengetahuan. Setiap inovasi diciptakan untuk memberikan manfaat positif bagi kehidupan manusia. Memberikan banyak kemudahan, serta sebagai cara baru dalam melakukan aktifitas manusia. Khusus dalam bidang teknologi masyarakat sudah menikmati banyak manfaat yang dibawa oleh inovasi-inovasi yang telah dihasilkan
Dalam dekade terakhir ini. Namun demikian, walaupun pada awalnya diciptakan untuk menghasilkan manfaat positif, di sisi lain juga juga memungkinkan digunakan untuk hal negatif. Karena itu pada makalah ini kami membuat dampak-dampak positif dan negatif dari kemajuan teknologi dalam kehidupan manusia. Berikut dampak positif dan negatif dari keempat aspek tersebut.

1. Bidang Ekonomi
– Positif:
• Produktifitas dunia industri semakin meningkat. Kemajuan teknologi akan meningkatkan kemampuan produktivitas dunia industri baik dari aspek teknologi industri maupun pada aspek jenis produksi
• Pertumbuhan ekonomi akan semakin tinggi
• Persaingan dalam dunia kerja sehingga menuntut pekerja untuk selalu menambah skill dan pengetahuan yang dimiliki.
• Semakin maraknya penggunaan TIK akan semakin membuka lapangan pekerjaan
• Dengan fasilitas pemasangan iklan di internet pada situs-situs tertentu akan mempermudah kegiatan promosi dan pemasaran suatu produk
• Perusahaan dapat menjangkau pasar lebih luas, karena pembeli yang mengakses internet tidak dibatasi tempat dan waktu
• Perusahaan tidak perlu membuka cabang distribusi
• Pengeluaran lebih sedikit, karena pegawai tidak banyak
• Harga barang lebih murah, karena biaya operasionalnya murah
• Bisnis yang berbasis TIK atau yang biasa disebut e-commerce dapat mempermudah transaksi-transaksi bisnis suatu perusahaan atau perorangan
• Pemanfaatan TIK untuk membuat layanan baru dalam perekonomian dan bisnis antara lain internet banking, SMS banking, dan e-commerce
– Negatif:
• Terjadinya pengangguran bagi tenaga kerja yang tidak mempunyai kualifikasi yang sesuai dengan yang dibutuhkan
• Sifat konsumtif sebagai akibat kompetisi yang ketat pada era globalisasi akan juga melahirkan generasi yang secara moral mengalami kemerosotan: konsumtif, boros dan memiliki jalan pintas yang bermental instant
• Adanya aksi tipu menipu dalam proses jual beli online yang dapat merugikan beberapa pihak;
• Dengan jaringan yang tersedia seperti yang terdapat pada beberapa situs yang menyediakan perjudian secara online, para penjudi tidak perlu pergi ke tempat khusus untuk memenuhi keinginannya
• Resistensi Membeli Secara Online. Bagi orang awam yang belum pernah bertransaksi secara online, akan merasa janggal ketika harus bertransaksi tanpa bertatap muka atau melihat penjualnya. Belum lagi ketakutan bila pembayaran tak terkirim atau tak diterima. Atau barang tak dikirim, atau bahkan barang dikirim tetapi tak diterima
2. Bidang Sosial
– Positif:
• Kemajuan teknologi komunikasi yang cepat dapat mempermudah komunikasi antar manusia dari suatu tempat ke tempat yang lain
• Sosialisasi kebijakan pemerintah dapat lebih cepat disampaikan kepada masyarakat
• Informasi yang ada di masyarakat dapat langsung dipublikasikan dan diterima oleh masyarakat
– Negatif:
• Dengan makin pesatnya komunikasi membuat bentuk komunikasi berubah,yang asalnya face to face menjadi tidak. Hal ini dapat menyebabkan komunikasi hampa
• Seseorang yang terus-menerus bergaul dengan komputer akan cenderung menjadi seseorang yang individualis
• Dengan pesatnya teknologi informasi, baik internet maupun media lainnya,membuat peluang masuknya hal-hal yang berbau pornografi,pornoaksi,maupun kekerasan makin mudah
• Interaksi anak dan computer yang bersifat satu (orang) menhadap satu (mesin) mengakibatkan anak menjadi tidak cerdas secara sosial
• Kemerosotan moral di kalangan warga masyarakat, khususnya di kalangan remaja dan pelajar. Kemajuan kehidupan ekonomi yang terlalu menekankan pada upaya pemenuhan berbagai keinginan material, telah menyebabkan sebagian warga masyarakat menjadi “kaya dalam materi tetapi miskin dalam rohani
3. Bidang Budaya
– Posiif:
• Mempermudah seseorang di suatu Negara mengetahui berbagai macam budaya yang ada di belahan bumi yang lain
• Mempermudah adanya pertukaran pelajar antar negara
• Mempermudah pendistribusian karya-karya anak bangsa seperti musik, film, fashion maupun furniture ke Negara-negara tetangga maupun Negara-negara berbeda benua yang mana akan memperkuat identitas Negara serta membuat Negara semakin dikenal oleh dunia
– Negatif:
• Terjadinya akulturasi budaya yang selanjutnya berkembang menjadi budaya massa
• Mempercepat perubahan pola kehidupan bangsa
• Membuat sikap menutup diri dan berpikir sempit
• Mudah terpengaruh oleh hal yang berbau barat
• Lenyapnya identitas kultural nasional dan lokal
• Kehilangan arah sebagai bangsa yang memiliki jati diri
• Hilangnya semangat nasionalisme dan patriotism
• Cenderung pragmatisme dan maunya serba instant
4. Bidang Politik
– Positif:
• Memberikan dorongan yang besar bagi konsolidasi demokrasi di banyak negara
• Meningkatnya hubungan diplomatik antar negara
• Kerjasama antar negara jadi lebih cepat dan mudah
• Menegakan nilai-nilai demokrasi
• Memperluas dan meningkatkan hubungan dan kerja sama Internasional
• Partisipasi aktif dalam percaturan politik untuk menuju perdamaian dunia
• Adanya peranan besar masyarakat dalam pengembangan pemerintah. Contohnya dengan e-government maka hal ini bisa tercapai. Bayangkan saja jika ada anggota DPR yang dapat berinteraksi dengan rakyat yang telah memilihnya, kegiatan tanya jawab, melakukan voting, saran dan kritik akan dapat tersalurkan dengan cepat, langsung, dan nyaman
• Kegiatan komunikasi untuk keperluan politik dengan menggunakan teknologi informasi menyebabkan sampainya berita lebih cepat, dilakukan secara efisien, dan nyaman. Misalnya jika ada masyarakat yang ingin mengajukan pendapatnya ke wakil rakyat maka cukup dengan menggunakan e-mail surat dapat sampai dengan segera.
– Negatif:
• Negara tidak lagi dianggap sebagai pemegang kunci dalam proses pembangunan
• Timbulnya gelombang demokratisasi (dambaan akan kebebasan)
• Adanya ancaman disintegrasi bangsa dan negara yang akan menggoyahkan Negara Kesatuan Republik Indonesia
• Semakin meningkatnya nilai-nilai politik individu, kelompok, oposisi, diktator mayoritas atau tirani minoritas
• Timbulnya fanatisme rasial, etnis, dan agama dalam forum & organisasi
• Timbulnya unjuk rasa yang semakin berani dan terkadang mengabaikan kepentingan umum
• Adanya konspirasi internasional, yaitu pertentangan kekuasaan dan percaturan politik
• Internasional selalu mengarah kepada persekongkolan
• Lunturnya nilai-nilai politik yang berdasarkan semangat kekeluargaan, musyawarah mufakat, dan gotong royong.

http://komunikasi.us/index.php/course/perkembangan-teknologi-komunikasi/1583-dampak-perkembangan-teknologi-komunikasi-dan-informasi-globall-village
https://id.wikipedia.org/wiki/Perkembangan_Teknologi_Komunikasi_di_Masyarakat_Indonesia
http://www.businessdictionary.com/definition/teleconference.html
http://okghiqowiy.blogspot.com/2013/01/ilmu-pengetahuan-dan-teknologi-iptek.html

 

UAS KOMUNIKASI GENDER BERITA 5W1H GAMBAR 2

17 June 2015 13:27:51 Dibaca : 112

“MENJADI CLEANING SERVICE DEMI MENAFKAHI KELUAGA”

      18 mei 2015, seorang ibu sedang membersihkan kampus Universitas Negeri Gorontalo tepatnya di gedung kuliah bersama fakultas ilmu sosial. Ibu ini bekerja sebagai cleaning service di Universitas Negeri Gorontalo. Lagi lagi perempuan harus mencari nafkah untuk keluarganya. Ibu ini mulai bekerja pada pukul 5 pagi atau bahkan bisa saja sedikit kurang atau lebih pagi dari pada itu. Tapi kapanpun itu, yang pasti ibu biasanya sudah terlihat beraksi dengan segenap peralatan kerjanya di waktu subuh. Di waktu subuh ini, ibu sudah disuguhi dengan kewajiban yang menantang. Sebuah gedung dan halaman sudah menunggu untuk dibersihkan dan dirapikan. Ibu ini bekerja setiap hari mulai dari hari senin sampai dengan minggu. Berangkat saat waktu masih gelap dan pulang waktu sudah gelap pula. Kesehariannya terus membersihkan sekeliling halaman Universitas Negeri Gorontalo sampai gedung kuliah di seluruh fakultas.. belasan gedung dan luasnya halaman kampus Universitas Negeri Gorontalo itu yang selalu di hadapi ibu setiap hari. Mulai dari fakultas ilmu sosial yang berjumlah 3 lantai dan belasan ruangan yang harus di bersihkan . Belum lagi gedung-gedung yang berada di fakultas lain.

     Apa lagi banyaknya mahasiswa ini yang selalu menjadi penantang bagi ibu dalam membersihkan seluruh gedung dan ruangan kami. Dengan jumlah yang banyak puluhan bahkan ratusan, dengan tingkah laku dan polanya masing-masing, ada-ada saja yang terjadi saat ibu selesai membersihka seluruh ruangan. Mulai dari ada yang membuang puntung rokok sembarangan. Ada yang mungkin sengaja meninggalkan puntung rokoknya di tangga tapi lupa mengambilnya lagi setelah urusannya selesai. Ada yang buang bungkus permen. Sembarangan buang tissue di lantai. Menyebar abu rokoknya di atas meja dan kursi. Meninggalkan botol bekas air mineralnya. Sampai kotor yang terkena kotoran alas kaki para mahasiswa. Baik itu kotor karena bekas tanah, bekas lumpur, atau bekas rumput. Lengkap sudah apa yang di derita seorang ibu ini. Namun, dengan rasa tanggung jawabnya yang besar, walaupun badannya sudah terasa lelah, ibu tetap membersihkan kembali sisa puntung rokok dan kotoran alas kaki para mahasiswa. Meskipun banyak yang berpendapat bahwa profesi seorang Cleaning Service adalah profesi yang rendah, akan tetapi sebenarnya fungsi seorang Cleaning Service berperan sangat besar karena membantu kebersihan yang ada di Universitas Negeri Gorontalo. Selain itu, hal yang paling memudahkan adalah, profesi Cleaning Service tidak membutuhkan tingkat pendidikan tertentu, yang dibutuhkan hanya kemauan dari diri sendiri dan juga kerja keras. Tidak hanya itu, peluang untuk mendapatkan pekerjaan sebagai Cleaning Service juga sangat besar karena pertumbuhan ekonomi di negara Indonesia semakin meningkat yang berbanding lurus dengan semakin banyaknya perusahaan yang membuka kantor-kantor baru yang membutuhkan tenaga Cleaning Service.