ARSIP BULANAN : March 2017

OBSERVASI RRI GORONTALO

26 March 2017 12:35:06 Dibaca : 112

                                      KATA PENGANTAR

      Syukur alhamdulillah Kami panjatkan kehadirat Allah SWT Yang has memberikan rahmat Serta karunia-Nya ditunjukan kepada Kami sehingga Kami BERHASIL menyelesaikan telkom Penyanyi Yang alhamdulillah Tepat PADA Waktunya yakni telkom "Observasi RRI GORONTALO" Harapan Kami semoga telkom Penyanyi membantu Menambah Pengetahuan Dan Pengalaman Bagi para Pembaca. Kami menyadari bahwa telkom Penyanyi Masih JAUH Dari Sempurna, Kritik dan Saran Dari SEMUA parties Yang bersifat Membangun Selalu Kami harapkan demi kesempurnaan Tugas Penyanyi.

                                                                                                                                                                        Gorontalo, 21 Maret 2017

                                                                                                                                                                                          Penulis

                                                  BAB I

PENDAHULUAN


1.1 Latar Belakang
         Lembaga Penyiaran public (LPP) RRI * Menurut UU RI Nomor 32 Tahun 2002 Adalah Lembaga Penyiaran Yang Berbentuk badan hukum Yang didirikan Negara, bersifat independen, netral, TIDAK Komersial, berfungsi memberikan LAYANAN untuk review kepentingan 'masyarakat. Demikian jelaslah bahwa RRI Gorontalo termasuk hearts Lembaga Penyiaran Publik sebagaimana dimaksudkan hearts UU No. 32 Tahun 2002 tersebut.
Dalam Pasal 2 UU No 32 Tahun 2002 dinyatakan bahwa Penyiaran diselenggarakan berdasarkan Pancasila Dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 DENGAN asas Manfaat, adil Dan merata, Kepastian hukum, Keamanan, keberagaman, kemitraan, etika, Kemandirian, Kebebasan Dan tanggung jawab.
Selanjutnya * Menurut Pasal 3 UU Nomor 32 Tahun 2002 bahwa tujuan Penyiaran Adalah untuk review memperkukuh nasional, terbinanya Kehidupan bangsa, memajukan Kesejahteraan Sales manager, Integrasi hearts Rangka Membangun society Yang mandiri, demokratis, adil Dan sejahtera, Serta menumbuhkan industri Penyiaran Indonesia.
Sebagai Lembaga Penyiaran public * Menurut Pasal 4 Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2005 TENTANG Lembaga Penyiaran Publik Radio Republik Indonesia mempunyai telkom memberikan Pelayanan information,
Pendidikan, Hiburan Yang sehat, Kontrol Dan Perekat sosial Serta melestarikan budaya bangsa untuk review kepentingan Seluruh lapisan tebal kulit 'masyarakat through Penyelenggaraan Penyiaran radio Yang menjangkau Seluruh Wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

1.2 Rumusan * Masalah


1. Bagaimana Sistem Kerja dan Cara Penyebaran Berita di RRI Gorontalo?


1.3 Tujuan Penulisan


1. UNTUK Mengetahui Bagaimana Sistem Kerja dan Cara Penyebaran Berita di RRI Gorontalo

BAB II
Pembahasan


2.1 data Wanwancara
Wawancara kepala seksi Siaran bapak Raimanto S.Sos.


        RRI Gorontalo memiliki 3 programa Siaran. Program Yakni 1, programa 2, Dan programa 3. Dimana, Ketiga programa Penyanyi memilki Bagian-Bagian Tertentu untuk review Menjadi sasaran pendengarnya, Program Yaitu 1 KHUSUS Melayani Siaran KHUSUS SEMUA Kalangan Mulai dari Usia TK Sampai Orang Tua. Berita Yang disugukan di programa 1 ADA Jazz RS, Mulai dari infromasi duka, keluarga, pemberitahuan Kehilangan, radiogram, Siar agama, warta berita, Penghasilan kena pajak warta berita ADA iklan LAYANAN society, iklan promosi Dan lain-berbaring, kemudian ADA arena Siaran taman kanak- kanak, kemudian ADA estafet warta berita Olahraga. Frekuensi 101,8.
Programa 2 Target pendengarnya Adalah remaja. Isi materi Siaran pagar dominan musik .. Iklan diprograma 2 Hanya terbetas, Dan Hanya berkisaran diinformasi TENTANG remaja, seperti iklan Mengenai Kreativitas remaja Yang mempunyai Prestasi such as inviting participation Prestasi dibidang Olahraga, ataupun Pendidikan Bidang.
Sedangkan Programa 3 KHUSUS Siaran berjaringan nasional untuk review menyiarkan warta berita. Progama 3 pemancar KHUSUS programa 3 Penyanyi, pada 1x24 jam.Namun Hanya merelay. Pro 3, 4 Kali merelay warta berita nasional, Dan also mengirim berita Ke kantor KBRN (kantor berita nasiona RRI) Jadi, berita-berita Yang ADA Dikirim kekantor KBRN.
Dan untuk review dibagian Status Penyiaran KARENA RRI Gorontalo Masih tipe C, untuk review SEMENTARA Masih Mengelola 3 programa. Nanti JIKA Berubah Menjadi tipe B, akan ADA programa 4. KHUSUS menyiarakan Pendidikan dan budaya. Nantinya penyiar-penyiar Yang akan dipilih, penyiar Yang Fasih Berbahasa SEMUA Yang digorontalo. TAPI sebelumnya Saat ini pemancarnya Sudah disiapkan.

Bagaimana MEKANISME Penyiaran?


       MEKANISME RRI Yaitu kerja tim. Siaran dibawah Naungan produser Dan produser also mengawasi Pelaksanaan Siaran, Penanggung jawabnya kepala RRI, kemudian ADA Pengarah Acara, penyiar ADA, ADA teknisinya ATAU operator.mereka Yang SETIAP hari melaksanakan telkom dibox Siaran. Dan Sudah ADA PT Siaran.
Bagaimana Cara audiens menarik Perhatian?
Untuk review Lebih Dekat DENGAN audiens ATAU pendengar, ketika Program ADA Yang akan berdialog DENGAN pendengar Maka ADA responden ATAU SAR Pembuatan balik Dari para penyiar Dan TIDAK Hanya ITU, apapun Yang ditanya Oleh pendengar akan dicatat Baik Dipro 1 ataupun Pro2. JIKA ADA tanggapan Dari pendengar Maka akan dimasukkan di akun facebook ataupun tweeter.


Berada Dimana Saja pemancar RRI?


       Pemancar RRI berada dilima kabupaten, yakni Marisa kabupaten Pohuato Frekuensi FM.97,00 MHz, Tilamuta Kabupaten Boalemo Frekuensi FM.93,5 MHz, di Tihu Kabupaten Bone Bolango Frekuensi FM.100,3 MHz, di Kwandang Kabupaten Gorontalo Utara Frekuensi FM. 93,7 MHz, Dan Paguyama Kabupaten Gorontalo Frekuensi FM.94 MHz. Bahkan PENGOPERASIAN negeri also can didengarkan lewat kehidupan sungai. RRI also Sudah launching kehidupan radio streaming visual yang Sekitar Satu Jam yakni launcinganya jakarta DENGAN gorontalo. Jadi RRI TIDAK Hanya can didengar tetapi Sudah can Dilihat lewat youtube. Dan Sekarang SEMENTARA digodok di DPR undang-undang radio Penyiaran Menjadi Televisi Indonesia. Apakah akan digabung DENGAN Televisi ATAU TIDAK, apakah radio Televisi akan Berdiri Sendiri ATAU TIDAK.


Bagaimana Cara Iklan Disiarkan?


      Iklan SEMUA dikelola Oleh LPU (LAYANAN Pengembangan Usaha) ATAU pemasaran Dari RRI. SEBELUM dikelolah Oleh LPU diproduksi PT KARYA CIPTA PUTRA such as inviting participation, iklan Yang MASUK Masih Mentah ATAU Belum diproduksi. Penghasilan kena pajak diproduksi mereka meminta ijin Dari kepala seksi Siaran untuk review Tayang dijam berapa. LPU memasukkan PT iklan kepenyusun Acara ATAU Pembuat PT Acara Siaran. Dan Langsung dilaporkan banyaknya iklan Yang akan diberikan. Jadi, mereka BEKERJA sama DENGAN Pembuat PT Acara Siaran untuk review memasukkan iklan-iklan Yang akan disiarkan pagi, siang, Dan sakit ataupun Malam. Begitupun JIKA ADA permintaan Negara-permintaan Negara dialog untuk review Acara Siaran Langsung, LPU Yang akan melaporkan kepembuat PT Acara Siaran. Such as inviting participation PADA Pukul siang akan ADA Siaran Langsung ATAU Siaran dialog, baik dialog Didalam studio ataupun studio PENGOPERASIAN dialog. Jadi ditentukan hearts PT Acara Siaran, untuk review Acara Yang akan disiarkan atauupun iklan-iklan Yang akan disiarkan.


Program MEMBUAT Cara Bagaimana Acara Di RRI?


       Program Acara Siaran disusun hearts Setahun Sekali, Yang disebut DENGAN Pola Siaran. Pola Siaran ITU dirapatkan SETIAP AKHIR TAHUN. Namanya Rapat Pola Siaran ATAU Rapat Evaluasi Siaran. Jadi, Siaran Yang selama Satu Tahun Berjalan akan dievaluasi, mana Acara-Acara Yang jalan ataupun Yang TIDAK Berjalan. JIKA Program ADA ATAU Acara Yang TIDAK jalan ATAU pendengarnya Kurang, Maka akan digantin DENGAN Acara yang lain. Dan JIKA ADA masukan-masukan Dari pemerhati ATAU penggemar can mengirim surat, can DENGAN mengatakan Kami TIDAK Suka Lagi DENGAN Acara-Acara Tertentu Maka ITU kan dievaluasi Lagi. Dan terjadilah Pola Siaran untuk review Satu Tahun kedepan. JIKA such as inviting participation Acara Masih Terus Berjalan Maka itulah Yang differences akan diikuti.


Bagaimana Berita Sampai Disebarluaskan diradio?


       Reporter MEMBUAT agenda DENGAN berita Sesuai liputannya. Reporter di wajibkan MEMBUAT Maksimal Tiga berita Dan minimal doa hearts Sehari untuk review Satu orangutan. Tetapi, Penghasilan kena pajak ITU Bagian Penyiaran menyesuakian DENGAN agenda. Apakah hasil temuan liputan mereka Sesuai DENGAN agenda Yang Sudah mereka buat. SETIAP hari, SEBELUM Wartawan turun-ADA Yang Namanya Rapat agenda setting ATAU Rapat agenda liputan. Setela mereka Selesai MEMBUAT berita Yang Sesuai DENGAN agendanya, naskah mereka diperlihatkan di Editor Siaran. Editor Siaran Yang akan menganalisa berita meraka. Apakah ADA kalimat Yang shalat ataukah Format Yang mereka buat Sudah Benar ATAU TIDAK Serta kepala berita maupun isi berita akan di Analisa Oleh Editor Siaran. Penghasilan kena pajak ITU ADA Yang Namanya ges Editor. ges Editor Penyanyi Yang memeriksa Kembali Penghasilan kena pajak Dari Editor Siaran. Beritanya di periksa Lagi apakah Sudah Benar ATAU TIDAK. Penghasilan kena pajak ITU di periksa Oleh multimedia kemudian multimediamenyusun randown. Dan JIKA ADA Topik Yang menarik ITU Yang Menjadi headline. Dan berita Sudah diperhitungkan durasinya 25 Menit Baik sakit maupun pagi. Penghasilan kena pajak ITU On udara. Dan dibacaoleh presenter berita TAPI SEBELUM dibaca dipelajari PT KARYA CIPTA PUTRA.

BAB III
KESIMPULAN


3.1 KESIMPULAN


          Dari hasil temuan Observasi, RRI merupakan radio Yang independen, Dan TIDAK berpihak ditunjukan kepada siapapun. Dan Program-Program Yang ADA di radio Penyanyi Program Adalah Yang mendidik, Informatif, Dan merujuk PADA SEMUA Kalangan. Selain ITU, cara Penyiaran yang Baik Dan jangkauan Frekuensi Yang Sudah meluas, MEMBUAT RRI Semakin Banyak dikenal Oleh society. RRI also Mampu menampung Saran maupun Kritik Dari pendengar Terhadap kekurang maupun Kelebihan Dari Program-program yang di RRI Program sehingga isi tersebut can LEBIH diperbaiki Lagi maupun diganti DENGAN Program yang lain Seperti Yang disebut DENGAN Pola Siaran Yang has Diatas dijelaskan.

 

ETIKA DAN HUKUM MEDIA MASSA

26 March 2017 12:25:44 Dibaca : 72

Haria Wartabone, Ani Irmawati, Wira Darmawan Praska Tian, ​​Dan Arif Karim

  ETIKA DAN HUKUM MEDIA MASSA


HUKUM MEDIA MASSA


BERITA TIDAK Berimbang


     Kewajiban Media Bagi untuk review memproduksi Dan menyebarluaskan information Beroperasi Berimbang has diatur hearts beberapa KETENTUAN. Undang Undang Nomor 32 Tahun 2002 TENTANG Penyiaran Pasal 36 ayat 4 menjelaskan isi Siaran wajib dijaga netralitasnya Dan TIDAK boleh mengutamakan kepentingan golongan Tertentu. Dalam Pasal 48 Ayat 4 (h) Pedoman Perilaku Penyiaran Yang menentukan standar isi Siaran Yang sekurang-kurangnya berkaitan DENGAN ketepatan Dan Program kenetralan berita.

DISKRIMINASI


      Menurut Undang Undang No.39 Tahun 1999 Tentang HAM Pasal 1 Ayat 3, diskriminasi Adalah SETIAP pembatasan, pelecehan, ATAU Variabel argumen penanganan Yang Langsung ataupun TIDAK Langsung didasarkan PADA pembedaan Manusia differences dasar dasar agama, suku, ras, etnik, Kelompok, golongan, status sosial , status Ekonomi, Jenis Kelamin, bahasa, Keyakinan politik, Yang berakibat, Equity, penyimpangan ATAU penghapusan, Pengakuan, Pelaksanaan ATAU PENGGUNAAN hak asasi Manusia dan Kebebasan Dasar hearts Kehidupan Baik maupun individu kolektif hearts Bidang politik, Ekonomi, hukum, sosial, budaya, Dan ASPEK Kehidupan lainnya.
Dalam Undang Undang No.32 Tahun 2002 TENTANG Penyiaran Pasal 36 Ayat 6, dijelaskan bahwa Isi Siaran Dilarang memperolokkan, merendahkan, melecehkan Dan / ATAU mengabaikan agama Nilai-Nilai, martabat Manusia Indonesia, ATAU merusak Hubungan internasional.Mengganggu privasi.

 

PRADUGA TAK BERSALAH


Undang Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers Pasal 5, also menyatakan Kewajiban pers nasional untuk review memberitakan Peristiwa Dan Opini DENGAN menghormati norma-norma Agama dan rasa kesusilaan 'masyarakat Serta asas praduga tak bersalah.

BERITA JUNK FOOD


Adalah berita Yang TIDAK ADA relevansinya DENGAN kepentingan public. Dan Penyanyi Sering Kali Terjadi infotainmen hearts berita. Infotainmen merupaka fenomena global. Penyanyi merupakan konsekuensi Dan komersialisasi media yang Yang makin meluas Dan makin mengglobal.

ETIKA MEDIA MASSA


        Dalam Kajian Hukum dan Media massa, etika tersebut dikaitkan PADA Kewajiban para Jurnalistik Antara Lain Seperti; Pelaksanaan Kode etik Jurnalistik hearts SETIAP AKTIVITAS jurnalistiknya, tunduk PADA Institusi Dan Peraturan hukum untuk review melaksanakan DENGAN Etiket baiknya sebagaimana KETENTUAN-KETENTUAN di hearts hukum tersebut Yang merupakan Perangkat Prinsip-Prinsip Dan Aturan-Aturan Yang PADA umumnya Sudah diterima Dan Oleh disetujui society. Sehubungan DENGAN HAL ITU, Prinsip etika Bagi Profesi Jurnalistik memberikan dasar dasar hukum bagi Pengelolaan pemberitaan di media yang Beroperasi Tertib hearts Hubungan antar subyek hukum. Abdul Choliq Dahlan (2011: 396).


        Media Beroperasi etika TIDAK boleh (Pertama) mengabaikan ATAU TIDAK menghormati hak individu. Media terkadang mengganggu hak individu, walaupun ITU dilindungi Oleh hukum ATAU Pendapat Sales manager. Isu Yang Sering Terjadi Adalah pencmaran nama di Baik (fitnah) fitnah, Dan HAL berbaring Yang mencoreng Reputasi individu. Kedua, media TIDAK boleh 'masyarakat membahayakan (merugikan masyarakat). Rasa Takut acapkali ditimbulkan Oleh publikasi media yang massa Yang berlangsung hearts Jangka Waktu Yang Lama, walaupun Efek ini tidak disengaja. Ketiga, membahayakan individu (membahayakan individu). Banyak KASUS Dimana media yang memainkan Peran Yang mendorong berbuat Jahat, Bunuh Diri. Konten Berisi pornografi can be menimbulkan Perilaku imitasi. Termasuk also Perilaku Teroris.


          Etika berfungsi umumnya untuk review melindungi kepentingan Manusia, sehingga Pelaksanaan Jurnalistik Wartawan can be berlangsung Dan Dirasakan Oleh Manusia bahwa pemberitaan tersebut berfungsi Dan berkenan Bagi rasa tenteram Dan Damai. Dalam HAL Penyanyi, Maka Peranan Dari penegakan etika Profesi jurnalisme tersebut Sangat dominan.
Media Dalam KECEPATAN memperoleh berita Belum Cukup untuk review menjamin POSISI keberlangsungan Suatu media yang. Agar TIDAK ditinggal Oleh KONSUMEN, media Maka Harus Selalu Mampu mempertegas kekhasannya Dan Memberi Presentasi Yang menarik. Tuntutan Penyanyi menyeret MASUK ditunjukan kepada kecenderungan menampilkan Yang spektakuler yang Dan sensasional. Penampilan seperti Penyanyi biasanya cenderung superfisial, KARENA Ingin kartun kostum Mainan mewah Banyak orangutan. Namun, hearts Media Televisi, tingginya Peringkat Adalah ukuran keberhasilan. Sedangkan untuk review surat kabar Dan majalah, Kriteria Yang Berlaku Adalah Jangka Waktu pelanggan, Yang PADA gilirannya akan Sangat menentukan Daya tarik Bagi pemasang iklan. Kekhasan Yang Seharusnya membentuk citra Suatu Media (Media identitas) ironisnya justru menyeret MASUK Ke Suatu rontgent. Lebih, Tragisnya Adalah Yang Sering TIDAK disadari Adalah rontgent mimetisme. yakni keinginan Media untuk review memiliki tampilan Yang Khas Yang TIDAK Jarang justru menjerumuskan Ke hearts keseragaman. Mimetisme Media menunjukkan bagaimana Penting / tidaknya pemberitaan Sering ditentukan Oleh sejauh mana media media yang berbaring dipacu untuk review meliputnya. Penentuan Nilai pentingnya Suatu pemberitaan SeolAh terletak PADA sejauh mana dinginkan Media Oleh Yang lain.


         Lingkup manuver Yang Seharusnya Dibuka untuk review mengolah kekhasannya (jati Diri media), akhirnya jati Diri ITU TIDAK tercipta KARENA justru Harus menyesuaikan Diri (adaptasi) DENGAN gairah Media-media lain. Bila TIDAK memberitakan APA Yang diberitakan media yang Oleh berbaring, ADA semacam ketakutan ditinggalkan Oleh pemirsa ATAU Pembaca, Selanjutnya Yang dipertaruhkan Adalah keuntungan Ekonomi. Demikian dalamnya pengaruh determinisme Ekonomi Media hearts Dunia di Indonesia, sehngga hirarkisasi Nilai ditentukan Oleh konsumsi massa, sedangkan etika Dan profesionalisme Jurnalis seringkali dikalahkan.

 

Dahlan Choliq Abdul, 2011, Hukum Profesi Jurnalistik Dan Etika Media Massa, XXV (1): jurnal.unissula.ac.id/index.php/jurnalhukum/article/download/200/176, diakses 22 Maret 2017.

Azizan 2016, "etika Dan Media hukum massa", http://azizan22.blogspot.co.id/2016/12/etika-dan-hukum-media-massa.html,diakses 22 maret 2017

 

URGEN PERENCANAAN MEDIA

26 March 2017 12:18:18 Dibaca : 56

URGEN PERENCANAAN MEDIA

 Ani Irmawati, Haria Wartabone, Wira Darmawan Prasca Thian, dan Arif Karim


       Menurut Georgen dan Michael Belch (2001) dalam (Velda Ardia:2014), perencaan media (media planning) adalah the series of decision involved in delivering the promotional message to the prospective and or of the product or brand. (Serangkaian keputusan yang terlibat dalam menyampaikan pesan promosi kepada calon pembeli dan atau pengguna produk atau merek).dengan demikian,menurut definisi tersebut perencanaan media adalah suatu proses untuk mengambil sejumlah keputusan. Perencaan media menjadi panduan bagi seleksi media. Sebelum membuat perencanaan media maka diperlukan terlebih dahulu perencanaan tujuan (media objectives) yang spesifik dan strategi media (rencana tindakan) yang spesifik pula yang dirancang untuk mencapai tujuan.jika tujuan dan strategi media telah dirumuskan,maka informasi ini dapat digunakan dalam perencaan media.
Proses perencanaan media bukanlah suatu hal mudah. Dalam hal ini terdapat sejumlah pemilihan media,seperti televisi,surat kabar,radio,majalah termasuk media ruang seperti poster,spanduk,billboard dan sebagainnya. Berbagai macam bentuk media pendukung lainnya seperti pemasaran langsung,media interaktif,media peraga (display) juga harus dipertimbangkan dalam perencaan media.


     Jadi, ketika kita akan membuat sebuah iklan maka kita perlu menentukan media yang benar-benar cocok akan kita gunakan dalam sebuah iklan . Contohnya seperti iklan shampoo kita akan menampilkan bagaimana manfaat dari shampo yang diiklankan, manfaatnya itu misalnya seperti menghilangkan ketombe, rambut rontok, melembabkan, meluruskan, dan lain-lain. Untuk meyakinkan khalayak kita perlu menggunakan media elektronik televisi, karena dengan menggunakan media tersebut, kita dapat menampilkan dalam bentuk audio dan visual agar dapat menarik minat khalayak yang melihat iklan tersebut. Perencanaan media yang dipersiapkan dengan baik akan menghasilkan komunikasi yang efektif sehingga pesan yang disampaikan akan mendapat perhatian besar dari target audiens. Jenis produk (barang atau jasa) yang diiklankan juga mmepengaruhi pemilihan media. Produk tertentu lebih cocok diiklankan melalui televisi namun produk lainnya lebih sesuai jika menggunakan media cetak atau media jasa lainnya.


    Tujuan periklanan bagi seorang klien yang mengiklankan produknya harus mengacu pada tujuan akhir (end objective) yang ingin dicapai oleh pengiklan seperti apa, apakah ingin agar konsumen selaku target audience cukup aware dengan produknya, atau lebih dari itu pengiklan ingin agar target audience tertarik atau bahkan muncul minat untuk membeli produknya. Semua itu sebetulnya berkaitan dengan efek seperti apakah yang ingin dimunculkan dalam diri target audience. Dengan end objective yang ingin dicapai, hal ini akan menimbulkan efek komunikasi (Efek yang timbul dalam diri target audience akibat dari terpaan iklan), seperti :


Efek Kognitif


Efek kognitif adalah akibat yang timbul pada diri komunikan yang sifatnya informatif bagi dirinya. Dalam efek kognitif ini akan dibahas tentang bagaimana media massa dapat membantu khalayak dalam mempelajari informasi yang bermanfaat dan mengembangkan keterampilan kognitif. Melalui media massa, kita memperoleh informasi tentang benda, orang atau tempat yang belum pernah kita kunjungi secara langsung.
Seseorang mendapatkan informasi dari televisi, bahwa berita Basuki Tjahja Purnama atau yang kita kenal sebagai Ahok yang telah menghina Al-Qur’an atau penistaan agama yang membuat umat islam menuntut Ahok. Penonton televisi, yang asalnya tidak tahu menjadi tahu tentang peristiwa tersebut. Di sini pesan yang disampaikan oleh komunikator ditujukan kepada pikiran komunikan. Dengan kata lain, tujuan komunikator hanya berkisar pada upaya untuk memberitahu saja.


Efek Afektif


Efek Efektif ini kadarnya lebih tinggi daripada Efek Kognitif. Tujuan dari komunikasi massa bukan hanya sekedar memberitahu kepada khalayak agar menjadi tahu tentang sesuatu, tetapi lebih dari itu, setelah mengetahui informasi yang diterimanya, khalayak diharapkan dapat merasakannya. Sebagai contoh, setelah kita mendengar atau membaca informasi artis kawakan Roy Marten dipenjara karena kasus penyalah-gunaan narkoba, maka dalam diri kita akan muncul perasaan jengkel, iba, kasihan, atau bisa jadi, senang. Perasaan sebel, jengkel atau marah dapat diartikan sebagai perasaan kesal terhadap perbuatan Roy Marten. Sedangkan perasaan senang adalah perasaan lega dari para pembenci artis dan kehidupan hura-hura yang senang atas tertangkapnya para public figure yang cenderung hidup hura-hura. Adapun rasa iba atau kasihan dapat juga diartikan sebagai keheranan khalayak mengapa dia melakukan perbuatan tersebut.


Efek Konatif


Efek konatif atau yang biasa dikenal dengan efek behavioral merupakan efek yang berhubungan dengan niat, tekad, upaya, dan usaha yang cenderung menjadi suatu tindakan atau kegiatan. Efek konatif tidak langsung timbul sebagai akibat terpaan media massa, melainkan didahului oleh efek kognitif dan efek afektif. Dengan kata lain, timbulnya efek konatif setelah muncul efek kognitif dan efek afektif.


Efek dalam tujuan periklanan sangat penting dalam upaya mewujudkan tujuan komunikasi, karena untuk mengetahui berhasil atau tidaknya pesan yang sampai kepada khalayak tepat sasaran yang dituju. Terdapat beberapa cara atau tujuan perusahaan mengiklankan produknya, diantaranya sebagai berikut:
Menciptakan kesadaran pada suatu merek di benak konsumen.
Mengkomunikasikan informasi kepada konsumen mengenai atribut dan manfaat suatu merek.
Mengembangkan atau mengubah citra atau personalitas sebuah merek.
Mengasosiasikan suatu merek dengan perasaan serta emosi.
Menciptakan norma-norma kelompok
Mengarahkan konsumen untuk membeli produknya dan pertahankan market power perusahaan.
Menarik calon konsumen menjadi konsumen yang loyal dalam jangka waktu tertentu.

LANGKAH PERENCANAAN MEDIA


Tujuan Media


Sebagai langkah pertama adalah menentukan tujuan media. Tujuan media adalah suatu keadaan yang kita inginkan sehubungan dengan program media yang kita jalankan. Contoh: untuk memperkenalkan sebuah produk baru, meningkatkan kesadaran masyarakat tentang sebuah merk, melampaui gerakan pesaing, reminding dan sebagainya.

Strategi Media


Selanjutnya kita tentukan siapa sasaran dari perencanaan media kita. Dalam memilih media, kita harus memperhatikan sasaran kampanye periklanan yang bisa kita bagi menjadi Segmentasi Demografi, Segmentasi Geografi, Segmentasi Psikografi:
Segmentasi Demografi
Segmentasi Demografi Adalah segmentasi berdasarkan peta kependudukan: usia, jenis kelamin atau gender, ukuran keluarga, family life cycle, tingkat pendidikan, jenis pekerjaan, tingkat penghasilan, agama, suku dan sebagainya. Tentukan sasaran berdasarkan unsur-unsur demografis seperti di atas. Misalnya: usia 16 – 35 tahun, pria/wanita, lajang/keluarga muda dan sebagainya.


Segmentasi Geografi


Adalah segmentasi berdasarkan tempat tinggal sasaran: kota (Kota metropolitan, ibu kota propinsi, kota besar, kota kabupaten, kota kecamatan), desa, wilayah pesisir, pegunungan dan sebagainya. Tentukan lokasi geografis dari sasaran jika memiliki sasaran geografis yang spesifik.
Segmentasi Psikografi
Adalah segmentasi berdasarkan gaya hidup (life style). Sedangkan gaya hidup sendiri pada prinsipnya adalah bagaimana seseorang menghabiskan waktu dan uangnya. Tentukan secara spesifik segmentasi psikografis sasaran. Bagaimana sifat-sifat mereka secara khusus.

Program Media


Media Mix
Media mix merupakan gabungan dari beberapa media dalam sebuah kampanye periklanan. Pemilihan media-media tersebut berdasarkan kepentingan dari tujuan media. Seperti membuat daftar dari gabungan media-media periklanan yang akan kita pakai dalam kampanye periklanan. Tentukan apa media utamanya dan apa media pendukungnya.
Jadwal Media
Jadwal media adalah penyusunan kemunculan media-media berdasarkan tujuan media. Selanjutnya menyusum jadwal kemunculan dari media-media tersebut. Buatlah tabel bulanan yang bisa dilihat secara keseluruhan dalam bentuk kolom-kolom mingguan.


Biaya Media
Biaya media adalah biaya yang dikeluarkan untuk keperluan produksi dan placement media-media yang terhimpun dalam media mix dalam kampanye periklanan. Contoh: untuk brosur maka kita menghitung biaya cetak (jenis kertas, jumlah eksemplar, teknik cetak, teknik finishing, dan sebagainya), untuk surat kabar kita hitung biaya placement (permilimeter kolom x Rp x jumlah tayang).

 

 Velda Ardia , 2014,” Perencanaan Media” https://veldaardia.wordpress.com/2014/09/23/media-planner/, diakses 28 Februari 2017.

Gogor, 2010, “Perencanaan Media”, https://gogorbangsa.wordpress.com/2010/10/11/perencanaan-media/, Diakses 28 Februari 20

 

JENIS-JENIS BAHASA GAUL DI INDONESIA YANG TELAH MENYEBAR DIKALANGAN REMAJA

        Bahasa gaul bisa dibilang bahasa percakapan tidak resmi yang digunakan oleh anak-anak muda. Dimanapun tempat atau daerah selalu mengikuti perkembangan zaman terutama perkembangan bahasa gaul yang ada diindonesia. Dan mereka yang kurang mengikuti perekembangan zaman akan sulit memahami bahasa yang digunakan oleh orang yang selalu mengikuti perkembangan zaman tersebut. Kita biasanya menemukan bahasa gaul tersebut mulai dari media social maupun dilingkungan dimana kita berada yang bisa kita dengar secara langsung saat mereka berbicara menggunakan bahasa gaul. Adapun beberapa jenis-jenis bahasa gaul yang cukup popular diindonesai adalah sebagai berikut yakni yang saya kutip dari situs (Kompasiana.Com) mengenai bahasa gaul:


1. Bahasa Prokem

       Beberapa kata yang berasal dari Bahasa Prokem adalah Lo (Anda / Kamu), Gue (Saya). Bokap (Ayah), Nyokap (Ibu), Emang Beneran (Benarkah?), Nggak (Tidak), Bodo (Tidak Perduli), Gebleg lo (Bodoh), dan lain sebagainya. Bisa dilihat dari penjelasan diatas bahwa kalimat tersebut biasa kita dengar pada orang-orang yang bekomunikasi dengan orang lain. Misalnya ketika seseorang mengatakan sebutan ibu sebagai (nyokap). Nyokap disini adalah bahasa gaul yang dimaksud,  kemudian sebutan ayah dibahasakan menjadi (Bokap), Untuk mengatakan diri kita sendiri dan orang lain yakni sebagai (Gue dan Lo) sedangkan sebutan tidak dibahasakan sebagai (Nggak). Salah satu contoh dari beberapa bahasa gaul diatas misalnya: "Nyokap Lo nyuruh Gue bantuin Lo masak".


2. Bahasa Alay

        Beberapa contoh kata-kata dari Bahasa Alay adalah :
4lay = Alay, 5i4p4 = Siapa, Homz = Rumah, Iank = Sayang , Krenz = keren , Taw = Tahu, Krank = Kurang, Lebay = Berlebihan, Putu = foto, Akko / Saia = Aku, Ciyus = Serius, Miapah = Demi Apa, Onlendh = On Line, Cumendh = Comment.
Seperti yang dijelaskan diatas, biasanya kalimat-kalimat tersebut sering digunakan dalam mengirim pesan kepada seseorang. Teman-teman pasti sering menemukan gaya penulisan pesan seperti diatas pada teman-teman disekitar kalian. Jika cara penulisan pesannya yang seperti ini berarti seseorang itu telah menggunakan bahasa gaul namun pada jenis bahasa alay. contoh: "Ciyus kamu suka sama dia?" atau "Miapah kamu suka sama dia?" atau saia krank taw homz Nadia".


3. Bahasa Vikinisasi

       Sebenarnya ungkapan Vikinisasi merupakan cibiran bagi orang-orang yang sok intelek dan menggunakan bahasa tinggi namun tidak bermakna. Namun, walaupun semula bahasa yang Vicky gunakan ini hanya sebagai bahan olo-olok akhirnya dipakai dalam bahasa sehari-hari walaupun hanya sebagai bahan bercanda.. Beberapa contoh kata Bahasa Vikinisasi yang cukup populer adalah : Konspirasi Kemakmuran, Statusisasi, Labil Ekonomi, Kontroversi Hati, Kudeta Cinta, Harmonisasi.  Berdasarkan bahasa-bahasa gaul yang telah digunakan kaum remaja diatas, bahwa semua hanya dijadikan sebagai kesenangan bersama teman-teman semata. Karena seiring berkembangnya zaman maka pengetahuan remajapun semakin luas. Sehingga tidak heran lagi jika banyak kalimat-kalimat yang mereka dapat dari berbagai sumber informasi dan informasi yang didapat mereka gunakan dalam kehidupan sehari-hari termasuk bahasa gaul sebagai topik dalam pembahasan ini.

SUMBER
http://www.kompasiana.com/mulyady1688/6-bahasa-gaul-paling-populer-di-indonesia_54f933e4a333112c048b49e4