Tak Ada yang Salah dalam Perasaan, Namun Harus Divalidasi

25 February 2025 00:30:33 Dibaca : 18

Mencintai adalah perasaan alami yang hadir tanpa bisa dikendalikan. Tidak ada yang salah dalam perasaan, karena cinta adalah bagian dari keberadaan manusia. Namun, penting untuk memvalidasi perasaan tersebut bukan untuk meragukan apa yang kita rasakan, tetapi untuk memastikan apakah orang yang kita cintai benar-benar tepat untuk kita.

Dalam proses bimbingan dan konseling, sering kali seseorang datang dengan kebimbangan terkait perasaan yang mereka miliki. Ada kalanya seseorang merasa terjebak dalam cinta yang membuatnya resah. Ia mencintai seseorang, tetapi orang tersebut sering kali membuatnya merasa tidak dihargai dan dipenuhi ketidakpastian. Dalam kebingungannya, ia mencari bimbingan untuk memahami perasaannya.

Seorang konselor memberikan penguatan bahwa perasaan bukanlah sesuatu yang salah. Namun, ia juga mengingatkan bahwa cinta yang sehat adalah cinta yang memberikan ketenangan, bukan yang membuat seseorang terus diliputi kecemasan. Validasi perasaan menjadi langkah penting untuk menilai apakah seseorang pantas dicintai atau justru hanya membuat luka.

Bimbingan konseling berperan dalam membantu individu memahami bahwa cinta bukan hanya tentang perasaan, tetapi juga tentang bagaimana perasaan itu berdampak pada diri sendiri. Jika cinta lebih banyak membawa kegelisahan daripada kebahagiaan, maka seseorang perlu mempertimbangkan ulang apakah ia berada dalam hubungan yang sehat atau tidak.

Pada akhirnya, belajar mencintai dengan bijaksana berarti berani mengevaluasi apakah cinta yang kita berikan berada di tempat yang tepat. Jika tidak, melepaskan bukan berarti berhenti mencintai, tetapi merupakan bentuk penghormatan terhadap diri sendiri agar tidak terus bertahan dalam perasaan yang hanya membawa luka.