ARSIP BULANAN : April 2021

Rangkuman sosialisasi anak didik

21 April 2021 15:20:52 Dibaca : 3

Nama: Nurhayati Eka Saputri

Nim: 151420168

Kelas: 2F PGSD

SOSIALISASI ANAK DIDIKSosialisasi adalah proses membimbing individu kedalam dunia sosial yang berlangsung dalam interaksi individu dengan lingkungannya.1. Aspek perkembangan sosialAspek perkembangan sosial manusia mempengaruhi sosiasilasi anak didik. Adapun perkembangan manusia tampak dalam dua aspek, yaitu :a) Aspek biologik :perlindungan telah mengubah bayi menjadi manusia yang dewasa jasmaninya.b) Aspek personal-sosial :pengalaman dan pengaruh manusia lain mengubah anak menjadi pribadi sosial, warga masyarakat bertanggung jawab.

2. Factor-faktor sosialisasia) Sifat dasar : Merupakan keseluruhan potensi-potensi yang diwarisi dari orang tua.b) Lingkungan prenatal : Kondisi di dalam kandungan, dalam periode ini individu mendapatkan pengaruh tidak langsung dari ibu. c) Perbedaan individu : Perbedaan individu, fisiologis berhubungan dengan mental dan emosional, ciri personal, dan sosiald) Lingkungan

Kebudayaan, teknologi, aspek nilai-nilai, pandangan hidup, adat istiadat, dan sebagainya

a) Motivasi : Motivasi adalah dorongan / kekuatan-kekuatan untuk menggerakkan individu berbuat, baik motivasi dari individu atau orang lain.

3. Metode-metode sosialisasia.  Metode ganjaran dan hukuman : tingkah laku yang salah, tidak baik, tercela, kurang pantas, tidak diterima oleh masyarakat mendapatkan hukuman, baik berupa pukulan, hukuman sosial (diasingkan, dikucilkan, dan sebagainya). Sedangkan ganjaran bisa berupa non-material (uang, dan sebagainya), material (pujian, ciuman, hak-hak khusus, dan sebagainya).b. Metode didactic teaching : anak diajarkan berbagai macam pengetahuan dan keterampilan melalui pemberian informasi, cerama, penjelasan (metode ini digunakan dalam pendidikan sekolah, agama, kepramukaan, dan lain sebagainya).c. Metode pemberian contoh : Dengan adanya contoh, akan timbul imitasi (peniruan) tingkah laku dan sifat-sifat (dapat terjadi secara sajar atau tidak disadari).

4. Sosialisasi Anak Didik Dalam Trinitas Pendidikanpendidikan pada hakekatnya adalah ikhtisar manusia untuk membantu dan mengarahkan fitrah manusia supaya berkembang sampai pada titik maksimal yang dapat dicapai.Dalam interaksinya, sosialisasi anak didik berkaitan dengan pendidikan keluarga (informal), Sekolah (formal), dan masyarakat (non-formal).1) Sosialisasi Orang Tua kepada Anak didikSosialisasi pertama yang dilakukan anak didik adalah dengan orang tuanya, dimana sosialisasi ini akan menimbulkan efek akan pertumbuhan dan perkembangan anak didik, baik menyangkut pendidikan awal yang disengaja, atau tidak disengaja seperti dengan melihat, mendengar, perabaan, pembauan, dan lain sebagainya.2) Sosialisasi di SekolahDalam jenjang kedua, sekolah pun memegang peranan penting dalam proses sosialisasi anak. Anak akan mengalami perubahan dalam kelakuan sosial setelah ia masuk ke dalam sekolaha) Sosialisai Guru dengan Anak Didik3) Dalam hal ini Guru bersosialisasi dengan anak didik berkaitan dengan Pengajaran. Pengajaran adalah suatu aktivitas (proses) belajar-mengajar. Di dalamnya ada dua subjek yaitu guru dan peserta didik . Tugas dan tanggung jawab utama seorang guru/ pengajar adalah mengelolah pengajaran dengan lebih efektif, dinamis, efesien, dan positif yang diandai dengan adanya kesadaran dan keterlibatan aktif di antara dua subjek pengajaran.4) Sosialisasi Anak didik dengan Anak didik LainnyaDi sekolah, dalam banyak hal murid harus bersaing dengan murid lainnya, baik di kelas atau diluar kelas. Dikelas

Nama : Nurhayati Eka SaputriNim : 151420168Kelas : 2F PGSD

 

ANAK DIDIK DAN KONTAK SOSIAL

A. Interaksi sosialInteraksi sosial adalah hubungan sosial yang dinamis antara individu dengan individu lain atau dengan kelompok atau hubungan antarkelompok. Hubungan ini tercipta karena pada dasarnya manusia tidak bisa hidup tanpa orang lain.Menurut Kimball Young dan Raymond W. Mack, interaksi sosial adalah hubungan sosial yang dinamis dan menyangkut hubungan antar individu, antara individu dengan kelompok maupun antara kelompok dengan kelompok lainnya.interaksi sosial dibedakan menjadi dua jenis, yakni interaksi sosial asosiatif dan disosiatif.Interaksi sosial asosiatif adalah bentuk interaksi sosial positif, yang mengarah pada kesatuan dan kerja sama. Interaksi sosial disosiatif adalah bentuk interaksi sosial yang lebih mengarah kepada konflik dan perpecahan, baik individu maupun kelompok.B. Jenis-jenis kontak sosialKata “kontak” berasal dari bahasa Latin con atau cum yang artinya bersama-sama dan tangere yang artinya menyentuh. Jadi, kontak berarti bersama-sama menyentuh. Dalam pengertian sosiologi, kontak sosial tidak selalu terjadi melalui interaksi atau hubungan fisik, sebab orang bisa melakukan kontak sosial dengan pihak lain tanpa menyentuhnya, misalnya bicara melalui telepon, radio, atau surat elektronik. Oleh karena itu, hubungan fisik tidak menjadi syarat utama terjadinya kontak.Kontak sosial adalah hubungan yang terjadi antara individu dengan individu lain yang merupakan syarat dari sebuah interaksi. Kontak sosial yang terjadi dapat berupa sebuah percakapan, tatap muka, berjabat tangan, dan lain sebagainya. Dengan kata lain, kontak sosial adalah awal dari adanya sebuah interaksi. Tanpa adanya kontak sosial atau hubungan antara individu maka interaksi tidak akan pernah terjadi. Kontak sosial hanya akan dapat terjadi jika terdapat kesadaran untuk saling berhubungan di antara individu dengan individu yang lain. Kesadaran adalah faktor pendukung utama terjadinya sebuah kontak sosial. Oleh karena itu, diperlukan adanya sebuah kesadaran untuk bekerja sama antara kedua belah pihak dalam hubungan tersebut.a. Jenis kontak sosialJenis dari kontak sosial terdiri atas tiga macam yaitu :1. KeluargaYang didalamnya terdapat ayah, ibu, dan anak yang masing-masing saling mempengaruhi, saling membutuhkan, dan di dalamnya terjadinya suatu interaksi satu sama lain. Keluarga adalah wadah yang sangat penting di antara individu dan group, dan merupakan kelompok sosial yang pertama dimana anak-anak menjadi anggotanya, dan keluargalah sudah barang tentu yang pertama-tama pula menjadi tempat untuk mengadakan sosialisasi kehidupan anak-anak, mengadakan kontak dengan saudara-saudaranya. Sampai anak memasuki sekolah. Menurut Oqbum, keluarga memiliki beberapa fungsi antara lain :a. Fungsi kasih sayangb. Fungsi ekonomic. Fungsi pendidikand. Fungsi perlindungan / penjagaane. Fungsi rekreasif. Fungsi status keluargag. Fungsi agama

2. SekolahYang merupakan lembaga pendidikan formal, terdiri dari guru(pendidik) dan murid-murid(anak didik), yang didalamnya terdapat interaksi antara pendidik dengan anak didik, begitu juga sebaliknya. Namun sebagai tenaga pendidik haruslah memiliki kewibawaan untuk mengarahkan anak didik menuju kedewasaan. Pada umumnya fungsi daripada sistem pendidikan ada 2 yaitu :a. Bersifat stabilisasi/stabilitas, yaitu suatu hal yang sifatnya stabil, tidak memungkinkan adanya perubahan. Misalnya: dengan majunya ekselarasi pembangunan dan modernisasi di butuhkan stabilisasi yaitu ekonomi dan politik harus stabil.b. Bersifat fluidity/fluiditas, bahwa pendidikan itu dimungkinkan adanya perubahan, baik mengenai stabilitas atau riilnya, maupun fluiditas atau idealnya. Keadaan apa saja yang kurang baik harus kita rubah. Jadi fungsi pendidikan adalah mengeseimbangkan antara stabilitas dan fluiditas.Menurut M.J. Langeveld mengatakan pendidikan adalah usaha dari pihak orang dewasa untuk membantu mendewasakan anak-anak yang belum dewasa.Menurut Ngalim Purwanto, pendidikan adalah segala usaha orang dewasa dalam pergaulannya dengan anak-anak untuk memimpin perkembangan jasmaninya ke arah kedewasaan.

3. MasyarakatMasyarakat merupakan tempat pergaulan sesama manusia dan merupakan lapangan pendidikan yang luasdan meluas, yaitu ada hubungan antara dua orang atau lebih atau tak terbatas. Tonnis membedakan pergaulan dalam :a. Gemeinschaft(persekutuan), yaitu hubungan yang dibentuk oleh kodrat seperti hubungan antara seeorang dengan orang tua, dengan tokoh masyarakat, dengan pejabat, dengan tokoh agama, dan sebagainya.b. Gesselschaft(perbuatan), yaitu hubungan yang dibentuk oleh ikatan organisasi seperti hubungan seorang dengan pimpinan organisasi massa, organisasi kelembagaan, organisasi politik, organisasi koperasi, dan sebagainya.

Resume hakikat sekolah dalam sosiologi pendidikan

07 April 2021 12:48:40 Dibaca : 11

Nama : Nurhayati eka saputriNim : 151420168Kelas :2F PGSD HAKIKAT SEKOLAH DALAM SOSIOLOGI PENDIDIKAN Hakikat sekolah terdiri dari guru dan siswa. Sekolah adalah lembaga sosial karena didalamnya terjadi interaksi antar satu kelompok denga kelompok yang lainnya. Teori struktural fungsional adalah sebuah teori yang berisi sudut pandang yang menafsirkan masyarakat sebagai sebuah struktur dengan bagian-bagian yang saling berkaitan. Teori struktural fungsional juga mengutamakan pandangan harmonisasi dan regulasi yang dapat dikembangkan lebih jauh sebagai berikut:1. Masyarakat harus dilihat sebagai suatu sistem yang kompleks2. Setiap bagian dari masyarakat memiliki fungsi penting dalam eksistensinya dan stabilitas masyakat secara keseluruhan3. Semua masyarakat mempunyai mekanisme untuk mengintegrasikan diri.Dikutip dari buku Georg Simmel (2002) karya David Frisby, Georg Simmel menyatakan tugas sosiologi adalah penyelidikan bentuk-bentuk menjadi bagian dari masyarakat, yaitu bentuk sosiasi. Sosiasi berasal dari bahasa Jerman Vergesellschaftung. Secara harafiah berarti proses di mana masyarakat itu terjadi. Menurut Simmel, masyarakat dapat terbentuk karena adanya interaksi, bukan adanya kelompok orang yang hanya diam.Melalui interaksi timbal balik, individu saling berhubungan dan saling memengaruhi dan masyarakat muncul. Jika individu-individu saling berhubungan dan saling memengaruhi, maka terbentuklah suatu masyarakat.A. Interaksi sosialInteraksi sosial adalah hubungan timbal balik antara individu dengan individu ataupun kelompok dengan kelompok lain.B. Syarat terjadinya interaksi sosialMenurut Soerjono Soekanto, syarat terjadinya interaksi sosial adalah kontak sosial dan komunikasi. Berikut ini penjelasannya:1. Kontak sosial berarti hubungan masing-masing pihak tidak hanya secara langsung (bersentuhan fisik) tetapi juga tanpa hubungan fisik. Misal, surat menyurat, telepon, sms, dan lainnya. Jadi, hubungan fisik bukan syarat utama terjadinya interaksi sosial.2. Komunikasi adalah proses penyampaian pesan dari seseorang kepada orang lain yang dilakukan secara langsung maupun melalui alat bantu agar orang lain memberi tanggapan atau memberi respons.C. Ciri-ciri interaksi sosial adalah:1. Melibatkan lebih dari satu orang.2. Adanya komunikasi antara pelaku dengan cara kontak sosial.3. Maksud dan tujuan yang ditentukan jelas.4. Terdapat dimensi waktu (masa lalu, masa kini dan masa akan datang).5. Interaksi antara individu dengan individu. Interaksi ini terjadi saat dua individu bertemu, baik ada tindakan maupun tidak. Individu sadar ada pihak lain yang menimbulkan perubahan pada diri individu tersebut akibat faktor-faktor tertentu.D. Faktor-faktor interaksi sosialInteraksi sosial tidak terjadi secara spontan, namun didasari oleh faktor-faktor tertentu. Menurut ahli Sosiologi Soerjono Soekanto, terdapat beberapa faktor yang mendasari interaksi sosial, yaitu:1. ImitasiImitasi adalah tindakan meniru orang lain, baik sikap, tingkah laku, maupun penampilan fisiknya. Imitasi ini bisa menjadi hal yang positif kalau hal yang ditiru tersebut merupakan hal yang baik di mata masyarakat. Sebaliknya, apabila hal yang ditiru tersebut merupakan hal negatif, tentunya akan dinilai buruk di mata masyarakat. Misalnya, meniru penampilan penyanyi yang memakai dandanan dan perhiasan yang berlebihan akan menimbulkan reaksi yang negatif di lingkungan sosial.2. SugestiSugesti adalah pengaruh atau pandangan yang diberikan satu pihak kepada pihak lain, sehingga ada proses saling mempengaruhi dan menerima pandangan tersebut secara ataupun tidak, tanpa berpikir panjang. Misalnya, calon presiden yang melakukan kampanye untuk menyakinkan masyarakat untuk memilihnya pada saat pemilu.3. IdentifikasiIdentifikasi yaitu kecenderungan dalam diri seseorang untuk menjadi sama dengan orang lain, umumnya orang yang diidolakan. Identifikasi adalah bentuk lanjutan dari proses imitasi dan sugesti yang memiliki pengaruh yang sangat kuat. Contohnya, seorang penggemar K-pop yang sangat mengidolakan Irene Red Velvet, kemudian mulai mengubah penampilannya agar mirip dengan idolanya tersebut, mulai dari cara berpakaian, model rambut, dan make up.4. SimpatiSimpati adalah suatu proses dimana seseorang merasa tertarik dengan orang lain sehingga ingin mengerti pihak lain untuk semakin memahaminya. Misalnya, ketika mendapatkan broadcast mengenai berita tentang anak hilang melalui aplikasi Whatsapp, sikap simpati yang muncul adalah meneruskan pesan tersebut ke orang lain agar anak tersebut segera ditemukan.5. EmpatiMirip dengan simpati. Namun, pada empati kita benar-benar merasakan hal yang sama dengan apa yang dirasakan orang lain. Misalnya, seorang ibu yang kehilangannya karena penyakit kanker akan mengikuti komunitas dengan latar belakang anggota yang sama sebagai sarana berbagi informasi dan penggalangan dana sebagai bentuk dukungan materil dan moril untuk orang-orang yang memiliki nasib yang sama.6. MotivasiMirip dengan sugesti namun lebih rasional. Motivasi memberikan pengaruh kepada orang lain namun tetap dapat diterima secara lebih kritis, rasional dan bertanggung jawab. Misalnya, ketika dipuji oleh guru karena mendapatkan nilai yang bagus, kita akan lebih termotivasi untuk giat belajar agar nilai kita tetap bagus.

Nama : nurhayati eka saputriNim : 151420168Kelas : 2F PGSD

Rangkuman pendidikan sebagai aspirasi dan budaya.menurut carter V. Good pendidikan sebagai suatu proses perkembangan kecakapan seseorang dalam bentuk sikap dan perilaku yang berlaku dalam masyarakat. Sedangkan menurut John Dewey pendidikan merupakan suatu proses pengalaman. Karena kehidupan merupakan pertumbuhan, maka pendidikan berarti membantu pertumbuhan batin manusia tanpa dibatasi oleh usia. Secara umum pendidikan adalah sebagai usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran untuk peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat.Pendidikan dapat diperoleh baik secara formal dan nin formal. Pendidikan secara formal diperoleh dengan mengikuti program-program yang telah direncanakan, tertrukstur oleh suatu institusi, departemen atau kementrian suatu negara seperti sekolah. Sedangkan pendidikannon formal dapat diperoleh dari kehidupan sehari-hari dari berbagai pengalaman baik yang dialami atau dipelajari dari orang alain. aspirasi merupakan suatu topik pembahasan yang tidak dapat terlepas dari kehidupan masyarakat, sebab aspirasi berkaitan dengan pandangan, minat dan harapan/cita-cita masyarakat didalam kehidupannya. Masyarakat sebagai suatu kesatuan yang mampu mengorganisasikan dirinya dan berfikir tentang dirinya, tidak terlepas dari proses pendidikan didalam kehidupannya. Berbagai harapan dan cita-cita mengenai pendidikan menjadi suatu aspirasi tersendiri bagi masyarakat.Fungsi aspirasi Untuk meraih pendidikan agar kita mendapatkan masa depan yang cemerlang dan dapat membantu masyarakat yang tidak bisa bersekolah lebih lanjut, Untuk mengasah kemampuan dalam bermasyarakat, Untuk membuka pemikiran anak-anak yang pengangguran, dan Untuk mempelajari rintangan-rintangan apapun yang berhubungan dengan masyarakat. Dalam memberi solusi melalui aspirasi, kita memerlukan upaya meningkatkan dalam Kebijakan Pendidikan. Pembuatan dan pelaksanaan kebijakasanaan haruslah senantiasa berusaha agar kebijaksanaan yang digulirkan melibatkan sebagai mungkin partisipasi masyarakat, terutama dalam hal pelaksanaanya.

Ada tujuh unsur budaya yaitu:1. Sistem bahasa.2. Sistem pengetahuan.3. Sistem organisasi kemasyarakatan.4. Sistem teknologi.5. Sistem ekonomi.6. Sistem religi.7. Sistem kesenian.Unsur budaya yang pertama adalah sistem bahasa. Bahasa merupakan sebuah lambang atau ciri-ciri dari suatu suku atau adat tertentu. Tradisi atau warisan yang diberikan secara turun temurun adalah bahasa. Sehingga bahasa dijadikan suatu unsur di dalam kebudayaan, untuk menentukan asal budaya dan adat seseorang universal berkaitan dengan sistem peralatan hidup dan teknologi karena sistem pengetahuan bersifat abstrak dan berwujud di dalam ide manusia. Sistem pengetahuan sangat luas batasannya karena mencakup pengetahuan manusia tentang berbagai unsur yang digunakan dalam kehidupannya. Sistem religi atau kepercayaan adalah sistem yang berkaitan dengan kekuatan di luar diri manusia. Dalam unsur kebudayaan ini, terdapat tiga hal yang harus dipahami, yaitu sistem keyakinan, sistem upacara keagamaan, dan umat yang menganut religi. Kesenian dalam sebuah kebudayaan merupakan suatu keahlian mengekspresikan ide-ide dan estetika termasuk mewujudkan kemampuan serta imajinasi pandangan akan benda, suasana, atau karya yang mampu menimbulkan rasa keindahan sehingga menciptakan peradaban yang lebih maju. aistem ekonomi disebut juga dengan sistem mata pencaharian. Dalam unsur kebudayaan ini, manusia berusaha melakukan pekerjaan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Beberapa contoh mata pencaharian adalah beternak, meramu, bercocok tanam, dan menangkap ikan. Teknologi merupakan salah satu komponen kebudayaan. Teknologi menyangkut cara-cara atau teknik memproduksi, memakai, serta memelihara segala peralatan dan perlengkapan. Teknologi muncul dalam cara-cara manusia mengorganisasikan masyarakat, dalam cara-cara mengekspresikan rasa keindahan, atau dalam memproduksi hasil-hasil kesenian.Sistem pengetahuan sangat luas batasannya karena mencakup pengetahuan manusia tentang berbagai unsur yang digunakan dalam kehidupannya. Namun, yang menjadi kajian dalam antropologi adalah bagaimana pengetahuan manusia digunakan untuk mempertahankan hidupnya. Misalnya, masyarakat biasanya memiliki pengetahuan akan astronomi tradisional, yakni perhitungan hari berdasarkan atas bulan atau benda-benda langit yang dianggap memberikan tandatanda bagi kehidupan manusia.

Kategori

  • Masih Kosong

Blogroll

  • Masih Kosong