LABEL : puisi

Pojok Senja

25 November 2024 23:15:46 Dibaca : 29

Dok. Gorontalo, 25 November 2024 Pemandangan Senja Pasca Hujan Di Kelurahan Dulomo Selatan, Kecamatan Kota Utara, Kota Gorontalo.

Dikala Senja menyinari setelah hujan, disitulah ada kehangatan yang diciptakan setelah hujan turun yang membuat kedinginan. 

 

Cahayanya terpancar begitu indah. 

Dipinggir jalan ini aku berdiri hanya diam mematung dan menunggu senja selesai dengan warna keemasannya. 

 

Hingga akhirnya, Selesailah senja dan berganti malam. 

Menantikan taburan bintang-bintang yang indah sebagai perhiasan malam yang diberikan oleh Allah SWT. 

 

Akhirnya, Aku menantikan dirimu. 

Akankah Kau akan kembali? Seperti senja yang berganti malam dan malam berganti menjadi mentari di pagi hari setelah itu berganti lagi menjadi senja dan begitu seterusnya.

Samarkan Tangisan Ini

25 November 2024 23:07:18 Dibaca : 23

Menangis di tengah hujan,

Menetaskan air mata tiada henti,

Mengingat kembali yang membuat terluka,

Berhenti menangis, dan menangis lagi. 

Hujan yang turun di kota ini sesungguhnya menemanimu dalam kesedihan. 

Hujan sementara memberikan pelukan untuk membuatmu kedinginan. 

Hujan sementara menyamarkan suara tangisanmu agar tidak di dengar oleh orang lain. 

Hingga orang lain mengira kau baik baik saja.

Berpetualang dengan Angin

20 November 2024 00:38:53 Dibaca : 22

Seperti daun yang berguguran di musim semi

Kering dan jatuh dari tangkainya,

Terbawa oleh angin yang berhembus,

Seolah olah anginlah yang menentukan arah tujuannya

Kemana arah mata angin membawanya?

Terbang bebas tak tertentu arah,

Akhirnya daun itu jatuh ke tanah

Menjadi tumpukan dedaunan

Dan tak berarti akhirnya

Menjadi tumpukan dedaunan yang menjadi sampah

 

 

Berbicara dengan Bintang yang membisu di Malam Hari

28 October 2024 16:27:54 Dibaca : 33

memandang bintang sangatlah enak di malam hari, 

dibawah langit yang sejuk dengan gradasi biru tua gelap. 

ditambah hamparan butiran bintang kecil di langit,

menambah lengkapnya malam ini, dengan nyanyian jangkrik seakan menemaniku dari kesunyian 

yang memekakan telinga. 

 

Sembari memandang bintang yang bertaburan di langit malam ini, 

aku memngilustrasikan Kau seperti bintang yang Ku tatap malam ini, 

Kamu terlihat indah dari kejauhan dengan pesona terangmu, 

akan tetapi banyak sekali yang mengagumimu dan mendambakanmu

sama halnya malam ini, pasti banyak yang menunggu kehadiran bintang di malam ini seperti aku.

aku tak tau siapakah itu, jelas... banyak yang menantimu (Bintang). 

Aku, Kamu, dan Hujan dibulan Desember.

09 October 2024 22:11:47 Dibaca : 32

Apakah kau masih ingat hujan dibulan desember?

Apakah kau masih ingat kedinginan saat itu?

Apakah kau masih ingat betapa kelabunya langit saat itu?

Rintik hujan yang turun saat itu menjadi saksi akan janji yang kita ucapkan.

 

Kekasih malamku  dan kita menari diatas rintik hujan.

Rindu yang mencekam seakan membunuh ku.

Apakah rindu ini akan membunuh kita secar bersamaan?

Dan kehangatanmu akan menjadi salah satu kehangatan yang ditunggu.