ARSIP BULANAN : October 2014

Untold History of Pangeran Diponegoro (14)

22 October 2014 12:59:45 Dibaca : 210

Diponegoro kemudian berdiri dan berjalan ke bilik kecil yang terdapat di samping masjid. Di ruangan sempit itu hanya ada sebuah ranjang kecil sederhana, sebuah meja kayu kecil, dan bangku kayu yang sudah sedikit bergoyang jika diduduki. Di atas meja itulah Pangeran Diponegoro menulis surat protes kepada Residen Yogyakarta A.H. Smissaert, yang isinya antara lain meminta agar Residen Yogyakarta itu memecat Patih Danuredjo yang dianggap sudah keterlaluan sikapnya sehingga hampir semua rakyat Yogyakarta memusuhi dia.

Tidak lama kemudian Diponegoro keluar dari biliknya dan kembali ke dalam masjid. Ahmad Prawiro masih duduk bersila di tempatnya didampingi Ustadz Taftayani.

“Ini suratnya, Ahmad. Pagi ini juga tolong berikan langsung kepada residen itu. Berangkatlah dalam nama Allah…”

“Insya Allah, Kanjeng Pangeran. Bismillah…“

Pemuda itu berdiri dan menerima surat yang telah digulung rapi dan dimasukkan ke dalam tabung bambu yang kemudian disimpan di dalam tas kulit yang disandangnya di bahu. Setelah pamit minta diri, Ahmad keluar dari masjid dan langsung melompat ke atas kudanya. Dengan sekali gebrak, kuda itu telah melesat keluar dari pekarangan Puri Tegalredjo.

Sepeninggal Ahmad, Pangeran Diponegoro kembali melanjutan pembahasan rencana perang dengan sejumlah sesepuh dan senopati. Setelah itu semua pasukan diperintahkan untuk kembali ke posnya masing-masing dengan kesiagaan penuh di sekeliling Puri Tegalredjo dalam radius berlapis. Demikian pula dengan pasukan telik sandi.

“Ustadz…”

“Ya, Kanjeng Gusti Pangeran…”

“Saya akan menulis beberapa surat perintah kepada orang-orang kita di pantai utara, di Mancanegara[1], serta di Bagelen dan Sukawati. Mereka harus mulai bersiap menyambut apa pun yang akan terjadi esok hari.”

“Surat perintah?”

“Benar, Ustadz. Saya menyerukan kepada semua rakyat Mataram, agar mulai saat ini tidak lagi takut kepada kafir Belanda dan antek-anteknya. Orang-orang yang mengaku Muslim tapi di dalam hidupnya menggantungkan diri dan keluarganya kepada thagut, yang menyerahkan loyalitasnya kepada thagut, bukan kepada Allah dan hukum-hukum-Nya, juga harus diperangi. Hanya Allah subhana wa ta’ala yang layak dan berhak ditakuti sekaligus dicintai. Saya hanya ingin mengatakan, jika terdengar meriam berdentum sepanjang hari dan malam, maka semuanya harus siap siaga. Itu saja.”

“Baik, Kanjeng Pangeran. Itu sudah cukup.”

“Sadumuk bathuk, sanyari bumi ditohi tekan pati[2], Ustadz! Ini prinsip kita.”

Ustadz Taftayani hanya tersenyum dan mengangguk-anggukkan kepalanya. []

Bab 7

AHMAD TERUS MEMACU KUDANYA MELEWATI jalan utama dari Tegalredjo ke Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat yang sudah dipenuhi berbagai macam penghalang demi memperlambat gerak maju pasukan reguler Belanda yang biasanya menggunakan kereta penarik meriam. Penghalang itu bisa berupa batang pohon yang sengaja direbahkan melintang di jalan, batu-batu besar yang digulingkan secara acak, atau penggalian sejumlah ruas jalan sedalam setengah meter dengan lebar satu tombak. Di beberapa tempat yang hanya diketahui Laskar Diponegoro juga sudah dipasang jebakan dan perangkap berupa lubang-lubang yang ditutup bilik yang kemudian disamarkan dengan tanah. Siapa pun yang menginjak lubang itu akan jatuh dan tertusuk belasan mata tombak atau panah yang telah ditanam menghadap ke atas. Sebab itu, kurir dan rakyat kebanyakan sejak beberapa hari lalu menghindari jalan-jalan besar sekitar Tegalredjo dan memilih untuk melewati ‘jalan tikus’ yang walau kecil dan berliku namun aman.

Menurut informasi dari pasukan telik sandi, Residen Yogyakarta Smissaert pagi menjelang siang ini masih berada di dalam kraton usai pesta besar tadi malam. Namun beberapa kilometer sebelum pintu gerbang kraton, Ahmad terlebih dahulu mampir ke sebuah rumah di gang sempit sekitar Sosrowijayan untuk berganti pakaian. Ini adalah salah satu ‘rumah aman’ bagi pengikut Diponegoro yang tidak terlalu jauh dari jalan utama menuju pusat kraton.

Di dalam rumah itu, Ahmad mengganti songkok dan baju koko putihnya, dengan baju wulung hitam dengan penutup kepala yang berwarna gelap seperti kebanyakan penduduk sekitar. Setelah itu dia kembali memacu kudanya menuju kraton melewati jalan utama menuju gerbang kraton yang serupa garis lurus, yang sekarang dikenal sebagai Jalan Malioboro.

Dari atas kudanya Ahmad bisa melihat dua prajurit kraton berjaga di sisi kanan dan kiri pintu gerbang lengkap dengan tombak dan pedang. Namun pemuda itu bersikap tenang, Di dalam lipatan tas kulitnya, telah dijahit sesobek kain merah putih biru dengan lambang kraton di sisi kanannya sebagai tanda jika dirinya adalah kurir resmi bagi keresidenan Belanda untuk Yogyakarta. Dengan simbol ini dia bebas keluar masuk kraton dan gedung pemerintahan di wilayah Ngayogyakarta Hadiningrat.

Ahmad terus memacu kudanya. Sepuluh meter di depan gerbang, dua prajurit kraton menghunjamkan tombak ke arahnya.

“Berhenti! Turun!” bentak mereka.

Ahmad berhenti namun tidak turun dari pelana kudanya. Dia malah membentak prajurit itu, “Minggir! Ada surat penting dari Gubernur Jenderal untuk Tuan Residen. Secepatnya harus dibalas oleh Tuan Residen!”

Kedua prajurit itu saling berpandangan. Kemudian salah seorang di antaranya menjawab dengan nada yang lebih sopan, “Coba perlihatkan kepada kami tanda izin Kisanak!”

Dari atas kudanya, Ahmad memperlihatkan bagian dalam tas berisi sobekan kain merah putih biru dengan simbol kraton di sisi kanannya. Melihat simbol tersebut, kedua prajurit penjaga tersebut segera memberi ruang bagi Ahmad dan kudanya.

“Silakan lewat.”

“Tuan Residen ada di ruangan mana? Surat ini harus langsung sampai di tangannya sekarang juga.”

“Di ruang kepatihan.”

“Baiklah, matur nuwun..!”

Ahmad kembali memacu kudanya memasuki pelataran halaman muka kraton dan langsung menuju ruang kepatihan tempat Patih Danuredjo IV berkantor.

Setelah menambatkan kuda, Ahmad berjalan melintasi aula kraton bagian dalam. Pemuda itu menahan nafasnya sejenak. Dia tidak tahan dengan aroma alkohol dan tembakau yang begitu kuat menyeruak di aula itu. Beberapa puntung rokok masih terlihat berserak di sudut-sudut kaki meja dan kursi. Namun ketika melihat seorang prajurit jaga yang berdiri di depan ruangan kepatihan, Ahmad bisa bernafas lega. Prajurit yang tengah jaga adalah Suryo Widhuro, salah seorang prajurit yang loyal kepada Pangeran Mangkubumi. Ahmad kenal dengannya karena diam-diam Suryo juga merupakan simpatisan Kanjeng Pangeran Diponegoro.

Walau demikian, sekadar untuk memenuhi formalitas kraton, Suryo segera menggeledah Ahmad Prawiro. Setelah dianggap bersih, Suryo segera berbisik, “Serahkan saja suratnya padaku, nanti aku sampaikan pada residen itu.”

Ahmad menyerahkan surat yang langsung ditulis tangan oleh Pangeran Diponegoro, “Tolong sampaikan langsung sekarang juga. Tidak perlu dibalas…”

Suryo mengangguk. Ahmad segera berlalu darinya. Prajurit itu pun mengetuk pintu kamar kepatihan tempat Smissaert bermalam.

 

[1] Mancanegara adalah sebutan masa itu untuk wilayah Madiun, Kediri, dan Rembang).

[2] Bahasa Jawa: “Sejari sekepala, sejengkal tanah akan dibela sampai titik darah penghabisan”.

Bersambung

Tips mengakhiri pertengkaran

21 October 2014 14:44:17 Dibaca : 116

Pasti anda akan merasa jengkel saat berbeda pendapat dengan pasangan kita. Alih-alih mengharapkan pengertian dari si dia, yang didapat malah serangan balik dengan nada menyalahkan dari pasangan Anda. Alhasil, pertengkaran pun terkadang tidak bisa terelakkan. Namun, tahukah anda, percaya atau tidak, seburuk-buruknya suatu pertengkaran, hal tersebut nantinya akan membuat diri kita masing-masing menyadari bahwa sesungguhnya inti dari pertengkaran tersebut hanya menuntut pengertian satu sama lain.

Kita tentu ingin sesegera mungkin mengakhiri pertengkaran tersebut, Begitu juga pasangan Anda. Namun terkadang, gengsi menjadi dinding besar yang membuat perdamaian itu sulit terjadi. Agar tidak menyesal nantinya, sebaiknya Kita melakukan hal berikut saat pertengkaran terjadi.

1. pelankan nada bicara, seburuk apapun masalah yang dihadapi, nada bicara tinggi hanya akan membuat segalanya semakin memanas.

2. mintalah agar masing-masing tidak mengungkit kesalahan lama! Hal ini hanya akan melebarkan suatu masalah yang terkadang sepele.

3. jika pasangan sulit mengerti kita, cobalah memeluknya, katakan perasaan Anda dari hati ke hati. Pelukan akan membuat ketegangan menjadi berkurang.

4. jika saat itu tidak ditemukan titik penyelesaian, cobalah untuk menjaga jarak sebentar saja.

5. pada akhirnya cintalah yang akan menyatukan kalian kembali. Keputusan selalu ada di tangan kalian. Jika pada akhirnya kalian berbaikan, sadarilah bahwa siapapun yang mengalah di antara kalian bukanlah sebagai pihak yang kalah.

Namun jika perpisahan menjadi ujung, percayalah itu bukan alasan yang baik untuk saling membenci. (TP)

Profesi Akuntansi

14 October 2014 13:24:49 Dibaca : 159

Orang yang mempunyai keahlian dalam bidang akuntansi disebut akuntan. Akuntan mempunyai keahlian dalam bidang :

a. Teori akuntansi

b. Akuntansi biaya

c. Pengauditan

d. Sistem akuntansi

e. Perpajakan

f. Sistem informasi manajemen

g. Akuntansi keuangan

h. Ekonomi perusahaan

Bidang profesi akuntan dapat digolongkan menjadi empat bagian, yaitu :

1. Akuntan Publik

Akuntan publik adalah sebuah profesi yang membuka praktik untuk melayani kebutuhan masyarakat atau pihak-pihak yang membutuhkan keahliannya dengan menerima honor. Tugas seorang akuntan publik, antara lain sebagai pemeriksa (audit) yang meliputi penyusunan sistem akuntansi, memberikan penyempurnaan organisasi perusahaan, dan memberi nasihat-nasihat lain yang berkaitan dengan masalah ekonomi perusahaan, misalnya membuat budget dan feasibility study untuk memperoleh kredit.

2. Akuntan Swasta

Akuntan swasta adalah akuntan yang bekerja di perusahaan-perusahaan swasta sebagai penasihat atau pembantu tugas-tugas pemilik atau pemimpin perusahaan yang bersangkutan. Tugas akuntan swasta adalah mengatur pencatatan, membuat laporan keuangan, dan membuat sistem akuntansi perusahaan dan pemeriksaan intern.

3. Akuntan Pemerintah

Akuntan pemerintah adalah akuntan yang bekerja pada badan-badan pemerintah terutama bertugas mengawasi keuangan milik negara. Badan yang sangat membutuhkan jasa akuntan pemerintah, antara lain Bada Pemeriksa Keuangan Negara dan Direktorat Akuntan Negara.

4. Akuntan Pendidik

Akuntan pendidik adalah akuntan yang menjadi tenaga pengajar diperguruan tinggi dan bertugas mengembangkan pendidikan akuntansi. Mereka umumnya tidak semata-mata mengajar, tetapi merangkap dengan pekerjaan lain, misalnya dengan membuka praktik untuk melayani kebutuhan masyarakat atau pihak-pihak yang membutuhkan keahliannya. (Aman)

Pengertian Standar Akuntansi Keuangan (SAK)

08 October 2014 13:57:41 Dibaca : 194

Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) merupakan pedoman dalam melakukan praktek akuntansi dimana uraian materi di dalamnya mencakup hampir semua aspek yang berkaitan dengan akuntansi, yang dalam penyusunannya melibatkan sekumpulan orang dengan kemampuan dalam bidang akuntansi yang tergabung dalam suatu lembaga yang dinamakan Ikatan Akuntan Indonesia (IAI). Dengan kata lain, Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) adalah buku petunjuk bagi pelaku akuntansi yang berisi pedoman tentang segala hal yang ada hubungannya dengan akuntansi.

Standar Akuntansi Keuangan (SAK) mencakup konvensi, peraturan dan prosedur yang sudah disusun dan disahkan oleh lembaga resmi (standard setting body) pada saat tertentu.

Pernyataan di atas memberikan pemahaman bahwa Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) merupakan buku petunjuk tentang akuntansi yang berisi konvensi atau kesepakatan, peraturan dan prosedur yang telah disahkan oleh suatu lembaga atau institut resmi. Dengan kata lain Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK)merupakan sebuah peraturan tentang prosedur akuntansi yang telah disepakati dan telah disahkan oleh sebuah lembaga atau institut resmi.

Standar Akuntansi Keuangan (SAK) yang disusun oleh lembaga Ikatan Akuntan Indonesia selalu mengacu pada teori-teori yang berlaku dan memberikan tafsiran dan penalaran yang telah mendalam dalam hal praktek terutama dalam pembuatan laporan keuangan dalam memperolah informasi yang akurat sehubungan data ekonomi.

Berdasarkan pernyataan di atas dapat dipahami bahwa Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) mengacu pada penafsiran dan penalaran teori-teori yang “berlaku” dalam hal praktek “pembuatan laporan keuangan” guna memperoleh inforamsi tentang kondisi ekonomi.

Pemahaman di atas memberikan gambaran bahwa Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) berisi “tata cara penyusunan laporan keuangan” yang selalu mengacu pada teori yang berlaku, atau dengan kata lain didasarkan pada kondisi yang sedang berlangsung.

Hal ini menyebabkan tidak menutup kemungkinan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) dapat mengalami perubahan/penyesuaian dari waktu ke waktu sejalan dengan perubahan kebutuhan informasi ekonomi.

Dari keseluruhan pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) merupakan suatu buku petunjuk dari prosedur akuntansi yang berisi peraturan tentang perlakuan, pencatatan, penyusunan dan penyajian laporan keuangan yang disusun oleh lembaga IAI yang didasarkan pada kondisi yang sedang berlangsung dan telah disepakati (konvensi) serta telah disahkan oleh lembaga atau institut resmi.

Sebagai suatu pedoman, Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) bukan merupakan suatu kemutlakan bagi setiap perusahasan dalam membuat laporann keuangan. Namun paling tidak dapat memastikan bahwa penempatan unsur-unsur atau elemen data ekonomi harus ditempatkan pada posisi yang tepat agar semua dat ekonomi dapat tersaji dengan baik, sehingga dapat memudahkan bagi pihak-pihak yang berkepentingan dalam menginterpretasikan dan megevaluasi suatu laporan keuangan guna mengambil keputusan ekonomi yang baik bagi tiap-tiap pihak.

 

sumber : ilmu ekonomi

Efek Domino

01 October 2014 16:08:26 Dibaca : 85

Tahukan bahwa manusia itu saling mempengaruhi satu sama lain. Percaya atau tidak? Segala tindak-tanduk kita, entah itu hal-hal kecil maupun hal yang besar sedikit banyaknya mempengaruhi orang-orang yang berada disekitar kita. Baik itu teman, keluarga sampai orang asing sekalipun. Sifat pengaruh dan mempengaruhi itu menurut saya seperti efek domino. Tahukan artinya efek domino? Ketika ada seseorang yang berbuat A, yang lain secara sadar maupun tidak sadar ikut melakukan perbuatan A. Mungkin lebih tepatnya kita mengekor alias ikut-ikutan bin jadi bebek buat figur yang bersangkutan. Ini jelas dapat dilakukan oleh kita secara sadar ataupun tidak sadar. Istilah lain mungkin sudah terjadi interaksi sosial antara kita.
Interaksi sosial dapat saling mempengaruhi satu sama lain. Contohnya: kawan kerja atau kawan kuliah kita yang sedang berada tak jauh dari kita, kemudian ia melantunkan satu bait lagu yang enak didengar. Tebak apa yang terjadi pada kita, secara sadar ataupun tidak pasti entar kita bakal melantunkan lagu yang sama dengan kawan kita. Lama atau tidaknya tergantung dari seberapa kuat pikiran kita untuk dipengaruhi. Setidaknya itu yang terjadi sama saya dan melihat gejala yang serupa pada kawan-kawan saya. Tapi memang faktanya bahwa interaksi sosial antar sesama ini tidak bisa dihindarin. Kecuali kalau kita seorang yang mengalami gangguan psikologis penyendiri atau anti-sosial.
Ingin tahu proses interaksi sosial itu bersumber dari mana saja? Berdasarkan yang saya kutip dari belajar psikologi bahwa proses interaksi sosial dalam masyarakat itu berasal dari:
• Imitasi -> suatu tindakan sosial seseorang untuk meniru sikap, tindakan, atau tingkah laku dan penampilan fisik seseorang.
• Sugesti -> rangsangan, pengaruh, atau stimulus yang diberikan seseorang kepada orang lain sehingga ia melaksanakan apa yang disugestikan tanpa berfikir rasional.
• Simpati -> suatu sikap seseorang yang merasa tertarik kepada orang lain karena penampilan,kebijaksanaan atau pola pikirnya sesuai dengan nilai-nilai yang dianut oleh orang yang menaruh simpati.
• Identifikasi -> keinginan sama atau identik bahkan serupa dengan orang lain yang ditiru (idolanya)
• Empati -> proses ikut serta merasakan sesuatu yang dialami oleh orang lain. Proses empati biasanya ikut serta merasakan penderitaan orang lain.
Nah, sekarang coba kita sama-sama korelasikan antara efek-domino dengan interaksi sosial. Apakah kita mau jadi korban efek-domino yang negatif atau jadi kawan efek domino yang positif? Atau bahkan kita mampu untuk jadi tokoh utama dari efek-domino tersebut?
Semuanya tinggal kita yang memilihnya. Mudah bukan, tapi ingat juga Hukum Karma berlaku lho. Mudah-mudahan tulisan yang sedikit ngawur ini bermanfaat.