KATEGORI : kata-kataku

Renungan tuk kita

22 December 2014 16:57:55 Dibaca : 145

Seorang anak bertengkar dengan ibunya dan meninggalkan rumah.

Saat berjalan ia baru menyadari bahwa ia sama sekali tidak membawa uang.

Ia melewati sebuah kedai bakmi. Ia ingin sekali memesan semangkok bakmi karena lapar.

Pemilik bakmi melihat anak itu berdiri cukup lama di depan kedainya, lalu bertanya”Nak, apakah engkau ingin memesan bakmi?”

“Ya, tetapi aku tidak membawa uang,”jawab anak itu dengan malu-malu.

”Tidak apa-apa, aku akan mentraktirmu,”jawab si pemilik kedai.

Anak itu segera makan. Kemudian air matanya mulai berlinang.

”Ada apa Nak?”Tanya si pemilik kedai.

”Tidak apa-apa, aku hanya terharu karena seorang yg baru kukenal memberi aku semangkuk bakmi tetapi ibuku sendiri setelah bertengkar denganku, mengusirku dari rumah. Kau seorang yang baru kukenal tetapi begitu peduli padaku.

Pemilik kedai itu berkata”Nak, mengapa kau berpikir begitu? Renungkan hal ini, aku hanya memberimu semangkuk bakmi&kau begitu terharu…. Ibumu telah memasak bakmi, nasi, dll sampai kamu dewasa, harusnya kamu berterima kasih kepadanya.

Anak itu kaget mendengar hal tersebut.”Mengapa aku tidak berpikir tentang hal itu?” Untuk semangkuk bakmi dari orang yang baru kukenal aku begitu berterima kasih, tetapi terhadap ibuku yang memasak untukku selama bertahun-tahun,aku bahkan tidak peduli. Anak itu segera menghabiskan bakminya lalu ia menguatkan dirinya untuk segera pulang.

Begitu sampai di ambang pintu rumah, ia melihat ibunya dengan wajah letih dan cemas. Ketika melihat anaknya, kalimat pertama yang keluar dari mulutnya adalah “Nak, kau sudah pulang, cepat masuk, aku telah menyiapkan makan malam.”

Mendengar hal itu, si anak tidak dapat menahan tangisnya dan ia menangis di hadapan ibunya.

Kadang kita mungkin akan sangat berterima kasih kepada orang lain untuk suatu pertolongan kecil yg diberikannya pada kita. Namun kepada orang yang sangat dekat dengan kita (keluarga) khususnya orang tua kita, kita sering melupakannya begitu saja.

Cinta vs Duit

04 April 2013 09:02:28 Dibaca : 206

DUIT dapat membeli makanan enak, unik, dan langka, tapi CINTA dapat membuat makanan unik apapun terasa enak..

DUIT dapat membuai wanita cantik, tapi CINTA dapat membuat sang kekasih selalu terlihat cantik..

DUIT dapat membeli gedung mewah, tapi CINTA dapat menciptakan gubuk terasa istana..

DUIT dapat membeli kendaraan secepat kuda australia, tapi CINTA yang tulus suci dapat mengantarkan ke surga..

DUIT dapat mendidik anak-anak ke sekolah favorit, dengan CINTA dapat menjadikan seorang anak charming..

DUIT dapat membuat pemerintahan maju dan terbangun, dengan CINTA dapat membuat rakyat damai dan tersanjung..

++++++
CINTA tanpa DUIT... bagai rayuan omong kosong doang, tapi DUIT tanpa CINTA... setiap hubungan terasa hampa

dan... DUIT dapat membuat hidup lebih terjamin, namun CINTA dapat membuat hidup lebih bermakna.

 

Rindu

22 March 2013 12:48:24 Dibaca : 173

Perindu yang mau menyempurnakan rindunya adalah mereka yang diam-diam mendo'akan apa yang dirindukannya.

Kamut 1

19 February 2013 14:56:09 Dibaca : 149

The Chinese use two brush strokes to write the word ‘crisis’. One brush stroke stands for danger, the other for opportunity. In a crisis, be aware of the danger-but recognize the opportunity.


John F. Kennedy

Doa Ibu di saat Marah

18 October 2012 10:11:34 Dibaca : 231

~
#Do'a Ibu di saat Marah...

Seorang bocah mungil sedang asyik bermain-main tanah. Sementara sang ibu sedang menyiapkan jamuan makan yang diadakan sang ayah. Belum lagi datang para tamu menyantap makanan, tiba-tiba kedua tangan bocah yang mungil itu menggenggam debu. Ia masuk ke dalam rumah dan menaburkan debu itu diatas makanan yang tersaji.Tatkala sang ibu masuk dan melihatnya, sontak beliau ma

rah
dan berkata, "idzhab ja'alakallahu imaaman lilharamain," Pergi kamu...! Biar kamu jadi imam di Haramain...!"

Dan SubhanAllah, kini anak itu telah dewasa dan telah menjadi imam di masjidil Haram...!!Tahukah kalian, siapa anak kecil yang di doakan ibunya saat marah itu...??
Beliau adalah Syeikh Abdurrahman as-Sudais, Imam Masjidil Haram yang nada tartilnya menjadi favorit kebanyakan kaum muslimin di seluruh dunia.

****
Ini adalah teladan bagi para ibu , calon ibu, ataupun orang tua... hendaklah selalu mendoakan kebaikan untuk anak-anaknya. Bahkan meskipun ia dalam kondisi yang marah. Karena salah satu doa yang tak terhalang adalah doa orang tua untuk anak-anaknya. Sekaligus menjadi peringatan bagi kita agar menjaga lisan dan tidak mendoakan keburukan bagi anak-anaknya. Meski dalam kondisi marah sekalipun.

"Janganlah kalian mendoakan (keburukan) untuk dirimu sendiri, begitupun untuk anak-anakmu, pembantumu, juga hartamu.
Jangan pula mendoakan keburukan yang bisa jadi bertepatan dengan saat dimana Allah mengabulkan doa kalian..."(HR. Abu Dawud)

Assalamualaikum sob....
Sukakah memaki anak kcl dgn "anak nakal,anak susah di atur..bandel"dll..?

Hayooo..
Para ortu & calon ortu... jaga lisan qt yaa saat marah ..he he...